
Hazel terus berteriak sambil melempar semua barang barang miliknya yang berada di dalam kamar, saat belum lama Hazel tiba di kamarnya sendiri.
"Aku benci Mami! Mami sialan!"
Prang!
Hazel menarik alas meja riasnya, membuat peralatan make up dirinya jatuh berantakan di atas pantai.
Prang!
Sekarang Hazel beralih melempar cermin yang ada di meja rias hingga pecah.
Tentu saja Mami Asha dan juga Jack yang sedang berbincang di pinggiran kolam renang langsung menghampiri kamar Hazel.
"Sayang, apa yang kamu lakukan?" tanya mami Asha saat sudah masuk ke dalam kamar sang cucu, dan kamarnya sudah seperti kapal pecah.
Kemudian Mami Asha dan juga Jack menghampiri Hazel yang sekarang sedang menangis sambil menutup wajahnya dengan ke dua tangan di atas tempat tidur yang juga acak acakan.
Jack segera naik ke atas tempat tidur, lalu membawa sang putri ke dalam dekapannya.
"Sayang, ada apa denganmu?" tanya Jack yang masih memeluk sang putri.
"Mami jatah Pi,"
"Apa yang telah Mami kamu lakukan padamu sayang?" tanya Mami Asha yang sudah mendekati sang cucu, lalu mengelus elus rambutnya.
Namun tidak mendapat jawaban dari Hazel yang sekarang menangis semakin jadi.
"Menangis lah jika itu membuat kamu lebih baik," ujar Jack dan membiarkan sang putri terus menangis di pelukannya.
__ADS_1
Begitu pun dengan Mami Asha yang juga tidak mengatakan apa pun lagi dan membiarkan sang cucu menangis.
Hazel mulai menghentikan tangisnya, dan mulai menegangkan kepalanya sambil menghapus sisa sisa air matanya yang masih membasahi pipi, setelah puas menangis.
Jack pun langsung meraup wajah sang putri, dan menghapus sisa sisa air matanya di sudut pelupuk mata sang putri.
"Apa yang mami kami lakukan, hingga membuat putri kesayangan papi menangis?"
"Iya sayang, apa yang mami kamu lakukan? Biar grandma memberi perhitungan dengan Mami kamu itu,"
"Mami jahat," ujar Hazel yang langsung menoleh ke arah mami Asha.
"Jahat?" tanya Mami Asha sambil mengerutkan keningnya.
"Iya, Grandma tahu kakak kelas yang aku sukai di sekolah?"
"Iya, tapi apa hubungannya dengan kemarahan kamu ini pada mamimu?"
Mendengar jawaban sang cucu mami Asha langsung menatap ke arah Jack, lalu kembali menatap sang cucu.
"Maksud kamu apa sayang?" tanya Mami Asha yang belum paham dengan apa yang baru saja sang cucu katakan.
"Ternyata suami baru Mami adalah kakak kelas yang aku sukai,"
"Apa?!" Mami Asha begitu terkejut mendengar apa yang baru saja sang cucu katakan.
Mengingat lagi selama ini dirinya tidak tahu persis laki-laki yang di sukai oleh sang cucu, karena Hazel hanya bercerita tanpa memberi tahu nama dan menunjukkan orangnya.
Dan Mami Asha sangat terkejut, karena pria yang menjadi suami Camel sang putri, dan juga pria yang sangat di bencinya, menjadi rebutan sang putri dan juga sang cucu tercintanya.
__ADS_1
"Grandma, bantu aku untuk mendapatkan laki-laki itu. Grandma sudah berjanji padaku, akan membantu aku merebut laki-laki yang aku sukai dari istrinya, dan sekarang saatnya grandma bantu aku mengambil dia dari Mami," pinta Hazel sambil menarik tangan Mami Asha.
Namun Mami Asha hanya diam terpaku tanpa merespon apa yang di katakan oleh Hazel.
"Grandma, kenapa grandma hanya diam saja,"
"Grandma tidak mau membantu kamu, cukup Mami kamu yang buta. Kamu jangan,"
Hazel begitu terkejut mendengar apa yang baru saja Mami Asha katakan.
"Grandma,"
"Hazel, pria itu tidak pantas untuk kamu, biarkan saja dia bersama dengan Mami kamu,"
"Tapi aku mau dia,"
"Dia itu kampungan, orang miskin dan rendahan tidak pantas untuk kamu,"
"Aku tidak peduli, aku mau dia,"
Mami Asha langsung turun dari tempat tidur, melihat sang cucu dengan pendiriannya.
"Masa bodoh. Tidak anak, tidak mami sama saja seleranya kampungan," kesal mami Asha yang kini pergi meninggalkan kamar sang cucu, karena dia tidak bisa berpikir jernih.
Saat mengetahui sang anak dan sang cucu sama sama menyukai pria yang sangat dirinya benci.
"Pi," Hazel menoleh ke arah Jack yang masih berada di sampingnya.
"Tenang, papi akan membantu kamu mendapatkan dia," sambung Jack sambil mengukir senyum, karena ini salah satu kesempatan untuk mendapatkan Camel kembali.
__ADS_1
Bersambung.........................