My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Satu


__ADS_3

Kering sudah air mata Camel yang terus menangisi Santos sang suami yang sudah hampir dua hari berada di ruang ICU.


Saat dia yang ingin menolong sang istri ketika ada mobil yang menuju ke arahnya.


Namun, Santos lah yang tertabrak mobil yang melaju kencang tersebut. Hingga dia sudah dua hari berada di ruang ICU, saat keadaannya begitu kritis. Apa lagi setelah melakukan operasi, Santos langsung koma.


Camel yang duduk di sebuah bangku tunggu tidak jauh dari ruang ICU di mana sang suami berada.


Hanya diam terpaku, dengar tatapan kosong. Saat mengetahui sang suami belum juga sadar dari komanya.


Ibu Rina yang terus berada di sisi Camel selama berada di rumah sakit. Juga tidak kalah sedihnya dengan Camel sang menantu.


Mengingat lagi sang putra belum cukup lama keluar dari rumah sakit karena mengalami tusukan di perutnya, dan sekarang kembali lagi masuk ke dalam rumah sakit, dengan kondisi yang lebih parah dari sebelumnya.


Tentu saja ibu Rina sebagai ibu sangat terpukul dengan kejadian ini, dan merasa cemas dengan keadaan Santos sang putra.


"Harusnya aku yang berada di sana," ucapan yang keluar dari bibir Camel, membuat ibu Rina yang duduk tepat di sampingnya langsung menoleh ke arah Camel. "Maafkan aku Bu,"


Mendengar kata maaf dari sang menantu membuat ibu Rina sekarang langsung membawa Camel ke dalam dekapannya.


Air mata ibu Rina yang sedari tadi sudah di tahan, kini tidak bisa lagi di tahan, dan langsung meluncur bebas tanpa aba aba.


Namun tidak dengan Camel, saat air matanya sudah kering untuk menangis sang suami sejak dua hari yang lalu.


Air mata Ibu Rina semakin deras saat memeluk tubuh Camel sang menantu. "Nak, ini bukan salahmu. Ini sudah takdir Tuhan. Dan maafkan Santos jika dia memiliki salah padamu, agar dia–" ibu Rina tidak jadi meneruskan ucapannya. Saat pikiran negatif tiba tiba terlintas di benaknya.


Mengetahui kondisi Santos yang memiliki luka yang cukup serius. Dan dokter mengatakan Santos bisa sembuh hanya tiga puluh persen.


Camel melepas pelukan ibu mertuanya tersebut setelah mendengar apa yang baru saja di katakan nya.


Kemudian Camel menatap Ibu Rini dengan tidak suka mendengar apa yang baru saja sang mertua katakan.


"Aku percaya, suamiku akan sembuh. Kenapa ibu berkata seperti itu. Seolah olah suamiku akan pergi meninggalkan aku untuk selamanya,"


"Nak, kamu tahu dokter sudah–"


"Jangan katakan apa pun lagi Bu. Aku tidak ingin mendengarnya," sambung Camel memotong perkataan ibu Rina. Saat Camel tahu persis apa yang akan di katakan oleh ibu mertuanya tersebut.


"Tapi Nak, kita harus siap menghadapi apa apa pun yang akan terjadi," ucap ibu Rina meskipun saat mengatakannya benar benar terpaksa. Apa lagi ibu Rina adalah ibu yang sudah melahirkan dan juta membesarkan Santos, tentu saja kesedihannya melebihi apa yang sedang dirasakan oleh Camel.

__ADS_1


Namun ibu Rina dari sekarang mulai mengikhlaskan apa pun nanti yang akan terjadi pada sang putra, karena ibu Rina tahu ketentuan yang sudah Tuhan berikan untuk hidup putranya tersebut.


"Aku tidak siap Bu. Dan aku tidak akan membiarkan apa pun terjadi pada suamiku. Jika itu terjadi aku juga akan ikut dengannya," ucup Camel untuk menanggapi apa yang baru saja ibu Rina katakan.


Mendengar apa yang baru saja Camel katakan, membuat ibu Rina yang tadi sudah menghentikan tangisnya. Kini air matanya mulai meluncur bebas kembali.


"Nak!" teriak ibu Rina saat melihat sang menantu yang ingin beranjak dari duduknya tiba tiba kehilangan keseimbangan.


Kemudian ibu Rina sebisa mungkin untuk menahan tubuh Camel, dan langsung mendudukkannya di kursi tempatnya baru saja Camel duduk dengan kapala berada di pangkuan ibu Rina.


"Nak bangun, nak," ibu Rina coba menepuk nepuk pipi Camel yang sudah tidak sadarkan diri, dan terus melakukannya.


Hingga ibu Rina tidak menyadari jika mami Asha dan juga papi Arthur sudah mendekati ke duanya, saat mereka melihat dari jauh sang putri kehilangan kesadarannya.


"Bu Rina, apa yang terjadi dengan Camel?" tanya Mami Asha sambil menepuk nepuk pipi sang putri.


"Aku tidak tahu," jawab ibu Rina sambil terus membangunkan sang menantu.


Namun tidak dengan papi Arthur yang langsung memanggil Jimi yang kebetulan sedang menuju ke arah Camel.


Dan Jimi langsung mengangkat tubuh Camel saat sudah mendekatinya, lalu membawa ke sebuah ruangan perawatan VVIP yang ada di rumah sakit tersebut untuk memeriksa keadaan sahabatnya tersebut.


Mami Asha dan juga ibu Rina terus bergandengan tangan saat Jimi sedang memeriksa keadaan Camel.


"Jim. Apa yang terjadi pada Camel?" tanya papi Arthur meskipun Jimi belum selesai memeriksa keadaan sang putri.


"Tubuh dia lemah Om, karena sudah dua hari dia tidak makan apa pun dan hanya menangisi keadaan Santos," jelas Jimi sambil terus memeriksa keadaan Camel yang belum juga membuka matanya. "Aku akan memberikan vitamin lewat infus, agar janin yang sedang di kandungnya baik baik saja,"


Mendengar apa yang baru saja Jimi katakan, papi Arthur, mami Asha dan juga ibu Rina langsung menatap ke arah Jimi.


"Maksud kamu apa Jim?"


"Iya Jim. Janin?" tanya papi Arthur dan juga mami Asha bergantian.


"Apa menantuku sedang hamil?" tanya ibu Rina yang juga penasaran dengan apa yang baru saja di katakan oleh Jimi.


Tantu saja, Jimi langsung menatap ke tiganya bergantian, setelah mendapat pertanyaan bertubi tubi.


"Jadi kalian belum tahu jika Camel sedang hamil?" tanya Jimi balik.

__ADS_1


Membuat ketiganya langsung menggelengkan kepalanya. Jangankan ketiganya, Camel sendiri pun juga belum tahu jika dirinya sedang mengandung, karena belum sempat pergi ke dokter.


"Padahal usia janin di rahim Camel sudah sekitar delapan minggu," jelas Jimi yang tadi sempat meraba dan memeriksa perut Camel, meskipun Jimi adalah dokter umum, dirinya paham betul tentang kehamilan. "Untuk lebih detail lagi, aku akan menyuruh dokter kandungan memeriksa Camel,"


"Cepat sana, panggil dokter kandungan, aku tidak ingin cucuku kenapa napa di dalam," sahut papi Arthur yang sangat bahagia dan juga antusias jika sang putri sedang mengandung.


Dan papi Arthur kini menciumi kening Camel yang masih belum sadarkan diri, begitu pun dengan mami Asha yang terlihat begitu senang.


Tentu saja semua senang, termasuk dengar ibu Rina, yang langsung meneteskan air mata kebahagiaan untuk mengekspresikan kebahagiaannya tersebut.


"Tos, bangunlah. Lihat istrimu sedang mengandung, dan doamu sekarang sudah terkabul, Tos. Jadi bangunlah," gumam ibu Rina saat mengingat sang putra setiap saat setiap waktu terus berdoa agar Camel cepat hamil.


Mami Asha kini menoleh ke arah ibu Rina yang berada di sisinya, lalu mami Asha meraih tangan besannya tersebut dan menggenggamnya dengan erat.


"Jangan menangis, Santos pasti akan segera sadar," ucap mami Asha, lalu menghapus air mata ibu Rina, karena mami Asha yakin ibu Rina bukan hanya menangis bahagia karena Camel hamil, melainkan mengingat kondisi Santos yang sedang berjuang untuk bisa bernafas kembali.


Bersambung............................


Sangat penting dan wajib di bacaπŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡


Larasati, gadis yang berasal dari kota kecil yang kabur dari kejaran para anak buah Tuan tanah. Menuju ke kota besar. Saat, ia tiba di kota besar itu, ketiga anak buah Tuan tanah masih mengejarnya. Ia pun panik, dan berlari menuju ke jalan raya yang cukup ramai. Tiba-tiba saja, sebuah mobil Ferarri yang melintas menabrak tubuhnya. Ia pun terjatuh dengan kepalanya yang mengeluarkan darah lalu hilang kedasaran.


Arkana Sudradjat, CEO muda anak cabang purasahaan Sudradjat Grup. Pria yang telah menabrak Larasati. Pria itu selalu bersikap dingin dan angkuh pada setiap orang, tapi berbeda dengan sikapnya pada Larasati.


Setelah tragedi kecelakaan itu, Arkana dan Larasati menjadi dekat. Bahkan mereka menjadi saling mencintai. Namun, Mama dari Arkana tidak menyetujui hubungan mereka. Bahkan, Mama Arkana telah menjodohkan Arkana dengan gadis pilihan.


Tentu, sebagai anak pembangkang. Arkana menolak mentah-mentah keinginan Mama nya itu. Membuat Mama nya semakin membenci Larasti.


Bukan tanpa alasan, ia memilih Larasati, karena cinta? itu tentu. Tapi juga ada hal lain yang ia tutupi dari semua orang. Larasati adalah gadis satu-satunya yang mau menerima dengan tulus keadaan dirinya yang tidak sempurna.


Sikap dingin dan angkuh yang selama ini Arkana tunjukan, hanya untuk menutupi kekurangannya agar tidak di ketahui oleh orang lain.


Tapi, berbeda dengan Larasati. Gadis yang baru ia kenal itu, dapat memahami dan mengerti keadaanya dalam proses waktu yang singkat!


Bagaimana kisah mereka? Akankah mereka dapat melewati semua rintangan yang ada? Dan menuju dalam kehidupan yang indah nan bahagia?


(Suami-ku CEO Impoten)


(Arkana & Larasati)

__ADS_1


Pemasaran kan? cus ke novel di bawah ini πŸ‘‡πŸ‘‡πŸ‘‡ karya dari author Neng Syantik



__ADS_2