My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Sebentar Saja


__ADS_3

Setelah Hazel melihat keberadaan Santos di kamarnya, Hazel dengan segera menutup wajahnya dengan selimut.


"Pergilah, aku tidak ingin melihat kamu, dan tinggalkan aku. Aku hanya ingin sendiri," ucap Hazel dari balik selimut.


Entah mengapa dirinya untuk saat ini tidak ingin melihat keberadaan Santos pria yang sangat dicintainya, sekaligus pria yang sudah membuat hatinya terluka, karena cintanya tidak terbalas.


Mendengar ucapan sang putri, Camel yang tadi berdiri jauh dari sang putri, kini melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur sang putri, lalu duduk di pinggiran tempat tidur.


"Sayang, maafkan mama," ucap Camel dan coba untuk menarik selimut yang masih menutupi wajah sang putri.


Namun tangannya langsung di tampik oleh Hazel.


"Pergilah, dan tinggalkan kamarku, aku tidak ingin bertemu dengan kalian,"


"Sayang, maafkan Mami, karena semalam mami sudah mengatakan yang seharusnya tidak mami katakan padamu, dan maafkan mami yang sudah menampar kamu sayang, tolong maafkan mami,"


Namun perkataan Camel tersebut tidak mendapat tanggapan dari Hazel yang enggan untuk membuka selimut yang masih menutupi wajannya.


"Ada sesuatu yang ingin mami bicarakan padamu,"


Kini Hazel membuka selimut yang menutupi wajahnya, lalu beranjak dari tidurnya.


"Apa Mami tuli? Aku sudah bilang dengan Mami, keluar dari kamarku!" seru Hazel.


"Sayang,"


"Mami!" Teriak Hazel dengan kencang.

__ADS_1


Mendengar teriakan sang putri, membuat Camel langsung beranjak dari duduknya.


"Aku ini mami kamu Zel, dan mami sudah bicara baik baik padamu, mami juga menyesal dengan apa yang semalam mami katakan dan juga lakukan padamu, tapi kamu malah berteriak teriak pada mami seperti ini,"


Santos memegang bahu sang istri setelah mendengar apa yang baru saja dikatakannya, karena Santos melihat sang istri yang terlihat tidak sabar menghadapi sang putri.


"Sayang cukup, biar aku saja yang bicara pada Hazel,"


"Aku tidak ingin bicara dengan siapa pun juga, aku mohon tinggalkan aku sendiri," sahut Hazel tanpa menoleh ke arah sang mami maupun Santos.


"Ya ampun anak satu ini," ucap Camel sambil menghembuskan nafasnya kasar.


Padahal dirinya ingin meminta maaf pada sang putri karena sudah menampar dan juga mengusirnya semalam.


"Sayang, kamu saja yang bicara. Kepala aku pusing menghadapi anak satu ini," ujar Camel yang langsung membalik tubuhnya dan meninggalkan kamar sang putri.


Namun tidak di hiraukan oleh Santos karena kini dia mengambil makanan yang ada di atas meja nakas di samping tempat tidur Hazel, yang tadi dia bawa.


Kemudian Santos duduk di pinggiran tempat tidur Hazel, dan tersenyum ke arahnya.


Sebuah senyuman yang selalu membuat Hazel terpesona, dan Hazel yang melihat senyum Santos tersebut langsung memalingkan wajahnya.


"Pergilah!"


"Tidak, sebelum kamu menghabiskan sarapan yang sudah aku bawa ini,"


Mendengar apa yang baru saja Santos katakan, Hazel yang tadi memalingkan wajahnya kini menoleh ke arah Santos.

__ADS_1


"Kenapa kamu baik padaku, jika kamu tidak mencintai aku Kak?"


"Karena kamu putriku Zel, dan aku akan selalu baik padamu, meskipun kamu membenciku. Bukan hanya baik, namun aku juga akan selalu menyayangimu seperti aku menyayangi anak anakku nanti," jelas Santos dengan senyum yang tidak pernah memudar dari ke dua sudut bibirnya.


"Apa kamu sungguh sungguh mencintai mami?"


"Iya, aku sangat mencintai mami kamu, lebih dari mencintai diriku sendiri,"


Wajah murung terlihat jelas di wajah Hazel mendengar apa yang baru saja Santos katakan, lalu menatap ke arah Santos dengan intens.


"Kamu berjanji tidak akan menyakiti mami dan akan selalu menjaganya?"


Pertanyaan yang keluar dari bibir Hazel, setelah dirinya menyadari jika cintai tidak bisa di paksakan, dan dirinya coba untuk menerima pernikahan sang mami dan juga Santos.


"Tentu, bukan hanya mami kamu, tapi aku juga akan menjaga dirimu Zel, karena sekarang kamu putriku," jawab Santos. "Aku harap kamu merestui hubungan aku dan juga mami kamu,"


"Aku akan merestui hubungan kalian," sambung Hazel yang sudah berbesar hati menerima pernikahan baru sang mami.


"Terima kasih,"


"Tapi, apa boleh, aku memeluk kamu sebentar saja?" pinta Hazel.


Dan Santos pun langsung menganggukkan kepalanya, bagaimana pun yang sekarang duduk tepat di hadapannya adalah putri sambungnya, membuat Hazel langsung memeluk Santos tanpa menyadari jika ada yang baru masuk ke dalam kamarnya.


Bersambung.................


Tebak ya, siapa yang masuk ke dalam kamar Hazel 🤭🤭🤭🤭🤭🤭

__ADS_1


__ADS_2