
Karena tak mau sang mama tau kalau dirinya masih menjalin hubungan dengan Billy. Tapi tidak mungkin juga Lucky yang ke Singapore,karena nanti sang mama pasti tau tujuan Lucky datang ke Singapore.
Lucky pun berpikir sejenak. Tiba-tiba saja ia teringat akan jadwal seminar yang akan di adakan seminggu lagi.
"Kebetulan aku ada seminar di kota B satu minggu lagi. Bagaimana kalau kita bertemu disana? Nanti aku kabari lagi di hotel mana aku akan menginap." Jawab Lucky.
"Oh baiklah sayang,aku akan datang ke kota B. Aku sudah tidak sabar menunggu seminggu lagi."
"Sama sayang,aku juga sudah tidak sabar."
Layaknya orang normal yang sedang memadu kasih,begitu juga interaksi Lucky dengan Billy.
"Ya sudah,aku mandi dulu yah sayang. Kamu juga jaga kesehatan." Ucap Lucky sebelum mengakhiri panggilan telponnya.
Panggilan telpon pun berakhir seiring dengan keluarnya Ayu dari dalam kamar mandi.
Ayu keluar dari dalam kamar mandi sudah menggunakan pakaiannya. Ia berjalan canggung mendekati meja rias karena tatapan mata Lucky yang tak lepas memperhatikan langkahnya menuju meja rias. Entah kenapa Lucky menatapnya seperti itu.
Sorot mata Lucky yang tak lepas memperhatikan Ayu sejak Ayu keluar dari kamar mandi karena Lucky sedang menerka-nerka apakah Ayu mendengar pembicaraannya dengan Billy di telpon tadi.
Namun setelah lama Lucky perhatikan,sepertinya Ayu sama sekali tidak mendengar percakapannya dengan Billy tadi.
"Selamat pagi mas." Sapa Ayu saat sudah sampai di depan meja rias memecah tatapan Lucky yang terasa mengintimidasi bagi Ayu.
"Pagi juga." Jawab Lucky.
"Mas Lucky mau mandi? Biar aku siapin air nya. Mau mandi pakai air hangat atau air biasa? Atau mau mandi pake shower atau mau berendam di bathtub?" Tanya Ayu dengan nada yang gemetar karena tatapan mata Lucky yang begitu tajam menatapnya.
"Gak usah. Aku bisa siapin sendiri. Kamu keringin aja rambut mu." Jawab Lucky.
Lucky pun berhenti menatap tajam Ayu. Ia pun mulai menurunkan kakinya dari atas tempat tidur kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Huh..." Ayu bernafas lega saat Lucky sudah masuk ke dalam kamar mandi.
"Mas Lucky kenapa sih kok ngeliatinnya gitu banget tadi. Aku buat salah apa lagi sih sampe-sampe di lihatin kayak tadi sama mas Lucky." Lirih Ayu. Karena ia sama sekali tidak mendengar percakapan Lucky dengan Billy.
Sedangkan di dalam kamar mandi,Lucky kembali menganalisa gerak-gerik Ayu tadi.
"Kayaknya Ayu gak denger deh pembicaraan aku sama Billy. Kalau sampai Ayu tau,dan dia ngadu sama mama,bisa-bisa mama langsung anfal." Gumam Lucky sambil memandang pantulan dirinya yang ada dalam cermin.
__ADS_1
Setelah lima belas menit di dalam kamar mandi,Lucky pun keluar dengan menggunakan bathrobe.
Ayu yang sedang bersolek di depan cermin pun menoleh ke arah pintu kamar mandi.
"Mas,tadi ada yang nelpon tuh di ponsel mu." Ucap Ayu.
Deg. Jantung Lucky berdetak kencang saat Ayu mengatakan ada yang menghubungi ke ponselnya,takut-takut Billy yang menelpon dan Ayu angkat. Habis lah sudah.
"Terus kamu jawab?"
Ayu menganggukkan kepalanya.
"Kok kamu angkat? Kamu tuh gimana sih lancang banget. Baru sehari jadi istri aku udah berani jawab-jawab telpon masuk di ponsel aku." Omel Lucky sambil berjalan menuju nakas tempat ponselnya berada.
Mata Ayu membelalak dan mulai berkaca-kaca karena mendapat omelan dari suaminya.
"Yang nelpon kan mama mas,makanya Ayu berani jawab. Kalau bukan mama juga Ayu juga gak berani jawab mas." Jawab Ayu dengan suara bergetar.
Jelas saja jawaban Ayu membuat langkah Lucky terhenti karena merasa bersalah sudah memarahi Ayu.
Gara-gara panik saat Ayu mengatakan menjawab panggilan masuk di ponsel Lucky,Lucky sampai lupa bertanya pada Ayu siapa orang yang menghubungi ke ponsel nya itu.
"Maaf Yu,aku udah marahin kamu. Aku gak bermaksud marahin kamu tadi. Mungkin aku belum biasa ada orang yang jawab panggilan masuk di ponsel ku." Ucap Lucky sambil mengusap rambut Ayu agar Ayu tak merasa sedih lagi.
"Sama-sama mas,aku juga minta maaf. Harusnya tadi aku tanya dulu sama kamu boleh apa gak panggilannya aku jawab." Balas Ayu sambil mendongakkan wajah suaminya.
"Gak pa-pa Yu jawab aja kalau itu panggilan dari mama,papa atau bang Lingga dan bang Leo. Tapi kalau panggilan dari nomor gak di kenal atau nomor lain selain nomor yang tadi aku bilang,aku minta tolong,jangan kamu jawab,karena siapa tau aja itu dari rekan dokter. Paham kamu kan?"
Ayu menganggukkan kepalanya.
Rangkaian kata yang lembut yang keluar dari mulut Lucky membuat hati Ayu yang tadi sedih berubah menjadi adem kembali.
"Jadi tadi mama bilang apa?" Tanya Lucky setelah berhasil menenangkan hati Ayu.
"Mama tadi bilang kita disuruh cepet-cepet ke kafetaria,karena orangtua kita udah pada nungguin kita di bawah." Jawab Ayu.
"Oh..ya udah kamu aja duluan. Nanti aku nyusul."
Ayu menggelengkan kepalanya,tanda ia tak setuju dengan ide suaminya.
__ADS_1
"Kita barengan aja turunnya. Aku gak pede kalau turun sendirian."
"Oke. Kalau gitu tunggu aku."
Ayu menganggukkan kepalanya setuju untuk menunggu suaminya berpakaian.
✨✨✨
Kini Lucky dan Ayu sedang berada di dalam lift yang akan membawa mereka turun ke lantai dimana kafetaria berada.
"Yu." Panggil Lucky.
"Iya mas." Jawab Ayu.
"Nanti kalau mama tanyain tentang malam pertama kita,kamu bilang aja kalau,kita belum ngapa-ngapain karena kamu belum siap yah Yu."
"Kok jadi aku yang belum siap sih mas,kan mas Lucky yang tiba-tiba berhenti mendadak. Udah si Apem di bikin cenat-cenut,lah ini malah si Apem juga yang di bilang belum siap." Gerutu Ayu dalam hati.
"Lah..kok gitu mas,kan mas Lucky yang..."
Ting. Kata-kata Ayu terjeda karena pintu lift yang terbuka.
"Pokoknya aku minta kamu ngomong gitu yah ngomong aja gitu. Lagian kan kita nikah juga mendadak,wajar lah kalau salah satu di antara kita ada yang belum siap." Jawab Lucky yang tau apa kemana arah pembicaraan Ayu sambil melangkahkan kakinya keluar dari dalam lift.
Ayu menghela nafasnya. Kemudian menganggukkan kepalanya tanda ia akan menuruti kemauan suaminya itu. Walaupun sebenarnya ia tak ikhlas kalau si Apem yang di salahkan.
"Cieee...yang pengantin baru,jam segini baru turun." Ejek ibu Endang pada anak dan menantunya saat melihat pasangan pengantin baru itu berjalan mendekati meja makan dimana para orangtua sudah menunggu mereka.
BERSAMBUNG...
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH
🙏🙏🙏
__ADS_1