Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 81


__ADS_3

Kini Lucky dan Ayu sudah berada di rumah mereka setelah dua hari menginap dirumah orangtua Lucky setelah rombongan mereka tiba di tanah air.


Waktu masih menunjukkan pukul lima subuh. Ayu terbangun karena merasa perutnya teraduk-aduk luar biasa.


"Hoeeek...hoeeek." Ayu memuntahkan isi perutnya di wastafel.


Mendengar suara orang muntah, sontak mata Lucky terbuka lebar. Ia melihat di sebelahnya, tidak ada istrinya di sebelahnya.


Lucky yang masih dalam keadaan polos karena tadi malam mereka baru melakukan ritual ganti oli, turun dari atas ranjang dan berjalan ke kamar mandi untuk memastikan apa yang sedang terjadi pada istrinya.


"Kamu kenapa sayang?" Tanya Lucky sambil mendekati Ayu.


"Gak tau mas, perut aku gak enak banget. Kayaknya capeknya baru terasa sekarang." Jawab Ayu.


"Coba sini aku cek." Lucky memutar tubuh Ayu agar mereka bisa saling berhadapan. Lalu menempelkan telapak tangannya di kening Ayu.


"Gak demam." Lirih Lucky.


"Keluhan mu apalagi?" Tanya Lucky. Berhubung Lucky seorang dokter, jadi dia bisa mendiagnosa penyakit Ayu melalui keluhan yang dirasakan istrinya.


"Emang gak demam mas. Aku tuh cuma ngerasa badan aku pegal-pegal, kepala aku pusing sama mual. Mungkin aku masuk angin karena capek atau tubuh aku lagi menyesuaikan kembali dengan suhu di negara ini." Jawab Ayu.


"Bisa jadi. Tapi..." Lucky teringat sesuatu. Seingatnya selama mereka bulan madu, Ayu belum pernah datang bulan.


"Tapi apa mas?" Tanya Ayu penasaran dengan kata-kata Lucky yang menggantung.


Lucky tak menjawab, ia ingin memastikan terlebih dahulu ingatannya itu. Takutnya ia salah mengingat karena selama bulan madu, mereka juga tidak setiap hari melakukan ritual ganti oli, karena sudah lelah mengunjungi tempat-tempat wisata. Lucky keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan menuju ruang ganti.


"Kok gak di jawab sih mas? Tapi apa mas?" Tanya Ayu sambil mengekori Lucky dari belakang.


Setelah sampai di ruang ganti, Lucky langsung mengambil koper Ayu yang di bawa keliling dunia, yang kebetulan isinya memang belum di keluarkan dari dalam koper. Ia ingin mencari pembalut dalam koper istrinya itu.


"Kamu cari apa mas?"


Lucky tak menjawab, ia terus mencari keberadaan pembalut itu.


Tak melihat ada penampakan pembalut dalam koper istrinya, Lucky bernafas lega.


"Huuft... untung saja." Gumam Lucky dalam hati.


"Kamu cari apa sih mas?" Tanya Ayu lagi.


"Aku cari pembalut kamu."


"Untuk apa kamu cari pembalut aku? Kamu dateng bulan juga?"


"Ngaco kamu!"


"Terus untuk apa dong?"


"Gak untuk apa-apa. Udah yok, kita tidur lagi, aku masih ngantuk."


"Gak mau. Jawab dulu untuk apa kamu cari pembalut aku!"


Lucky menghela nafasnya.


"Aku pikir tadi kamu tuh hamil sayang, karena selama kita bulan madu, seingat aku kamu gak datang bulan." Jawab Lucky.

__ADS_1


Mata Ayu membulat sempurna.


"Kayaknya emang aku hamil deh mas." Lirih Ayu pelan.


"Hah? Apa kamu bilang?" Tanya Lucky memastikan apa yang dikatakan Ayu barusan.


"Kayaknya prediksi kamu bener deh mas."


"Ma-maksud kamu, kamu hamil lagi? Kalau kamu hamil lagi, terus kenapa pembalut kamu gak ada di koper? Bukannya kamu pake?" Tanya Lucky dengan raut wajah tidak percaya.


"Aku gak ada dateng bulan mas selama kita bulan madu. Pembalutnya aku kasih sama suster nya Kya, karena pembalut mereka ketinggalan katanya." Jawab Ayu.


Lucky terduduk lemas di lantai sambil membuka lebar kakinya.


"Mas...mas Lucky gak suka yah kalau aku hamil lagi?" Tanya Ayu takut-takut. Karena sudah jauh-jauh hari Lucky mengatakan pada Ayu akan menambah momongan saat umur baby Kya tiga tahun, tapi ini.... baby Kya masih sembilan bulan, Ayu sudah hamil lagi. Lalu ini salah siapa? Salah rudal atau salah lubang BuAyu?.


"Bukan gak suka Yu, aku kan udah pernah bilang mau nambah anak lagi kalau Kya udah umur tiga tahun. Kalau kayak gini kan kasihan Kya nya, aku juga kasihan sama kamu, hamil-melahirkan-ngurus anak. Sedangkan baru Kya aja, aku liat kamu kewalahan, gimana harus ngurus dua bayi sekaligus. Bisa-bisa kamu gak ada waktu urus aku." Jawab Lucky.


"Kalau kamu takut aku gak bisa ngurus kamu, kita kan bisa sewa baby sitter lagi untuk ngurus adeknya Kya nanti."


"Cih..sedangkan Kya aja udah aku sewain dua baby sitter, kamu tetap kekeh mau ngurus Kya sendiri."


"Jadi kamu nolak anak ini?" Tanya Ayu dengan raut wajah sedih.


Melihat wajah sedih Ayu, Lucky jadi tak tega. Lucky bukan tidak mau terima anak itu, tapi Lucky hanya tidak mau melihat Ayu kelelahan karena mengurus dua bayi sekaligus.


Lucky pun berdiri dan berjalan mendekati Ayu.


"Bukannya gak mau Yu, tapi..."


"Kok kamu ngomongnya gitu sih sayang. Siapa yang bilang aku gak mau anak itu. Aku mau sayang, mana mungkin aku nolak darah daging aku Yu. Aku tuh cuma shock aja Yu, karena semua gak sesuai planning aku, bukan karena aku gak mau sama anak itu."


"Udah lah mas gak usah alasan!! Pokoknya pulangin aku ke rumah ibu sekarang!!!" Bentak Ayu lagi.


Lucky memejamkan matanya, lalu menarik nafasnya dalam-dalam. Mulai sekarang, ia harus men stok kesabarannya lagi karena kembali berurusan dengan ibu hamil.


"Cup..cup..sini sayang." Lucky menarik tangan Ayu, kemudian membawa Ayu dalam pelukannya dan memperlakukan Ayu seperti memperlakukan baby Kya yang sedang tantrum.


"Jangan marah-marah gitu dong sayang, gak baik untuk anak kita." Ucap Lucky sambil mengelus punggung Ayu yang ada dalam pelukannya.


"Habisnya mas Lucky gitu sih." Rengek Ayu.


"Ya udah aku minta maaf. Udah yah jangan marah-marah lagi, jangan minta pulang ke rumah ibu lagi."


Ayu menganggukkan kepalanya.


Lucky pun menggendong Ayu ala bridal style keluar dari ruang ganti menuju ranjang, lalu menyandarkan tubuh Ayu di sandaran ranjang.


"Perut kamu masih mual?"


Ayu mengangguk.


"Tunggu sini yah, biar aku ambilin air hangat."


Ayu kembali menganggukkan kepalanya.


Lucky pun memungut pakaiannya yang berceceran di atas lantai lalu memakai pakaian yang sudah ia pungut itu, kemudian keluar dari dalam kamar dan turun ke lantai bawah menuju dapur untuk mengambil air hangat. Namun sebelum ia kembali naik ke lantai atas, Lucky masuk terlebih dulu ke ruang kerjanya untuk mengambil testpack. Setelah memastikan testpack nya tidak kadaluarsa, baru lah Lucky kembali naik kelantai atas dengan air hangat dan testpack di tangannya.

__ADS_1


Ceklek. Lucky membuka pintu kamarnya lalu berjalan mendekati Ayu yang masih bersandar di kepala ranjang.


"Ini minum dulu." Lucky menyodorkan gelas yang berisi air hangat ke hadapan Ayu.


"Terus kamu nanti periksa dulu yah pake testpack. Kalau benar hasilnya positif, nanti kamu ikut aku ke rumah sakit biar kita periksa lebih jelas calon dedeknya Kya." Ucap Lucky lagi.


Ayu tak menjawab, ia hanya menganggukkan kepalanya kemudian menenggak air hangat yang Lucky bawakan.


Setelah selesai menenggak air hangat yang ada di dalam gelas, Ayu pun mengambil testpack yang ada di tangan Lucky lalu berjalan kekamar mandi.


Saat melihat Ayu masuk ke dalam kamar mandi, Lucky pun berjalan menuju sofa lalu mendaratkan bokongnya di atas sofa.


Tak sampai lima menit di dalam kamar mandi, Ayu pun keluar.


Lucky yang sedang duduk di sofa, menunggu Ayu keluar dari dalam kamar mandi, langsung berdiri dan berjalan ke arah pintu kamar mandi begitu ia mendengar suara handle pintu kamar mandi terputar.


"Gimana hasilnya?" Tanya Lucky penasaran. Ia masih berharap hasilnya negatif, tapi kalau positif, yah mau bagaimana lagi mana mungkin ia menolak darah dagingnya sendiri.


Ayu tak menjawab, ia hanya menyodorkan testpack yang ada di tangannya.


Garis dua \= Positif hamil.


Melihat garis dua itu, Lucky menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya perlahan, doa nya tidak terkabul dan sebentar lagi dirinya akan menyandang gelar bapak dua anak.


"Tuh kan kamu masih gak seneng kan mas.." Ucap Ayu saat melihat ekspresi wajah Lucky.


"Siapa bilang sayang, aku seneng kok." Sangkal Lucky. Ia pun pura-pura tersenyum bahagia lalu memeluk istrinya.


"Maaf yah sayang, sebentar lagi kamu harus kembali berurusan dengan muntahan bayi, poop bayi, belum lagi drama mengASIhi, drama susah BAB dan drama puasa dua bulannya aku. Maaf yah sayang." Tiba-tiba saja suasana hati Lucky berubah menjadi melow karena mengingat momen-momen mulai dari baby Kya baru lahir sampai baby Kya yang kini sudah berumur sembilan bulan.


"Gak pa-pa mas, malah aku nikmatin kok momen-momen itu. Mas Lucky jangan sedih gitu dong." Gantian, kini malah Ayu yang menenangkan Lucky.


Setelah Lucky tenang, mereka pun kembali naik ke atas ranjang untuk kembali beristirahat. Karena hari ini jadwal Lucky masuk siang, makanya mereka memilih untuk kembali beristirahat.


✨✨✨


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Adik Kya yang berjenis kelamin perempuan itu pun telah lahir kedunia tujuh bulan setelah Lucky dan Ayu tau tentang kehamilan anak kedua mereka. Kynan Almeera adalah nama anak kedua Lucky dan Ayu, sama seperti Kya, wajah Kynan sangat mirip dengan Lucky. Ketahuan sewaktu main dokter-dokteran, Lucky lah yang paling dominan dan ganas, makanya wajah kedua anaknya mirip dengannya.


Satu setengah tahun kemudian, baby Kynan pun telah menjadi kakak. Ayu kembali melahirkan anak perempuannya yang di beri nama Kyrey Aleeka. Sama seperti kejadian baby Kynan, adanya baby Kyrey juga tanpa planning karena Ayu kebobolan. Alat kontrasepsi IUD yang Ayu pakai tak sanggup membentengi oli rudal suaminya, membuat baby Kyrey hadir dalam rahimnya.


Lucky yang merasa cukup dengan tiga bidadari yang wajahnya mirip dengannya, meminta Ayu untuk melakukan steril, tapi Ayu tidak mau. Karena ia masih ingin hamil dan memiliki anak laki-laki dan berharap wajah anak lelakinya kelak mirip dengannya.


Ayu pun memutuskan untuk tidak memakai alat KB apapun, dan hanya mengandalkan KB alami dari metode menyusui dan metode kalender, karena ia merasa tidak ada alat kontrasepsi yang cocok untuk dirinya, apalagi ia masih ingin melahirkan.


Dan impian Ayu pun terwujud, setelah baby Kyrey berusia dua tahun, Ayu kembali melahirkan anak ke empatnya, dan anak keempatnya ini berjenis kelamin laki-laki yang di beri nama Kyano Alveeno. Tapi sayangnya wajah baby Kyano tak sesuai harapan Ayu yang ingin wajah anak laki-lakinya mirip dengannya, karena wajah baby Kyano sangat mirip dengan Lucky.


Kasihan Ayu, empat kali melahirkan, tapi keempat anaknya tidak ada yang mirip dengannya. Dan itu membuat Ayu ingin kembali memiliki anak lagi, pokoknya ia ingin memiliki anak yang wajahnya mirip dengannya.


Sayangnya ide Ayu itu di tentang Lucky dengan keras. Perdebatan karena itu pun terjadi disaat umur baby Kyano masih berumur tiga bulan. Sangking marahnya karena Lucky menentang kemauannya ingin memiliki anak lagi, Ayu sampai-sampai pergi ke rumah orangtuanya dan memboyong keempat anaknya.


Seminggu lebih Ayu di rumah orangtuanya, segala cara sudah Lucky lakukan untuk membujuk Ayu agar mau pulang bersamanya, tapi Ayu tetap kekeh tidak mau pulang sebelum Lucky mengizinkannya memiliki anak lagi. Mau tak mau Lucky mengiyakan keinginan Ayu agar Ayu mau ikut pulang bersamanya. Tapi itu hanya lah akal-akalan Lucky saja. Karena setelah sampai di ibukota, Lucky langsung melakukan vasektomi diam-diam, agar keinginan Ayu itu tidak terwujud.


Tak terasa waktu berlalu tiga tahun setelah Lucky melakukan vasektomi. Ayu juga masih belum tau kalau Lucky melakukan vasektomi. Seiring berjalannya waktu Ayu juga sudah melupakan keinginannya yang ingin menambah anak lagi. Dan kini mereka hanya fokus membesarkan keempat buah hati mereka Kya, Kynan, Kyrey dan Kyano, memberikan keempat buah hatinya kasih sayang, menjadi orangtua yang mendengar keluh kesah anak-anaknya, menjadi orangtua yang selalu ada untuk anak-anaknya, menjadi orangtua sekaligus sahabat untuk anak-anaknya, karena mereka tidak mau kejadian penyimpangan yang pernah di alami Lucky, kembali dialami anak-anaknya.


TAMAT.


💋💋 Sekian kisah Oh..Dokter Lucky, mau nyambung atau gak judul dengan ceritanya, di sambung-sambungin aja lah yah (😅😅😅). Makasih banyak buat para reader teronghot yang setia mengawal kisah Lucky dari masih menjadi pemain anggar sampai Lucky yang berhasil menjadi spesialis vaksinisasi hingga membuahkan empat orang anak. Kisah ini udah benar-benar tamat yah, jadi jangan minta bonchap-bonchapan karena othor mau fokus bikin novel baru tentang anak-anak Trio Casanova Gesrek Tobat. Kapan lonchingnya? Nanti othor umumin, yang pasti segera sebelum tahun baru 2022 (😂😂😂😂 BECANDA). Sekali lagi othor ucapin makasih yang sebesar-besarnya, sedalam-dalamnya dan setinggi-tingginya buat kalian readers teronghot. Dan othor juga mau ngucapin selamat menyongsong Tahun Baru 2022. Bye. 💋💋

__ADS_1


__ADS_2