
Melihat Prima yang tampak syok membuat Celine juga ikut menatap ke arah pandangan pria itu. Betapa kagetnya Celine melihat Viktor berdiri di sana dan tampaknya sudah sangat lama.
Terlihat dari wajah Viktor yang sangat syok dan dingin sudah pasti ia mendengar semuanya. Celine pun meringis melihat putranya di sana. Ia juga bingung harus menjelaskan kepada putranya tersebut.
Viktor tentu tak ingin penjelasan yang sangat panjang. Pria itu selalu to the point dan langsung ke inti. Prima melirik Celine dan meminta pendapat wanita itu.
"Kau katakan saja semuanya," ujar Celine dan tersenyum meyakinkan Prima.
Prima berjalan mendekati Viktor yang hanya diam di tempat. Prima menyuruh agar Viktor dahulu dan mereka akan mendiskusikannya dengan pikiran terbuka.
Viktor tak banyak menyangkal langsung duduk di sofa. Tampaknya pria ini juga ingin mengetahui hal yang sebenernya.
Celine dan Prima saling melempar pandangan karena bingung ingin menjelaskan dari mana dahulu.
"Jadi benar mereka adalah istri dan anak ku?" tanya Viktor dan tertawa miris dengan sikapnya yang pasti sangat melukai wanita itu.
Prima menundukkan kepalanya dan tak berani dengan intimidasi Viktor yang sangat kuat. Celine pun tak bisa membuka suara lebih tepatnya tak ingin salah bicara.
Viktor mendesah panjang karena tidak ada satupun yang menjawab pertanyaannya. Ia sangat kesal sekali padahal ia lagi ingin mendengarnya lebih jelas.
Viktor beranjak dan hendak meninggalkan ruang tamu tersebut namun lekas dicegah Prima. Ia tak ingin membuat atasannya itu marah besar.
"Ya benar Carol adalah putri mu dan Quenna bukan istri mu tapi orang yang kau cintai, kalian sedang menjalin hubungan," ucap Prima dengan sekali hembusan napas.
Sangat berat sekali mengatakan hal itu. Ia harus mati-matian menahan rasa gugupnya yang tak kunjung berhenti.
Waktu seakan berhenti di situ saja hingga Prima tak bisa tenang karena sibuk memikirkan apa yang akan selanjutnya Viktor lakukan setelah mengetahui kebenaran yang sengaja ditutupi dari pria itu.
"Berarti aku adalah sosok yang sangat jahat kepada orang dicintainya? Kenapa dia bisa tidak bersamaku dan kenapa dia dikejar?"
"Quenna namanya. Carol nama putrimu. Kenapa dia dikejar dan kenapa dia tidak di samping mu itu karena pada saat kalian sama-sama mengalami kecelakaan di Texas dia diculik oleh Rigel musuh mu dan orang yang telah membakar rumah sakit tersebut," ucap Prima yang membuat seluruh tubuh Viktor menegang.
Jadi itu alasannya. Jika dikatakan ia terkejut tentu saja sangat terkejut mendengar hal itu.
Viktor hanya bisa meremas tangannya karena tak tahu harus bagaimana menyelamatkan Quenna. Satu hal lagi yang menggangu pikirkan Viktor yakni apakah wanita yang ada di dalam mimpinya itu adalah Quenna?
Oh Tuhan kenapa ia tidak menyadari itu. Padahal ia sering dikode oleh mimpi-mimpinya selama ini.
"Ternyata dia nyata," lirih Viktor dan menarik napas panjang.
__ADS_1
Sungguh itu bukan halusinasi dirinya saja. Orang yang kerap ia mimpikan rupanya adalah wanita di masa lalunya yang sangat dicintainya.
"Nak, kau harus menyelamatkannya. Dia berada di tangan musuh mu tentu Quenna jika kabur begitu sangat terpukul bersama pria itu. Kau harus menjelaskan semua padanya sebelum kau nanti terlambat dan ia akan membencimu," nasehat Celine yang tak didengar lagi oleh laki-laki tersebut sebab harus berkutat dengan pikirannya.
Apakah yang mereka katakan itu adalah sebuah kebenaran atau sengaja ingin menipu dirinya. Viktor tidak bisa mempercayai begitu saja tapi tarikan di hatinya begitu kuat hingga membuatnya pun yakin jika benar Quenna adalah wanita di masa lalu.
Derttt
Dering ponsel memecahkan suasana yang sempat diam beberapa menit itu. Viktor mengambil ponselnya yang berbunyi dan mengernyit melihat nama teman karibnya yang beberapa hari lalu ia mintai untuk menyelidiki foto yang ia temukan.
"Halo ada apa?" sapa Viktor pertama kali menyambut hangat pria itu.
"Aku ingin mengatakan wanita yang ada di foto itu adalah adik mu, dan kau pernah menjalin hubungan dengannya."
Hah? Adiknya? Apa katanya? Apakah dia sudah gila dulu sampai mencintai adiknya?
"Apa maksudmu?"
"Ya itu kebenarannya. Kau memang mencintai adik mu. Aku tahu kau ingin menanyakan itu karena ku dengar kau juga lupa ingatan, 'bukan?"
Viktor menarik napas panjang dan menatap kedua orang yang ada di sampingnya. Ternyata banyak hal yan masih mereka sembunyikan darinya.
"Hm, terimakasih sudah mengatakannya." Viktor memencet tombol merah dan tersenyum tipis pada Celine.
______________
ceklek
Quenna tak mau melirik ke arah pintu meskipun ia sudah tahu jika seseorang telah masuk ke dalam kamarnya. Wanita itu sangat tahu siapa yang akan masuk, pasti Rigel.
Rigel memang sering mengunjungi dirinya di sini dan melakukan banyak hal yang tentunya bertentangan dengan perasaan Quenna.
Pria itu melakukan sesuatu dengan sesuka hati tanpa meminta pendapat Quenna lebih dulu.
"Quenna." Seruan halus itu lantas membuat Quenna menoleh ke arah pintu dan persangkaannya salah. Orang itu adalah Ana.
Quenna tidak mengerti kenapa Ana datang ke kamarnya. Apa wanita itu ingin memarahinya karena kabur.
"Kenapa kau ada di sini? Kau ingin menertawakan ku."
__ADS_1
"Quenna."
Ana mendekati Quenna dan duduk di samping wanita itu. Ia sudah mengetahui semuanya Quenna yang kabur dari rumah ini tadi malam.
"Ana, pergilah aku lagi ingin sendiri," mohon Quenna.
"Aku mendengar kabar jika Viktor ada di Korea Selatan, ini kabar yang cukup bagus," antusias Ana tidak dengan Quenna yang harus mengingat lagi apa yang telah Viktor lakukan.
"Oh."
Ana ternganga dengan respon Quenna yang sangat berbanding terbalik dengan apa yang diharapkannya. Ia kira Quenna akan sangat senang tapi wajah perempuan itu malah makin kusam.
"Oh?"
"Memang aku harus bagaimana? Dia datang ke sini juga karena pekerja, 'kan? Tak mungkin kan untuk mencari ku, dia mana tahu aku di Korea. Mungkin dia juga sudah melupakan ku," tawa miris Quenna dengan raut sedih.
Ana tidka mengerti apa yang telah Quenna ucapkan. Wanita tersebut lantas meraih tangan Quenna dan menggenggamnya.
"Ada apa? Ceritakan saja pada ku, siapa tahu aku bisa membantumu." Quenna menggeleng. Tidak ada yang boleh tahu apa yang telah terjadi diantara mereka berdua.
"Tidak terjadi apa-apa jadi kau tenang saja."
"Tapi aku yakin sesuatu telah terjadi. Katakan padaku aku pasti merahasiakan. Aku berjanji tidak akan mengatakan pada siapapun termasuk kakakku." Siapa kalian pikir Quenna hingga ia akan menurut begitu saja? Tidak Quenna tetap tidak akan menceritakannya sampai kapan pun.
"Ana aku sedang ingin sendiri."
Ana pun menarik napas dan harus pergi setelah diusir calon adik iparnya. Quenna harus tabah dengan perasannya yang sangat sakit karena hanya dihitung hari lagi ia akan menjadi wanita orang lain.
"Kau pernah berjanji ingin menikahi ku, dan aku adalah tunangan mu, tapi kenapa kau sangat kejam sekali?"
Dilain sisi Quenna juga sedang menjalani masa hukumannya yang dikurung di dalam kamar. Ia tidak boleh menemui anaknya.
Quenna sangat mencemaskan kondisi Carol. Apakah anak itu baik-baik saja dan apakah Carol sudah makan?
"Orang yang ada di sini sangat jahat, mereka memisahkan aku dan anak ku. Kenapa mereka tega melakukan itu pada ku yang merupakan ibu kandungnya," tangis Quenna sambil mencurahkan perasaannya sakitnya tersebut.
____________
Tbc
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN SETELAH MEMBACA
SPOILER AKHIR BULAN TAMAT