Obsesi Kakaku Kepadaku

Obsesi Kakaku Kepadaku
Part 84


__ADS_3

Wajahnya tampak sangat datar seolah-olah tidak terjadi sesuatu. Namun berbeda dengan hatinya yang terus merasa resah tak tenang. Viktor tak bisa berhenti memikirkan wanita itu.


Otaknya selalu saja dibayang-bayangi oleh wanita yang ada di mimpinya setiap kali ia ingin melakukan kegiatan apa pun itu.


Entah siapa wanita tersebut sehingga membuatnya seterobsesi ini dan membuatnya benar-benar merasa sangat gila memikirkannya yang masih menjadi keraguan Viktor, apakah wanita itu memang ada di kehidupan nyata. Itulah yang terus menjadi pikiran Viktor. Entah kenapa ada naluri hatinya yang lain mengatakan jika wanita itu adalah manusia nyata.


"Apa yang sedang aku pikirkan, akhir-akhir ini aku sering memikirkannya. Otak ku memang sangat tidak sehat," keluh Victor yang resah terhadap diri sendiri.


Bahkan pria itu menjadikan otaknya adalah musuh. Ia sangat membenci kenyataan bahwa ia telah jatuh cinta pada wanita yang hanya merupakan bayangan bahkan tidak bisa digapai.


Sangat berharap ia bisa membuka hati kepada seorang wanita dan menikahinya, namun alih-alih akan menikahi menyentuhnya saja Viktor tidak bisa.


Viktor rasanya ingin gila saja. Ia terus memikirkan wanita tersebut dengan lengkungan senyum yang tak pernah luntur di bibirnya.


Bahkan karyawannya yang dulu merasa Viktor adalah atasan yang sangat mengerikan seketika pandangan mereka berubah dalam sekejap saat melihat bos mereka yang selalu murah senyum.


Setiap melintasi para karyawannya Viktor selalu melemparkan senyum kepada mereka membuat bawahannya itu salah tingkah sendiri dan bahkan ada yang sampai jatuh cinta.


Efek senyuman dari Viktor benar-benar sangat keterlaluan. Bahkan sampai ada karyawan yang sangat terobsesi padanya dan mengatakan cinta secara terang-terangan. Namanya Viktor, pria yang sudah terlanjur jatuh cinta pada sosok wanita di dalam mimpinya itu jelas menolak mentah-mentah keinginan bawahannya tersebut yang tak memiliki sopan santun.


Tak hanya itu Vktor juga memecat karyawan tersebut akan menjadi peringatan kepada bawahannya yang lain. Memang mereka ada yang sangat ketakutan tapi tak menutup kemungkinan juga ada yang tetap kekeh mengatakan cinta padanya.

__ADS_1


"Akhh mereka tidak tahu jika aku sudah sangat mencintai wanita yang ada di dalam mimpi ku," ujar Viktor sambil tersenyum miring.


Pria itu menghela napas beberapa kali, lalu kemudian meraih secangkir kopi di atas mejanya dan menyeruputnya hingga tandas.


Laki-laki tersebut pun dapat bernapas dengan lega setelah usai meminum kopi tersebut dan pikirannya pun lumayan kembali waras.


Viktor beranjak dari ruang kerjanya dan mencari Prima ke segala tempat. Ia ingin bertanya kepada pria itu mengenai pencarian wanita yang ada di dalam foto tersebut yang beberapa hari lalu Vikkor meminta Prima menyelidikinya.


Viclktor berharap laki-laki tersebut sudah menemukan informasi yang sesuai dengan diinginkannya. Tak membutuhkan waktu lama Viktor pun bisa menemukan prima yang ternyata sedang berolahraga di dalam ruangan gym.


Wanita itu tersenyum miring kemudian berjalan mendekati Prima dan menepuk punggung pria itu beberapa kali.


Prima yang terkejut lantas menatap Viktor dan bernapas lega. Ia kira siapa tadi yang menepuk punggungnya takut saja jika musuhkan tiba-tiba yang masuk ke dalam ruang gym.


Viktor tersenyum salut dengan kepribadian Prima yang menurutnya memang sangat luar biasa. Anak itu sangat rapi dan disiplin dalam segala hal.


"Prima."


"Ya Tuan," jawab Prima menunggu perintah apa yang diinginkan atasannya itu.


Viktor menarik napas dan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Wajahnya yang sangat putih membuat cetakan merah di wajah Viktor terlihat jelas.

__ADS_1


"Apakah kau sudah mendapatkan informasi mengenai wanita itu? Aku harap kau sudah mendapatkannya." Dari raut wajah Viktor saja terlihat jelas bahwa pria itu menari harapan yang sangat besar.


Prima menjadi sangat tidak tega harus berbohong kepada atasannya itu. Namun inilah yang menjadi hal terbaik untuk Viktor. Prima tak ingin jika Vik6 harus kesakitan menerima fakta bahwa kekasihnya dibawa pergi ke hutan tidak tahu ke mana pria itu membawanya.


"Kenapa wajah mu seperti itu? Kau belum mencari tahunya," suara Viktor yang semula marah berubah datar dan sangat kecewa.


Prima sontak menyangkal tebakan Viktor. Iya berdalih bahwa ia tak bisa mencari tahu tentang wanita itu karena tidak melihat wajahnya.


Kesulitan yang dialami oleh Prima memang masuk akal. Akan tetapi menjadi sangat tidak masuk akal ku jika Prima tidak dapat menyelidikinya sementara ia dipercaya duduk di atas kursi ini


"Maafkan saya Tuan, saya sungguh tidak bisa menemukan identitasnya


Wajah Viktor menatap datar Prima. Laki-laki di depannya ini seolah telah menyimpan sesuatu darinya. Meskipun bersifat pribadi akan tetapi Viktor sangat ingin mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.


"Kau sungguh tak mengenalinya, ya?"


"Hufttt aku harap dapat bertemu dengannya secara langsung dan mengatakan dengan jelas.


'Tidak tahu.*


____________

__ADS_1


tbc


JANGAN LUPA LIKE DAN KOMEN


__ADS_2