My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Hazel Carter


__ADS_3

"Betul yang di katakan Ana, lebih baik kita pulang. Aku dan juga Aca malam ini akan menginap di rumah kamu,"


Hazel yang sedang duduk di sebuah bangku taman, tidak menghiraukan apa yang baru saja ke dua sahabatnya katakan.


Dan ke dua bola mata Hazel terus menyusuri setiap sudut taman di mana dirinya sekarang berada.


Saat Hazel mengunjungi tamam tersebut di malam hari ingin menemui, cowok yang sangat Hazel sukai.


"Hazel, ayolah pulang. Di sini banyak nyamuk," ajak Ana untuk ke sekian kalinya.


"Kalian pulang saja dulu. Aku masih ingin di sini, aku yakin kakak Santos masih berkeliling dan belum sampai di taman ini," tolak Hazel.


Karena Hazel ingin mengundang Santos kakak kelasnya, dan juga cowok yang sangat di sukai datang ke pesta ulang tahunnya yang akan di adakan besok malam.


"Santos, Santos, Santos. Itu yang selalu kamu ingat. Aku beri tahu kamu Hazel, mami kamu pasti akan melarang kamu, jika kamu mencintai Santos penjual cilok keliling, yang derajatnya jauh dari kamu,"


"Ake setuju dengan Aca, banyak cowok lain yang sederajat dengan kamu, yang benar benar menyukai kamu Hazel, tidak seperti Santos yang kamu sendiri tidak tahu dia menyukai kamu atau tidak,"


Ke dua bola mata Hazel yang sedari tadi menyusuri setiap sudut taman. Kini beralih menatap ke dua sahabatnya yang kebetulan sedang berdiri tepat di hadapannya.


"Derajat itu tidak penting, aku memiliki semua yang aku inginkan, dan aku tidak menginginkan apa pun lagi yang aku inginkan hanya kakak Santos menjadi kekasihku, dan aku rela menikah muda dengan dia, cowok pintar dan juga pengertian seperti dia, dan aku tidak peduli dengan latar belakangnya," ujar Hazel.


Mengingat lagi, Hazel yang satu sekolah dengan Santos dan hanya beda satu angkatan di bawah Santos, sering bertemu di perpustakaan.


Dan dari perpustakaan itu, Hazel bisa dekat dengan Santos, karena Hazel hampir setiap hari meminta Santos untuk mengajari pelajaran yang tidak dirinya paham, mengingat lagi Santos adalah murid terpandai di sekolahnya.

__ADS_1


"Terserah padamu Hazel, kejarlah tukang cilok itu sampai dapat," kesal Aca, lalu menarik tangan Ana. "Aku tunggu kamu di mobil."


Ke dua sahabat Hazel pergi meninggalkan nya sendirian di bangku taman, di mana Santos biasa berjualan cilok keliling di malam hari.


Jam menunjukkan jam sebelas malam dan itu artinya Hazel sudah berada di taman selama tiga jam, namun Hazel belum juga mendapati tanda tanda adanya Santos di sekeliling taman.


"Kakak ke mana kamu? Biasanya jam sembilan juga kamu sudah berjualan," ucap Hazel.


Kemudian Hazel beranjak dari duduknya, dan menuju mobil milik-Nya di mana Aca dan juga Ana berada.


"Sudah aku bilang dia tidak akan datang. Di bilangin tidak percaya," celetuk Ana saat Hazel sudah masuk ke dalam mobil dan duduk di bangku pengemudi.


Namun tidak mendapat tanggapan dari Hazel yang kini sudah menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya.


Pasalnya Hazel hanya diam saja meskipun sudah hampir lima belas menit dirinya melajukan mobilnya.


"Tentu,"


"Apa salah kita,"


"Karena kalian tidak pernah mendukung aku, untuk mendapatkan cinta kakak Santos,"


"Ya jelas lah, kita tidak mendukung kamu. Aku beri tahu kamu Hazel sayang, hidup itu butuh uang, bukan cinta. Dan kamu salah jika memilih Santos. Kamu tahu sendiri dia itu–"


"Diam. Dan jangan katakan apa pun lagi," seru Hazel sudah tahu apa yang akan di katakan sahabatnya tersebut.

__ADS_1


Lalu Hazel memutar setor pengemudi yang dalam kuasanya.


Aca dan Ana pun langsung menggelengkan kepalanya, tahu Hazel melajukan mobil yang di kendarai menuju pemukiman padat penduduk di mana Santos tinggal.


Karena Hazel sering mendatangi rumah Santos sepulang sekolah hanya ingin bertemu dengannya, dengan berpura pura membeli cilok buatannya.


Tidak perlu waktu lama untuk tiba di kontrakan Santos, dan seperti biasanya Hazel juga memarkirkan mobil miliknya di minimarket sebelah gang menuju kontrakan Santos.


Sudah beberapa kali Hazel mengetuk pintu rumah Santos, namun tidak ada tanda tanda pintu tersebut akan di buka.


Hingga salah seorang wanita setengah bayar penghuni kontrakan di samping Santos, mendatangi Hazel.


"Kalian cari siapa?"


"Santos Bu,"


"Oh Santos. Mereka menginap di hotel, karena besok dia akan menikah," jelas wanita setengah baya, karena tadi ibu Rina berpamitan dengannya sebelum pergi.


"Maksudnya, kakak Santos akan menikah?" tanya Hazel.


"Iya,"


"Tidak mungkin!"


Bersambung.......................

__ADS_1


__ADS_2