
Jangan lupa berikan dukungan dengan cara Like dan komen yah. Harap kerjasamanya jika ada Typo komen yah.
____________
6 Tahun Kemudian
Jam berdentang mengikuti waktu yang terus berjalan. Keributan saling bersahutan dari suara ricuh manusia yang sedang mencari kenikmatan. Tempat ini menjadi sumber surga dunia, semua kepuasan berada di sini.
Banyak orang rela menghabiskan waktu dan uang demi memasukinya. Tidak ada kata sia-sia bagi mereka yang terus datang kemari bak kecanduan.
Suara ******* dan musik menyatu dalam kegelapan. Lampu-lampu indah menyorot ke tengah-tengah manusia. Viktor menatap kepada manusia yang tengah berjoget ria dengan pakaian terbuka mereka.
Sambil menghisap cerutu ia duduk sembari menikmatinya. Keindahan kota New York terkenal karena tersimpan banyak wanita cantiknya di situ.
Semenjak Quenna menghilang lagi sifatnya yang play boy kambuh kembali. Kini lebih parah dari sebelumnya. Seperti saat ini pria itu dikelilingi oleh perempuan tak berbusana.
Mereka bergemul memainkan tubuh Viktor dengan suka rela. Pria itu mendesis ketika mereka menyentuh tubuhnya dengan sensual.
Tapi kali ini ada sedikit positifnya karena Viktor tidak ingin berhubungan badan. Ia tak ingin mereka menikmati hal yang hanya milik Quenna.
Meskipun bak hilang ditelan bumi, Viktor tidak pernah berhenti mencari keberadaan sang adik. Rasa rindu menyelip di antara relung hati.
Pikirannya mumet dan terus terbayang akan wajah imut adiknya yang tengah memohon kepada dirinya.
Viktor memukul kursi tempat duduknya dengan kencangĀ kemudian mendorong wanita-wanita itu ke samping hingga mereka tersungkur di lantai.
"Akhh!! Anda kasar sekali Tuan," ujar salah satu dari antara mereka dengan nada dibuat-buat.
Kehadiran wanita malam di sini malah menambah beban pikirannya. Ia mengeluarkan senjatanya dan ingin menembak mati mereka, namun tiba-tiba seseorang datang dan menahan senjatanya.
"Ini adalah kesekian kalinya kau ingin membunuh pekerja ku! Lebih baik kau pulang ke Washington DC atau jangan kek Club ku!" marah Darrel sembari memutar matanya malas.
Ia menurunkan senjata api Viktor dan menatap pria itu dengan dingin. Viktor berdecak malas karena niatnya dihalangi oleh pria ini.
"Kau ingin menjadi korban selanjutnya?" tanya Viktor dengan penuh penekanan yang artinya ini adalah sebuah ancaman.
Darrel tertawa dan menghela napas panjang. Ia berusaha menghindari tatapan intimidasi dari klien berharganya.
"Aku tahu kau adalah permata ku, dan sumber uang ku, tapi ku mohon kau tidak membunuhnya lagi!"
"Aku bisa membayar mereka, aku tidak kekurangan uang," timpal Viktor tak mau kalah dari Darrel.
"Ya aku tahu!!"
Viktor menatap malas Darrel dan melemparkan ratusan lembar Dollar Amerika ke tubuh pria tersebut. Lalu, Viktor pergi meninggalkan club tersebut.
Pikirannya kacau karena selalu dihantui oleh Quenna. Ia sangat merindukan wanita itu, entah ada di mana Quenna sekarang, yang pasti dia ingin segera menemukannya.
__ADS_1
Viktor membuka mobilnya dengan kencang dan menutup pintunya dengan membanting sehingga Prima yang tengah menunggu di dalam terkejut melihat bosnya yang masuk dengan kondisi penuh amarah.
Pria itu juga mabuk dan beberapa kali meracau sambil menyebut-nyebut nama Quenna. Meskipun begitu, Viktor masih sedikit sadar dan waras.
"Apakah kau sudah menemukannya dan mengetahui keberadaannya?"
"Maaf Tuan hasilnya masih sama. Tidak ada orang yang menemukan Nona Quenna. Bahkan seluruh penerbangan di Tokyo tahun itu sama sekali tidak ada tercatat nama Quenna. "
Viktor mengangguk paham. Ia menundukkan kepalanya dengan sedih. Ini adalah tahun keenam kepergian Quenna, ia sangat merindukan wanita tersebut.
"Menurut mu apakah ini adalah konspirasi dari Rigel? Apakah pria itu sengaja menyembunyikan Quenna dan berpura-pura tak tahu keberadaan Quenna?" Viktor berusaha untuk berpikir, "tetap lakukan penyelidikan terhadap Rigel. Kita tidak bisa percaya kepada mereka begitu saja."
"Baik Tuan!"
Viktor menghela napas panjang dan memberi isyarat mata agar Prima membawanya pulang ke rumah.
_______________
Sinar laser mengarah pada salah satu artis yang sedang berbicara di depan penggemarnya. Mereka bersorak sorai mendengar beberapa kalimat yang disampaikan dari idola mereka.
Salah satu artis China sedang ke Inggris menggelar konser di sana. Para fans berteriak kegirangan ketika sang idola menyapa mereka.
Stadion bola yang digunakan dalam konser ini penuh dengan lautan manusia. Tapi tidak ada satupun sadar dengan sinar laser yang mengarah ke idola yang mereka puja-puja.
Senyum miring tercetak di wajah seseorang yang siap menarik pelatuk senapannya itu. Ia memfokuskan kepada target lalu menariknya hingga peluru dalam hitungan detik menembus dada artis tersebut.
Kehebohan pun terjadi dalam sekejap. Mereka menatap sang idola yang sudah meregang nyawa dalam satu tembakan.
Ia menyandang senapan yang baru saja ia gunakan untuk membunuh targetnya.
Orang itu turun dari atas atap dengan enteng. Tak ada sisi tv yang menangkap pergerakannya karena semua telah ia rusak.
Bukti telah dibereskan dan diarahkan kepada salah satu pembuat acara. Nanti polisi akan menangkap orang tersebut dan ia akan terlepas dari kasus tersebut.
Ia menuju parkir dan masuk ke dalam mobil, di sana seseorang telah menunggu.
"Charlotte aksi mu tadi sangat bagus, kau telah menyelesaikan misi kali ini!" puji orang tersebut dan tersenyum bangga.
Charlotte tersenyum miring mengingat caranya menjalankan aksi tadi. Ia merupakan orang cerdas sangat mudah untuk menyetting sesuatu.
"Aku sudah bosan mendengarnya. Tentu jika aku yang melakukannya semua akan beres," sombong wanita tersebut dan penuh akan percaya diri.
"Tuan akan bangga dengan pencapaian mu!"
Charlotte berdecak dan merebut tempat supir. Ia menjalankan mobil tersebut dalam sekali lintasan.
Mereka pun pergi ke markas atau tempat utama organisasi pembunuh bayaran tersebut untuk menemui tuan mereka dan meminta imbalan.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama mereka sampai setelah mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi. Tentunya tidak ada yang sadar dengan mobil mereka yang ternyata menumpangi pembunuh kelas atas dan keahliannya terkenal di dalam dunia gelap.
Orang itu masuk ke dalam markas dan membuka kacamata dan penutup wajahnya. Setelah itu ia juga membuka sarung tangannya dan melempar ke atas meja.
"Seperti biasa kau tidak pernah mengecewakan ku!" bangga sang tuan kepada anak buahnya.
Wanita itu tersenyum tipis dan berdecak bangga akan diri sendiri. Ia menadahkan tangan seolah sedang meminta sesuatu.
Sang tuan yang sudah paham dengan maksud sang perempuan pun mengeluarkan tumpukan uang dan memberikannya kepada orang tersebut.
Ia membuka amplop itu dan menghitung uangnya. Ia mengangguk puas kemudian pergi dari tempat tersebut.
"Terimakasih!"
Sang tuan berdahem sebagai bentuk respon. Ia menatap punggung orang itu dengan tatapan penuh arti.
"Quenna!"
Wanita itu yang sudah lumayan jauh membalikkan punggungnya. Ia menatap sang tuan dan mengangkat satu alisnya.
"Besok kau akan melakukan misi lagi. Terget klien kita kali ini lumayan sulit dan berbahaya."
Quenna merasa tertarik dengan ucapan sang tuan. Ia berjalan mendekat dan tersenyum meremehkan.
"Tidak ada yang sulit bagi ku, paling hanya menantang!"
Quenna pun pergi dari tempat itu. Sang tuan tersenyum miring dengan ucapan Quenna.
Perempuan tersebut telah masuk ke dunia gelap dan tersesat di dalam sana. Ketika di tengah keterpurukannya ia akhirnya menemui orang yang memberikan kartu nama kepadanya.
Ia menanyakan pekerjaan apa yang akan ia lakukan untuk memperoleh gaji besar yang ditawarkan orang itu. Awalnya Quenna sangat terkejut dan tak menerimanya. Tapi dengan kondisinya yang lemah dan tak tahu apa-apa terpaksa harus menerimanya.
Ia diberikan uang jaminan untuk kehamilannya. Sebelum melakukan misi pertama, Quenna harus belajar keras menembak. Awal ia sangat ketakutan kala akan menjalankan misi pertamanya.
Ia sampai trauma berbulan-bulan. Namun, seiring waktu berjalan, Quenna sudah mulai berani dan melakukannya dengan baik hingga menjadi penembak jarak jauh terbaik.
Namanya tak asing lagi bagi mereka yang mengenal dunia gelap. Hanya saja Quenna terkenal dengan nama samaran miliknya, Charlotte.
Selain bersama bosnya orang mengenal Quenna dengan nama Charlotte. Tidak ada Quenna si lemah dan baik hati, yang ada hanya Charlotte si lady Killer.
Ketika ia memasuki dunia hitam oleh bosnya ia harus menyembunyikan identitas aslinya dan menggunakan identitas baru.
Awal pekerjaan yang terpaksa karena harus membiayai anaknya dan berakhir dengan pekerjaan yang menyenangkan.
__________
Tbc
__ADS_1
Hay teman aku punya rekomendasi baru nih buat kalian. Dijamin bagus ceritanya, kalian bisa masukin ke favorit ya.