
Hazel langsung menatap wajah sang papi setelah mendengar apa yang baru saja dikatakannya.
"Benarkah Papi akan membantu aku mendapatkan dia?" tanya Hazel antusias.
"Iya, apa di wajah papi yang tampan ini mengandung kebohongan?"
Hazel pun langsung menggelengkan kepalanya, dan memeluk sang papi.
"Terima kasih Pi,"
"Sama sama sayang, papi akan melakukan apa pun untuk kebahagiaan kamu. Tapi papi ingin kamu membantu papi,"
Hazel melepas pelukannya, lalu menautkan keningnya menatap sang Papi.
"Membantu Papi?"
"Iya,"
"Membantu apa Pi?"
"Mendapatkan Mami kamu kembali, apa kamu mau membantu Papi?"
"Tentu saja, aku akan mendapatkan kakak Santos, dan Papi akan mendapatkan Mami kembali," ujar Hazel sambil tersenyum senang. "Sekarang apa yang harus kita lakukan Pi?"
Dan Jack pun langsung memberi tahu rencana apa yang harus ke duanya lakukan untuk mendapatkan keinginannya masing-masing.
Sementara itu mami Asha yang baru saja keluar dari kamar sang cucu terus menggerutu tidak jelas, dan sesekali memaki Santos.
"Ya Tuhan Mi, jaga ucapan kamu. Bagaimana pun Santos sekarang adalah menantu kita," sambung Papi Arthur yang mendengar apa yang baru saja sang istri katakan.
__ADS_1
Saat mami Asha kini menghampiri sang suami yang sedang duduk bersantai di ruang keluarga sambil menikmati secangkir kopi.
"Terus saja bela gelandangan itu, yang sudah membuat anak dan cucu kita tidak waras karenanya,"
Papi Arthur pun langsung menautkan keningnya mendengar perkataan sang istri.
"Maksud Mami apa?"
"Bukan hanya anak kita yang menyukai gelandangan itu, tapi cucu kita juga Pi,"
"Hazel?"
"Iya. Memang siapa lagi cucu kita jika bukan Hazel. Mami tidak habis pikir, gelandang itu belajar ilmu pelet di mana, bisa bisanya dia menggunakan ilmu pelat untuk mendapat anak dan cucu kita, ini tidak bisa di biarkan,"
"Tenangkan dirimu Mi, apa yang kamu tuduhkan itu tidak benar,"
"Terserah padamu. Tapi papi katakan padamu Mi, di dunia ini harta bukanlah segalanya,"
"Siapa bilang harta bukan segalanya, karena dengan harta kita bisa memiliki segalanya,"
"Terserah padamu, dan aku ingatkan padamu Mi, suatu saat kamu akan menyesal dengan hinaan yang selalu kamu katakan pada Santos menantu kita,"
"Dia bukan menantuku, dan aku tidak akan pernah menyesal, karena sampah tetaplah sampah,"
Papi Arthur tidak ingin menanggapi lagi ucapan sang istri. Dan sekarang papi Arthur beranjak dari duduknya lalu menoleh ke arah Mami Asha.
"Lihatlah didikan kamu pada cucu kamu itu, semua salah, karena kamu sudah memanjakan dia selama ini. Sekarang ajarkan dia untuk menerima apa yang sudah Tuhan takdir kan. Dan jangan biarkan cucu kamu itu, menjadi perusak rumah tangga mami nya sendiri karena egonya. Jika itu terjadi, papi tidak akan segan segan memberi pelajaran padanya," ujar papi Arthur.
Lalu meninggalkan sang istri, bukan tanpa alasan papi Arthur mengatakan hal semacam itu, karena papi Arthur tadi mendengar apa yang di katakan oleh Hazel sang cucu yang menginginkan suami dari maminya.
__ADS_1
*
*
*
Santos memeluk erat tubuh Camel, kecupan terus dirinya berikan di kening sang istri, setelah ke duanya baru saja selesai melakukannya aktivitas panas yang nikmat, hingga sore menjelang.
"Sayang,"
"Hem," sahut Camel yang sekarang balik memeluk sang suami dan menyelusup kan kepalanya di dada bidang Santos.
"Apa kamu lelah?"
"Kenapa memangnya?" tanya Camel balik tanpa menjawab pertanyaan sang suami.
"Aku menginginkan lagi,"
"Apa?!" tanya Camel terkejut, yang langsung melepas pelukannya lalu mendongakkan kepalanya untuk menatap sang suami.
Bagaimana Camel tidak terkejut, mengingat lagi ke duanya bermain cukup lama, dan membuat Camel kelelahan.
"Tidak jadi, aku hanya bercanda," sambung Santos sambil tersenyum lalu membawa Camel ke dalam pelukannya lagi.
Saat Santos melihat sang istri dengan wajah kelelahan, sebenarnya dirinya juga lelah. Dan Santos mengatakan hal itu, karena sebisa mungkin dirinya ingin membahagiakan sang istri di atas ranjang, karena sekarang hanya itu yang bisa Santos lakukan.
"I love you sayang, mungkin saat ini, hanya ini kebahagiaan yang bisa aku berikan padamu, tapi suatu saat nanti, aku akan membuat kamu bahagia dengan keberhasilan aku," gumam Santos dan terus memeluk tubuh Camel.
Bersambung...........................
__ADS_1