
Berita tertusuk nya Santos pun terdengar hingga ke telinga papi Arthur. Membuatnya langsung menyuruh pengacara hebat di negaranya, untuk mencari keadilan atas penusukan yang di alami Santos sang menantu, karena negara tempat tinggal papi Arthur dan juga Jack sama.
Namun sampai detik ini pengacaranya belum memberi kabar baik pada papi Arthur yang sudah berada di negara sang putri.
"Ini tidak mudah Mel," ujar papi Arthur pada Camel saat keduanya sedang duduk di sofa, yang berada di ruang perawatan Santos.
Saat Santos sudah di pindah ke ruang perawatan seminggu lalu.
"Aku tahu Pi. Jack tidak akan pernah tersentuh polisi jika berada di negaranya," sambung Camel saat papi Arthur memberi tahu beberapa pengacara yang di sewa untuk mengurus kasus penusukan yang di lakukan Jack, satu persatu mengundurkan diri.
"Tapi papi akan terus mengusut hal ini, sampai Jack mendapat hukuman,"
"Papi tidak perlu melakukan hal itu lagi. Karena hanya akan membuang buang waktu saja. Aku tahu apa yang harus aku lakukan Pi,"
"Kamu jangan gegabah Mel,"
"Tidak akan Pi. Dan aku pastikan Jack akan menerima balasan karena sudah melukai suamiku,"
"Mel pa–"
"Tenang saja Pi. Aku bisa melakukan sendiri tanpa bantuan Papi maupun orang suruhan Papi," sambung Camel memotong perkataan papi Arthur.
__ADS_1
Kemudian Camel dan juga papi Arthur menoleh ke arah pintu ruang perawatan Santos. Di mana Santos sedang terlelap di atas ranjang perawatan karena efek obat yang di konsumsinya belum lama.
Setelah menoleh ke arah pintu, Camel kini beralih menatap papi Arthur.
"Pi," ucap Camel.
Saat melihat mami Asha lah yang baru saja membuka pintu ruang perawatan Santos. Padahal belum lama papi Arthur mengatakan pada Camel, jika mami Asha tidak ikut bersama dengan papi Arthur.
Papi Arthur pun segera beranjak dari duduknya dan melangkahkan kakinya menghampiri sang istri.
"Mi. Kamu bilang–"
Karena mami Asha yakin, Santos bukan di tusuk oleh Jack, melainkan Santos sendiri yang menusuk dirinya sendiri.
"Ya Ampun Mi, apa mami kira penusukan ini di buat buat oleh Santos,"
"Ya memang itu kenyataannya. Karena menantu tidak berguna kebanggaan papi itu, hanya ingin terus berpura pura terbaring di atas ranjang perawatan, agar dirinya tidak lagi bersusah payang mencari uang. Dan hanya ingin mengandalkan Camel putri kita,"
" Ya Tuhan Mi, kapan kamu akan berubah. Lihatlah Santos, dia sudah menunjukkan bahwa dia bisa membangun usahanya sendiri,"
"Cih. Usaha sampah seperti itu di banggakan Pi. Papi yang benar saja,"
__ADS_1
"Mami!" teriak Camel menggema ke seluruh ruangan, dan membangunkan Santos.
Tentu saja melihat Santos sudah terjaga dari tidurnya, membuat papi Arthur langsung menarik tangan sang istri untuk keluar dari ruang perawatan Santos. Tidak ingin sang menantu mendengar ucapan mami Asha yang bagaikan belati.
Tahu jika sang suami sudah terjaga dari tidurnya, dengan segera Camel melangkahkan kakinya menghampiri sang suami, dan senyum terus terukir dari ke dua sudut bibirnya.
"Kamu sudah bangun sayang?" tanya Camel lalu membantu Santos yang ingin beranjak dari tidurnya.
Kemudian Santos langsung mengangguk dan tersenyum menanggapi pertanyaan sang istri.
"Sepertinya. Aku mendengar orang berbicara. Siapa sayang?"
"Papi baru datang,"
"Oh iya, kenapa tadi kamu tidak membangunkan aku sayang," ujar Santos karena sudah lama dia tidak bertemu dengan sang mertua.
"Kamu sedang terlelap sayang, dan aku tidak ingin mengganggu istirahat kamu," sambung Camel sambil membelai wajah sang suami. "Apa ada yang kamu inginkan sayang?"
"Tidak. Tapi aku ingin mengatakan sesuatu padamu,"
Bersambung............................
__ADS_1