
Setelah makan siang di hotel tempatnya semalam menginap, Camel dan juga Santos segera berganti pakaian untuk mengantar ibu Rina dan juga Meri pulang ke rumah.
Namun setengah perjalan menuju kontrakan Santos, ibu Meri begitu bingung karena jalan menuju kontrakannya di lewati mobil yang di kendarai oleh Camel
"Camel,"
"Panggil sayang dong, masa panggil nama. Aku ini sekarang sudah resmi menjadi istrimu sayang," sambung Camel saat Santos memanggil namanya.
Santos yang malu karena Camel berbicara saat ada sang ibu dan Meri di dalam mobil, sekilas menoleh ibu Rina yang duduk di jok belakang.
Ibu Rina pun langsung menganggukkan kepalanya, menyuruh Santos untuk mengikuti apa yang baru saja Camel inginkan.
Dan kini Santos mengalihkan pandangannya dari menatap sang ibu ke arah Camel yang sedang mengemudi.
"Sayang,"
Mendengar Santos memanggil sayang, Camel segera menepikan mobil yang di kendarai nya lalu menghentikan laju mobilnya.
Lalu Camel menoleh ke arah Santos yang duduk tepat di samping kirinya, dan Camel pun langsung mengukir senyum dan memeluk tubuh Santos.
Melihat sang menantu memeluk putranya, ibu Rina yang duduk bersama dengan Meri di jok belakang, langsung menutup wajah sang putri agar tidak melihat Camel sedang memeluk Santos.
"Bu, kenapa ibu menutup wajahku, aku sering melihat televisi dan sudah biasa melihat orang berpelukan. Oh ya Bu, kakak Santos pernah bilang pas kita sedang menonton sinetron kesukaan kita. Kata kakak Santos gimana ya rasanya di peluk wanita, begitu," ucap Meri menirukan apa yang pernah sang kakak katakan, lalu Meri menyingkirkan tangan sang ibu. "Cie cie kakak Santos berpelukan, gimana rasanya kak?" ledek Meri.
Tentu saja Santos langsung melepas pelukan Camel, dan menoleh ke arah Meri sambil melotot.
"Ish di tanya bagaimana rasanya, malah melotot. Nanti jatuh tuh bola matanya," sambung Meri sambil menjulurkan lidahnya.
__ADS_1
Kemudian Meri menatap Camel yang memang sedang menoleh ke arahnya.
"Oh iya kakak Camel, ajarin kakak Santos berciuman, masa lihat sinetron adegan mau berciuman dia malah tutup mata, aneh kan?"
"Datar bocil!" kesal Santos dan terus melotot ke arah Meri.
"Meri kamu?"
"He he he kemarin tidak sengaja bu lihat kakak Santos lihat sinetron begituan," Meri yang takut akan di marahin sang ibu langsung tidur di pangkuan nya.
Camel pun langsung tersenyum ke arah Santos dan mendekatkan wajahnya dan berbisik di telinga suami barunya tersebut.
"Ciuman kamu kemarin sudah lumayan sayang, dan aku akan mengajari kamu, bagaimana agar kamu lihai berciuman,"
Mendengar bisikan Camel, Santos langsung kembali duduk di kursinya, merasa malu jika sang ibu mendengar apa yang baru saja Camel bisikkan padanya.
*
*
*
"Nak Camel sebenarnya kita ingin pergi ke mana?" tanya ibu Rina karena jalan menuju kontrakannya sudah terlewat sangat jauh, dan sudah lebih dari satu jam Camel terus mengemudikan mobilnya.
"Sebentar lagi sampui Bu," jawab Camel.
Dan benar saja Camel langsung menghentikan laju mobilnya tepat di depan rumah minimalis di sebuah komplek perumahan sederhana.
__ADS_1
"Kita sudah sampai," ucap Camel. "Bu ayo turun, dan kamu juga sayang," ajak Camel.
Dan tanpa bertanya lagi Santos, ibu Rina dan juga Meri turun dan mengikuti Camel.
"Ini rumah siapa?" tanya ibu Rina saat Camel sudah berdiri di depan pintu rumah yang di tujunya.
Bukannya menjawab pertanyaan ibu Rina, Camel malah mendekati Santos, lalu memeluk lengannya.
"Sayang ini rumah siapa?" tanya Santos yang juga penasaran.
"Ini rumah ibu dan juga Meri sayang,"
"Apa, rumah ibu?" tanya ibu Meri terkejut dengan ucapan Camel.
Dan Camel pun segera melepas lengannya yang masih memeluk lengan Santos dan menghampiri ibu Rina, lalu meraih tangannya.
"Iya, ini rumah ibu dan juga Meri, dan aku mohon ibu jangan menolak pemberian aku ini,"
"Maaf ibu tidak bisa menerimanya,"
Bersambung....................
Gaes jangan di skip dulu, ada rekomendasi novel keren untuk kalian, tidak percaya cus lihatlah blurb dan cover di bawah ini
Ingin baca ceritanya cus ke lapak author Morata judul TERJEBAK CINTA DUDA AROGANT
__ADS_1