
Viktor lantas melihat ke belakang yang mana terdapat gerombolan baju hitam yang sedang mengejar wanita ini. Jauh di hatinya sangat kesal kepada wanita yang berbuat ulah yang telah mengacaukan meeting-nya.
Pria itu lantas membuka jendela hingga hal tersebut membuat syok Quenna bukan main pasalnya jika begini ia akan ketahuan.
Sontak saja ia menghalangi Viktor akan tetapi sepertinya sudah terlambat dan mereka sudah melihat keberadaan Quenna.
"Apa yang kau lakukan Viktor?" tanya Quenna sangat tidak percaya dengan tindakan kekasih hatinya yang sangat ia rindukan setelah sekian lama.
Viktor mengerutkan keningnya. Kenapa wanita ini bisa tahu namanya? Ah iya Viktor ingat ia juga sangat terkenal di Korea Selatan jadi wajar saja jika wanita ini tahu siapa dirinya.
"Kau mengenalku?"
"Hah?" tanya Quenna spontan tidak mengerti dengan ucapan Viktor. Kenapa pria tersebut bisa bertanya seperti itu. Jelas mereka saling kenal kenapa harus dipertanyakan lagi.
Perempuan tersebut menarik napas dalam dan menatap Viktor dengan pandangan tak percaya. Dilihatnya Carol yang juga senang melihat ayahnya dengan rasa rindu.
"Daddy," ujar anak itu hendak memeluk Viktor.
Viktor spontan saja mundur ketika Carol ingin memeluknya. Ia tak mengenal mereka dan untuk apa memeluk Carol.
"Kenapa kau ingin memeluk ku? Kau tidak pantas memelukku. Menjauh lah." Quenna bak disambar petir mendengar ucapan Viktor.
Dadanya bergemuruh dan air matanya tumpah menyaksikan seberapa perihnya hatinya ini tatkala Viktor yang ia harapkan kehadirannya malah memperlakukan dirinya seolah mereka orang asing.
Wanita itu menggeleng dan memeluk tubuh sang putri ingin menenangkan anak tersebut agar tidak membenci sikap ayahnya. Mungkin sesuatu telah terjadi pada pria ini.
"Kau sungguh tidak mengenal kami?" tanya Quenna dengan mengigit bibir berharap jika Viktor masih mengingat mereka.
"Kau siapa? Aku benar-benar tidak mengenali mu, maaf jika itu menganggu perasaan mu. Tapi aku sungguh tidak bisa memperlakukan kalian dengan baik karena saya tahu banyak orang yang ingin mendekati saya dengan memanfaatkan penyakit saya.
Deg
Jadi ini alasan Viktor tak mengenalinya lagi? Jadi pria ini memiliki sebuah penyakit, lantas penyakit apa hingga membuat Viktor tak mengenalinya lagi. Quenna memperhatikan Viktor baik-baik dan matanya yang basah tak bisa dibendung lagi merindukan orang dicintainya. Akan tetapi seperti ada penghalang diantara mereka.
"Daddy kenapa tidak ingin dipeluk aku?" tanya Carol dengan mata sedih.
"Hey anak kecil aku bukan daddy mu," marah Viktor. Sejak kapan ia menikah dan memiliki anak. Dan ini apa ada seorang wanita yang sok kenal bersama anaknya yang menyebut dirinya dengan kata "Daddy" gila apa, dia tidak pernah memiliki anak.
__ADS_1
Meskipun sebelumnya Viktor lupa ingatan akan tetapi ia yakin bahwa sebelumnya pun ia tak memiliki anak.
"Tuan apakah Anda bisa membantu saya dan anak saya?" tanya Quenna.
Yang penting bagi wanita ini kabur dulu dari kejaran Rigel baru ia akan membicarakan masalah ini bersama Viktor.
Viktor menarik napas dan melirik pada Gerombolan orang itu yang berjalan ke arah mobilnya. Ia mendengus kasar lalu membuka mobil itu sembari menyeret Quenna yang langsung berteriak.
"Tolong selamatkan aku!! Kenapa kau membawaku keluar!!" tangis Quenna sembari berusaha melepaskan cekakan Viktor di tangannya, "lepaskan! Tolong selamatkan aku! Mereka adalah penjahat, mereka menculik ku Kak. Sungguh aku merindukan mu. Aku kabur demi dirimu!"
Viktor ternganga mendengar pengakuan Quenna. Ia mendecih dan jijik mendengar ucapan wanita itu yang terkesan murahan.
"Kau kabur demi diri ku? Mending kau pulang saja, karena aku tak mengharapkan kehadiran mu!" enteng Viktor dan menyerahkan Quenna kepada orang tersebut. "Ini orang yang kau cari, dia sedang memakai identitas palsu. Segera berikan imbalan yang kalian janjikan jika aku telah menemukannya."
Memang Rigel mengadakan seyembara dengan memberikan hadiah yang sangat fantastis apabila menemukan Quenna. Lumayan Viktor mendapat rezeki nomplok.
Sedangkan Quenna menatap Viktor dengan wajah tidak percaya. Jadi pria ini rela menyerahkan diri ya demi imbalan fantastis itu. Kenapa Viktor mau melakukannya? Apakah pria itu sudah jatuh miskin?
Tatapan kecewa yang dilayangkan Quenna membuat Viktor tak mengerti dengan dirinya sendiri yang merasa sangat bersalah.
"Carol mau sama Daddy, Ibu!" tangis Carol dan tak mau dibawa oleh anak buah Rigel. Ia tetap merengek ingin memeluk tubuh Viktor.
Quenna sudah tak kuasa lagi. Mengurus perasannya saja dia sudah menyerah apalagi mengurus Carol.
"Maafkan aku. Kita harus kembali ke rumah paman Rigel. Mungkin dia bisa membuatku bahagia," sindir Quenna sambil melirik Viktor.
____________
Rigel yang baru saja bangun dari tidur panjangnya dikejutkan dengan menghilangnya Quenna. Ia pun akhirnya paham kenapa tidurnya terasa sangat nyenyak.
Jadi ini alasannya, wanita itu melarikan diri dengan memberikan obat tidur kepada seluruh orang di rumah ini.
Quenna memang pintar, bukan hanya membuatnya tertidur tetapi wanita itu juga mencuri senjata api dan ATM nya. Wanita pintar mana yang berani melakukan itu kepada orang yang cukup berbahaya di dunia? Hanya Quenna.
Viktor meremas rambutnya. Ia sangat frustasi dengan kabar menghilangnya Quenna. Dan ia memerintahkan seluruh anak buahnya mencari Quenna dimana pun.
"Apa ada kabar?" khawatir Rigel bertanya pada Autsin yang sedang memimpin pencarian.
__ADS_1
"Kami sudah menemukan Quenna dan Nona tengah dibawa ke rumah."
Rigel menghembuskan napas lega. Ia mengangguk dan mematikan sambungan telepon tersebut. Kemudian pria itu berjalan keluar dari ruangannya dan melihat ada Yohana yang berdiri di depan pintu.
"Kenapa kau ada di sini?" tanya Rigel sembari melewati Yohana. Yohana menghalangi jalan Rigel dan hal itu membuat sang pria marah besar dengan perlakuan Yohana. "Apa yang telah kau lakukan Yohana?"
"Kau mencari wanita itu dan melakukan seyembara dengan hadiah yang sangat fantastis? Apa aku tidak salah dengar beritanya?" tanya Yohana sambil mengejek Rigel.
Rigel menarik napas dalam dan memejamkan matanya. Kenapa Yohana selalu saja ikut campur masalahnya.
"Tidak semua hal harus kau ketahui."
"Ingat kau di sini juga atas bantuan ku," ujar Yohana dan tertawa tipis.
Rigel pun ikut tertawa tipis lalu tersenyum miring.
"Aku tahu. Dan aku hanya memanfaatkan mu," jujur Rigel lalu berlalu begitu saja melewati Yohana yang memejamkan matanya sambil mengepalkan tangan erat.
"Quenna lagi Quenna lagi, kenapa wanita itu menjadi halangan ku," tangis Yohana.
Rigel menuju halaman rumah yang mana Quenna sudah datang bersmaa anak buahnya yang menyeretnya. Mata Quenna dan Rigel bertubrukan dan Quenna langsung membuang pandangannya dengan sangat marah.
"Kenapa kau kabur? Apakah kau tidak nyaman tinggal di rumah ini? Aku akan mencarikan tempat yang lebih layak lagi jika begitu," tawar Rigel yang langsung ditolak mentah-mentah.
"Aku tidak menginginkan harta mu! TAPI AKU INGIN MEMBUNUH MU!!" ucap Quenna dengan lantang sembari memberontak. Wanita itu juga meludah di depan Rigel.
Rigel menarik napas dalam lu tersenyum pedih melihat Quenna yang sangat jelas menunjukkan penolakan.
"Aku akan mempercepat tanggal pernikahan kita." Setelahnya Rigel pergi begitu saja meninggalkan Quenna yang tersedak ludahnya sendiri saat mendengar ucapan pria itu.
Ia menggeleng lemah dan menangis kencang. Kenapa rasanya sungguh sakit sekali.
_____________
Tbc
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA
__ADS_1