
Seminggu berlalu, Santos dan juga Camel akhirnya pergi untuk berbulan madu ke Hawai sesuai dengan keinginan papi Arthur. Meninggalkan Hazel sang putri bersama dengan papi Arthur dan juga mami Asha yang sekarang ingin tinggal di rumah sang putri untuk beberapa saat.
Setelah mengantar sang putri dan juga menantunya, papi Arthur yang ingin Kembali ke kamarnya menghentikan langkahnya saat ponsel miliknya yang berada di kantong celananya tiba tiba berdering.
Dan papi Arthur dengan segera mengambil ponsel tersebut, ingin tahu siapa yang menghubunginya. Dan papi Arthur langsung tersenyum sinis saat tahu siapa yang menghubunginya.
Kemudian papi Arthur memasukan Kembali ponsel miliknya ke tempat semula, tidak ingin sama sekali mengangat sambungan posel tersebut, saat papi Arthur tahu siapa yang menghubunginya.
*
*
*
Brak!
Jack memukul meja yang ada di hadapannya dengan kencang hingga mengejutkan semua orang yang ada di sebuah ruang rapat, di mana sekarang Jack berada.
Kekesalan terlihat jelas di wajah Jack saat mengetahui jika dirinya sudah di tipu oleh papi Arthur.
__ADS_1
“Jika anda tidak bisa mengembalikan uang kami, maka anda harus mempertangggung jawabkan perbuatan anda pada pihak berwajib,” ucap salah satu peserta rapat yang ada di ruang rapat tersebut.
“Aku bisa menjelaskan semua ini pada kalian. Jika saham perusahaan ini bukan milikku,” sebisa mungkin Jack akan mengelak jika saham perusahaan yang baru saja di berikan oleh papi Arthur bukanlah miliknya.
Bagaimana Jack akan mengakui jika saham perusahaan tersebut adalah miliknya, karena ternyata saham tersebut membawanya ke dalam masalah besar, di mana saham perusahaan yang baru saja di berikan kepada Jack ternyata memiliki hutang yang sangat besar pada perusahaan raksasa yang ada di negara tersebut.
“Jangan mengelak lagi. Sudah jelas nama anda adalah pemilik saham terbesar di perusahaan ini. Dan itu artinya anda yang harus bertanggung jawab melunasi hutang hutang ini,” ujar,seseorang sambil menunjukkan bukti bukit.
“Arggggg,” Jack meraup wajahnya kasar, kemudian menatap satu persatu semua orang yang ada di dalam raungan tersebut.
Dan tidak ada lagi yang bisa Jack lalukan kecuali kabur dari ruangan tersebut. Mengingat lagi hutang hutang yang harus di bayar tidaklah sedikit, apalagi Jack baru mengetahui jika perusahaan yang sekarang dirinya pegang sudah pailit.
Kemudian polisi tersebut langsung mengamankan Jack yang coba untuk memberontak, dan Jack langsung mendapat borgol di kedua tangannya.
Dan kali ini Jack tidak dapat lagi meminta perlindungan hukum pada sahabatnya yang ada di kepolisian, saat lawannya sekarang tidak bisa di tandingi.
*
*
__ADS_1
*
Papa Arthur tersenyum senang setelah mendapat telepon dari anak buahnya yang ada di negara L. Dan akhirnya papi Arthur bisa mengirim Jack ke dalam penjara dengan sandiwara yang baru saja di buatnya bersama dengan rekan bisnisnya.
“Pi, bagaimana jika Jack tahu ini semua sandiwara papi untuk mengirim dia ke dalam penjara?” tanya mami Asha yang merasa cemas dengan sandiwara sang suami yang akhirnya bisa mengirim Jack ke dalam penjara.
“Tenang saja istriku sayang, itu tidak akan pernah terjadi,”
“Tapi Pi…”
“Kita akan menetap di sini seperti putri kita dan juga Hazel Mi,” sambung papi Arthur memotong perkataan sang istri.
“Bagaimana jika suatu saat nanti Jack bisa bebas?” tanya mami Asha yang sudah berpikir ke depan tentang kemungkinan kemungkinan yang akan terjadi kedepannya, tentang sandiwara yang sang suami lakukan.
“Papi akan memikirkan hal itu nanti, yang terpenting sekarang Jack sudah berada di dalam penjara, dan tidak akan mengganggu ketenangan keluarga kecil putri kita Mi,” ujar Papi Arthur tanpa menyadari jika Hazel sang cucu sedang berdiri di depan pintu. Di mana papi Arthur dan juga mami Asha berada. Dan Hazel sudah mendengar semua perbincangan ke duanya.
"Grandpa tega, menjebloskan papi ke penjara?"
Bersambung....................
__ADS_1