My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Iri


__ADS_3

Camel memegang punggung tangan Santos yang masih mengelus perutnya yang rata.


"Apa mungkin seusia aku masih bisa mengandung dan juga memiliki anak. Sayang?" tanya Camel.


Yang entah mengapa dirinya tidak yakin masih bisa mengandung dan memiliki anak.


Bukan hanya karena usianya yang sudah berkepala empat, namun Camel tidak yakin bisa mengandung. Karena selama ini dia selalu minum obat kontrasepsi untuk mencegah kehamilan, mengingat lagi Camel sering menghabiskan malam dengan brondong yang berbeda, meskipun brondong pesanannya selalu menggunakan pengamanan saat sedang melakukan hubungan badan.


Mendengar apa yang di katakan oleh sang istri, Santos yang masih mengelus perut sang istri kini beralih memegang ke dua bahu Camel agar menghadap ke arahnya.


"Sayang, kenapa kamu berkata seperti itu. Banyak orang di luar sana masih bisa hamil di usia kepala lima. Dan aku yakin, kamu masih bisa mengandung benih cinta kita,"


"Tapi kamu tahu kak sayang, selama ini aku–"


"Iya aku tahu," sambung Santos memotong perkataan sang istri, tahu apa yang akan di katakan nya. Karena Camel sudah memberi tahu dirinya pernah menggunakan obat kontrasepsi.


"Bagaimana jika–"


Camel tidak jadi meneruskan ucapannya saat sang suami menaruh jari telunjuknya tepat di bibirnya.


"Jangan mengatakan apa yang ingin kamu katakan sayang. Aku sangat yakin kita akan segera di beri momongan," ucap Santos sambil mengukir senyum, tahu apa yang akan di katakan oleh Camel.


"Bagaimana jika yang kamu katakan tidak akan menjadi kenyataan, sayang?" tanya Camel yang entah mengapa masih tidak percaya jika dirinya bisa mengandung lagi.

__ADS_1


"Tidak akan aku biarkan. Akau akan berusaha pagi, siang, sore, dan malam agar segera hadir calon dede bayi di perut kamu ini sayang," sambung Santos yang masih sangat percaya dengan keyakinan nya. "Sudahlah. Sekarang lebih baik kamu makan siang dulu,"


Kini Santos beralih memegang tangan sang istri dan menariknya menuju sofa yang masih berada di dalam ruang kerja Camel.


"Jadi hari ini kamu pergi ke rumah ibu tanpa memberi tahu aku sayang?" tanya Camel yang sudah duduk di sofa.


Mengingat lagi Santos mengatakan makanan yang sedang di siapkan olehnya, adalah makanan ibu Rina.


"Iya sayang,"


"Tapi aku sudah mengatakan padamu. Kamu jangan dulu beraktivitas berat," sambung Camel.


Karena Camel yakin jika Santos pergi ke rumah ibu Rina. Santos pasti pergi ke tempat usahanya pembuatan cilok yang berada tepat di samping rumah sang ibu.


Karena sekarang usahanya semakin berkembang ketika di aplikasi tok tok, pesanan cilok variasi miliknya juga laku keras.


"Dan itu semua berkat kamu sayang," Santos yang juga sudah duduk di samping Camel kini memeluk tubuh sang istri dari samping.


"Berkat Meri juga sayang, dia yang jadi model cilok kamu," sambung Camel.


Karena pesanan di aplikasi tok tok, tidak terlepas dari Meri, yang mengiklankan cilok variasi milik sang kakak dengan lihainya, mengingat lagi omongan yang keluar dari mulutnya membuat orang tertarik dengan apa yang di iklankan.


"Tenang, aku sudah membelikan sesuatu untuknya sebagai tanda terima kasih,"

__ADS_1


"Hanya Meri yang di belikan. Aku tidak begitu?" tanya Camel yang sekarang menoleh ke arah sang suami.


"Ish, kenapa kamu selalu iri dengan Meri sih sayang,"


"Karena dia itu menyebalkan,"


"Meri adikku loh sayang, kok kamu bicara begitu. Meskipun aku juga tahu dia itu sangat menyebalkan," sahut Santos.


Kemudian ke duanya langsung tertawa setelah menyadari apa yang baru saja ke duanya sama sama katakan. Ketika mengingat tingkah Meri yang selalu merusak suasana.


Dan kecemasan yang tadi menghampiri Camel kini tidak ada lagi satu dirinya bersama dengan sang suami, yang selalu bisa membuatnya bahagia.


*


*


*


Brak!!!


"Aku tahu itu yang kamu inginkan bukan?"


Bersambung.................................

__ADS_1


__ADS_2