Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 53


__ADS_3

Jam dinding sudah menunjukkan pukul sembilan pagi, Lucky bangun lebih dulu dari Ayu, bahkan Lucky sudah berpakaian rapi, ia sudah bersiap untuk pergi bersama bang Leo untuk pergi ke perusahaan penyedia jasa bodyguard.


Sedangkan Ayu masih asyik bergelung di bawah selimutnya. Nampaknya Ayu masih sangat lelah, karena semalam hasratnya dan hasrat suaminya sama-sama luar biasa. Biasanya mereka hanya melakukan ritual sehari sekali atau paling banyak dua kali sehari, tapi malam tadi mereka melakukannya sampai empat kali dan baru selesai pukul lima subuh.


Sama seperti Ayu yang masih mengantuk, Lucky sebenarnya juga masih mengantuk, tapi karena tadi malam ia sudah membuat janji dengan bang Leo untuk pergi ke perusahaan bodyguard, jadi mau tidak mau Lucky harus menahan rasa kantuknya.


"Eugh.." Ayu melenguh sambil merentangkan kedua tangannya. Matanya perlahan mengerjap untuk menyesuaikan cahaya yang masuk ke pupil matanya.


"Mas.." panggil Ayu dengan suara khas orang bangun tidur saat melihat suaminya berdiri di depan cermin.


Lucky pun menoleh.


"Kamu udah bangun?" Tanya Lucky sambil berjalan mendekati Ayu yang sedang berusaha mendudukkan tubuhnya.


"Mas Lucky mau kemana? Kok udah rapih? Bukannya mas Lucky selesai cuti tiga hari lagi?" Tanya Ayu heran karena suaminya sudah rapih.


"Aku mau pergi sama bang Leo ke perusahaan penyedia bodyguard." Jawab Lucky.


"Kamu tunggu di rumah yah, aku gak lama kok perginya." Lanjut Lucky.


"Aku ikut mas." Rengek Ayu. Dirinya tak mau di tinggalkan oleh suaminya.


"Sebentar aja Yu, kamu istirahat aja. Tubuh kamu pasti pegel-pegel kan?"


"Pokoknya aku ikut.!! Masa cuma mas Lucky aja yang bisa ngintilin aku, aku juga mau ngintilin kamu mas." Paksa Ayu.


"Tapi bang Leo bentar lagi dateng Yu. Gak enak sama bang Leo kalau lama nungguin kamu. Aku janji cuma sebentar, selesai urusan nyari bodyguard, aku langsung pulang. Sebagai gantinya, nanti sore kita keluar nonton bioskop, gimana?"


Ayu menggelengkan kepalanya, tanda ia menolak negosiasi suaminya.


"Pokoknya aku ikut." Ayu tetap kekeh ingin ikut.


Lucky menghela nafasnya.


Tak ingin memperpanjang perdebatan yang hanya membuang-buang waktu, Lucky pun akhirnya mengizinkan Ayu untuk ikut bersamanya dan bang Leo.


Setelah mendapat izin dari suaminya, cepat-cepat Ayu turun dari atas ranjang dengan selimut yang sengaja ia lilitkan di tubuhnya, Ayu pun berjalan menuju kamar mandi.


Tok tok tok. Tak lama setelah Ayu masuk ke kamar mandi, pintu kamar Lucky pun terketuk.


"Den..den Lucky, den Leo udah dateng tuh den." Teriak asisten rumah tangga di depan pintu kamar Lucky.


"Iya mbak, suruh tunggu sebentar lagi." Jawab Lucky dari dalam kamarnya.


Si asisten pun pergi dari depan pintu kamar anak majikannya itu.


"Yu..cepetan, bang Leo udah dateng." Teriak Lucky menyuruh Ayu agar tidak berlama-lama.


"Iya mas, ini udah mau selesai kok." Jawab Ayu dari dalam kamar mandi tak kalah berteriak.


"Aku ke bawah yah, nemenin bang Leo." Teriak Lucky lagi.

__ADS_1


"Iya mas, turun aja." Balas Ayu lagi.


Lucky pun keluar dari dalam kamarnya dan turun ke bawah untuk menemani bang Leo.


"Mama mana mbak?" Tanya Lucky pada asisten rumah tangga yang melintas di hadapannya.


"Ibu pergi kontrol den, di anter sama bapak." Jawab si asisten rumah tangga.


"Oh.."


Lucky pun berjalan menemui bang Leo yang sedang menunggunya di ruang tamu.


Suasana rumah terlihat biasa saja, karena si pemegang kunci rahasia ritual Ayu dan Lucky di meja makan tadi malam tidak sedang berada di rumah. Lucky pun sampai saat ini belum menyadari kalau dirinya meninggalkan barang bukti di ruang makan.


"Ayo Ky." Begitu melihat Lucky masuk ke ruang tamu, bang Leo pun langsung berdiri.


"Sebentar bang, Ayu minta ikut." Jawab Lucky.


"Oh. Oke gak masalah." Leo kembali mendaratkan bokongnya di sofa ruang tamu.


Lucky pun sama, ia juga mendaratkan bokongnya di sofa ruang tamu untuk menunggu istrinya.


Hampir setengah jam mereka menunggu Ayu. Lucky mulai gelisah, ia merasa tak enak dengan bang Leo karena ikut menunggu istrinya. Padahal bang Leo biasa saja, maklum, ia sudah senior menghadapi wanita, jadi sudah hapal betul kebiasaan wanita kalau ingin pergi keluar rumah membutuhkan waktu hampir satu jam hanya untuk bersiap-siap. Beda dengan Lucky yang masih junior, yang belum terbiasa menunggu lama.


"Huh..katanya siap-siapnya cuma sebentar, ini udah mau setengah jam gak turun-turun." Dumel Lucky dalam hati.


Lucky pun berdiri dari sofa dan keluar dari ruang tamu.


Lucky menapaki anak tangga untuk naik ke lantai atas dan menuju kamarnya.


Sesaimpainya di depan pintu kamarnya, belum saja Lucky memutar handle pintu, pintu kamarnya tiba-tiba terbuka.


Mata Lucky membulat sempurna melihat penampilan Ayu. Cepat-cepat Lucky mendorong tubuh Ayu untuk masuk lagi ke dalam kamar.


"Ikh..mas apa-apaan sih dorong-dorong." Protes Ayu.


"Kamu yang apa-apaan, kenapa kamu pakai baju kayak gini? Kamu mau leher, bahu dan paha kamu di lihat laki-laki di perusahaan penyedia bodyguard? Ganti!!" Tegas Lucky. Ia memprotes pakaian yang istrinya pakai. Karena saat ini, Ayu memakai mini dress bertali satu. Ditambah lagi, Ayu mencepol rambutnya ke atas. Dan penampilan Ayu itu membuat Lucky panas dingin, di matanya istrinya sangat cantik dan seksi. Jika di matanya saja istrinya sangat cantik dan seksi, apalagi di mata laki-laki lain? Bukan kah pesona istri orang lebih menggoda di mata laki-laki lain, apalagi di mata brondong.


"Tapi aku pengen pake baju ini mas. Ini tuh cantik banget." Tolak Ayu.


"Justru karena cantik makanya aku suruh kamu ganti, aku gak suka kecantikan kamu di lihat laki-laki lain!! Cepet ganti, atau aku tinggal!!" Perintah Lucky lagi dengan tegas.


"Ish.." Ayu menghentakkan kaki kesal. Mau tidak mau, ia kembali mengganti pakaian yang sangat ingin ia pakai itu. Entah kenapa saat membuka koper untuk mencari pakaian, Ayu sama sekali tidak tertarik memakai pakaian itu, Ayu malah tertarik dengan mini dress yang iseng-iseng ia beli waktu di London.


Ayu pun mengganti mini dress nya dengan celana jeans dan kemeja polos V-neck, karena model baju Ayu rata-rata memang seperti itu.


Setelah selesai mengganti pakaiannya, Ayu pun keluar dari ruang ganti.


"Nah gitu baru bagus. Aku suka kamu pakaian kamu kayak gitu." Puji Lucky.


"Cih.." decih Ayu tak suka mendengar pujian suaminya.

__ADS_1


"Udah yuk." Ajak Ayu. Ia pun berjalan melintasi suaminya.


Tapi baru saja beberapa langkah Ayu melintasi Lucky, tiba-tiba tangan Lucky menarik tangan Ayu dan membawa Ayu ke dalam pelukannya.


Lucky pun mendaratkan bibirnya dengan sangat brutal di bibir Ayu.


"Hemph.." sekuat tenaga Ayu mendorong tubuh suaminya agar tautan bibir mereka terlepas. Tapi usaha Ayu sia-sia, karena Lucky menahan tengkuk Ayu.


Lucky baru melepaskan kunyahan bibirnya saat ia merasakan asupan oksigen di dalam paru-parunya menipis.


Lalu tangannya melepaskan cepolan rambut Ayu.


"Ingat, kecantikan tubuh mu, hanya mata ku yang bisa menikmati. Aku tidak mau berbagi kecantikan tubuh mu dengan laki-laki lain, walaupun mereka hanya sekedar memandang. Dan satu lagi, jangan pernah menggulung rambut mu seperti tadi lagi. Rasa-rasanya aku ingin berubah jadi drakula kalau melihat mu menggulung rambut seperti tadi." Ucap Lucky setelah melepaskan tautan bibirnya dengan bibir Ayu.


Untung saja Ayu hanya memakai lipgloss, kalau seandainya Ayu memakai lipstick berwarna merah, bisa di pastikan lipstick Ayu belepotan kemana-mana.


Lucky pun menyeka sisa saliva yang belepotan di Ayu, setelah itu baru lah mereka keluar dari dalam kamar.


✨✨✨


Kini mereka sudah berada di perusahaan penyedia jasa bodyguard.


Setelah pembicaraan yang cukup ribet di ruang manajer, akhirnya di putuskan lah kalau bodyguard untuk menjaga Ayu adalah bodyguard perempuan yang pastinya jago bela diri dan cepat tanggap dengan situasi sekitar.


Jika pasangan normal pada umumnya suami menginginkan istrinya di jaga bodyguard perempuan dan si istri ingin di jaga bodyguard laki-laki, namun pasangan ini beda dari pasangan yang lainnya.


Lucky ingin yang menjaga Ayu adalah bodyguard laki-laki, karena menurut Lucky tenaga laki-laki lebih bertenaga dari tenaga perempuan. Tapi Ayu menolak, ia ingin yang menjaganya adalah bodyguard perempuan.


Alasannya jelas, apalagi kalau bukan karena riwayat suaminya yang suka main anggar. Apalagi suaminya masih harus konsultasi ke psikiater tiap bulan, membuat Ayu tak ingin membuka peluang suaminya kembali bermain anggar.


Mau tak mau Lucky pun mengalah dan mengikuti kemauan istrinya.


Setelah sepakat, barulah pihak perusahaan memanggil tiga orang bodyguard perempuan yang postur tubuh dan mimik wajahnya tak kalah sangar dari bodyguard laki-laki. Dari tiga wanita itu, Lucky hanya memilih satu, karena Ayu tidak mau terlalu banyak orang yang menjaga nya.


Bodyguard wanita untuk menjaga Ayu pun sudah di pilih, urusan administrasi pun sudah di selesaikan. Dan lusa baru lah bodyguard itu datang ke rumah orangtua Lucky, karena lusa Lucky sudah mulai bekerja.


"Bang, kita makan siang dulu yuk." Ajak Lucky. Kini mereka sudah berada di lobi perusahaan penyedia jasa bodyguard.


"Abang mau langsung pulang aja Ky. Abang ngantuk banget soalnya. Tadi malam habis dari rumah mama kan abang langsung lanjut dinas. Makanya abang pake supir. Kalian makan siang aja berdua, terus habis makan siang jangan langsung pulang, bawa Ayu jalan-jalan Ky, ke mall kek, taman bermain kek, ke pantai kek."


"Iya bang. Ini juga rencananya mau ngajak Ayu nonton."


"Bagus. Ya udah abang duluan yah." Pamit Leo saat mobilnya yang dikendarai supir pribadi berhenti di depan lobi.


"Iya bang, hati-hati. Makasih yah bang, udah nemenin Lucky."


"Sama-sama Ky. Yu, abang pulang yah." Kini Leo pamit pada adik iparnya.


"Iya bang hati-hati. Salam buat istri dan anak-anak abang." Jawab Ayu.


Leo pun masuk kedalam mobilnya. Setelah mobil Leo melaju, baru lah Lucky dan Ayu berjalan menuju parkiran.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2