
Aca dan juga Ana yang memang ikut Hazel ke kontrakan Santos, kini mendekati sahabatnya tersebut yang terlihat sangat terkejut, dengan perkataan tetangga Santos.
Yang mengatakan jika besok Santos akan menikah.
"Zel, kamu baik baik saja?" tanya Ana saat sudah mendekati Hazel.
Namun tidak mendapat tanggapan dari Hazel, yang sekarang malah menyingkirkan tangan Ana yang berada di pundaknya.
Lalu Hazel yang tadi sempat memalingkan wajahnya, kini menoleh ke arah tetangga Santos.
"Aku rasa ibu salah deh. Tidak mungkin kakak Santos akan menikah, memiliki kekasih saja belum. Dan iya, dia juga baru lulus sekolah," ujar Hazel yang tidak sama sekali percaya pada perkataan tetangga Santos tersebut.
"Ya ampun. Anak satu ini, di bilangin tidak percaya, memang kamu siapanya Santos?"
"Teman sekolahnya," jawab Hazel pasti.
"Ya sudah kalau tidak percaya, kamu telepon saja itu Santos, membuang buang waktuku saja. Di beri tahu faktanya tidak percaya," kesal ibu tersebut yang langsung membalik tubuhnya ingin kembali menuju kontrakan nya.
"Bu, tunggu," Hazel memanggil ibu tersebut sebelum jauh melangkahkan kakinya.
__ADS_1
Dan ibu tersebut langsung menghentikan langkahnya, dan membalik tubuhnya untuk menghadap ke arah Hazel. "Ada apa lagi?"
"Dengan siapa kakak Santos akan menikah?" akhirnya pertanyaan itu keluar dari bibir Hazel yang tidak percaya jika Santos besok akan menikah.
"Aku kurang tahu dengan siapa, karena Santos menikah dengan mendadak dan diam diam," jawab ibu tersebut, dan kini berjalan mendekat ke arah Hazel kembali. "Katanya sih aku dengar dengar dari para tetangga sini, Santos menikah dengan terburu buru, karena wanitanya sudah tek dung duluan, ih benar benar anak jaman sekarang, yang kelihatan baik baik ternyata tidak,"
Seperti biasa, gosip beredar di lingkungan Santos, karena menikah mendadak, tanpa tahu asal usul yang sebenarnya, dan itu sudah biasa terjadi di mana mana iye kan? (Author said) ðŸ¤ðŸ¤ðŸ¤
Tentu saja Hazel yang tidak tahan mendengar ucapan ibu tersebut, langsung berlari meninggalkan kontrakan Santos tanpa mengatakan sepatah kata pun.
Ana dan juga Aca yang tahu jika Hazel tidak baik baik saja, juga berlari untuk menyusul sahabatnya tersebut.
Sementara itu, Aca langsung menarik tangan Hazel masuk ke dalam mobil, dan menyuruh Ana yang menyetir.
Aca tahu sahabatnya tersebut sedang tidak baik baik saja, dan dirinya tidak ingin terjadi sesuatu jika Hazel harus menyetir.
"Zel," panggil Aca saat mobil yang di kendarai Ana sudah melaju setengah perjalanan, namun Hazel tidak mengatakan sepatah kata pun. "Sudahlah lupakan Santos, apa kamu tidak dengar, dengan ucapan ibu tadi jika Santos menikah karena–"
"Itu bohong dan aku tidak percaya dengan semua yang ibu tadi katakan," sambung Hazel memotong perkataan Aca. "Aku lebih mengenal kakak Santos, tidak mungkin dia melakukan hal rendahkan seperti itu," bela Hazel.
__ADS_1
Mengingat lagi, saat Hazel sedang di perpustakaan dengan Santos, dan sesekali ingin memegang tangannya, namun Santos selalu menghindar.
Dan Hazel yang selalu memperhatikan kemana pun Santos melangkah saat berada di sekolah, selalu melihat Santos menjaga matanya dari murid perempuan, dan selalu menghindar jika ada murid perempuan yang mendekatinya.
"Terus apa yang akan kamu lakukan, jika benar dengan ucapan yang tadi ibu itu katakan?" akhirnya pertanyaan itu keluar dari bibir Aca, ingin tahu apa jawaban dari sahabatnya tersebut, yang memiliki sifat keras kepala.
"Kakak Santos hanya milikku titik!"
Aca dan juga Ana langsung menggelengkan kepalanya mendengar apa yang baru saja Hazel katakan.
"Dasar batu,"
"Diam!"
Bersambung......................
Jangan skip, baca dulu ya gaes ada rekomendasi novel bagas untuk kalian dari Author senja_90 yang kece badai judul DIKHIANATI KARENA TAK KUNJUNG HAMIL.
Blurb dan cover ada di bawah ini ya gaes, ingin lanjut silakan ke lapaknya ya, selamat membaca.
__ADS_1