Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 28


__ADS_3

Ayu pun melangkahkan kakinya hendak keluar dari unit apartemennya, tapi langkah kakinya terpaku saat melewati kamar tamu, kamar yang sampai detik ini Ayu belum pernah masuki.


Sepertinya malam ini semesta mendukung Ayu untuk mencari tau tentang kelakuan suaminya di luar sana. Buktinya, pintu kamar tamu yang biasanya terkunci rapat-rapat dan entah dimana kuncinya berada, kini kunci itu menggantung di lubang kunci.


Jelas saja Ayu tidak melewatkan kesempatan untuk membuka pintu kamar dan masuk ke dalamnya. Rasa penasarannya terlalu besar, di banding rasa patuhnya pada sang suami yang berulangkali mengingatkan Ayu untuk tidak mengkepoi kamar tamu itu.


Setelah memutar kunci, Ayu pun memutar handle pintu.


Ceklek. Pintu pun terbuka.


Entah kenapa jantung Ayu berdebar kencang saat ingin melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.


Mata Ayu berkeliling melihat isi kamar.


"Gak ada yang aneh kok." Gumam Ayu, karena Ayu belum menemukan benda-benda yang akan membuat matanya membelalak kaget.


"Tapi aneh, mas Lucky bilang di kamar ini banyak barang-barang yang di pake buat penelitian, lah kok ini gak ada apa-apa disini." Karena sebelumnya Ayu berpikir kalau kamar tamu ini di penuhi banyak barang-barang seperti ruang ilmuwan-ilmuwan yang lainnya, banyak buku, alat peraga, dan sebagainya.


Saat sedang bergumam sendiri, tiba-tiba mata Ayu terfokus pada lemari yang ada di kamar itu.


"Apa mas Lucky naro barang-barangnya disitu yah?!" Gumam Ayu lagi.


Tak ingin rasa penasaran menguasai dirinya, Ayu pun berjalan mendekati lemari itu dan membukanya.


"Baju siapa ini?" Ayu bertanya pada dirinya sendiri saat melihat banyak baju laki-laki tergantung di lemari. Ayu memperhatikan baju itu dengan seksama.


"Kayaknya bukan baju mas Lucky deh, masa baju mas Lucky kecil begini." Gumam Ayu. Karena bentuk tubuh suaminya yang kekar.


"Tapi bisa jadi sih ini baju mas Lucky jaman mas Lucky masih kurus." Gumam Ayu lagi.


Kini matanya melihat pada dua bingkai foto yang terbalik. Bingkai foto yang pernah terpajang di buffet di ruang televisi.


Ayu pun membalikkan salah satu bingkai foto itu, dan...


Baru lah mata Ayu membelalak sempurna, karena foto Lucky yang sedang bersilahturahmi bibir dengan Billy, masih dalam keadaan syok, Ayu membalikkan satu bingkai foto lagi dan ternyata sama saja, foto suaminya dengan pria lain sedang beradu bibir hanya beda latarnya saja.


Nafas Ayu sesak seketika melihat dua foto itu.


"Jadi, mas Lucky sama...." Ayu tak sanggup menyebut nama Billy yang ternyata selama ini adalah guylakor.

__ADS_1


"Apa jangan-jangan selama ini mas Lucky bersama laki-laki itu?" Ucap Ayu menerka-nerka.


Ayu pun berlari keluar dari kamar tamu, tujuannya kini adalah unit apartemen Billy yang ada di lantai atas, ia ingin membuktikan sendiri terkaannya.


Sambil membawa salah satu bingkai foto, Ayu keluar dari dalam unit apartemennya berlari menuju lift.


Ting. Pintu lift terbuka.


Kembali Ayu berlari menuju unit apartemen Billy, ia tahu dimana unit apartemen Billy, karena Billy pernah membuat syukuran atas tempat tinggal dan pekerjaannya yang baru di unit apartemennya, Billy mengundang Lucky dan Ayu serta rekan-rekan dokter yang lain.


Ting tong ting tong ting tong. Dengan tidak sabarannya, Ayu menekan bel unit apartemen Billy.


Ceklek. Tak lama pintu unit apartemen Billy terbuka.


"Ayu. Kenapa malam-malam kesini?" Tanya Billy saat membuka pintu.


"Minggir." Ayu tak menjawab pertanyaan Billy dan langsung menerobos masuk ke dalam.


Ayu pun berkeliling mencari keberadaan Lucky.


"Hey...kamu apa-apaan sih, main terobos-terobos aja!!!" Bentak Billy tidak suka.


"Diaaaaaam!!!" Ayu balas membentak Billy tak kalah kerasnya.


"Ngapain kamu cari Luck disini!!!"


PRAAANG. Ayu langsung membanting bingkai foto yang ia bawa dari unit apartemennya tepat di hadapan Billy.


"Dasar ho•mo breng•sek!!! Kamu sembunyiin dimana suami aku!!!!" Teriak Ayu.


Rahang Billy mengeras mendapat hinaan dari Ayu apalagi, Ayu membanting bingkai fotonya dengan Lucky. Dengan tangan terkepal, Billy mendekati Ayu dan langsung menampar Ayu.


PLAAAK.


"Dasar perempuan sia•lan!!! Selama ini aku udah ngalah berbagi Lucky dengan kamu, dan sekarang kamu malah mengatai aku ho•mo breng•sek?!" Teriak Billy dengan segenap emosi di jiwa.


Ayu memegang pipinya yang baru saja terkena cap telapak tangan Billy dan memberi tatapan membunuh pada Billy.


"Iya!!! Memang kamu ho•mo breng•sek yang telah meracuni mas Lucky biar sama dengan kamu!!!" Seperti tidak ada takutnya, Ayu terus melawan Billy dan mengatai Billy.

__ADS_1


Oh..Ayu, nyawa mu ada di ujung tanduk sekarang.


Mendengar Ayu menghinanya lagi, Billy semakin naik pitam.


Ia kembali mendekati Ayu, bukan untuk menampar melainkan untuk mencekik leher Ayu.


"Aaakkkh..." ronta Ayu saat tangan Billy mencekik lehernya kuat-kuat.


"Asal kamu tau yah, Lucky seperti itu sudah lama, sebelum dia menikah sama kamu dan sebelum aku bertemu dengan dia!!!!" Teriak Billy sambil mencengkram leher Ayu sekuat tenaga.


Lucky yang berada di dalam kamar Billy langsung keluar dari dalam kamar. Sebenarnya Lucky ingin keluar dari dalam kamar untuk melihat siapa yang datang ke apartemen Billy, namun Lucky mengurungkan niatnya saat mendengar suara Ayu. Ia hanya mendengar percakapan Billy dan Ayu dari balik pintu kamar. Namun saat mendengar suara Ayu seperti orang tercekik, perlahan Lucky membuka pintu kamar dan melihat apa yang sedang Billy lakukan pada istrinya itu.


Seperti pahlawan kesiangan, Lucky berlari ke arah Ayu dan Billy kemudian menghentak tangan Billy dari leher Ayu.


Lucky pun membawa Ayu ke dalam pelukannya.


"Gila kamu Bill, kalau Ayu kehabisan nafas gimana?!" Bentak Lucky pada Billy.


Hati Billy memanas saat melihat Lucky membawa Ayu kedalam pelukannya di tambah lagi Lucky malah membentaknya.


"Biar dia ma•ti sekalian!!! Biar gak ada lagi penghalang untuk hubungan kita!!!"


"Gila kamu Bill, benar-benar gila!!!" Ucap Lucky yang tak habis pikir dengan jalan pikiran kekasihnya itu.


"Ayo Yu, kita pulang." Ajak Lucky sambil membopong tubuh Ayu yang masih lemas akibat cekikan dari Billy.


"Berani kamu melangkah keluar dari apartemen ku, akan aku beritahu keluarga mu, kalau selama ini kamu masih menjalin hubungan dengan ku!!!" Ancam Billy pada Lucky.


Lucky tak menghiraukan ancaman Billy, ia terus melangkahkan kakinya keluar dari unit apartemen Billy sambil membopong tubuh Ayu.


"Kamu gak pa-pa kan?" Tanya Lucky sambil menatap wajah Ayu.


Kini mereka sudah berada dalam lift.


"Mas, katakan kalau semua ini tidak benar, katakan kalau semua ini hanya mimpi mas!!!" Lirih Ayu.


"Yu..."


"Mas..."

__ADS_1


BRUUUK. Tiba-tiba saja Ayu ambruk di pelukan Lucky.


BERSAMBUNG...


__ADS_2