My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Berburuk Sangka


__ADS_3

"Aku tahu, kedatangan mami ke sini hanya ingin menghina suamiku saja," ucapnya lagi.


Membuat semua orang yang berada di ruang tamu langsung menoleh ke arah sumber suara. Di mana Camel baru saja masuk ke dalam rumah ibu Rina.


Hal rutin yang selalu Camel lakukan di siang hari, yang tahu jika Santos sang suami pasti berada di rumah ibunya. Bertepatan dengan jam makan siang Camel.


Membuat Camel langsung menuju tempat ibu Rina, hanya ingin menikmati makan siang bersama dengan sang suami, saat di pagu hari dirinya tidak bisa menikmati sarapan dengan Santos.


Sekarang Santos beranjak dari duduknya, lalu menghampiri sang istri yang masih berdiri di depan pintu.


"Selamat siang sayang," sapa Santos saat sudah mendekati sang istri, tentu saja senyum manis dirinya tunjukkan untuk sang istri.


"Apa yang mami katakan padamu sayang. Apa dia menghina dan merendahkan kamu lagi?" tanya Camel tanpa menanggapi sapaan dari sang suami.


"Berburuk sangka," jawab Santos sambil meraih tangan sang istri. "Pasti karena belum makan siang," ujar Santos yang terus mengukir senyum.


"Apa lagi tujuan mami jika bukan untuk menghina kamu dan keluarga kamu," sambung Camel.


Kemudian Camel melepas tangannya yang masih dipegangi oleh Santos, lalu melangkahkan kakinya mendekati ruang tamu, di mana sudah ada ke dua orang tuanya dan juga ibu Rina.


"Pi. Aku sudah pernah mengatakan pada Papi. Jangan pernah tunjukkan di mana rumah suamiku pada mami, kenapa papi malah membawa mami ke sini?" tanya Camel yang sekarang sudah mendekati sang papi.

__ADS_1


"Tapi mami kamu–"


"Aku tahu siapa mami Pi, lebih baik papi ajak pulang mami sekarang juga," sambung Camel memotong perkataan papi Arthur.


"Mel. Mami ke sini hanya untuk–"


"Menghina. Menghina dan menghina suamiku dan juga keluarganya. Aku tahu Mi," sambung Camel lagi yang sekarang memotong perkataan mami Asha.


Ibu Rina kini beranjak dari duduknya lalu menghampiri sang menantu yang sedang berdiri di sisi sofa yang di duduki oleh ke dua orang tuanya.


"Nak. Tidak sopan memotong perkataan organ tua. Terlebih lagi mereka adalah orang tua kandung kamu," nasihat ibu Rina yang sudah mendekati sang menantu lalu memeluk bahunya.


Kemudian Camel yang tadi menatap ke Arab papi Arthur dan juga mami Asha bergantian, sekarang menoleh ke arah ibu Rina yang berada tepat di sampingnya.


Karena Camel mengira Mami Asha datang ke rumah ibu mertuanya hanya untuk menghina keluarga sang suami seperti biasanya.


Mengingat lagi papi Arthur tidak memberi tahu sang putri tujuannya ke rumah ibu Rina pada Camel sang putri.


"Ya ampun sayang, kenapa kamu berburuk sangka pada mami kamu sendiri, mami kamu datang ke sini–"


"Aku tahu–"

__ADS_1


"Nak Camel. Ibu belum selesai bicara," ibu Rina memotong perkataan Camel yang baru saja memotong perkataannya.


"Maaf Bu, silakan ibu teruskan,"


"Baiklah Nak. Sebenarnya mami kamu datang ke rumah ini hanya ingin meminta maaf pada ibu dan juga Santos," jelas ibu Rina.


Tentu saja membuat Camel langsung menoleh ke arah sang mami yang sekarang beranjak dari duduk setelah mendengar apa yang baru saja ibu Rina katakan.


Dan Santos yang sedari tadi juga sudah mendekat ke arah ruang tamu juga menoleh ke arah mami Asha yang sekarang berjalan mendekati nya, setelah mendengar apa yang baru saja sang ibu katakan pada Camel.


Karena memang Santos tadi belum bertanya pada papi Arthur tujuannya datang ke rumah sang ibu.


Santos sekarang menautkan keningnya saat mami Asha sudah berdiri tepat di hadapannya, dengan air mata yang tiba tiba jatuh dari ke dua kelopak matanya.


"Mami, ada–"


Santos tidak jadi meneruskan ucapannya, karena sekarang mami Asha memeluk tubuhnya.


"Maafkan mami Tos, atas sikap mami selama ini padamu," ucap mami Asha sambil memeluk tubuh Santos.


"Jangan maafkan Kak, hoak itu," sambung Meri dari arah pintu rumahnya.

__ADS_1


Bersambung...........................


__ADS_2