Obsesi Kakaku Kepadaku

Obsesi Kakaku Kepadaku
Part 36


__ADS_3

Jangan lupa berikan dukungan dengan cara Like dan komen☺️🤗


______________


"****...." Rigel menendang tiang di sampingnya. Wajahnya memerah karena amarah, tangannya terkepal kuat dan geretakan di giginya sudah ditebak jika pria itu saat ini diliputi emosi. "Bangs.at;!!!!Bisa-bisanya aku kecolongan. Viktor sial.an!!! Akan ku bunuh kau, Viktor!!!" geram Rigel seraya menyibak jasnya.


Hal yang membuat Rigel seperti ini adalah ternyata ia dipermainkan dan dijebak Viktor. Dari siang hingga malam ia menunggu di alun-alun kota sambil mempersiapkan penyergapan, nyatanya tiada satupun yang datang ke tempat yang dituju.


Awalnya ia tak menyadari, namun semakin lama Rigel semakin curiga jika ia hanya termasuk dalam bagian permainan Viktor. Pria itu memiliki nyali besar, berkat kemampuannya serta kecerdikannya Rigel saja sampai dibuat kesal.


"Kenapa kalian tidak becus, hah?!" marah Rigel seraya menampar wajah anak buahnya satu-satu tanpa pengampunan.


Ia melakukannya dengan tenaga penuh hingga sampai ada di antara mereka yang memuntahkan darah.


Mata Rigel membara dan tangannya mengencang. Ia pun meninggalkan alun-alun kota bersama anak buahnya dengan perasaan dongkol.


"Tidak becus!!"


"Maafkan saya Tuan, saya akan menebusnya!!"


"Tidak berguna," ujar Rigel di telinga asistennya itu.


Rigel menendang tungkai asistennya hingga harus tersungkur di tanah. Ia memejamkan matanya dan berusaha untuk bersabar. Rigel masuk ke dalam mobilnya dan menuju arah pulang dengan terburu-buru.


Jika Quenna tidak ada di sini berarti Viktor telah mengambil Quenna. Rigel tidak akan membiarkan rencana Viktor berhasil. Ia akan mengepung pria itu lalu membunuhnya.


"Jika perlu aku akan membunuh mu di depan Quenna biar dia bahagia melihat kematian mu!!"


Rigel memukul stir sangat kencang. Ia berdecak dengan hati sangat gelisah. Ia ketakutan jika Quenna tidak ada di sisinya lagi. Hanya wanita itu yang mengerti dirinya dan berbeda dengan wanita lain.


Keistimewaan ada berada dalam diri Quenna. Perempuan tersebut menjadi hal yang sangat sempurna di mata Rigel.


___________


Viktor menerima laporan dari Prima jika Rigel benar-benar masih ada di kota Tokyo. Ia tak pergi ke California dan memalsukan kepergiannya ke tempat itu, laki-laki tersebut memang hebat.


Viktor berpikir jika Rigel dapat menebak apa yang dipikirkannya hingga ia tak datang ke California dan diam-diam menyiapkan pasukan untuk menentang dirinya.

__ADS_1


"Permainan mu cukup menarik Rigel."


Hampir saja Viktor masuk ke dalam perangkap Rigel. Untung ada sebuah keberuntungan dari langit yang berpihak kepadanya sekarang.


Tapi, jika begitu berarti Quenna ada di alun-alun kota sedang menunggunya. Kenapa Viktor sampai tidak berpikir sejauh itu?


Ia sangat ceroboh membiarkan Quenna menunggunya di sana. Namun sepertinya Rigel akan menemukan Quenna dan menjaganya buat apa ia pusing?


Jika tidak karena pesan itu Viktor tidak akan tahu jika Rigel masih ada di sini dan merencanakan penjebakan.


Tapi, siapakah yang mengirimkan SMS tersebut? Kenapa bisa mengetahui hal itu dan bersisi keras melarang dirinya untuk pergi ke alun-alun kota.


Viktor rasa ada sesuatu yang tidak beres dan tak diketahuinya. Pria itu langsung berdiri dari tempatnya dan mengambil senjatanya dengan tergesa-gesa.


Ia tidak sedang peduli siapa pengirim SMS tersebut, tapi Viktor sedang bertekad ingin menyerang Rigel malam ini juga, ia sudah terlampau geram.


"Prima!!! Perintahkan malam ini kita akan melakukan penyerangan ke rumah Rigel!! Aku sudah muak dengan pria sial.an tersebut!!"


"Baik Tuan!" patuh Prima dan segera melakukan perintah.


"Rigel!" beo Viktor sambil memuat pikiran bahwa Rigel akan mati di bawah tangannya.


_________


Di tengah heningnya malam begitu banyak mobil berwarna hitam terparkir tidak jauh dari rumah megah di seberang sana. Viktor mengambil ancang-ancang dan mengatur strategi.


Tidak mudah menerobos masuk ke dalam situ. Penjagaan tentunya sangat ketat. Ia harus memiliki seribu cara dan menyeleksinya. Ia tidak boleh salah langkah sedikitpun jika salah maka semuanya akan sia-sia.


"Masih tidak ada kabar dari mata-mata?" tanya Viktor sambil meneropong mansion di depannya. "Kenapa lama sekali? Apakah telah mati dibunuh?" gumam Viktor dengan resah.


"LAPOR TUAN!!" ujar salah satu bawahannya yang menjadi mata-mata.


Wajahnya yang sangat panik membuat Viktor makin penasaran dengan berita yang akan dibawanya. Terlihat berita itu juga bukan kabar bagus.


"Ada apa?"


Orang tersebut berlutut di bawah Viktor sambil memohon pengampunan kepada dirinya.

__ADS_1


"Nona muda menghilang dan Rigel juga sama paniknya, ia mengira jika Quenna diculik oleh Anda."


Mata Viktor membulat. Ia mengarahkan tatapannya pada Prima. Seketika hatinya menjadi cemas dan sangat gelisah mendengar kabar itu.


"Bagaimana menurutmu Prima? Apakah kita akan melakukan penyerangan sekarang?"


Duarrr


Belum sempat Prima memberikan jawabannya tiba-tiba rumah itu sudah diledakkan bagian bawahnya. Viktor berserta anak buahnya langsung turun ke lantai bawah yang sudah hancur.


Mata Viktor mengedar mencari bom lainnya yang akan diledakkan. Ia mengarahkan anak buahnya menuju ke tempat yang lebih aman.


"Rigel sial.an!! Bisa-bisanya ia menyerang rumah ku!!"


"VIKTOR!!" teriak Rigel menggelegar dan menggeledah rumah ini.


Viktor memutar bola matanya malas. Ia pun memutuskan untuk keluar dari persembunyiannya dan menemui Rigel.


"Ada apa kau memanggilku dan meledakkan rumah ku?"


"Omong kosong macam apa ini?!! Cepat katakan kau kan yang menculik Quenna?!!"


Benar berita yang dibawa anak buahnya. Wajah Rigel memang tidak terlihat sedang membohongi seseorang, itu artinya ada hal lain yang menjadi maslaah.


"Jika benar aku yang menculiknya kau mau apa?" tantang Viktor.


"Baji.ngan!! Aku akan merebut Quenna kembali!!"


Di dalam pikiran Viktor begitu banyak pertanyaan. Ia tak tahu kemana Quenna hilangnya. Ada yang tidak beres.


__________


Tbc


Hay teman aku punya rekomendasi baru nih buat kalian. Dijamin bagus ceritanya, kalian bisa masukin ke favorit ya.


__ADS_1


__ADS_2