Obsesi Kakaku Kepadaku

Obsesi Kakaku Kepadaku
Part 44


__ADS_3

Tatapan kecewa dari Viktor begitu kental di matanya. Ia melirik seluruh perawakan Quenna yang berubah total. Sangat berbeda dari Quenna yang dahulu ia kenal, ia memandang wanita itu sangat tidak percaya.


Viktor berharap apa yang ia lihat adalah mimpi, tapi ia juga menginginkan ini nyata bahwa Quenna ada di depannya.


Tapi, sosok Quenna yang sekarang sama sekali tak ia kenali. Penampilan yang begitu kelam dengan aura pembunuh yang sangat kuat. Ingin tidak percaya tapi bukti ada di depan mata.


Pria tersebut menarik napas dengan dalam dan berusaha tersenyum walau pahit. Tangannya yang bergetar menyentuh wajah Quenna.


Perempuan itu jelas tak membiarkan Viktor menyentuh tubuhnya dengan mudah. Ia menepis tangan pria itu dan segera beranjak menjauh dari Viktor. Ia berlari ke arah pintu.


Susah payah Quenna ingin membukanya nyatanya kunci berada bersama Viktor. Ia melepaskan tangannya dari gagang pintu dan membalikan tubuh dengan gerakan pelan.


Quenna yang seorang pembunuh hebat tiba-tiba takut di bawah Viktor. Ia menatap pria itu sambil memikirkan cara untuk menghadapi laki-laki tersebut.


"Kaka, berhenti!!! Jika kau maju selangkah saja, maka kau akan mati di tangan ku!"


Quenna cepat menyambar pistol yang digunakannya untuk membunuh para targetnya yang tadi dibuang oleh Viktor. Ia mengacungkan senjata api tersebut tepat di depan mata Viktor.


Pria itu seolah tak memiliki rasa takut sama sekali. Ia berjalan mendekat sementara pelatuk semakin tertarik ke belakang.


"Jika kau yang melakukan itu, aku rela mati di bawah tangan mu dan aku berbahagia mati karena mu! Setidaknya aku bisa tenang jika orang yang ada di dekat ku di saat-saat terakhir ku adalah kau!" Tangan Quenna bergetar. Ia berusaha menahan tangannya itu agar tetap tegap dan tidak goyah hanya karena ucapan beberapa kalimat dari Viktor.


Tapi, Quenna tak bisa dan hatinya luluh begitu saja. Ia termakan dengan ucapan Viktor. Setetes air bening jatuh ke permukaan wajahnya.


Wanita itu ingin membuang pistol di tangannya. Tapi, Viktor menarik tangan tersebut dan menuntun tangan Quenna menarik pelatuk pistol itu hingga peluru berupa timah panas menembus dadanya.


Viktor tersenyum di sisa tetesan air matanya. Melihat Quenna yang histeris kepadanya membuat Viktor tenang, ia begitu senang melihat wanita itu mengkhawatirkan dirinya.


"Kau bodoh kak!! Kenapa kau lakukan ini?!!" marah Quenna dan berusaha membopong tubuh Viktor yang sangat lemah.


Ia membawa tubuh pria tersebut ke kasur. Wanita itu dengan panik mencoba mencari cara untuk mengeluarkan peluru dari tubuh Viktor.


"Kau mengkhawatirkan ku?" Quenna yang tengah sibuk mencari barang-barang yang bisa ia gunakan untuk membantunya mengeluarkan peluru dari tubuh Viktor di kamar tersebut pun terhenti. Ia berbalik perlahan menatap Viktor di ranjang yang tengah tersenyum untuknya.


Mata mereka saling bertemu, terdapat kerinduan yang sangat dalam di manik indah keduanya. Baik Quenna maupun Viktor mereka sama-sama memiliki perasaan yang tidak mudah untuk dimengerti.


Mata Quenna berkaca-kaca. Ia meremas tangannya berharap untuk tegar meskipun hal itu takkan berhasil. Ia berlari ke arah Viktor dan memeluk sangat erat pria tersebut.


"Sebenarnya aku sangat membenci mu! Aku ingin membunuh mu!" aku Quenna menangis di dalam pelukan pria itu.


Pipinya yang indah terkena bercakan darah di dada Viktor. Ia menatap pria tersebut dengan pandangan sakit.

__ADS_1


Viktor mengusap kepala Quenna pelan. Ia menatap lurus ke depan dengan tatapan yang tak memiliki arti.


"Kau sudah melakukannya, jika itu keinginan mu, aku akan ikhlas. Satu hal yang aku ingin kau tahu, aku sangat mencintaimu! Aku salah telah membuat mu menderita bertahun-tahu , mengurung mu, memaksa mu! Asal kau tahu semuanya ku lakukan karena mu, aku ketakutan dan tak ingin kehilangan mu. Dan pada akhirnya aku benar-benar kehilangan mu bertahun-tahun, dan ketika aku menemukan mu lagi.." Viktor tersenyum tipis sambil meneteskan genangan di pipinya, "tapi, aku harus berpisah dengan mu lagi! Mungkin untuk selamanya!!"


Quenna mendorong tubuh Viktor. Ia menatap laki-laki itu dengan pandangan sangat kecewa.


"Aku membenci mu jika kau menutup mata mu!!"


"Bukan kah ini keinginan mu?"


Ya itu keinginan dirinya, tapi ia tak bisa mewujudkan keinginan tersebut. Kadang ada kalanya kita harus merelakan keinginan kita tak terwujud.


Quenna membuka baju yang dikenakan Viktor dengan brutal. Ia pun menggunakan kemampuannya untuk menolong Viktor. Quenna yakin Viktor bukanlah pria lemah, ia takkan mati karena hanya satu tembakan.


Dengan keahlian yang ia miliki semoga saja dapat membantu sang kakak. Bagaimana pun ia adalah wanita yang sering menghabiskan setengah hidupnya di ruangan perpustakaan milik Viktor, sudah banyak jenis buku ia pelajari.


Quenna sangat berharap ilmu yang dulu sering dipelajarinya berguna untuk di saat-saat sekarang. Ia melakukan penyelamatan dengan benda seadanya mengeluarkan peluru tersebut sebelum makin dalam beberapa menit hingga pada akhirnya pekerjannya pun selesai, peluru itu dikeluarkan dari tubuh Viktor.


Ia pun membalut luka Viktor dengan baju pria itu yang telah dirobeknya.


"Jaga dirimu baik-baik!" Quenna menatap lama wajah Viktor, ia tersenyum tapi menangis. Ia meremas tangannya dan mengambil kunci pintu ruangan ini dari tangan Viktor.


Ia pun berjalan ke arah pintu meninggalkan Viktor yang menatap lirih belakang wanita itu.


Viktor berjalan mendekati Quenna dengan sisa tenaga di tubuhnya. Ia memeluk tubuh Quenna dari belakang, pelukannya sangat posesif. Pria itu mengecup rambut perempuan tersebut dan beralih pada beberapa titik tubuh wanita itu.


"Kakak!"


"Aku mencintaimu! Maafkan aku." Quenna menoleh ke belakang. Ia terkejut melihat Viktor hendak menghapus jarak diantara mereka.


Plakk


"Tapi aku adik mu Kak!"


Viktor mengangguk dan mengurungkan niatnya. Ia mundur beberapa langkah dan menatap sedih wanita di depannya.


"Maafkan aku, aku tidak akan melakukannya."


Viktor membuka kunci kamar tersebut. Selangkah ia melewati batas pintu tersebut, namun Quenna menarik kerah bajunya.


Wanita itu menyambar Viktor. Mereka saling tatap setelah melakukan hal yang tak terduga.

__ADS_1


"Apa maksudmu!!"


"Aku mengizinkannya!!"


Viktor tersenyum senang. Ia membawa tubuh Quenna ke ranjang dan melakukan hal yang sering dilakukan oleh pasangan. Mengabaikan status mereka. Mungkin keduanya telah sama-sama setuju untuk menentang takdir Tuhan.


"Maafkan aku belum mengatakan yang sebenarnya!" Viktor berucap dalam hati.


___________


Quenna memandangi tubuh Viktor yang tak berbusana. Ia menutup tubuh itu menggunakan selimut.


Setelahnya Quenna menatap dirinya di cermin. Meskipun sudah merapikan diri tapi jelas ia bisa melihat dirinya berantakan di sana.


Perempuan itu menarik napas panjang. Dari tadi ia tak ingin mengalihkan tatapannya dari laki-laki itu.


Namun, ia harus memilih untuk pergi dan mengabaikan pria itu. Bagaimana pun ia bukan lagi Quenna yang dulu namun Charlotte, seorang wanita pembunuh bayaran.


Kali ini Quenna mengaku kalah terhadap Viktor. Targetnya kali ini Quenna akui memang sangat hebat, dan sangat tampan seperti dikatakan wanita di luar sana.


Sudut bibir Quenna terangkat melihat wajah Viktor yang damai tanpa ada topeng yang biasa menutupinya.


Ia menyentuh bekas luka di wajah Viktor. Ia teringat tragedi yang telah memakan banyak korban. Viktor mendapatkan luka itu dari lemparan benda keras dari ayahnya. Tapi, mengingat hal itu membuat dada Quenna sangat sesak.


Ia tak tahu bagaimana nanti akan menjelaskan kepada ayah ibunya dengan hal yang telah ia lakukan, sangat tidak bermoral.


"Maafkan aku."


Quenna memejamkan mata dan keluar dari kamar tersebut dengan kacamata hitamnya. Albert yang menunggunya di luar menatap berbinar Quenna.


"Kenapa kau baru keluar?"


"Maafkan aku, aku tak berhasil membunuhnya!" Tanpa banyak patah kata lagi ia pun meninggalkan hotel tersebut. Meskipun berat tapi inilah yang terbaik, mungkin ini caranya untuk menghukum pria itu atas perbuatannya.


Lebih baik melihat Viktor kesakitan karena cinta ketimbang melihat pria itu akan meninggalkannya untuk selama-lamanya.


__________


Tbc


Hay teman-teman aku memiliki rekomendasi novel baru nih buat kalian. Jangan lupa buat masukin ke Favorit ya.

__ADS_1



__ADS_2