Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 38


__ADS_3

Setelah menyiapkan pakaian untuk suaminya, Ayu pun turun ke lantai bawah dan menuju ke dapur untuk membantu para art menyiapkan makan malam.


Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka.


Setelah empat puluh menit berada di dalam kamar mandi, Lucky pun keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya.


"Yu..." panggil Lucky karena tidak melihat istrinya di ruang tidur. Lucky pun melangkahkan kakinya menuju ruang ganti untuk mencari istrinya disana, tapi di ruang ganti pun Lucky tidak menemukan Ayu. Hanya ada pakaian ganti yang ada di atas meja.


Pikiran Lucky langsung kalut, takut kalau istrinya pergi meninggalkannya.


Tanpa pikir panjang dan tanpa mengingat penampilannya yang hanya menggunakan handuk yang melilit di pinggang, Lucky berlari keluar kamar dan turun ke lantai bawah untuk mencari Ayu.


"Ayu...ayu..." teriak Lucky sambil berlari menuruni anak tangga.


Sesampainya di lantai bawah, Lucky berlari ke dapur karena dari arah dapur samar-samar Lucky mendengar suara orang tertawa.


"Ayu..." panggil Lucky saat melihat istrinya sedang memasak sambil bersenda gurau dengan dua art.


Sontak Ayu langsung menoleh ke belakang.


"Mas Lu..." belum selesai Ayu mengucapakan nama suaminya, Lucky langsung menubruk tubuh Ayu dan memeluknya erat.


"Aku pikir kamu pergi ninggalin aku Yu." Ucap Lucky dengan suara bergetar.


"Astaga mas, aku cuma masak kok." Jawab Ayu.


Perlahan Lucky melepaskan pelukannya dan tanpa Ayu duga-duga, Lucky langsung menggendong tubuh Ayu ala bridal style.


"Aaargh...mas Lucky turunin.!!!" Pekik Ayu saat suaminya tiba-tiba menggendongnya. Selain kaget, Ayu juga malu karena aksi suaminya itu disaksikan dua art yang sedang memasak.


Lucky tidak menghiraukan teriakkan Ayu, dia terus melangkahkan kakinya naik menapaki anak tangga menuju kamar mereka. Setelah sampai di dalam kamar, baru lah Lucky menurunkan istrinya itu.


"Mas apa-apaan sih, kok gendong-gendong aku kayak tadi?" Protes Ayu.


Bukannya menjawab, Lucky malah kembali memeluk istrinya dengan sangat erat.

__ADS_1


"Jangan menghilang kayak gini lagi Yu, aku benar-benar takut kamu pergi ninggalin aku." Ucap Lucky.


Ayu menghela nafasnya dalam pelukan Lucky. Ia dapat merasakan ketakutan yang luar biasa dari dalam diri suaminya.


"Iya mas. Udah yah mas, tenang yah. Kan Ayu disini." Ucap Ayu sambil mengelus punggung Lucky untuk menenangkan suaminya itu.


Setelah merasakan deru nafas Lucky yang mulai stabil, perlahan Ayu melepaskan pelukan suaminya.


"Astaga mas Lucky....." pekik Ayu sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Kenapa Yu?" Tanya Lucky.


"Itu....itu rudal kenapa gondal-gandul?" Tanya Ayu sambil menunjuk ke arah rudal.


Lucky pun mengikuti arah tangan Ayu.


Sama seperti Ayu, Lucky pun kaget saat melihat rudal gondal-gandulnya terpampang jelas. Handuk yang melilit di pinggang Lucky terlepas, entah dimana terlepasnya, Lucky pun tidak tahu.


Lucky pun langsung berlari menuju ruang ganti untuk memakai pakaian yang telah Ayu siapkan sebelumnya.


Sedangkan di dapur, dua asisten rumah tangga sedang asyik menggibah dengan topik gibahan Lucky yang tidak memakai apapun ke dapur. Sepertinya handuk Lucky melorot saat Lucky berlari menuruni anak tangga, sangking paniknya mencari Ayu, Lucky sampai tidak menyadari kalau handuknya melorot. Ayu pun sama, saat melihat suaminya di dapur tadi ia juga tidak memperhatikan jelas bentukan suaminya karena Lucky yang langsung memeluk dirinya dan menggendong dirinya.


Ayu dan Lucky pun telah selesai makan malam, mereka tidak turun ke ruang makan karena Lucky yang masih malu akan tragedi handuk melorot, karena Lucky pastikan dua asisten rumah tangga di rumah orangtuanya itu pasti juga melihat penampakan rudal gondal-gandul seperti gantungan kunci.


"Mas..." panggil Ayu.


"Hemh.." jawab Lucky.


Kini mereka sedang bersandar di atas ranjang dengan jarak mengikuti protokol kesehatan.


Jika sekarang trending pillow talk, kalau Lucky dan Ayu untuk headboard talk alias saling mengobrol dengan menyandar di sandaran tempat tidur.


"Aku penasaran deh mas, sebenarnya apa sih yang membuat mas Lucky mengalami penyimpangan seperti ini? Kalau aku lihat, papa Lutfi dan mama Tyas orang tua yang sangat perhatian dengan anak-anaknya. Dan mas Lucky juga gak punya leluhur yang mengalami penyimpangan kan? Karena setau aku sih salah satu faktor penyimpangan juga di sebabkan faktor ginetik." Tanya Ayu yang sangat penasaran.


Bukan hanya Ayu, tapi para readers teronghot ( julukan dari imelda yah.) juga penasaran.

__ADS_1


"Entah lah aku juga tidak tau penyebab pastinya. Tapi yang aku ingat, dulu waktu aku beranjak remaja, sekitar kelas enam SD, bang Lingga dan bang Leo sering membawa teman-temannya kerumah. Kemudian ada teman bang Lingga atau bang Leo yang memasukkan kaset blue film di dalam cover film kartun milik ku. Saat aku sendirian di rumah, kerjaan ku hanya menonton koleksi film-film kartun kesukaan ku. Jadi saat itu aku sendiri di rumah dan memasukkan kaset yang aku pikir itu film kartun, ternyata begitu terputar ada adegan dimana sesama jenis sedang berhubungan intim. Awalnya aku biasa saja dan langsung mengakhiri film itu, namun karena rasa penasaran, jadi aku kembali meneruskan menonton film itu. Awalnya penasaran lama-lama ketagihan. Mulai dari situ aku penasaran bagaimana rasanya jika melakukan hubungan itu dengan sesama jenis. Kamu tau lah Yu, di usia beranjak remaja, adalah usia yang sangat rentan menerima hal-hal negatif, di tambah lagi tidak ada orangtua yang memperhatikan ku." Ucap Lucky menjelaskan asal mula ia merasa tidak memiliki feel dengan lawan jenis.


"Jadi dari SD mas Lucky sudah..." Ayu tak sanggup meneruskan terkaannya.


Tau apa yang ingin Ayu katakan, Lucky langsung mencubit pipi Ayu gemas.


"Gak gitu lah Yu. Waktu itu aku hanya penasaran, hanya membayangkan dalam imajinasi ku. Lama kelamaan aku tuh merasa aneh dengan diriku karena aku sama sekali gak ada rasa tertarik dengan lawan jenis. Bahkan teman-teman ku sampai menjuluki ku beruang kutub karena kalau berhadapan dengan perempuan, wajah ku langsung datar dan langsung mengeluarkan hawa dingin. Untung gak mengeluarkan aroma kemenyan, kalau sampe mengeluarkan aroma kemenyan pasti julukan ku ganti jadi hantu jeruk sunkist." Disaat sedang serius-seriusnya Lucky masih sempat-sempatnya berseloroh. Sengaja ia lakukan karena melihat wajah Ayu dan para teronghot sangat serius menyimak ceritanya.


"Ikh..mas Lucky, orang serius juga." Protes Ayu sambil memukul lengan Lucky pelan.


"Habisnya muka kamu serius banget sih." Balas Lucky.


"Terus mas Lucky gak cerita sama mama dan papa?"


"Cerita. Waktu SMA aku udah cerita sama mama dan papa, tapi mereka menanggapi biasa saja, malah mereka pikir kalau aku sengaja mengatakan itu agar mereka tidak memaksa ku masuk universitas kedokteran, karena waktu itu mama dan papa sangat ingin aku juga menjadi dokter seperti bang Lingga dan bang Leo. Sebenarnya tanpa mereka memaksa, aku juga ingin menjadi dokter, namun karena aku menyadari ada sesuatu yang aneh dalam tubuh ku jadi saat itu aku memutuskan untuk berobat dulu, tapi mama-papa salah menanggapi kata-kata ku. Dan mulai hari itu aku tidak lagi membahas masalah penyimpangan ku pada papa-mama. Aku berusaha menyembuhkan diri ku sendiri, bertahun-tahun aku melawan rasa ketertarikan dengan sesama jenis, tapi hasilnya nihil. Disaat aku putus asa itulah aku bertemu Billy. Aku berbagi cerita dengan dia masalah tentang kelainan ku ini, dengan harapan Billy bisa membantu, tapi sayangnya Billy malah membuatku terjerumus terlalu dalam. Saat aku sadar kalau aku sudah sangat jauh keluar dari kodrat, Billy selalu menarikku agar aku terus berada dalam lingkaran penyimpangan ini. Awalnya aku pasrah, tapi lama kelamaan aku menikmati hubungan ku dengan Billy karena bersama dia aku merasa nyaman. Dan segala imajinasi seksual ku dulu bisa tersalurkan dengan Billy."


Ayu menganga mendengar kalimat terakhir Lucky.


"Ja-jadi mas Lucky sama laki-laki itu sudah..."


Tau apa yang di pikirkan Ayu, Lucky langsung menarik tubuh Ayu dan memeluknya.


"Tidak seperti yang kamu bayangkan Yu, kami hanya melakukan oโ€ขral, tidak seperti kebanyakan hoโ€ขmo lainnya yang memakai lubang e-ek untuk melepas hasrat." Jawab Lucky jujur.


"Aku tau setelah mendengar ini pasti hati mu sangat sakit kan Yu? Maaf yah Yu, aku hanya mencoba jujur pada mu, aku gak mau kamu mendengar dari Billy, karena bisa saja ia menambahkan hal yang tidak-tidak. Dan ujung-ujungnya membuat kamu merasa di bohongi lagi.


"Gak pa-pa kok mas, yah..meskipun memang hati ku sakit, tapi aku coba untuk menerima masa lalu mas Lucky, yang paling penting kan mas Lucky udah mau jujur, dan aku hargai usaha mas Lucky yang mulai terbuka sama ku." Jawab Ayu.


"Makasih yah Yu. Aku harap aku bisa segera sembuh supaya bisa memberikan nafkah batin pada mu." Ucap Lucky.


Mendengar kata nafkah batin, Ayu menelan slivanya susah payah.


"Ya udah yuk, kita tidur." Ajak Lucky.


Ayu pun menganggukkan kepalanya dan mulai membaringkan tubuhnya. Lucky pun sama, setelah mematikan lampu kamar dan lampu tidur di atas nakas, Lucky pun menyusul Ayu yang sudah berbaring terlebih dahulu.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹ Berhubung othor masih jetlag gara-gara nganter pasangan kadal ke Afrika dan si Billywati ke Antartika pake karpet terbangnya si Aladdin (maklum gak mampu sewa jet pribadi) jadi othor up nya satu bab dulu yah. Nanti kalau otak othor udah gak goyang lagi gara-gara kemasukan angin, othor up dua bab. Tengkyuuuu ๐Ÿ’‹๐Ÿ’‹


__ADS_2