Obsesi Kakaku Kepadaku

Obsesi Kakaku Kepadaku
Part 80


__ADS_3

1 tahun kemudian


Sudah satu tahun lamanya Quenna melewati hari-harinya dengan penuh kegelapan. Wajah wanita itu selalu suram tak menunjukkan kebahagiaan sama sekalipun selama 1 tahun ini.


Tubuhnya semakin kurus dan ia sering menolak makanan yang disediakan untuknya. Sering kali Quenna jatuh sakit karena kekurangan gizi.


Rigel yang mengurus Quenna pun sampai lelah karena bingung apa sebenarnya keinginan wanita itu. Quenna bagaikan manusia bisu yang tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Ia bahkan berbicara dalam sehari dapat dihitung jari.


Yang dapat membuatnya bahagia dan mengeluarkan suara adalah teriakan anaknya, Carol. Anak itulah satu-satunya yang menjadi alasan Quenna bertahan dalam kondisinya selama ini, mungkin jika tidak sudah lama ia mengakhiri hidupnya.


Setelah tersadar dari komanya yang cukup lama, orang yang pertama kali dicari oleh Quenna adalah Viktor. Ia kalang kabut memanggil-manggil nama Viktor berharap pria itu menemuinya di kala itu, tapi sayang malah ia mendapatkan sebuah kenyataan yang tak pernah Quenna inginkan.


Namun alih-alih menemui Viktor ia malah mendapatkan suatu fakta yang sangat mengejutkan Quenna. Ia baru tahu bahwa dirinya diculik dari Amerika ke Korea Selatan.


Parahnya lagi orang yang melakukan itu adalah Rigel. Pria yang dulu dapat menarik simpatinya namun pemikiran itu ia buang jauh-jauh dan enggan mengingatnya lagi.


Hatinya sudah terlampau jauh membenci laki-laki tersebut. Rigel adalah pria yang tak memiliki hati bahkan Quenna sampai tak mengenali lagi siapa sosok Rigel yang sekarang.


Pria itu benar-benar berbeda 180 derajat dari Rigel yang dulu dikenal oleh Quenna. Rigel yang Quenna kenal sekarang adalah Rigel yang pemaksa dan suka mengancam dirinya tidak jauh berbeda dengan Viktor yang dahulu.


"Penilaian ku selalu salah," gumam hati Quenna dari lubuk terdalam.


Beberapa bulan lagi malah pria itu akan melakukan pernikahan dengannya. Demi Tuhan, Quenna tidak pernah ingin menikah dengan pria itu. Ia hanya menginginkan Viktor lah yang menjadi suaminya.


Entah kapan harapan itu terwujud tapi yang Quenna ingat ia adalah tunangan seseorang yang tak lain adalah Viktor.


Ya benar, Viktor pernah melamarnya pada insiden kebakaran dulu. Hal itu cukup menantang dan sungguh Quenna merasa itu adalah sesuatu hal yang sangat romantis dan berbeda dari pasangan lainnya melamar pujaan hati mereka.


"Viktor," tangis Quenna diam-diam. Wanita itu tersenyum getir sambil menatap gedung-gedung tinggi dari balkon.


Quenna tidak tahu bagaimana kabar pria itu sekarang. Dia sangat ingin bertemu dengan Viktor dan memeluk tubuh pria itu dengan erat.


Quenna lebih cenderung diam dan sering menangis sendirian di dalam kamar. Carol yang seringkali melihat ibunya menangis diam-diam juga ikut merasakan sedih.

__ADS_1


Tidak hanya Quenna saja yang merindukan Viktor akan tetapi gadis mungil itu jauh lebih merindukan ayahnya.


Quenna melirik Carol yang tertidur nyaman di dalam pangkuannya. Ia tersenyum sembari mengusap surai indah yang dimiliki Carol. Semakin hari Carol semakin tubuh cantik.


Pertumbuhannya dipengaruhi oleh lingkungannya. Anak gadis itu malah jadi mirip orang Korea. Wajah baby face nya membuat siapa pun akan berdecak kagum dengan kecantikan anak ini.


"Sayang, ibu akan membawamu dari sini. Tapi.... Tapi ibu juga tidak tahu bagaimana caranya supaya kita bisa keluar dari sini." Ya lebih tepatnya kedua orang ini dikurung di dalam sangkar emas.


Seringkali Quenna melakukan aksi melarikan diri dengan kemampuannya, akan tetapi Rigel sudah dapat membaca gerak-geriknya dan meningkatkan kewaspadaan.


"Kau sudah makan?" Quenna sangat membenci suara bass milik laki-laki itu.


Sang pemilik suara berjalan semakin dekat padanya. Quenna menghela napas panjang dan sangat muak melihat wajah pria itu.


Ia tak menjawab sama sekali ucapan pria tersebut. Hatinya terlanjur jijik hingga membuatnya enggan dan merasa najis berada di dekat Rigel.


Ia bergidik mundur dan membuang wajahnya tak minat melihat Rigel. Tangannya di bawah sana mengepal dan satunya lagi mencengkram kuat baju Carol.


Anak itu mengedipkan matanya dan mengucek nya. Kemudian ia terbangun dan melihat Rigel ternyata ada di kamar ini.


Rigel terdiam di tempat dan melirik Quenna yang memang terlihat enggan berkomunikasi padanya. Rigel menyeringai, Quenna kali ini bisa selamat dari amarahnya karena ada Carol di sini.


Ia tak mungkin membentak Quenna di tempat ini hingga membuat anak itu nantinya sangat ketakutan dan ikut membencinya. Selama ini kemampuan akting Rigel semakin baik dan ia semakin bisa menarik hati Carol.


"Hm, baiklah."


Rigel mengangguk dan pergi dari kamar tersebut. Setelah kepergian Rigel, Quenna menangis sembari memeluk tubuh Carol dengan erat.


"Terimakasih sayang," ucapnya dan mengecup puncak kepala Carol berkali-kali.


"Kenapa kau sangat membenci Paman?"


"Tidak ada. Suatu hari kau akan mengerti."

__ADS_1


____________


Di benua lain seorang pria tengah berkutat di meja kerjanya. Beberapa bulan belakangan ini waktunya dihabiskan untuk berhadapan dengan komputer.


Pria itu melirik gelang jam yang ada di pergelangan tangannya. Ia menarik napas dalam karena ia sudah menghabiskan waktunya hingga larut malam untuk bekerja.


"Tuan!" Prima masuk dan memberikan kopi kepada Viktor yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya.


"Sangat melelahkan sekali, aku baru saja sembuh harus bekerja lagi," ujar Viktor dan tersenyum tipis.


Ia mengambil minuman yang dibawa Prima tadi dan menghabiskan cairan hitam itu hanya dengan beberapa kali tegukan.


"Tuan Anda tampak sangat kelelahan, jika Anda berkenan saya siap menggantikan Anda," tawar Prima yang tak sampai hati melihat panutannya tersebut menghabiskan waktu untuk bekerja sampai larut.


Viktor menggeleng dan menatap tajam Prima. Meski ia sangat lelah ia tak ingin pekerjannya ini dilimpahkan kepada asistennya.


"Aku bukan anak kecil yang akan menangis. Lagipula pekerjaan ku semuanya sudah selesai."


Prima menatap penuh arti sang majikan yang sedang membereskan meja kerjanya dan menyusun berkas. Semenjak kejadian itu Viktor mengalami amnesia karena kerusakan saraf otak.


Dokter mengatakan ingatannya bisa saja kembali tetapi butuh perobatan rutin setiap minggunya. Saat ia bangun dahulu pria itu benar-benar tidak mengetahui apapun.


Bahkan ia keheranan benda-benda apa saja yang mengelilinginya. Selain itu ia sempat kehilangan keahliannya dalam bermain komputer.


Viktor harus memulainya dari awal kembali. Berkat kecerdasan pria itu ia tak membutuhkan waktu lama mempelajari semuanya. Hanya satu yang tidak diingatkan oleh Prima, yaitu Quenna.


Dia sengaja tidak menceritakan wanita itu. Sebab Prima tidak ingin Viktor mengingat perempuan tersebut dan malah bersedih hati kembali. Akan tetapi secara diam-diam Ia tetap menyelidiki di mana keberadaan Quenna sekarang.


Jika ia sudah menemukannya maka ia baru akan menceritakannya kepada Viktor. Celine juga sepakat untuk tidak menceritakan Quenna kepada Viktor.


Tapi, ternyata Viktor sangat sering memimpikan seorang wanita yang terlihat buram di dalam mimpinya. Ia tak bisa melihat dengan jelas siapakah wanita itu dan kenapa sering berada di dalam mimpinya.


__________

__ADS_1


TBC


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


__ADS_2