Obsesi Kakaku Kepadaku

Obsesi Kakaku Kepadaku
Part 55


__ADS_3

Tepat ketika malam tiba manusia-manusia licik menjalankan strategi mereka. Angin berhembus menambah aura mencekam dari sebuah ruangan yang menjadi incaran.


Itu adalah rumah tersembunyi dan sangat rahasia. Akan tetapi tempat itu memiliki semua jawaban yang dipertanyakan Rigel selama ini.


Oleh karenanya ia pun melakukan serangan kepada rumah tersebut. para penjaga yang menjaga rumah itu telah habis dibunuh serta para dokter-dokter yang ada di rumah itu pun habis tak bersisa.


Darah menggenang di mana-mana. Setiap moncong pistol dari para pembantai menitikkan darah yang berasal dari para korban.


Apakah mereka tak takut? Tentu saja tidak sama sekali. Rigel yang sudah menemukan ruang paling rahasia pun tersenyum puas. Laki-laki tersebut melirik sedikit kepada Autsin sang asisten.


Autsin mengangguk dan Rigel tersenyum miring. Ia pun membuka pintu itu perlahan sementara Autsin pergi membereskan semua kekacauan.


Laki-laki itu penuh dengan aura yang amat menakutkan. Ia begitu lihai dalam bertarung jadi sebanyak apa pun peluru nyasar tak akan bisa menembus pertahanan tubuhnya.


Pria itu masuk selangkah demi langkah sambil memperhatikan sekitar takut-takut masih ada jebakan lagi yang dipersiapkan kala darurat. Biasanya Viktor seperti itu tak akan mungkin bisa masuk ke dalam tempat rahasia milik laki-laki tersebut dengan mudah.


Ia bersyukur kala berhasil dengan selamat. Hanya saja ada yang janggal, tidak mungkin begitu mudah pasti ada sesuatu yang tidak beres.


Namun Rigel tetap waspada menunggu itu datang. Tak lama dari lamunannya dan benar saja ribuan anak panah yang dikendalikan otomatis oleh mesin pun menghujami dirinya.


"Siala.n!!" Rigel mendesah kasar. Laki-laki tersebut pun mengelak ribuan anak panah dengan baju pelindung yang otomatis menyelimuti tubuhnya hanya tinggal sekali pencet sebuah remot.


Pria itu pun mengumpati Viktor dengan seluruh bahasa kasar. Ia tak menyangka jika jebakannya sangat semengerikan ini. Hampir saja ia mati di bawah ribuan anak panah itu.


Ia melepaskan seluruh baju pelindung tersebut yang penuh dengan puluhan anak panah yang menancap di sana. Bahkan punggungnya pun terkena akibat terlalu tajam. Besi tersebut bahkan bisa menembus baju pelindung dengan mudah. Untungnya baju Rigel lebih kuat.


Ia telah berhasil lolos dari maut setelah merusak mesin tersebut. Laki-laki itu pun memperhatikan mesin itu, sangat canggih. Dan tidak ada yang menjualnya dan Rigel yakin itu adalah buatan Viktor sendiri.


"Ku akui kau memang hebat!" puji Rigel seraya tersenyum meremehkan.


Jika Viktor ada di sini ia akan mengejek Rigel yang telah memujinya seperti itu. Bagaimanapun juga mereka adalah saingan. Sepeninggalan Viktor ke Inggris membuat Rigel lebih leluasa menjadi penguasa di Amerika.


Bahan industri dan pertambangan Viktor sempat dirusaknya hingga memberikan kerugian yang sangat banyak. Tapi menurut Viktor kerugian itu tidaklah seberapa karena masih banyak asetnya yang lain.


Pria itu pun pergi dari ruangan itu dan berjalan lebih dalam. Penasaran hal apa yang disembunyikan pria tersebut saking penuh penjagaannya di rumah ini.


Ia pun membuka pintu lagi yang ada di dalam ruangan itu. Berjalan dengan pelan tapi penuh ketelitian. Banyak lorong dan kelokan yang harus ditempuh.

__ADS_1


Ada beberapa pintu lagi yang membingungkan Rigel. Sudah jelas diantara pintu tersebut memiliki jebakan. Atau bahkan ada di kedua pintu tersebut.


Rigel pun memilih tidak masuk ke dalam salah satu pintu itu. Ia pun menatap sekitar dan memicingkan matanya saat samar-samar melihat ada pencahayaan.


Saat ia berjalan tiba-tiba dari arah belakang ada yang menusuk punggungnya sangat dalam. Rigel terkejut dengan mata terbuka. Pria itu membalikkan tubuhnya dan meneliti orang tersebut.


Ia mencabut dengan mudah pisau yang masih menancap di punggungnya. Laki-laki itu pun membuang begitu saja pisau penuh darah tersebut.


Perlahan ia pun berjalan semakin mendekat kepada orang itu yang tampak sangat ketakutan setelah apa yang ia lakukan.


"Siapa kau?!!" interogasi Rigel yang pastinya tak akan membuahkan jawaban.


Ia pun menatap dengan lamat-lamat dan menekan saklar lampu hingga ruangan tersebut terang menderang.


Rigel sangat terkejut saat tahu itu adalah seorang wanita. Ia pun menyibak paksa rambut yang menutupi sebagian wajah perempuan tersebut.


Wajah itu pun sangat jelas di matanya. Baik keduanya sama-sama sangat terkejut saat tahu bagaimana bentuk masing-masing. Tubuh Rigel bergetar begitupula sang wanita.


"Kau!!" tunjuk wanita itu seakan tak percaya. Ia pun ingin berlari menjauh dari Rigel namun tangannya ditarik oleh pria tersebut. "Lepaskan aku!!"


Rigel menarik perempuan tersebut ke dalam pelukannya. Wajahnya terlihat sangat jelas merindukan wanita ini.


Ana berusaha lepas dari Rigel. Ia mendorong tubuh Rigel tetapi tubuh jakung itu tak bergerak sama sekali.


"Kakak," rintih Ana.


Ana baru saja dipulangkan oleh Rigel dari Inggris saat mengetahui kondisi wanita yang selalu dijaganya dalam keadaan tak baik-baik saja.


Rigel menangis memeluk sang adik yang hilang beberapa tahun lamanya.


"Kau kemana saja? Viktor menculik mu? Katakan pada ku! Tenanglah aku akan membalaskan dendam mu!!" Rigel mengguncang tubuh Ana meminta wanita itu menjawab pertanyaannya.


Ana menyibak tangan Rigel lalu tersenyum kecut. Tatapan matanya sangat kecewa pada sang kakak.


"Kau tahu apa yang terjadi pada ku? Ini tidak ada sangkut pautnya dengan Viktor. Ia adalah penyelamat ku, Kau tahu apa yang terjadi selama ini? Apa yang telah aku alami? Ayah menjual ku dan menukarkannya dengan tanda tangan pria baji.ngan itu hanya karena aku bukan anak kandungnya!!! Aku kira ayah tak suka Kepadaku karena kesalahan ku, tapi ternyata aku bukan anaknya, aku anak ibu dari selingkuhannya!!!!! Pergilah aku telah berjanji pada ayah tidak akan menemui keluarga ku lagi!"


"OMONG KOSONG SEPERTI APA YANG KAU UCAPKAN ANA?!!"

__ADS_1


Prangg


Suara pecahan kaca mengalihkan perhatian mereka. Rigel melirik ke arah sumber suara itu dan melirik ada seorang wanita tua dengan penampilan acak-acakannya. Ia melirik foto yang ada di tangannya. Wanita itu sangat persis dengan wanita di dalam foto itu.


"Aku membencimu keluarlah!!" marah wanita tua tersebut seraya melemparkan beberapa benda keras kepada Rigel.


__________


Air muka Viktor mengeras. Tangannya mengepal saat mendapatkan telepon dari Ana.


Ia menarik napas panjang dan sangat marah kala Rigel berhasil menembus pertahannya. Pria itu, tak akan pernah ia biarkan hidup dengan tenang.


Brakk


Viktor memukul mejanya sangat kuat dengan wajah masam. Ia meremas ponsel di tangannya dan mengambil semua barang yang ada di sana untuk bergegas pulang ke Amerika.


Laki-laki tersebut pun meminta Prima itu menyiapkannya. Langkahnya begitu tegap dan penuh decakan emosi di setiap hentakannya.


"Rigel! Kau telah berani menantang ku. Apakah kekalahan mu dulu tak membuat mu jera, hah?" Viktor tersenyum devil.


Saat ia berada di ruang tamu ia melihat Quenna yang menatap dirinya sendu dari jauh. Wanita tersebut meremas kedua tangannya dan berjalan ke arah Viktor.


"Maafkan aku!" Viktor diam bak orang bisu menatap datar seolah patung memandang Quenna. Quenna merasa was-was dengan sikap Viktor yang sangat dingin padanya. "Kak apa yang membuat mu terburu-buru?"


Viktor tak menjawab dan diam di tempat. Hal itu membuat Quenna merasa sangat tidak mengerti.


Tetapi ia melihat ada sebuah secarik foto yang menarik perhatian Quenna. Ia merebut foto itu dari Viktor dan memperhatikannya sangat seksama.


Wajah Quenna mengerut kala menatapnya. Itu adalah foto dirinya bersama sang kakak dan bibi Celine yang merupakan pembantu di rumahnya dulu.


"Kau masih menyimpan fotonya, ya? Aku sangat merindukan bibi Celine."


Ia menatap Viktor dengan senyum mengembang di wajahnya. Viktor mendekat pada Quenna membuat Quenna sangat gugup. Tak disangka-sangka ia membekap mulut Quenna dengan obat bius dan wanita itu pingsan setelah menghirup obat tersebut.


"Maafkan aku!"


___________

__ADS_1


Tbc


BUDAYAKAN MEMBERIKAN LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA


__ADS_2