My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Hotel


__ADS_3

"Sudahlah jangan banyak bertanya sayang, apa kamu ingin aku tidur di kasur busa yang sudah kempis? Apa kamu ingin punggung aku sakit, dan apa yang akan kamu katakan pada papi, jika tahu anaknya sakit punggung karena tidur di atas kasur busa," ujar Camel agar Santos mau di ajak tidur di hotel. "Kamu susah berjanji pada papi, akan menjagaku bukan?" tanya Camel, sebisa mungkin agar Santos tidak menolak ajakannya.


Santos hanya menanggapi ucapan Camel dengan senyum, lalu menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal.


"Aku mengajak kamu menginap di hotel, agar besok tidak telat ke kantor urusan agama, kamu tahu kan hotel yang di samping Kantor urusan agama itu, aku ingin kita menginap di sana,"


"Aku ada uang, tapi kayaknya tidak cukup untuk menyewa kamar hotel itu, aku rasa hotel itu, hotel berkelas,"


"Sayang, kamu tidak perlu kuatir dengan uang sewanya, aku yang akan membayarnya Oke,"


"Tapi–"


"Tidak ada tapi tapian," ujar Camel memotong perkataan Santos.


Lalu Camel menarik tangan Santos keluar dari teras rumahnya.


Tentu saja Santos yang sudah mengantuk, mengikuti kemauan Camel untuk menginap di hotel.


"Tos, nak Camel," panggil ibu Rina menghentikan langkah Santos dan juga Camel yang akan meninggalkan kontrakan Santos. Den ke duanya langsung menatap ke arah ibu Rina.


"Kalian mau ke mana?"

__ADS_1


"Menginap di hotel Bu," jawab Santos dengan polosnya.


Dan Camel yang mendengar ucapan Santos hanya bisa menghembuskan nafasnya sambil memejamkan ke dua matanya sebentar. "Ya ampun, kenapa harus bilang begitu, gagal deh," batin Camel lalu mengukir senyum ke arah ibu Rina, yang kini melangkahkan kakinya mendekati dirinya dan juga Santos.


Dan saat sudah mendekat, ibu Rina langsung menarik tangan Santos.


"Untuk apa menginap di hotel, bukannya nak Camel ingin pulang, hari sudah tengah malam ini,"


"Bu, kata Camel, jika menginap di hotel, pasti besok tidak akan telat ke kantor urusan agama, karena hotel tempat kita akan menginap, hanya bersebelahan dengan kantor urusan agama di mana besok aku akan menikah," jelas Santos mengikuti ucapan Camel tadi.


"Terus bagaimana dengan ibu, ibu ingin mengantar kamu menikah, jika kamu menginap di hotel, ibu tidak bisa menemani kamu besok,"


"Benar juga," sambung Santos sambil berpikir sejenak. "Ya sudah ibu dan Meri ikut menginap di hotel saja malam ini, jadi besok kita pergi sama sama ke kantor urusan agama,"


"Iya Bu," jawab Camel sambil mengukir senyum.


Padahal dalam hati Camel, sedang menggerutu, kerena seketika fantasinya ingin menikmati tubuh Santos buyar sudah.


"Kalau begitu, ibu masuk dulu untuk berkemas dan memanggil Meri,"


"Baik Bu, aku tunggu di sini," sambung Camel sambil berpikir. Dan setelah ibu Rina masuk ke dalam rumah, Camel tersenyum bahagia, saat otak di kepalanya sudah menemukan jalan lurus menuju kenikmatan. "Oke, aku akan menyewa dua kamar, satu untuk ibu dan Meri, satu lagi untuk aku dan juga– ah aku siap mendesaah sayang," batin Camel sambil menatap tubuh Santos dari ujung kepala hingga ujung kaki. Saat Santos sedang berdiri sambil membelakangi.

__ADS_1


*


*


*


Angan angan memang kadang tidak sesuai keinginan, dan itu yang sekarang sedang di alami oleh Camel, karena saat sudah sampai hotel, kamar yang tersisa hanya tinggal satu.


Tentu saja membuat pikiran liar Camel musnah seketika.


"Kamu kenapa?" tanya Santos saat mendapati Camel tidak seceria tadi saat ingin menuju hotel. Ketika ke empat nya sudah masuk ke dalam kamar hotel yang baru saja di pesannya.


"Tidak ada, aku hanya ingin segera beristirahat,"


"Baiklah, kamu tidur saja dulu,"


*


*


*

__ADS_1


"Hazel sudahlah kita pulang saja, ini sudah sangat larut, percuma kamu menunggu dia, dia tidak akan datang. Percaya padaku,"


Bersambung......................


__ADS_2