Obsesi Kakaku Kepadaku

Obsesi Kakaku Kepadaku
Part 65


__ADS_3

Quenna menyantap bubur yang diberikan Viktor padanya. Wanita itu melahapnya dengan wajah lesu akibat rasa sakit yang terus menggerogoti ketahanan tubuh wanita tersebut.


Viktor merawat Quenna dengan baik. Juga pria itu memutuskan untuk menyewa hotel di kota ini yang tak jauh dari rumah sakit. Setelah mendapatkan berita kehamilan Viktor ia begitu taleten memperhatikan pola makan perempatan itu dan juga menjaga kesehatannya dengan baik.


Sementara untuk Quenna ia belum mengetahui ada makhluk hidup yang bersemayam di dalam rahimnya. Wanita itu juga tidak mempertanyakan apa penyebab yang membuat ia akhir-akhir ini merasa daya tahan tubuhnya menurun.


Karena wanita itu beranggapan jika ada penyakit yang begitu berbahaya menyerangnya, alangkah lebih baik tidak tahu, bukan? Dari pada tahu tapi dapat mengganggu pisikologisnya


"Aku sudah kenyang," ujar Quenna dan mendorong sendok yang hendak masuk ke dalam mulutnya itu.


Viktor menarik tangannya dan meletakkan sendok itu ke dalam mangkuk. Ia pun menaruh mangkuk tersebut ke atas meja. Laki-laki tersebut tersenyum lebar dan menarik selimut sebatas dada Quenna.


"Tidurlah, kau tidak boleh lelah." Quenna menggeleng kepala dengan lemah. Ia menatap sang kakak dengan sedih yang mendalam.


Perempuan itu menggenggam kedua telapak tangan sang kakak dengan lirih. Sedikit lebih nyaman dari sebelumnya. Ia juga sangat bersyukur ada Viktor di sampingnya yang selalu setia merawat dia dengan baik. Memang Quenna tidak salah menjatuhkan hati kepada pria tersebut.


"Aku tidak mengerti dengan tubuh ku akhir-akhir ini. Tampaknya aku memiliki penyakit tidak biasanya. Sebab hal semacam ini jarang terjadi pada ku."


Viktor tersenyum dalam hati. Rupanya Quenna belum sadar juga dengan kondisi tubuhnya. Padahal wanita tersebut sebelumnya pernah hamil juga, hamil Carol.

__ADS_1


Laki-laki itu menepuk sayang punggung wanita tersebut. Ia memilah pikirannya yang ingin memberitahu.


"Coba kau ingat lagi apakah sebelumnya mengalami hal pernah seperti ini?" tanya Viktor memberikan signyal agar Quenna mengingat-ingat lagi masa kehamilannya.


Quenna terdiam sembari pikiran perempuan itu yang melayang mencaritahu kenyataan yang dapat memberikan jawaban. Raut wajahnya seketika berubah padam.


Ia menatap wajah Viktor dengan syok. Ia bangkit dan mundur ke belakang. Lalu menyentuh wajah dan juga kepalanya seakan tengah frustasi.


"Tidak, tidak mungkin," pekik Quenna yang menyadari ada kejanggalan. Ia melirik Viktor dan meneguk ludahnya dengan kasar.


Wanita itu kalut dalam masalahnya. Itu tidak mungkin namun bisa saja mungkin. Perempuan itu sangat berharap apa yang ia pikirkan bukanlah sebuah kebenaran tapi hanya dari rasa ketakutan.


Quenna menunduk dan menyentuh perutnya. Wanita itu mengingat kembali kapan terakhir ia mendapatkan tamu bulanan. Baru sadar sudah hampir dua bulan ia tak mendapatkan tamu istimewa tersebut.


Perempuan itu menarik napas dalam dan menyentuh kepalanya. Ini benar-benar sukar untuk dicerna.


"Aku hamil?" beo Quenna seakan tidak percaya dengan kenyataan itu.


Terasa masih bermimpi pantas saja sikap Viktor akhir-akhir ini sangat berbeda. Ia menggigit bibirnya dengan lirih.

__ADS_1


Viktor memeluk tubuh ringkih Quenna. Ia mengecup perut wanita itu dan mengusapnya. Di dalam sana terdapat anak mereka yang sedang menyempurnakan diri.


"Aku sangat bahagia dengan kehadirannya. Kenapa kau tampak frustasi? Apakah kau tidak menerimanya?"


"Bukan... Bukan itu, ta-tapi aku belum siap saja. Carol belum benar-benar besar, apakah aku sanggup mengurusnya."


Viktor mengernyitkan dahi. Ia menenangkan wanita tersebut. Padahal bagi Viktor Carol sudah termasuk besar.


"Carol sudah besar sudah cocok untuk mempunyai adik. Apalagi anak itu sangat ingin mendapatkan seorang adik," ujar Viktor seraya memamerkan senyuman khas milik pria tersebut.


"Apa? Jadi Calol mau punya adek, Daddy? Daddy ini benar, kan? Ye hole!!!" Carol heboh sendiri. Anak itu entah kapan sudah berdiri di dalam kamar ini.


Tiba-tiba muncul begitu saja bak setan. Quenna melirik Viktor yang juga sama tengah memandang dirinya. Tidak menyangka dengan respon Carol.


__________


Tbc


Jangan lupa like dan komen

__ADS_1


__ADS_2