Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Tentang Adam part 26


__ADS_3

Keesokan harinya.


Pagi ini Adam lebih cepat berangkat bekerja dari hari biasanya, karena Adam berniat menambah pengamanan siluman untuk sang kakak, ia ingin pengamanan siluman yang terbaik untuk sang kakak jadi ia harus memilih sendiri orang-orang yang akan menjaga kakaknya.


Sebelum pergi, tak lupa Adam berpamitan kepada Karen dan anaknya yang masih ada di dalam perut.


Cup. Adam mengecup kening Karen.


"Aku pergi dulu yah sayang." Pamit Karen.


Cup. Sekarang gantian, Adam mengecup perut Karen.


"Papa pergi yah. Nanti pulang papa bawain bando hello kitty, oke." Ucap Adam di depan perut Karen.


"Iiikh.. kak, kok bando hello kitty sih. Kalau anak kita cowok gimana? Pasti anak kita manyun-manyun di dalam kamu beliin bando hello kitty." Omel Karen.


"Iya deh, nanti aku beliin mainan power rangers." Balas Adam.


"Ya udah aku pergi dulu yah." Pamit Adam lagi.


Karen menganggukkan kepalanya lalu melambaikan tangannya pada Adam.


Karen tak merasa aneh dengan kepergian suaminya yang lebih cepat dari biasanya, karena Adam mengatakan ada klien penting yang akan dia temui.


Adam pun menunggangi motor besarnya dan melajukan motornya ke kantor.


Kini Adam sudah berada di perusahaan penyedia jasa bodyguard milik papa mertuanya.


"Gimana, kamu udah siapin orang-orang yang akan jadi pengawal siluman untuk kakak saya?" Tanya Adam pada Togar, kepala pasukan jas hitam.


"Sudah Tuan. Tuan silahkan pilih yang mana-mana saja yang Tuan percaya." Jawab Togar.


Adam menganggukkan kepalanya. Adam dan Togar pun berjalan menuju ruang latihan para bodyguard.


Kyaaaat... Cyyaaaat... Bugh.. Gedebushhh. Begitulah suara yang menyambut kedatangan Adam di ruang latihan para pasukan berjas hitam.


"Ini semua pasukan siluman pilihan saya Tuan. Tapi kalau Tuan mau memilih sendiri, silahkan saja." Ucap Togar saat Adam berdiri di depan pintu ruang latihan.

__ADS_1


Adam memicingkan matanya sambil melipat tangan di depan dadanya untuk memilih yang mana-mana saja yang layak untuk jadi penjaga siluman kakaknya.


"Bagaimana Tuan? Apa sudah ada yang cocok ?" Tanya Togar.


"Saya suka semuanya. Bagaimana kalau setengah untuk menjaga rumah kakak saya dan setengahnya lagi untuk menjaga kalau kakak saya keluar dari rumah." Jawab Adam.


"Nanti saya akan carikan rumah yang berdekatan dengan rumah kakak saya untuk mereka tinggali." Kata Adam lagi.


"Terserah Tuan Adam saja kalau memang menurut Tuan itu yang terbaik." Balas Togar.


Setelah itu, Togar pun memanggil sepuluh orang yang sudah ia pilih untuk menjadi penjaga siluman untuk kakak bos nya.


Togar pun memperkenalkan kesepuluh pasukan berjas hitam pada Adam. Dan Adam pun memberitahu pada kesepuluh pasukan berjas hitam itu tentang tugas yang harus mereka lakukan.


Dan pekerjaan mereka pun di mulai hari ini, karena Adam tidak mau sampai-terjadi apa-apa dengan kakaknya yang sedang mengandung kalau sampai ia menunda sampai besok.


Adam pun menyuruh kesepuluh pasukan berjas hitam itu untuk bersiap-siap agar mereka langsung meluncur ke rumah Ayu dan Lucky.


Sambil menunggu pasukan berjas itu bersiap-siap, Adam memilih untuk ke ruang kerjanya untuk mengecek pekerjaannya terlebih dahulu.


✨✨✨


Para pasukan berjas yang sudah siap dari tadi dan sedang menunggu Adam menyelesaikan beberapa pekerjaan yang urgent, entah sudah berapa kali mulut mereka menguap, nampak mereka sudah mulai bosan menunggu Adam. Mungkin kesepuluh pasukan berjas hitam itu sudah ngedumel dalam hati mereka masing-masing. Kalau saja yang mereka tunggu bukan Adam, mungkin sudah dari tadi mereka membubarkan diri.


Saat gelombang kebosanan para pasukan berjas hitam sudah semakin tinggi, akhirnya yang di tunggu datang ke ruang tunggu.


"Maaf menunggu lama." Ucap Adam. Meski posisi Adam sebagai wakil Tuan Zidane, tapi kalau memang dia salah, dia harus meminta maaf dengan anak buahnya. Bukan kah atasan yang bijak adalah atasan yang mau mengakui kesalahannya?


"Tidak jadi masalah Tuan." Jawab salah satu pasukan berjas hitam yang mewakili kesembilan pasukan berjas hitam.


"Kalau begitu, ayo kita berangkat." Ucap Adam.


Adam pun berjalan terlebih dahulu keluar dari dalam ruang tunggu dan diikuti kesepuluh pasukan berjas hitam dari belakang.


Dengan menggunakan tiga mobil, mereka pergi ke rumah Ayu.


Sebelum Adam dan para pasukan berjas hitam meluncur ke rumah Ayu, Adam terlebih dulu menghubungi Lucky untuk menanyakan keberadaan kakak dan kakak iparnya itu. Dan ternyata, Lucky dan Ayu sedang tidak ada di rumah. Karena Lucky sedang dalam perjalanan ke rumah sakit sedangkan Ayu sedang dalam perjalanan ke rumah orangtua Lucky bersama Sonia.

__ADS_1


Bagi Adam itu adalah kesempatan yang bagus agar Adam bisa dengan mudah membriefing para pasukan berjas di depan rumah Ayu sekaligus memperkenalkan kesepuluh pasukan berjasnya pada satpam dan asisten rumah tangga Ayu agar bisa saling memberikan informasi.


Setelah kurang lebih setengah jam berkendara, akhirnya tiga mobil yang berisi Adam dan kesepuluh pasukan berjas hitamnya sampai di depan rumah Ayu.


Adam melihat ada satu mobil di halaman rumah Ayu.


"Katanya gak ada orang dirumah. Terus itu mobil siapa?" Lirih Adam bertanya-tanya dari dalam mobil.


"Kalian tunggu disini dulu. Kalau saya kasih kode, baru kalian turun." Perintah Adam pada pasukan berjas hitam yang berada satu mobil dengannya.


"Baik Tuan."


Adam pun keluar dari dalam mobil dan berjalan menuju pos satpam karena posisi pagar sedang terbuka lebar.


"Hai pak.." sapa Adam ramah dan hampir mendekati sok kenal-sok dekat.


"Eh.. bapak adiknya Bu Ayu kan yah? Yang kemaren dateng."


"Bapak inget saya ternyata." Balas Adam sambil menyengir.


"Mbak Ayu dirumah?" Tanya Adam pura-pura.


"Oh.. Bu Ayu. Iya itu baru balik, katanya ada yang ketinggalan."


"Saya masuk yah pak mau ketemu kakak saya dulu. Mumpung kakak ipar saya gak ada, saya mau minta uang jajan." Ucap Adam sambil menyengir.


"Iya pak, silahkan masuk." Jawab pak satpam.


Adam pun melangkahkan kakinya menuju pintu masuk ke rumah itu. Namun baru sampai di teras, ia merasakan ada hawa-hawa yang berbeda di rumah itu. Seketika feeling Adam langsung tidak enak.


Tak ingin masuk sendirian, Adam pun memberi kode pada para pasukan berjas untuk keluar dari dalam mobil.


Mendapat kode dari Adam, sontak kesepuluh pasukan berjas hitam didikan bang Togar itu pun turun dari dalam mobil dan berlari.


Pak satpam yang kaget pun hendak melarang kesepuluh pasukan berjas hitam itu, tapi Adam langsung memberi kode pada pak satpam untuk membiarkan kesepuluh pria berbadan tinggi tegap dan berwajah sangar itu masuk.


Mau tak mau si satpam pun menuruti perkataan Adam dan mengizinkan kesepuluh pasukan berjas hitam itu masuk.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2