
Setelah lima belas menit, Ayu pun keluar dari dalam kamar mandi dengan menggunakan bathrobe.
"Airnya udah aku siapin mas, mas Lucky mandi sana." Gantian kini Ayu yang meminta suaminya untuk mandi.
Lucky pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju kamar mandi.
Sedangkan Ayu berjalan menuju koper untuk mengambil pakaiannya sekaligus menyiapkan pakaian suaminya.
Lima belas menit kemudian Lucky pun keluar dari dalam kamar mandi.
Lucky mengernyitkan keningnya bingung saat melihat keadaan kamar yang berantakan, Ayu menghamburkan semua pakaian dari dalam koper.
"Loh kok pakaiannya terhambur gini Yu?" Tanya Lucky pada Ayu yang sedang duduk di pinggir ranjang dengan wajah cemberut.
"Kesel mas!!!" Jawab Ayu.
"Kesel kenapa?"
"Baju tidur ku gak ada semua. Padahal sehari sebelum kita pergi, aku udah cek dan semua aman. Eh...tadi pas aku mau ambil baju tidur, bajunya udah berubah kayak gini semua." Jawab Ayu sambil menunjukkan salah satu lingerie.
Mata Lucky membelalak kemudian berkedip-kedip, entah apa yang ada di pikiran Lucky.
"Ya udah lah pake aja, lagian kamu juga pernah kan make baju itu." Ucap Lucky saat mengingat istrinya pernah memakai baju dinas peranjangan.
Sontak Ayu jadi malu sendiri karena suaminya ingat kalau dirinya pernah dengan sengaja memakai lingerie untuk menggoda suaminya.
"Tapi siapa yang udah nuker baju tidur aku?" Tanya Ayu.
"Bukan mas Lucky kan?" Tanya Ayu lagi sambil memicing matanya pada Lucky.
"Ngapain juga aku ganti baju tidur kamu sama lingerie, kurang kerjaan apa!!" Jawab Lucky jujur karena memang bukan dia pelakunya. Karena pelaku yang sebenarnya adalah mama Tyas.
"Terus siapa dong?!"
"Yah..mana aku tau Yu. Udah lah pake aja, kan sama-sama di pake buat tidur."
Ayu menghela nafasnya, dari pada dirinya tidur memakai dress atau jeans, lebih baik ia pakai saja lingerie itu.
Ayu pun mulai membereskan pakaian-pakaiannya yang ia obrak-abrik dari dalam koper kemudian menyusunnya ke dalam lemari. Setelah pakaiannya dan pakaian suaminya telah tersusun rapih di lemari, barulah Ayu memakai baju dinas peranjangannya.
Ayu pun keluar dari ruang ganti kemudian berjalan menuju meja rias untuk memakai cream malamnya.
__ADS_1
Dari sofa, Lucky yang sedang duduk sambil membaca buku matanya langsung teralihkan begitu Ayu keluar dari dalam ruang ganti.
Lucky meletakkan bukunya dan berjalan menuju meja rias, dimana Ayu sedang memakai cream malam. Kemudian berdiri di belakang Ayu sambil menatap pantulan wajah istrinya dari cermin.
Mendapat tatapan tak biasa dari suaminya, Ayu jadi grogi. Apalagi suaminya hanya menatap tanpa mengeluarkan suaranya.
"M-mas Lucky kenapa? L-laper?" Tanya Ayu gugup.
Lucky menggelengkan kepalanya.
"Lagi ngeliatin kamu make cream malam. Selama enam bulan kita menikah, baru ini aku ngeliatin kamu intens make cream malam. Aku cuma mau tau aja skincare apa yang kamu pake, takutnya kamu make skincare yang gak ada izin bpom nya." Jawab Lucky beralasan.
"Bodoh!!! Kenapa ujung-ujungnya malah bahas skincare!!!" Umpat Lucky pada dirinya sendiri.
"Oh... Skincare aku udah bpom kok mas, aku kan pake skincare Omesgloh." Jawab Ayu sambil menunjukkan produk skincarenya.
"Oh..." Lucky hanya ber Oh ria sambil manggut-manggut menanggapi jawaban Ayu.
Tak ada lagi kata yang keluar dari mulut Lucky, ia lanjut menatap istrinya dari cermin.
Ayu pun selesai memakai serangkaian skincare malamnya. Ia pun beranjak dari kursi meja rias dan berjalan menuju ranjang. Lucky yang sedari tadi setia berdiri di belakang Ayu ikut memutar tubuhnya sambil matanya terus mengikuti langkah Ayu.
"Mas Lucky belum mau tidur?" Tanya Ayu saat melihat suaminya masih berdiri di tempatnya.
Lucky pun berjalan mematikan lampu kamar kemudian berjalan menuju ranjang dan mematikan lampu tidur di atas nakas. Setelah lampu mati, baru lah Lucky naik ke atas ranjang.
Lucky melihat Ayu yang tidur membelakangi dirinya. Perlahan Lucky menggeser tubuhnya agar bisa lebih dekat dengan Ayu.
Dan tanpa Ayu duga-duga dari belakang, tangan Lucky menyelinap masuk di balik baju dinas yang Ayu pakai.
"Mas..." Ayu berniat untuk membalikkan tubuhnya, namun cepat-cepat langsung menahan tubuh Ayu agar tidak berbalik.
"Gak baik tidur pakai b•r•a Yu." Ucap Lucky sambil membuka pengait cetakan kue Yucur.
Ayu yang tadi sempat menahan nafasnya akhirnya bernafas lega, karena tadi Ayu sempat berpikir kalau suaminya itu minta di di suguhkan kue Yucur dengan seiprit chochips di ujungnya.
Padahal Ayu memang sengaja memakai cetakan kue Yucur karena merasa risih dengan bahan baju dinas yang ia pakai, bahan yang sangat tipis dan transparan. Ayu berniat akan melepasnya kalau suaminya sudah tertidur.
Tapi apalah daya kalau suaminya menyadari Ayu yang memakai cetakan kue Yucur.
Ayu yang tadi sempat bernafas lega dan berpikir suaminya hanya akan membuka pengait cetakan keu Yucur saja, kini dirinya harus kembali menahan nafas, bukan hanya nafas kentut pun juga ia tahan karena sekarang tangan suaminya mulai menjalar kebagian depan.
__ADS_1
"M-mas...." Ucap Ayu gugup, dari luar baju dinas tangan Ayu berusaha menahan tangan suaminya agar tangan suaminya tidak sampai mencomot kue Yucur miliknya.
"Ijinkan aku mencobanya Yu." Ucap Lucky dari belakang Ayu.
Ayu menutup matanya saat merasakan hembusan nafas sang suami di lehernya.
"T-tapi mas.." Dengan nafas yang menderu, Ayu masih berusaha menolak suaminya.
"Aku mohon Yu, aku ingin mencobanya. Manatau kali ini rudal ku bisa on kembali." Mohon Lucky.
Ayu menelan slivanya susah payah. Sebenarnya Ayu juga sangat ingin menyuguhkan kue Yucur miliknya. Tapi ia takut disaat kakinya sudah terbuka lebar dan siap menerima tembakan rudal di Lubang BuAyu miliknya, rudal suaminya malah belum on, seperti saat malam pertama mereka. Dan itu hanya akan membuat cenat-cenut di sekitaran Lubang BuAyu nya saja.
"Boleh kan Yu?" Tanya Lucky sekali lagi.
Ayu berpikir sejenak, mungkin ini adalah salah satu cara untuk membantu suaminya melupakan Billy, kalau ia menolak, bagaimana suaminya bisa keluar dari bayang-bayang kekasih gelapnya, begitu lah pikir Ayu.
Akhirnya Ayu memutuskan untuk memberi kesempatan pada suaminya untuk menikmati kue Yucur miliknya.
Ayu pun menganggukkan kepalanya tanda ia mengijinkan suaminya menyantap kue Yucur milik Ayu, walaupun bentuk kue Yucur milik Ayu tidak terlalu mancung, tapi yakinlah kue Yucur milik Ayu rasanya masih sangat manis dan legit, yah walaupun Lucky sudah beberapa kali menyicipi kue Yucur milik Ayu yang tak habis-habis itu. Tapi sayangnya hanya di cicipi, tidak sampai membuat rudal Lucky salto masuk Lubang BuAyu.
Melihat kepala Ayu mengangguk, Lucky pun tak ingin membuang kesempatan untuk meneruskan perjalanan tangannya untuk mencuil-cuil kue Yucur. Meski rudalnya tidak dalam mode on dan tidak tahu apa usahanya kali ini berhasil membuat rudalnya on, tapi Lucky tetap ingin mencobanya. Mencoba mengganti wajah Billy dengan wajah Ayu dalam bayangannya saat sedang menikmati kue Yucur milik istrinya itu.
Ayu menggigit bibir bawahnya menahan suara merdu yang hendak keluar dari mulutnya saat tangan Lucky mulai mengunyel-unyel gemas si Yucur sambil sesekali memilin seiprit chocochips.
Bibir Lucky juga tidak tinggal diam, ia mulai mengeksplor leher Ayu menggunakan bibir dan lidahnya.
"Ugh..." suara merdu yang Ayu tahan sedari tadi akhirnya keluar juga dari mulut Ayu.
Mendengar suara itu, Lucky langsung membalikkan tubuh Ayu agar bisa berhadapan dengannya. Lucky pun mengunyah bibir Ayu dengan sangat rakus sambil tangannya tetap mengunyel-unyel si Yucur.
Ayu mendorong tubuh suaminya saat merasakan stok oksigennya mulai menipis.
Netra keduanya sejenak bertatapan, tapi tangan Lucky tetap melakukan tugasnya mengunyel dan memilin.
Merasakan itu, Ayu menggigit bibir bawahnya tanda ia sangat menikmati permainan jemari Lucky yang biasa di pakai membedah.
Tau istrinya menikmati, Lucky semakin bersemangat untuk memberi kenikmatan lebih pada istrinya itu. Perlahan Lucky menaikkan lingerie yang Ayu pakai sampai ke leher, ia pun mulai melahap kue Yucur yang istrinya itu suguhkan. Melahap, menyesap, menggelitik, bahkan sampai Lucky sampai memberikan tanda merah di pinggiran kue Yucur, sebagai tanda kalau kue Yucur itu adalah miliknya. Lucky melakukan itu bergantian dari kue Yucur kanan kemudian kiri lalu balik lagi ke kanan dan begitu seterusnya agar kedua kue Yucur tidak saling cemburu.
Selagi mulut dan lidah Lucky menikmati legitnya kue Yucur, tangan Lucky juga tidak tinggal diam. Ia mengutus jari tangannya untuk memberikan elusan berputar di depan pintu lubang BuAyu yang masih di tutup gorden putih berenda.
Dan aksi Lucky benar-benar membuat seluruh tubuh Ayu menegang, menggeliat, menggelepar karena nikmat. Tapi sayangnya, saat Ayu sudah di awan-awan dan siap di bawa terbang oleh rudal suaminya, suaminya belum merasakan apa-apa, rudal pun masih dalam mode off.
__ADS_1
BERSAMBUNG...