Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Tentang Adam part 20


__ADS_3

T I D A A A A K!!!" Teriak Adam lebay.


"Kakak kenapa sih?" Tanya Karen.


"Sini dulu ponselnya, ada email yang mau aku lihat." Bohong Adam memberi alasan.


"Gak!! Kan bisa buka email dari laptop." Tolak Karen sambil memeluk ponsel suaminya erat-erat.


"Iya tapi ini tuh..." belum selesai Adam bicara, Karen sudah memotong kata-kata Adam.


"Kenapa? Kakak nyembunyiin sesuatu yah di ponsel kakak?" Tanya Karen menyelidik.


"Ng-gak ada kok." Jawab Adam gelagapan sambil menggelengkan kepalanya.


Jelas saja tingkah Adam itu tak membuat Karen percaya. Naluri detektif seorang wanita pun keluar dalam diri Karen. Hati-hati kalau wanita sudah berubah menjadi detektif, jangan kan kejadian dua atau tiga hari yang lalu, rahasia yang disimpan bertahun-tahun pun langsung terkuak. Misalnya saja, makan di restoran mana, dengan siapa, duduk di meja berapa, pake baju warna apa, pake sepatu merk apa bahkan pake sem•vak warna dan merk apa pun semua akan terkuak.


Karen pun keluar dari aplikasi belanja online yang baru ia download di ponsel Adam. Dan mulai membuka aplikasi wahatsapp.


Saat membuka aplikasi whatsapp, Adam masih aman, karena memang tidak sesuatu mencurigakan disana.


Setelah membuka aplikasi whatsapp, Karen pun beralih ke aplikasi panggilan dan pesan biasa. Hasilnya sama, Adam masih aman. Walau Karen sempat bertanya kenapa papa nya menelpon. Hanya itu saja.


Setelah itu, ini lah yang paling mendebarkan untuk Adam. Saat Karen mulai mengklik aplikasi galeri. Rasa-rasanya jantung Adam seperti mau copot.


"Gak ada apa-apa kan? Minta dulu ponselnya bentar." Ucap Adam mencegah Karen membuka galeri ponselnya.


"Diem dulu!! Aku belum selesai patroli!!" Tolak Karen tegas.


Adam menelan salivanya susah payah, keringat dingin pun mulai bercucuran mengaliri wajahnya. Pasrah dan berdoa lah Adam, hanya itu yang bisa kau lakukan sekarang.


Scroll sampe bawah..


Scroll sampe bawah..


Scroll sampe bawah..


Scroll.. Scroll.. Scroll.


Kira-kira begitu lah backsound yang mewakili situasi Adam saat ini.


Saat Karen membuka koleksi foto, semua masih baik-baik saja. Meski di dalam koleksi foto Adam, ada Karen yang sedang tidur dalam pose menganga lah, atau pose gaya tidur Karen yang seperti landak lah, atau ada juga foto yang hanya menampakkan lubang hidung Karen saja. Tapi itu tak membuat perdebatan yang berarti, malahan Karen ikut tertawa melihat foto-foto dirinya itu.


Tapi itu tak lama, karena setelah itu tubuh Adam kembali menegang. Ingat, tubuh Adam yang menegang bukan botol jin!!. Karena kini Karen membuka koleksi video di galeri ponsel Adam.

__ADS_1


"Video apa ini?" Lirih Karen. Karena penasaran, Karen pun mengklik video itu.


Tapi belum sempat terputar, Adam kembali berusaha merebut ponselnya dari tangan satpol pp nya itu.


"Iikh.. minggir gak tangannya!!" Bentak Karen sambil memukul tangan Adam.


"Jangan di buka video nya sayang. Itu tuh film orang primitif. Bintitan nanti mata kamu nonton film orang primitif." Mohon Adam dengan wajah memelas campur takut.


"Film orang primitif? Masa sih?!" Karen malah makin penasaran dan kembali mengklik tombol play pada layar ponsel Adam.


Adam menghela nafasnya lemas.


Sedangkan Karen yang tadinya sangat antusias, kini matanya membelalak saat menyadari maksud kata-kata suaminya yang mengatakan film orang primitif. Ternyata itu film orang bule sedang melakukan ritual pencucian botol jin yang mengguncang ranjang dan mengencokkan pinggang dan membuat lemas karena keenakan.


"Udah sini. Udah tau kan." Adam kembali ingin merampas ponselnya dari tangan Karen. Tapi lagi dan lagi, Karen langsung menepis tangan Adam, karena ia sedang asyik melihat otot kekar pria bule baik otot lengan, perut dan otot pisang tanduk sia abang bule.


"Ren, sini dong ponselnya. Aku gak suka yah kamu mgeliatin tubuh laki-laki lain selain aku." Dumel Adam.


"Ish.. kakak aja bisa ngeliatin tubuh perempuan lain selain aku, masa aku gak bisa sih!!" Balas Karen tak mau kalah.


"Kakak masih sering nonton beginian?" Tanya Karen tapi matanya masih fokus menatap layar ponsel.


"Semenjak nikah sama kamu udah gak lagi." Jawab Adam jujur.


"Gak tiap hari lah, paling dua hari sekali. Di jadiin pancingan aja. Kan aku udah gak mau make jasa kupu-kupu malam, makanya aku koleksi film begituan." Jawab Adam.


"Ya sudah sini, biar aku hapus." Ucap Adam.


"Eeh... jangan. Biar aja disini, aku juga mau nonton." Larang Karen.


Mata Adam membelalak mendengar larangan Karen.


"Gak!! Kamu gak boleh nonton film begituan, kamu tuh masih bocil."


"Enak aja bocil!! Bocil-bocil gini udah bisa produksi bocil nih!!" Balas Karen.


"Pokoknya jangan di hapus, biar aku bisa muasin kakak di ranjang. Kalau aku bisa muasin kakak diranjang, kan kakak gak bakalan jajan susu sama tempe di luar."


"Terserah kamu ajalah kalau gitu." Kata Adam pasrah sambil menghela nafasnya.


Adam pun berdiri dari tempat duduknya dan hendak berjalan kembali ke meja kerjanya, tapi Karen langsung menarik tangan Adam dan membuat Adam kembali terduduk di sofa.


"Jangan kemana-mana, kita nonton bareng." Ucap Karen.

__ADS_1


"Ngaco kamu, aku mau kerja." Tolak Adam.


"Pokoknya kita nonton bareng." Paksa Karen.


"Jangan yang aneh-aneh sayang, ini kantor. Kalau nanti aku horny karena nonton itu gimana?"


"Itu makanya aku gak mau nonton sendirian kak, aku gak mau nyut-nyutan sendirian. Kalau kita berdua sama-sama nyut-nyutan kan tinggal di praktekin langsung." Jawab Karen.


"Nih otak bini gue korslet kali yah. Bisa-bisa nya dia punya pikiran kayak gitu." Gumam Adam dalam hati.


Mau tak mau Adam tetap duduk di samping Karen.


Ough.. yes.. ough no..


Suara desauan yang keluar dari dalam ponsel Adam.


"Kecilin suaranya Ren." Pinta Adam.


"Gak enak lah kak kalau gak ada suaranya." Tolak Karen.


Adam memijat pangkal hidungnya kerena frustasi mendengar suara desauan yang keluar dari dalam ponselnya. Karena gara-gara suara itu sekarang celana Adam jadi menyempit.


Sama seperti Adam, Karen sekarang juga sudah gelisah karena mesin pencuci botol nya sudah cenat-cenut.


"Kak.." lirih Karen.


"Hemh.." jawab Adam.


Karen meletakkan ponsel Adam ke atas meja. Dan tanpa Adam duga Karen langsung duduk di pangkuannya dan melingkarkan lengannya di leher Adam.


"Ritual ngeluarin jin iprit yuk." Ajak Karen dengan tidak tau malunya.


"Ini kantor sayang." Jawab Adam mengingatkan Karen.


"Yang bilang ini kafe siapa? Ayo lah kak, cenat-cenut nih."


"Kamu gak lihat tuh ada cctv." Adam menunjuk cctv yang ada di ruangannya.


"Ya udah kita ke kamar mandi aja. Yuk." Karen pun berdiri dari atas pangkuan Adam lalu menarik tangan Adam menuju kamar mandi yang ada di ruangan Adam.


Ruang kerja Adam tidak seperti ruang kerja CEO-CEO seperti yang ada di novel-novel yang memiliki kamar tidur, melainkan hanya memiliki kamar mandi saja.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2