Obsesi Kakaku Kepadaku

Obsesi Kakaku Kepadaku
Part 105


__ADS_3

Setelah penantian yang cukup lama akhirnya Viktor dan Quenna resmi melangsungkan pernikahan pada hari ini, tepatnya tanggal 23 Agustus. Janji suci sudah diucapkan dan mereka sedang melakukan resepsi secara besar-besaran.


Tidak ada para undangan yang tahu status Quenna sebelumnya. Mereka hanya mengenal Quenna ketika Viktor memperkenalkan wanita itu kepada media sebagai calon istrinya.


Jadi tidak ada satupun hujatan dari netizen. Hanya ada beberapa orang yang tidak terima jika Viktor sudah menikah. Mereka mengharapkan jika dirinyalah yang berada di posisi Quenna.


Sayangnya Viktor hanya akan memilih Quenna sampai kapan pun dan dibujuk bagaimanapun. Wanita itu sudah tumbuh bersamanya sedari kecil dan rasa cinta bukanlah cinta biasa melainkan cinta yang penuh dengan pengorbanan.


Begitu banyak nasib yang harus dilewati. Entah itu menyenangkan maupun menyedihkan. Tentunya berada di posisi ini bukanlah sesuatu yang mudah ditempati.


Quenna benar-benar tak menyangka jika dirinya sudah terikat pada pria lain yaitu sang kakak sendiri. Ucapan sewaktu kecil yang hanya merupakan candaan berakhir dengan sebuah kenyataan.


"Kakak, aku sungguh tidak menyangka jika berdiri di sini bersama mu," ucap Quenna takjub sambil memperhatikan para undangan yang datang ke acara mereka satu persatu.


Viktor menatap datar Quenna. Ia sedikit terganggu dengan embel-embel wanita itu kala menyebut dirinya. Seolah status persaudaraan tak menghilang padahal kini status mereka sudah berganti menjadi pasangan suami istri.


"Aku tak ingin kau menyebut ku 'kakak' aku bukan kakak mu. Aku suami mu," lirih Viktor tidak terima.


Quenna menatap Viktor dengan senyum jahil di wajahnya. Tadi hanya terlupa saja, tapi ia sudah membiasakan tidak menyebut Viktor sebagai kakaknya.


Quenna menikah sambil mengandung. Itu sudah menjadi hal yang wajar di Amerika. Tidak ada yang mempermasalahkan dan perut Quenna juga tidak terlalu menonjol.


"Ya. Aku tahu, sayang, 'kan?" goda Quenna yang mulai bisa menggoda pria tersebut.


Viktor menyunggingkan senyum dan memeluk leher wanita itu. Kemesraan mereka dilihat seluruh tamu undangan. Tatapan iri terus dilontarkan dan anehnya kedua orang itu tidak menyadari perbuatan mereka yang dapat membuat para undangan mengigit jari.


"Ishh... Udah pintar ya sekarang?"


"Apa?"


"Apa?" tanya Viktor balik mengikuti ucapan Quenna.


Setelahnya kedua orang itu tertawa bersama-sama. Carol pun cemberut karena tidak dibolehkan oleh neneknya mengganggu kemesraan kedua orang tuanya.


Anak itu berada di dalam asuhan Prima sambil memakan beragam kue di kedua tangannya. Carol memang tergolong anak yang suka makan pantas jika tubuhnya sedikit berisi.

__ADS_1


"Kenapa sih Carol tidak boleh ke atas, Carol pengen sama Daddy dan juga Ibu," rengek anak itu sambil memegangi tangan Prima.


Prima menarik napas berkali-kali. Carol belum mengerti dengan situsnya. Ditambah orang belum mengenal hubungan Quenna dan Viktor bisa saja salah menyangka jika Carol naik ke atas.


"Kau tunggu saja di sini, nanti mereka juga bakal ke sini," ucap Prima menenangkan Carol yang hampir menangis karena tidak dibolehkan naik ke atas pelaminan.


Sementara kedua orang tuanya malah sibuk bermesraan melupakan jika mereka telah memiliki anak. Bahkan baik Victor maupun Quenna tidak ada yang melirik Caroline.


"Kenapa sih Ibu tidak melihat ke arah Carol, kan Carol juga pengen digendong sama daddy juga sama Ibu di atas situ. Carol juga pengen masuk TV masa Carol tidak boleh ke sana sih, Paman," tunjuk Caroline kepada arah kamera yang sibuk menyuting pernikahan kedua orangtuanya.


"Kalau Carol sudah besar, Carol pasti paham."


Memang Viktor membebaskan para awak media untuk meliput pernikahannya asalkan tidak melewati batas yang sudah ditentukan.


Para bodyguard pun berjaga selama acara berlangsung. Takut jika ada yang melakukan penyerangan sama halnya pada saat Viktor yang melakukan penyerangan kala pernikahan Quenna dan Rigel hampir berlangsung.


Tapi untung saja pada saat itu ia sempat memberhentikan pernikahan sebelum janji Suci diucapkan. Jikalau sempat mereka berdua menikah mungkin Viktor akan memaksa Rigel untuk menceraikan Quenna pada hari itu juga.


"Sayang, aku bahagia jika hubungan kita akhirnya memiliki status juga."


"Dih.. apaan sih, kau pikir aku pabrik anak, 'hah?"


"Pabrik anak-anak ku. Kedengarannya cukup bagus, boleh juga nanti aku menjadikan rahim mu sebagai pabrik anak-anak ku kelak dan calon adiknya Carol."


"Kalau begitu kau saja yang melahirkan."


"Ngambek?"


"Tidak."


"Ciehhh ayangnya Viktor ngambek," goda Viktor seraya berbisik sensual di telinga Quenna.


___________


Malam pun tiba. Quenna susah payah melepaskan baju pengantin yang beratnya berkilo-kilo di tubuhnya. Wanita itu terpaksa meminta agar Viktor membukakan kancing bajunya di belakang.

__ADS_1


Malam ini Quenna tidak ingin melakukan hubungan suami istri. Sudah sangat melelahkan ditambah ia sedang hamil untungnya Viktor memahami kondisi Quenna.


Acara juga baru saja selesai dan mata Quenna rasanya sangat berat. Ia siap menyelam ke dasar mimpi dan melupakan semua masalah yang ada di bumi.


"Viktor tolong lepaskan kancing bajuku di belakang ini. Rasanya sangat sesak, tapi ketika kau membukanya, awas saja jika kau macam-macam," ancam Quenna seraya melototkan matanya membuat Viktor terkekeh mendengarnya.


Pria itu menghampiri sang istri lalu membukakan resleting gaun pengantin wanita itu. Ia membukanya dengan gerakan lambat membuat Quenna mengepalkan kedua tangannya mati-matian menahan hasrat yang mulai muncul.


Selain itu pemandangan kulit mulus punggung Quenna menggoda birahi Viktor. Dengan lancang ia menyentuh punggung wanita itu dengan gerakan sensual mengakibatkan Quenna menggeram dan langsung berbalik kemudian mempelintir tangan laki-laki tersebut.


"Mau apa kau, 'hah?" marah Quenna lalu berjalan sedikit menjauh dari pria itu.


Viktor mengercutkan bibirnya dan menatap tangan yang ia gunakan tadi untuk menyentuh wanita tersebut. Kemudian ia pun memasang wajah menggemaskan di depan Quenna.


"Sayang boleh ya. Plis, dikit aja," ucap Viktor dengan wajah yang dibuat-buat manja.


Quenna bergidik jijik melihat suaminya yang seperti itu. Tubuhnya merinding lalu menggeleng keras tanda penolakan.


"Tidak."


"Kenapa sih?"


"Kau tidak lihat aku sedang kelelahan. Dan perut ku terasa lebih berat dari pada aku mengandung Carol. Kau ini, tidak punya perasaan, ingin menyiksa ku, 'hah? Lagian kau sudah sering melakukannya."


"Tapi malam ini aku mau lagi."


"TIDAK PEDULI," tekan Quenna lalu membuka bajunya di depan Viktor. Alhasil Quenna pun telanjang bulat setelah juga membuka pakaian dalamnya.


Jakun Viktor naik turun melihat Quenna seolah tengah menguji dirinya. Mati-matian ia berusaha agar tidak menyerang wanita itu, dan ia hanya bisa menelan ludah susah payah tatkala Quenna sengaja mengedipkan mata lalu masuk ke kamar mandi.


"Quenna. Awas saja kau nanti, kau akan habis di tangan ku," geram Viktor lalu menyeringai. Wanita tersebut berani bermain padanya, tidak tahu dengan kebuasan dirinya rupanya.


________


TBC

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA


__ADS_2