Obsesi Kakaku Kepadaku

Obsesi Kakaku Kepadaku
Part 89


__ADS_3

Viktor membuang berkas yang memuat rincian kerja yang diserahkan oleh sekretarisnya. Akhir-akhir ini banyak sekali hal yang harus ia tangani sendiri.


Viktor terpaksa turun tangan menyelesaikan segala permasalahan dengan bisnis yang dikelolanya. Apalagi laki-laki itu sebentar lagi akan ke Korea karena urusan pekerjaan yang sangat mendesak, berkas yang harus disiapkan pun sangat banyak.


Mereka harus melakukan kerja sama dengan salah satu perusahaan terbesar di Korea Selatan, perusahaan Samsung.


Berharap dari kerjasama ini membuahkan hasil yang positif dan saling menguntungkan kedua belah pihak.


Viktor juga rasanya sudah sangat lama ingin ke Korea karena di sana terkenal dengan industri musik yang sangat luas. Viktor bersyukur nantinya saat pembukaan kerjasama mereka bakal diisi acara oleh salah satu girl band paling fenomenal di Korea Selatan, SNSD.


Sejatinya Viktor tidak fans kepada mereka tetapi hanya penasaran. Ia menarik napas panjang lalu menatap kedua telapak tangannya yang memerah karena kepalan tangannya di bawah sana yang sangat kuat.


"Sekali-kali berlibur mengajak ibu ke Korea tidak masalah," gumam Viktor yang memang sangat membutuhkan healing.


Pria itu bisa lama-lama setres jika harus terus bekerja tanpa mengistirahatkan pikirannya. Selain nanti datang ke Korea karena pekerjaan ia juga nanti datang ke sana sebagai berlibur.


Apalagi Korea terkenal dengan keindahan alamnya. Tentu negara itu cocok untuk menjadi tempat hiburan baginya.


Viktor tak sengaja menatap sebuah foto yang tergeletak di atas meja kerjanya.


Pria tersebut mengambil foto itu dan mengernyit kala melihat di foto itu adalah wanita berbaju kuning. Foto tersebut adalah foto yang ia temukan beberapa hari lalu.


Viktor menyandarkan punggungnya dan mengamati dengan seksama gambar itu. Ia harus berpikir keras dahulu mengingat siapakah wanita ini dalam hidupnya dan mengapa ia selalu memimpikannya juga memiliki fotonya, dan pertanyaan terkahir apakah perempuan tersebut nyata? gadis itu begitu sempurna dengan tubuh yang mampu menyiksanya birahi Viktor.


"Kenapa aku harus jatuh cinta kepada sesuatu yang tidak nyata? Aku rasa aku hanya salah lihat dan hanya perasaan ku saja jika wanita ini sangat mirip dengan yang ada di mimpiku, Viktor kau memang sudah gila." Itulah yang ada di benak Viktor tatkala mengumpati diri sendiri yang sudah terlampau gila mencintai perempuan di mimpinya.


Bagaimana ia tidak jatuh cinta jika wanita yang ada di dalam mimpi tersebut memberikan curahan kasih sayang di setiap malamnya membuat Viktor yang merindukan kenyamanan pun terbuai.


Di lain sisi ia juga harus berpikir waras. Semakin hari umurnya semakin matang dan pantas untuk menikah. Itu artinya dia bakal cepat atau lambat akan sesegera menikah.


Ibunya juga sudah mendesak dirinya hanya saja Viktor menolak mentah-mentah dan mengatakan ingin sendiri dulu.


Viktor juga tak mungkin mencintai wanita itu selamanya. Ia tatap sekali lagi foto yang ada di tangannya, Viktor merasa jika wanita ini adalah nyata bukan halusinasi dirinya.


Maka dari itu Viktor sendiri yang akan meminta orang lain menyelidikinya. Viktor melihat Prima seperti tengah menyembunyikan sesuatu.


Perasaan tidak beres tersebut mengacaukan otak Viktor. Jika memang Prima menyembunyikan sesuatu darinya artinya ada hal besar yang dulu pernah terjadi dan mereka berharap ia melupakannya.

__ADS_1


Laki-laki itu meraih ponsel yang tergeletak di atas meja dan menghubungi seseorang di seberang sana yang kebetulan sangat ahli dalam melacak.


"Kau bisa membantu ku?" tanya Viktor sembari mengamati foto wanita tersebut yang ada di tangannya.


"Tentu. Kenapa aku tidak bisa membantumu? TentuDengan senang hati malah," ujar orang tersebut yang menerima tawaran Viktor.


Viktor tersenyum puas mendengar jawaban yang ia inginkan dari pria tersebut.


"Good boy. Aku meminta kau mencari informasi tentang wanita yang nanti akan aku kirim fotonya," ujar Viktor lalu mematikan sambungan telepon tersebut.


Ia mengeluarkan layar ponselnya dari halaman kontak dan beralih pada via WhatsApp. Kemudian pria itu mengirimkan foto Quenna yang sempat dipotretnya kepada rekan kerjanya. Orang yang ditugaskan Viktor untuk mencari informasi mengenai Quenna tak lain adalah teman karibnya yang juga bekerja sama dengan perusahaannya.


Viktor menarik napas dalam lalu meletakkan ponselnya ke atas meja. Ia memejamkan mata itung-itung mengurangi beban.


"Kenapa sangat melelahkan sekali," ujar Viktor sembari memijat kepalanya yang berdenyut sakit.


____________


Quenna memberikan Carol surprise ulangtahun dengan kue brownies yang dimasaknya tadi siang. Anak itu sangat senang saat Quenna membangunkannya di tengah malam dan memberikan kejutan yang sangat disukai oleh Carol.


"Ibu, kau yang membuatkan kue ini sendiri untukku?" tanya Carol tidak percaya melihat sang bunda.


Quenna mengangguk membuat Carol sangat senang dengan hadiah itu. Bagaimana tidak di saat hari yang sangat spesial baginya di surprise oleh sang ibu dengan kue buatan orang disayangnya ya itu ibunya sendiri.


Setelah merapalkan doa yang ia panjatkan Carol langsung memotong kue tersebut. Akan tetapi ia malah memakan buah ceri yang terdapat di atas kue itu ketimbang memakan potongan kue yang sudah dipotongnya.


Quenna hanya menggelengkan kepala melihat tingkah anaknya ini yang ada-ada saja. Sementara sang tersangka malah menyengir tak bersalah.


Quenna menarik napas dalam lalu mengambil potongan kue yang dibiarkan oleh anak itu. Melihat ibunya menyuapkan kue ke dalam mulutnya seketika Carol panik bukan main.


Ia merengek dan marah kepada Quenna. Quenna yang sudah terlanjut menelan kue itu hanya bisa garuk-garuk kepala dan menenangkan anak tersebut.


"Kau lambat, makanya aku makan duluan," ujar Quenna lalu mengusap kepala sang putri. Itu adalah jurus andalannya untuk memenangkan hati Carol.


Tapi tampaknya jurus itu tak lagi berlaku. Carol malah mengambil kue yang tersisa dan menyembunyikannya dari Quenna.


"Ini punya Carol, kenapa Ibu ambil, sih," tutur malas Carol dan menyuapkan potongan kue itu ke dalam mulutnya.

__ADS_1


Wajah ceria Carol tiba-tiba berubah dalam sekejap membuat Quenna kelimpungan tak paham dengan anak ini.


"Kenapa wajah mu ditekuk seperti itu apa ada sesuatu yang menganggu mu? Kau tidak senang dengan ulangtahun mu yang ke 7 tahun ini?" Carol menggeleng lemah. Bukan itu yang ia khawatirkan saat ini.


Anak tersebut memejamkan matanya erat menghalau air mata yang ingin tumpah. Ada perasaan yang sangat dalam menyempil di relung hati Carol.


"Aku hanya merindukan daddy saja," ucap Carol dan tertawa kecil.


Quenna tersentak lalu mengulum senyum. Tidak hanya Carol ia juga merasakan hal yang sama.


"Aku tahu. Aku juga merindukannya."


"Kenapa Daddy tak ingin bertemu dengan ku lagi?"


Quenna diam tak tahu harus menjelaskan dari mana. Tapi Carol sudah tergolong besar ia pasti bisa memahaminya.


"Kita diculik oleh paman mu," ujar Quenna yang akhirnya berterus-terang kepada sang anak.


Biasanya ia selalu menyembunyikan fakta itu dari Carol. Carol diam dengan tubuh gemetar. Jadi ini alasannya kenapa ia tak pernah bertemu dengan ayahnya.


Carol sudah mengetahui hal itu dari dulu ketika ia mendengar pertengkaran antara Rigel dan Quenna. Hanya saja ia tak mempercayainya dan menganggap jika ia hanyalah salah dengar.


"Jadi benar kita sedang diculik? Itu artinya paman sangat kejam sekali," ucap Carol dengan air mata yang menimbun.


"Maafkan aku, aku pasti secepatnya akan membawamu keluar. Kau harus membantu mu memikirkan caranya agar kita bisa kabur dari sini. Aku sudah seringkali ingin menjalankan rencana ku pasti selalu diketahui oleh Rigel. Aku yakin dia memiliki mata-mata."


"Ibu, aku pasti akan membantumu," yakin Carol dan memeluk tubuh Quenna. Ia memotong bagian kue itu sedikit lalu menyerahkannya untuk sang ibu.


"Untuk mu! Terimakasih sudah menjadi ibu yang baik untukku." Quenna terharu mendengarnya. Ia melahap kue pemberian Carol dan memeluk tubuh anak itu dengan sayang.


"Terimakasih anak ku yang cantik, ibu bahagia memilikimu. Kau adalah alasan untuk aku bertahan selama ini. Kita berdoa semoga daddy mu baik-baik saja dan kita bisa keluar dari tempat ini. Lalu berkumpul seperti dulu."


_________


Tbc


Jangan lupa untuk like dan komen

__ADS_1


__ADS_2