
Namun saat langkah kakinya baru membuka pintu kamar mandi, tiba-tiba saja Lucky mengangkat tubuh Ayu dari belakang dan masuk ke dalam kamar mandi.
"Akh...mas Lucky apa-apaan sih!!" Pekik Ayu saat suaminya mendudukkan dirinya di wastafel kamar mandi.
"Aku tau Yu, kamu pasti kesal kan karena hasrat mu gak bisa sampai puncak?"
Ayu menggeleng berbohong. Karena yang di tanya kan suaminya itu memang benar adanya, tapi mau bagaimana lagi kalau suaminya belum bisa membawanya terbang ke langit ketujuh. Masa iya, dia harus mengobok-obok lubang BuAyu yang masih suci.
"Eng-gak kok mas." Jawab Ayu.
"Jangan bohong kamu Yu, dari wajah kamu kelihatan kok."
Ayu langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Aku akan pakai cara lain untuk muasin kamu." Bisik Lucky di telinga Ayu.
Mata Ayu membelalak.
"Jangan mas, aku masih virgin, masa mas mau pake ..." belum saja Ayu selesai bicara, Lucky sudah memotong kata-katanya.
"Aku gak akan pake jari, aku akan pakai cara lain." Potong Lucky. Ia tau apa yang akan istrinya itu katakan.
"Ma-mak-sud mas? Mas Lucky bu-bukan mau pa-ke a-l-lat kan?" Tanya Ayu menyelidik. Ia takut cara lain yang suaminya maksud adalah menggunakan alat.
"Gak kok Yu. Kamu tutup aja mata kamu, dan nikmatin sentuhan aku." Bisik Lucky lagi.
Seperti sedang kena hipnotis, Ayu pun memejamkan matanya, tubuhnya seperti pasrah dengan apa yang akan suaminya lakukan.
Melihat istrinya memejamkan mata, tangan Lucky dengan perlahan membuka lilitan selimut yang menutupi tubuh istrinya.
Kini Ayu sudah kembali seperti bayi yang baru lahir, polos tanpa sehelai benang pun.
Lucky mendaratkan bibirnya ke bibir Ayu, mengunyah pelan bibir itu sampai sensasi luar biasa keluar dari dalam diri istrinya. Tangannya juga sudah mulai mengunyel-unyel gemas kue Yucur dan memilin seiprit chochochips diujung ke Yucur istrinya.
Lucky melepaskan kunyahan bibirnya dan mulai menurunkan bibirnya ketempat kue Yucur berada, menikmati kue Yucur rasa original yang istrinya suguhkan.
Selagi sang suami menikmati kue Yucur miliknya, tangan Ayu juga tak tinggal diam mengelus-elus rudal suaminya, yang bisa ia rasakan mulai aktif walau masih lemas seperti kurang asupan aliran listrik.
Lucky menahan tangan Ayu yang sedang mengelus rudalnya, karena dirinya hanya ingin fokus memuaskan istrinya.
__ADS_1
Permainan semakin panas, bibir Lucky pun sudah menjalar mengecupi dada, turun ke perut, turun ke paha kanan kemudian pindah ke paha kiri, lalu naik kembali sampai tepat di depan pintu lubang BuAyu.
Dengan lidahnya, Lucky mulai memberi sengatan kenikmatan di bawah sana. Lidahnya pun berputar-putar mengelus pintu lubang BuAyu, gerakan lidah Lucky yang handal karena sudah sangat terlatih waktu dengan Billy membuat sensasi luar biasa yang Ayu rasakan.
"Aah.." desau Ayu karena nikmat. Bahkan sangking nikmatnya, Ayu sampai menekan kepala suaminya agar bisa memperdalam permainan lidahnya.
Lidah yang tadinya berputar pelan makin lama makin kencang, ibarat kata Ayu kini sedang naik komedi putar. Saat putaran pelan, Ayu hanya merasakan sensasi senang, saat putaran berputar sedang, Ayu merasakan sensasi nikmat, namun begitu putaran di putar dengan sangat brutal, bukan hanya sensasi nikmat lagi yang Ayu rasakan, namun juga sensasi menggelitik perut.
"Ough mas.." racau Ayu sambil terus menekan kepala suaminya, tubuhnya juga semakin melengkung merasakan sensasi yang baru ia alami ini.
Mendengar racauan Ayu, membuat Lucky makin bersemangat dengan aksinya. Ia semakin kencang memutar-mutar lidahnya di depan pintu lubang BuAyu, bahkan sesekali lidah tak bertulang itu masuk ke dalam lubang meski hanya beberapa langkah dari pintu lubang.
"Mas a-aku.." racau Ayu saat merasakan lubang BuAyu nya ingin menyemburkan sesuatu.
Lucky makin mempercepat dan memperdalam putaran lidahnya karena tau kalau saat ini istrinya hampir sampai di garis finis puncak kenikmatan.
Dan..
"Aaarrrgh..." erang Ayu sambil menjambak rambut suaminya saat ia berhasil sampai di puncak kenikmatan.
"Apa yang barusan itu? Kenapa rasanya enak sekali? Apa ini yang di namakan kli•maks?" Gumam Ayu dalam hati sambil mengatur nafasnya.
"Gimana? Udah enakkan?" Tanya Lucky.
Ayu tak sanggup menjawab dengan kata-kata, ia hanya menganggukkan kepalanya sambil terus mengatur nafasnya.
"Kita mandi yuk, habis itu kita keluar jalan-jalan." Ucap Lucky.
Ayu kembali menganggukkan kepalanya.
Dan tanpa di sangka-sangka Lucky langsung menggendong Ayu ala bridal style menuju shower, karena Lucky tau pasti istrinya itu masih lemas karena baru pertama kali mengeluarkan pelepasannya.
✨✨✨
Tak terasa langit yang tadi nya terang sudah berubah menjadi gelap, padahal mereka berkeliling belum sampai tiga jam.
Lucky melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul delapan waktu setempat.
"Kita makan dulu yuk, baru kita pulang ke apartemen."
__ADS_1
Ayu menganggukkan kepalanya.
Mereka pun berjalan mencari restoran yang berbau masakan Asia. Setelah menemukan restoran itu, Lucky dan Ayu pun masuk ke dalam restoran itu.
"Uky..." panggil seorang wanita, bertubuh tinggi, berbody langsing dengan pakaian yang sangat seksi.
Sontak Lucky dan Ayu pun menoleh ke arah sumber suara.
"Kiana.." Ucap Lucky saat melihat teman semasa SMU nya.
Iya, wanita yang memanggil Lucky adalah Kiana, teman semasa Lucky SMU.
Lucky pun menarik tangan Ayu untuk berjalan ke meja tempat Kiana duduk.
"Hei Ky, apa kabar? Gak nyangka loh ketemu kamu disini." Ucap Kiana sambil mencium pipi kiri dan kanan Lucky.
"Baik. Kamu sendiri apa kabar?" Tanya Lucky balik.
"Baik juga. Aku kesini lagi nemenin suami ku perjalanan bisnis. Kamu sendiri ngapain di London?"
"Aku lagi bulan madu. Oh..iya kenalin, ini istri aku namanya Ayu." Lucky memperkenalkan Ayu pada Kiana.
"Kiana." Kiana menjulurkan tangannya ke hadapan Ayu untuk bersalaman. Tapi bukan dengan senyum yang ramah, melainkan dengan senyum yang mengejek.
Kiana memberikan senyuman mengejek karena melihat penampilan Ayu yang tidak melambangkan orang yang berpendidikan tinggi. Apalagi dari wajah Ayu, bisa Kiana tebak kalau umur Ayu dan Lucky pasti sangat berbeda jauh, di pikiran Kiana, Ayu menikah dengan Lucky pasti hanya ingin harta Lucky saja.
Ayu membalas uluran tangan Kiana, walau ia merasa risih dengan tatapan Kiana yang melihatnya dari ujung kaki sampai ujung kepala.
"Ayu." Balas Ayu.
Ayu makin sakit hati dengan sikap Kiana, karena begitu jabatan tangan mereka terlepas, tanpa Lucky lihat Kiana langsung mengelap tangannya menggunakan dress yang Kiana pakai.
Ayu menghela nafasnya kasar.
"Ayo mas." ajak Ayu. Ia merasa darah militernya sudah hampir di ubun-ubun melihat wajah sinis Kiana memandangnya.
"Kamu duduk duluan aja, nanti aku nyusul. Aku ngobrol sama Kiana dulu bentar." Jawab Lucky.
Kesal, pasti. Marah, jelas. Tapi, Ayu mencoba menahan emosi itu dan berlalu meninggalkan Lucky dan Kiana menuju meja yang sudah pelayan kosongkan untuk dirinya dan sang suami.
__ADS_1
BERSAMBUNG...