My Wife SUGAR MOMMY

My Wife SUGAR MOMMY
Puasa


__ADS_3

"Sesat kamu pikir Meri apaan sayang?"


"Jangan bertanya. Lebih baik aplikasi ini kamu gunakan untuk memperluas usaha yang sedang kamu tekuni, sayang," ujar Camel yang langsung naik ke atas ranjang perawatan sang suami lalu duduk di sampingnya.


"Caranya?" tanya Santos yang tidak sama sekali mengerti dengan apa yang di katakan oleh sang istri.


Terlebih lagi dirinya memang baru kali ini memiliki aplikasi tersebut.


"Begini sayangku,"


Camel yang sudah duduk di samping Santos, langsung memberi tahu caranya bagaimana berjualan di aplikasi tersebut. Dan menjelaskan sedetail mungkin, tentu saja Santos yang kecerdasaan nya di atas rata rata langsung mengerti penjelasan sang istri.


Santos yang sedari tadi fokus pada layak ponsel miliknya yang masih berada di tangan sang istri, kini menoleh ke arah sang istri lalu mencium mesra pipi Camel.


Tentu saja membuat Camel langsung menoleh ke arah sang suami yang sedang mengukir senyum ke arahnya.


"Terima kasih sayang," ucap Santos yang kini beralih membelai wajah sang istri.


"Untuk apa sayang?"


"Untuk semuanya, karena setelah aku menikah dengan kamu, hidupku dan juga hidup keluargaku tidak sesulit dulu lagi,"


"Sayang, itu semua karena kerja kerasmu sendiri. Bukan karena aku,"


"Tapi, semua ini karena kamu selalu mendukung dan juga menyemangati aku sayang,"

__ADS_1


"Tentu saja aku akan terus melakukan itu, agar kamu tetap semangat sayang," ujar Camel, namun tidak mendapat tanggapan dari Santos yang kini sudah menyambar bibirnya.


Dan keduanya langsung larut dalam permainan bibir, bukan hanya permainan bibir. Tapi Santos juga memainkan jari jarinya untuk meremas ke dua buah melon, sang istri yang sangat di rindukan nya.


Santos dan juga Camel sama sama melepas tautan bibirnya, saat ke duanya sama sama mulai kehabisan oksigen.


"Sayang," ucap Camel saat sudah bisa mengontrol nafasnya.


Tentu saja Santos langsung mengukir senyum ke arah sang istri yang sangat cantik dan mempesona baginya.


"Aku sudah bisa melakukannya sayang, mau berapa ronde?" tanya Santos.


"Apa kamu yakin?"


"Oke kalau begitu. Tapi ada yang ingin aku tanyakan padamu terlebih dahulu,"


"Mau tanya apa. Apa kamu mau bertanya tentang mami yang datang ke sini?"


"Kamu tahu dari mana sayang?" tanya Camel penasaran.


"Insting saja," jawab Santos, padahal Santos sudah tahu ada orang suruhan sang istri yang mengawasinya di rumah sakit. "Oh ia sayang, aku bukan presiden ya, jadi aku tidak perlu orang untuk mengawasi aku,"


"Tapi ini untuk kebaikan kamu sayang,"


"Aku baik baik saja, kamu lihat sendiri kan. Lagian besok aku sudah pulang,"

__ADS_1


"Baiklah aku akan menyuruh dia pulang," bohong Camel.


Mana mungkin dirinya menyuruh orang suruhannya untuk berhenti mengawasi sang suami dan membahayakan nyawanya, mengingat lagi Jack masih berkeliaran di luar sana


"Oh ya sayang. Apa mami datang ke mari hanya untuk menghina kamu lagi?"


"Kamu sok tahu sayang. Siapa bilang mami ke sini untuk menghina aku. Mami ke sini untuk menjenguk menantu yang tampan dan rupawan ini," bohong Santos sambil mengukir senyum ke arah sang istri.


"Apa kamu sedang berbohong sayang?"


"Tidak. Untuk apa aku berbohong. Apa kamu melihat raut wajah kebohongan dalam wajahku?" tanya Santos sambil mendekatkan wajahnya ke arah sang istri.


"Kamu–"


Camel tidak jadi meneruskan ucapannya, saat bibirnya tiba tiba di sambar oleh sang suami.


Dan mau tidak mau, Camel yang juga ingin segera merasakan surga dunia. Karena sudah hampir dua minggu dirinya puasa. Kini membalas ciuman sang suami, yang sudah membuatnya gerah.


Bagaimana tidak gerah, saat kini Santos sudah merebahkan tubuh sang istri. Lalu dua tangannya mulai melepas kancing kemeja yang di gunakan Camel.


Dan Camel pun tidak mau kalah, karena sekarang satu tangannya memegang sesuatu yang sudah keras di bawah sana yang masih terbungkus celana.


"Ya ampun!"


Bersambung...........................

__ADS_1


__ADS_2