
Camel yang tahu persis siapa pemilik suara yang baru saja memegang bahunya, langsung menoleh ke arah sumber suara.
"Dia putrimu Mel,"
"Aku tahu, aku hanya ingin memberi pelajaran untuknya,"
"Tapi bukan dengan care kekerasan, apa lagi putrimu yang keras kepala,"
"Aku tidak habis pikir dia bisa merencanakan hal untuk mencelakai papi barunya Jim," ujar Camel pada Jimi.
Pria yang ada di sampingnya, yang baru saja memeriksa keadaan Santos, karena Jimi adalah dokter dan juga sahabat dari Camel.
"Tapi sekesal apa pun kamu pada Hazel, tidak seharusnya kamu menampar putrimu sendiri, dan menyuruhnya untuk meninggalkan rumah,"
"Aku juga menyesal sudah mengatakan hal itu pada Hazel, Jim. Aku hanya ingin memberi pelajaran padanya. Apa yang harus aku lakukan sekarang," jelas Camel menyesali apa yang baru saja dirinya katakan pada Hazel sang putri.
"Nanti aku akan bicara pada Hazel," sambung Jimi yang juga sudah mengenal Hazel.
"Terima kasih Jim. Bagaimana keadaan suamiku? Apa yang terjadi padanya?"
"Dia baik baik saja, aku sudah memberi obat penawaran. Untung kamu segera memanggilku,"
"Apa yang telah si sialan itu berikan pada suamiku?"
"Si sialan yang kamu panggil punya nama Mel, dan dia juga sahabatku," sambung Jimi karena dirinya juga bersahabat dengan Jack.
"Iya aku tahu, katakan saja apa yang sudah dia berikan pada suamiku?" tanya Camel lagi.
"Sepertinya Jack memberi obat tidur dengan dosis yang lumayan tinggi dalam minuman suami kamu,"
"Kurang ajar, apa yang sebenarnya akan dia lakukan pada suamiku. Aku tidak bisa membiarkan ini," kesal Camel yang tahu jika obat tidur dan juga minuman keras di campur akan membahayakan kesehatan sang suami.
"Tenang saja suami kamu baik baik saja,"
"Tenang kamu bilang Jim. Katakan pada sahabat kamu itu, aku akan memberi perhitungan pada dia,"
Namun Jimi tidak menanggapi apa yang baru saja Camel katakan, karena matanya sekarang tertuju pada Hazel yang keluar dari kamar sambil menarik koper miliknya.
__ADS_1
"Mel putrimu,"
Camel pun langsung menoleh ke arah tatapan Jimi.
"Jim, bantu aku,"
"Tenang saja aku akan mencegah dia pergi dari rumah,"
"Terima kasih Jim,"
Tanpa membalas ucapan terima kasih pada Camel, Jimi langsung berjalan menghampiri Hazel. Dan Camel segera masuk ke dalam kamar di mana Santos berada.
"Om, jangan dekati aku!" perintah Hazel saat Jimi akan mendekatinya. "Aku tahu. Om, pasti di suruh mami untuk membujuk aku tetap tinggal di sini. Tapi aku tidak mau untuk tinggal di sini lagi bersama dengan mami yang egois," ucap Hazel yang sudah sangat mengenal Jimi sahabat dari sang mami dan juga papinya.
"Mami kamu menyesal telah mengatakan apa yang seharusnya tidak dia katakan padamu Hazel, Om mohon kamu jangan tinggalkan rumah ini, jangan buat mami kamu bersedih oke,"
"Mana mungkin dia bersedih, karena dia sudah memiliki suami baru. Om tidak tahu apa apa, lebih baik antar aku ke apartemen Papi sekarang. Aku tidak mau tinggal dengan mami yang egois yang sudah merebut laki-laki yang aku cintai,"
Mendengar apa yang baru saja Hazel katakan tentu saja membuat Jimi langsung menautkan ke dua alisnya, tidak mengerti apa yang baru saja dikatakannya.
"Laki-laki yang kamu sukai, maksud kamu?"
Tentu saja Jimi langsung terkejut mendengar apa yang baru saja Hazel katakan, karena Camel hanya memberi tahu jika yang ada di dalam kamar adalah suami barunya.
Kemudian Jimi menyimpulkan kejadian yang di alami oleh suami baru Camel sang sahabat, ada kaitannya dengan Hazel, itu mengapa yang membuat Camel marah dengan putrinya tersebut.
Kemudian Jimi memegang ke dua bahu Hazel. "Ada yang ingin Om katakan padamu, apa boleh kita berbincang sebentar,"
"Apa Om ingin membantu aku untuk memisahkan Mami dengan suami barunya?"
Bersambung.......................
Oh Iya lupa, tadi aku belum memberi tahu akun IGku.
IG aku harumini-12 ya gaes, jangan sungkan untuk DM, karena aku pasti akan membalas DM kalian, aku kan baik hati dan tidak sombong WKWKWKWK
Oh iya gaes mau rekomendasi novel bestie, author Gadisti judul Akhir sebuah Perselingkuhan di baca yuk
__ADS_1
Bab01
Mentari menggenggam erat tas belanjaannya ketika dirinya melihat sang suami tengah menggandeng mesra tangan sahabatnya Lisa. Dadanya terasa sesak, hatinya serasa di iris melihat pemandangan yang sungguh luar biasa itu. Bagaimana bisa Suami dan sahabatnya itu mengkhianatinya? Sementara pernikahaannya dengan sang suami baru menginjak tiga bulan saja. Benar-benar sulit di percaya.
Mentari merogoh ponsel yang berada di dalam tasnya, ia segera menghubungi suaminya berharap yang di lihatnya hanyalah halusinasi saja. Namun sepertinya harapannya harus musnah, saat ia melihat laki-laki yang menggandeng mesra sahabatnya itu mengangkat ponselnya dan menempelkan di telinga kanannya.
"Ada apa sayang? Kenapa kamu menghubungiku?" Suara laki-laki itu terdengar begitu lembut dan halus, tidak menandakan bahwa dirinya sedang bersama wanita lain.
Mentari berusaha untuk tetap tenang, ia mulai menarik nafasnya dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan, lalu berkata. "Apakah aku sedang mengganggumu, mas?" Tanya Mentari dengan nada bicara seperti biasanya.
"Tentu tidak, sayang. Tapi, tidak biasanya kamu menghubungiku saat jam segini? Pasti kamu merindukanku, ya." Ucap suami Mentari yang tak lain adalah Alex. Alex Permana, laki-laki berusia tiga puluh tahun, menjabat sebagai CEO di perusahaan ayahnya.
"Ya. Aku memang sangat merindukanmu, mas. Bisakah kamu pulang sekarang." Pinta Mentari sambil menatap suaminya yang di cium oleh sahabatnya sendiri. Pasangan itu terlihat sangat romantis membuat hati Mentari teriris. Bahkan suaminya tersenyum sambil mencubit pipi sahabatnya itu.
"Maaf sayang. Sepertinya aku tidak bisa pulang sekarang karena ada kerjaan yang harus aku selesaikan." Ucap Alex kembali membuat hati Mentari teremas.
"Baiklah, mas. Kalau begitu aku tutup dulu telponnya, ya. Semangat kerjanya." Setelah mengatakan hal itu, Mentari langsung memutuskan sambungannya. Ia kembali menaruh ponselnya ke dalam tas. Sementara suaminya terlihat mengerutkan keningnya, biasanya Mentari selalu mengatakan I Love You saat Mentari ingin mengakhiri panggilannya, tetapi barusan, Mentari sama sekali tidak mengucapkan tiga kata itu membuat Alex bingung sendiri.
"Ada apa, sayang?" Tanya Lisa sambil mengusap punggung suami sahabatnya itu.
"Tidak apa-apa, Lisa. Ayo kita pergi." Jawab Alex di iringi dengan helaan nafas beratnya. "Ada apa dengan Mentari? Tidak biasanya dia seperti ini? Ah sudahlah sebaiknya aku tanyakan saja saat aku pulang nanti." Batin Alex sambil kembali melangkahkan kedua kakinya.
Mentari hanya menatap kepergian suami dan sahabatnya dengan sendu, jujur saja ia masih tidak percaya dengan apa yang di lihatnya saat ini. Banyak pertanyaan-pertanyaan dalam otak kecilnya tentang hubungan suami dan sahabatnya itu.
"Sejak kapan kalian mengkhianatiku? Kenapa kalian bisa setega itu terhadapku? Apakah kalian tidak merasa bersalah kepadaku?" Gumam Mentari tetap berdiri di tempatnya. "Aku tunggu penjelasanmu, mas." Ucap Mentari dengan sorot mata yang mulai berubah menjadi dingin.
Mentari kembali melangkahkan kedua kakinya meninggalkan mall yang baru saja menjadi saksi pengkhianatan suami dan juga sahabat yang selama ini sangat di sayanginya.
***
Mentari menghembuskan nafasnya berat, ingatan tentang pengkhianatan yang di lakukan oleh suami dan sahabatnya terus menghantui kepalanya. Mentari tersenyum kecut, ia menatap photo pernikahaannya lalu berkata. "Baru tiga bulan kita menikah, kamu sudah tega mengkhianatiku, Alex. Apa kamu sama sekali tidak merasa bersalah kepadaku?" Mentari menghapus air matanya, rasa sakit dalam hatinya kembali ia rasakan.
"Lisa,,,, Gw benar-benar tidak menyangka, selama ini gw anggap lo sebagai sahabat baik gw, tapi ternyata lo diam-diam menusuk gw dari belakang." Mentari kembali bergumam, sahabat satu-satunya itu tega menusuknya dari belakang. Padahal selama ini, ia selalu memperlakukan Lisa dengan sangat baik, bahkan ia sering membantu Lisa, jika Lisa sedang membutuhkan uang.
Mentari kembali tersenyum kecut, ah seharusnya ia tadi langsung menghampiri suami dan sahabatnya itu, seharusnya ia mengambil ponsel dan memvideokannya lalu mengunggahnya di internet seperti kebanyakan perempuan lainnya yang mendapati suaminya berselingkuh.
Yang ingin mampir cus ke lapaknya dengan cover di bawah ini
__ADS_1