Obsesi Kakaku Kepadaku

Obsesi Kakaku Kepadaku
Part 90


__ADS_3

Suara berisik dari kamar Rigel membuat kening Ana mengerut. Wanita itu pun bersiap siaga takut jika ada seseorang yang menerobos kamar Rigel.


Dengan langkah mengendap-endap ia menghampiri pintu kamar Rigal kakaknya tersebut. Lalu membukanya sedikit ingin mengintip siapa yang membuat keributan tersebut.


Namun wanita itu malah dibuat semakin bingung saat tak menemukan siapapun di dalam sana. Seketika bulu kuduknya merinding. Ana menelan ludah dengan kasar dan menutup pintu kamar Rigel dengan rapat rapat dan melupakan kejadian itu begitu saja.


Secepatnya wanita itu pergi dari sana dan mengarah ke kamarnya. Namun ia sadar hal ini tidak pantas untuk dirinya lakukan. Seharusnya jika ada sesuatu yang mencurigakan ia harus mengeceknya bukan takut dan melarikan diri.


Setelah mengumpulkan tekad yang cukup besar, Ana kembali ke kamar Rigel dan membuka kamar itu lebar-lebar.


Matanya membelalak melihat Quenna ada di dalam sana dan ia menatap wajah wanita itu yang pucat pasti ditangkap basah oleh Ana.


Ana menutup mulutnya dan berjalan mendekati wanita itu dengan pandangan yang tak percaya. Ia melirik seluruh tubuh Quenna takut ada sesuatu yang membahayakan.


"Kenapa kau bisa ada di kamar kakakku? Apa yang kau lakukan di kamar ini?" interogasi Ana dengan penuh teliti.


"Tidak, aku tidak melakukan apapun. Aku hanya berkunjung ke kamar ini. Tadi kakakmu menyuruhku membersihkan kamarnya," ucap Quenna dengan tergagap. Wanita itu berusaha semaksimal mungkin berakting.


Jangan sampai Ana mengetahui hal yang ingin ia lakukan. Quenna ingin menyembunyikan itu dari siapapun tak terkecuali dari Ana. Ini adalah rencana besar tak boleh ada yang tahu dengan strateginya.


Ana mengangguk percaya begitu saja. Ia sudah sangat percaya kepada wanita di depannya ini. Ana menganggap Quenna adalah saudaranya.


Perempuan tersebut tersenyum lalu memukul pundak Quenna beberapa kali dengan bersahabat. Wanita itu pun melirik seluruh kamar kakaknya.


"Begitukah. Berarti kau sudah menerima kakakku dengan lapang hati. Memang aku juga tidak menyetujui tindakannya tapi aku juga berharap kau bisa menerima dirinya," ungkap perasaan Ana yang selama ini sangat kasihan melihat Rigel berjuang mendapatkan cintanya.


Tapi keadaan seolah bertepuk sebelah tangan. Quenna hanya mencintai Viktor, dan bagian yang lebih lucunya lagi adalah ia yang mencintai Viktor. Sementara Viktor malah mencintai Quenna.


Quenna harus menahan gejolak perasaan di dadanya. Terpaksa ia mengiyakan ucapan Ana. Wanita itu pun tersenyum dan berpikir bagaimana agar Ana keluar dari kamar ini.

__ADS_1


"Aku tidak tahu bagaimana perasaanku saat ini. Sebagai orang yang telah hidup bersama cintanya tentu tak semudah itu melupakan perasaannya. Aku merindukan Viktor dan aku ke sini juga bukan berarti telah menerima kakakmu. Maafkan aku telah mengecewakanmu, Ana." Quenna sangat tidak enak harus mengatakan hal yang sejujurnya.


Dapat dilihatnya jika Ana tengah tersenyum tulus padanya. Ana terlalu baik dan Quenna sangat bersalah telah membohongi wanita itu dan mengecewakannya.


Ana mengangguk maklum. Kemudian wanita itu pun pergi setelah berpamitan. Akhirnya Quenna lebih leluasa dalam bertindak.


Ia pun melanjutkan mencari barang-barang berharga milik Rigel. Terutama ATM dan senjata api. Wanita itu berencana tengah malam ini akan melakukan percobaan kabur.


Setelah menemukan strategi yang sangat matang yang ia susun bersama Carol, putrinya yang tak kalah pintar dari ayahnya.


Carol lah memberikan lokasi dan titik-titik aman kepada Quenna yang akan mereka lalui malam ini. Anak itu sebelumnya telah berkeliling ingin memastikan dimanakah tempat yang aman bagi mereka kabur.


Quenna berdecak kagum melihat ATM yang bertumpuk di dalam kamar Rigel. Ia mengambil ATM tersebut Lalu mencari senjata api untuk berjaga-jaga.


"Akhirnya, aku pastikan malam ini akan lolos."


___________


Viktor dengan wajah sombongnya berjalan angkuh melewati mereka yang datang dengan suka rela menyambut dirinya. Entah dari mana pasukan wanita bar-bar tersebut yang menyeroboti rombongannya, tampaknya mereka adalah salah satu fans nya.


Siapa yang tidak mengenal seorang Viktor yang namanya masyhur di dunia maya berkat kepintarannya yang luar biasa dan pembisnis pria yang memiliki wajah rupawan.


Mereka berteriak saat melihat Viktor yang sangat sempurna itu keluar dari dalam pesawat dan diiringi asistennya Prima lalu para bodyguard yang mengawalnya menuju mobil yang telah menjemput.


"Siapa mereka?" tanya Viktor keheranan melihat wanita yang tak memiliki malu malah berkumpul meneriakkan nama dirinya.


Prima tersenyum dan mengatakan jika mereka adalah fans dari Viktor. Viktor ternyata sempat viral di jagat Maya karena wajah tampannya.


Laki-laki itu sepertinya sangat sibuk hingga tak mengetahui dirinya yang trending di sosial media. Lagipula untuk apa ia memikirkan hal tidak berguna itu.

__ADS_1


"Anda ternyata memiliki fans yang banyak di Korea."


"Oh," singkat Viktor dan memutar bola mata malas.


Laki-laki tersebut masuk ke dalam mobil dan menunggu Prima yang akan menggantikan supir.


Akhirnya ia lepas juga dari kerumunan besar tersebut. Viktor menghela napas segera ke hotel yang telah disewanya.


"Apakah malam ini ada acara? Ibu ku sudah dipastikan sampai terlebih dahulu, bukan?" tanya Viktor lalu menarik napas panjang.


Pria itu menatap jam yang ada di tangannya. Ia harus menghela napas panjang karena tak terasa waktu berlalu begitu cepat dan meninggalkan segala yang telah berlalu dan hanya tinggal kenangan.


"Tidak ada Tuan. Dan untuk ibu Anda tampaknya Nona sudah sampai beberapa jam yang lalu," yakin Prima membuat Viktor sedikit lebih tenang.


Ia tak ingin wanita tersebut kenapa-kenapa. Jika sempat sesuatu terjadi entahlah apa yang akan ia lakukan yang pastinya adalah hal yang mengerikan.


Menempuh perjalanan yang memakan waktu bermenit-menit akhirnya sampai juga di sebuah hotel Busan yang sangat terkenal.


"Apakah ini hotel kita?" tanya. Viktor seraya memperhatikan lingkungan hotel itu yang menurutnya oke juga.


"Iya Tuan. Dan acara kerjasama kita juga akan diadakan di hotel ini." Viktor mengangguk setuju sebab itu artinya ia tak perlu jauh-jauh lagi ke tempat pembukaan.


Besok mereka akan bertemu dengan pimpinan perusahaan Samsung tersebut. Viktor juga telah menyiapkan semua berkas yang diperlukan.


Laki-laki itu keluar dari dalam mobil dan membenahi jasnya kemudian masuk ke dalam hotel membuat ia lagi-lagi menjadi konsumsi publik. Ia heran bukankah Korea terkenal dengan sifat individualisme tapi kenapa mereka malah memperhatikannya.


Sebegitu menariknya kah dirinya ini? Heh kenapa Viktor tiba-tiba merasa di atas awan. Sifat angkuhnya malah kambuh tiba-tiba.


"CK. Membosankan."

__ADS_1


____________


Tbc


__ADS_2