
Mendapat elusan dari tangan Lucky, rahang Billy yang tadi mengeras menjadi kendur kembali.
Dan tanpa Billy sangka-sangka Lucky langsung mencengkram rahangnya dengan sangat keras.
"Aku ingin mematahkan rahangmu ini, sebagai pembalasan karena kau sudah berani menyakiti istri ku!!" Geram Lucky.
"Luck, sadar Luck. Hanya aku yang pantas untuk mu. Apa kau tidak ingat masa-masa indah kita sebelum perempuan sialan itu hadir?"
"Jangan ingatkan aku tentang hal itu Billy!!! Aku jijik mengingat kenangan itu!!" Teriak Lucky.
"Dan jangan pernah mengatai istri ku perempuan sialan, karena dia lah aku bisa menjadi laki-laki seutuhnya." Lanjut Lucky.
"Apa kau pernah merasakan bagaimana enaknya berseng•gama dengan lubang menggigit tapi tak bergigi?" Tanya Lucky.
"Rasanya, ah...sangat membuat ketagihan. Menikmati buah kenyal sambil mengayunkan pinggul, merasakan pelepasan di dalam lubang yang menggigit tapi tak bergigi, oh..rasanya seperti terbang ke nirwana." Sengaja Lucky menceritakan bagaimana nikmatnya bercinta dengan Ayu untuk membuat Billy memanas.
"Stop Luck, aku tidak mau dengar!! Kalau kau mau merasakan lubang menggigit tapi tidak bergigi, kau bisa memasukkannya di belakang ku, tidak perlu lagi kau bersandiwara dengan wanita itu."
Lucky tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan Billy.
"Kau pikir aku bodoh. Lubang istri lebih nikmat dari pada lubang tinja yang suguhkan untuk ku. Karena lubang istri ku adalah lubang sarang lebah, sempit, menggigit tapi menghasilkan kepuasan karena begitu banyak madu di dalamnya. Dan perlu kau tau, aku melakukan itu bukan sedang bersandiwara, melainkan aku melakukannya dengan cinta. Aku mencintai Ayu, istri ku."
"Tidak!!! Kau salah Luck, itu bukan cinta. Kau hanya sedang bersandiwara. Kau melakukannya untuk menutupi jati dirimu yang sebenarnya. Kau dan aku sudah di takdirkan hidup bersama. Jadi aku mohon lupakan obsesi mu pada wanita sialan itu dan kembali lah pada ku."
Mendengar istrinya di katai wanita sialan lagi oleh Billy, jelas saja Lucky mengamuk.
BUGH..BUGH..BUGH. Tinjuan bertubi-tubi Lucky daratkan di wajah Billy.
"Sudah ku bilang jangan menyebut Ayu wanita sialan!!! Dia malaikat ku, asal kau tau itu!!!" Teriak Lucky sambil meninju Billy.
BUGH.
"Ini pembalasan ku karena kau telah mencuci otak ku dan membuat ku jatuh dalam dosa semakin dalam." Ucap Lucky sambil meninju wajah Billy.
BUGH.
"Ini pembalasan ku karena kau dulu pernah mencekik Ayu." Sekali lagi Lucky membogem wajah Billy.
BUGH..BUGH..BUGH..
"Ini untuk hal yang kau buat hari ini, membuat asisten rumah tangga ku sekarat, membuat istri ku tak sadarkan diri dan membuat nyawa anak ku yang masih dalam kandungan Ayu terancam." Kali ini Lucky bukan membogem wajah Billy, melainkan ke perut Billy berkali-kali.
Billy yang dalam posisi terikat pun tak bisa berbuat apa-apa. Dan kebrutalan Lucky berhasil membuat Billy menggelepar di lantai.
Meski sudah melihat Billy menggelepar, Lucky belum merasa puas. Kini bukan bogeman yang Lucky berikan. Melainkan Lucky menginjak kepala Billy, lalu leher, lalu turun ke dada, kemudian perut, lalu turun ke terong milik Billy agar bisa menjadi terong penyet, lalu menginjak kaki Billy dan terakhir menendang sekujur tubuh Billy dengan sangat brutal seperti sedang kerasukan.
__ADS_1
Dan teriakan kesakitan Billy menggelegar memenuhi gudang. Bahkan suara pilu itu sampai terdengar di telinga Adam yang sejak tadi menunggui kakak iparnya di dapur.
Takut kakak iparnya itu sampai khilaf, cepat-cepat Adam berlari menuju gudang.
BRAAK. Adam membuka pintu gudang dengan kasar.
Mata Adam membelalak melihat kebrutalan kakak iparnya itu.
Adam pun berlari menghampiri kakak iparnya dan menarik mundur kakak iparnya agar berhenti menginjak dan menendang Billy.
"Mas, sudah mas. Bisa mati dia kalau mas brutal seperti ini. Ingat mas, ada anak mas yang butuh kasih sayang dari bapaknya. Kalau laki-laki itu mati, dan mas masuk penjara, mas akan menyesal karena tidak bisa melihat tumbuh kembang anak mas. Apa mas mau, saat besar nanti anak mas di cap sebagai anak pembunuh?" Ucap Adam berusaha menenangkan kakak iparnya.
Lucky pun mengatur nafas dan juga menata emosinya.
KRIING..KRIING.
Tiba-tiba nada panggilan masuk di ponsel Adam berbunyi.
Adam pun mengambil ponselnya dari saku celana.
Panggilan masuk dari salah satu anak buah Adam yang ada di rumah sakit.
Adam pun menggeser tombol hijau.
"Ya, halo."
"Iya, mas Lucky ada disini. Ada apa? Apa mbak Ayu kenapa-kenapa?" Tanya Adam panik.
"Sini saya yang bicara." Lucky langsung merampas ponsel Adam.
"Istri saya kenapa?" Tanya Lucky yang kini ikut panik.
"Bu Ayu sudah sadar pak, tapi sejak sadar bu Ayu menangis histeris karena terus mencari bapak, sampai-sampai bu Ayu nekat melepas infus. Dan sekarang orang-orang sedang sibuk menenangkan bu Ayu." Jawab anak buah Adam.
"Baik lah saya segera kesana."
Panggilan pun berakhir. Lalu mengembalikan ponsel Adam.
"Mbak Ayu kenapa mas?"
"Mbak mu gak kenapa-kenapa, cuma lagi tantrum aja karena bangun-bangun gak ada mas mu ini." Jawab Lucky.
"Kamu urus dia. Dan panggil polisi. Aku balik ke rumah sakit." Perintah Lucky pada Adam.
Adam pun menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Lucky pun pergi dengan tergesa-gesa keluar dari rumah.
✨✨✨
Kini Lucky sudah berada di rumah sakit.
Ceklek. Lucky membuka pintu kamar rawat Ayu.
Sontak semua orang yang ada di kamar itu menoleh ke arah pintu. Termasuk Ayu yang sedang di pegangi Sonia dan bang Leo karena meraung-raung minta bertemu dengan suaminya.
"Mas..." teriak Ayu saat melihat suaminya muncul bak superhero.
Sonia dan bang Leo pun melepaskan tangan mereka dari tangan Ayu saat melihat Lucky berjalan ke arah mereka.
"Yu.." Lucky langsung memeluk istrinya dengan sangat erat.
"Maafin aku Yu, maaf karena aku kamu jadi begini." Ucap Lucky.
"Aku takut mas."
"Jangan takut sayang, aku udah membalas semua perbuatan dia ke kamu hari ini. Aku jamin, dia gak akan berani ganggu kita lagi." Jawab Lucky sambil mengelus rambut dan punggung Ayu.
Melihat anak dan menantunya, mama Tyas mengajak orang-orang yang ada di dalam kamar untuk keluar agar pasangan suami istri ini bisa memiliki ruang untuk saling mencurahkan isi hati mereka.
"Ky, kami keluar dulu yah. Tenangkan lah istrimu, dia masih sangat trauma." Ucap mama Tyas sebelum melangkahkan kaki keluar dari kamar rawat Ayu.
"Iya mah. Makasih sudah jagain Ayu." Jawab Lucky.
"Sama-sama Ky."
Mama Tyas dan semua orang yang ada kamar rawat Ayu pun keluar dan beralih ke kamar sebelah, dimana Lila dirawat. Dan untungnya Lila sudah sadarkan diri, walaupun mengalami trauma berat. Orangtua Lila pun juga sudah ada di kamar itu menemani Lila.
"Kamu darimana aja sih mas? Aku takut kamu kembali pada laki-laki itu." Tanya Ayu sambil terisak setelah semua orang keluar dari kamar rawatnya.
"Gak mungkin sayang. Aku sudah sangat mencintai mu, mana mungkin aku kembali ke masa lalu ku yang salah itu. Lagi pula, di dalam sini ada darah daging ku, hasil kerja keras ku, mana mungkin aku meninggalkan harta yang paling berharga dalam hidup ku hanya untuk kembali dalam kubangan dosa." Jawab Lucky sambil mengelus perut istrinya yang sudah sedikit menggembung.
"Aku sangat mencintai mu, melebihi apapun yang ada di dunia ini, bahkan melebihi nyawa ku sendiri." Lanjut Lucky lagi.
"Aku juga mas." Balas Ayu.
"Lalu bagaimana dengan laki-laki itu, apa sudah di tangkap?"
Lucky menganggukkan kepalanya.
"Adam sudah mengurusnya, jadi tidak ada yang perlu di takuti lagi. Oke?"
__ADS_1
Ayu menganggukkan kepalanya.
BERSAMBUNG...