Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 52


__ADS_3

Sesampainya di anak tangga paling bawah, Lucky melihat lampu dapur menyala, itu menandakan kalau ada orang disana. Dan Lucky yakin kalau yang ada di dapur itu adalah istrinya.


Dengan nafas yang memburu, Lucky berjalan menuju dapur.


Mendengar suara langkah kaki, Ayu yang sedang jongkok mencuili brownies dari dalam kulkas sontak menoleh ke sumber suara.


"M-mas Lucky.." Seperti anak kecil yang tertangkap makan ice cream oleh orangtuanya, Ayu pun berdiri perlahan dan menutup pintu kulkas.


Dengan wajah malu bercampur takut, Ayu menyenderkan tubuhnya di lemari pendingin empat pintu itu. Tadi nya Ayu hanya merasa malu karena ketahuan mencuili makanan di dalam kulkas, tapi setelah melihat ekspresi wajah Lucky yang menyeramkan, tiba-tiba saja Ayu menjadi takut.


Dengan rahang yang mengeras dan tangan yang mengepal, Lucky berjalan mendekati Ayu.


"M-mas..." lirih Ayu. Jantung Ayu serasa mau meledak, tubuhnya bergetar hebat melihat ekspresi wajah Lucky itu. Di pikiran Ayu, suaminya itu mau menyakitinya.


Dan ternyata apa yang di pikirkan Ayu itu salah, karena begitu Lucky sudah di hadapan Ayu, Lucky langsung memeluk istrinya itu sangat erat.


"Aku pikir kamu kemana. Aku panik Yu, aku khawatir terjadi sesuatu pada mu." Ucap Lucky sambil memeluk erat tubuh istrinya itu.


"A-aku kan cu-ma ke da-pur mas." Jawab Ayu masih gemetaran.


"Kan sudah aku bilang jangan pernah pergi sendiri tanpa diri ku."


"Mas... aku masih di dalam rumah, aku tidak pergi kemana-mana, lagian aku hanya ke dapur mas."


"Tetap saja kau pergi tidak memberitahu ku. Bagaimana kalau Billy menyusup masuk ke rumah ini dan mencelakai mu?!"


Dalam pelukan Lucky, Ayu menghela nafasnya. Kalau suaminya sudah begini, Ayu hanya bisa diam dan tak melanjutkan perdebatan. Ayu tau saat ini suaminya sangat mengkhawatirkan dirinya. Dari sikap Lucky yang seperti ini, Ayu mengambil sisi positif nya saja, kalau suaminya itu sangat menyayanginya walaupun suaminya tidak pernah mengatakan sayang atau cinta padanya.


"Maaf yah mas, udah buat kamu se khawatir ini." Ucap Ayu sambil mengelus punggung suaminya.


Perlahan Lucky menjauhkan tubuh Ayu agar bisa saling berhadapan dengannya.


"Jangan membuat ku panik seperti ini lagi Yu." Ucap Lucky dengan sorot mata yang terlihat jelas sangat takut kehilangan Ayu.


Ayu hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


Lucky pun merangkum wajah Ayu dengan kedua tangannya. Ia mendaratkan bibirnya ke bibir Ayu dan mengunyah bibir mungil itu tipis-tipis.


Ayu pun membalas kunyahan bibir suaminya, dan mereka pun saling mengunyah bibir pasangan mereka. Lama kelamaan, kunyahan pun semakin buas dan rakus.


Lucky melepaskan tautan bibir mereka agar Ayu bisa mengisi oksigen ke dalam paru-parunya yang hampir menipis. Tapi bibirnya tak mau diam begitu saja, kini bibir Lucky sudah bermain di leher Ayu. Tangan Lucky pun ikut bekerja menyelinap ke balik daster Ayu dan mulai meraba lubang kramat istrinya yang masih tertutup gorden berwana merah muda.


"Ssh...ah..mas." desau Ayu saat jari telunjuk suaminya berputar-putar di depan lubang kramatnya yang masih tertutup gorden.


Mendengar desauan Ayu, rudal yang sudah bertegangan tinggi makin tidak tahan minta segera di masukkan ke dalam lubang BuAyu.


Lucky pun menggendong Ayu seperti anak koala menuju ruang makan. Sesampainya di ruang makan, Lucky membaringkan Ayu di meja makan dan kembali mengunyah bibir istrinya dengan sangat rakus.

__ADS_1


Tangan Lucky juga kembali merambat naik di paha Ayu perlahan sampai tiba di depan lubang kramat. Tangan besar itu pun mulai membuka gorden penutup lubang Bu Ayu.


"Mas..jangan disini." Ucap Ayu dengan suara berbisik sambil menahan tangan suaminya yang hendak menurunkan gorden penutup lubang BuAyu.


"Aku sudah tidak tahan Yu." Jawab Lucky dengan suara yang berbisik juga.


"Tapi kalau ada orang yang datang gimana mas? Kita pindah ke kamar saja." Meski hasrat Ayu sudah di ubun-ubun, tapi otaknya masih waras untuk tidak main dokter-dokteran di ruang makan.


"Gak akan ada yang dateng, kalau kamu gak ribut." Jawab Lucky yang benar-benar sudah tidak bisa menahan hasratnya.


Cepat-cepat Lucky membuka gorden penutup lubang BuAyu, lalu membuka boxernya. Setelah ia berhasil melakukan tugasnya sebagai seorang suami, Lucky memiliki kebiasaan baru yaitu tidur selalu bertelanjang dada dan hanya menggunakan boxer dan tidak menyarungi rudalnya.


"Mas..jangan disini mas, ekstrim banget kalau kita ngelakuinnya disini." Ayu masih berusaha menyadarkan suaminya dari setan mesum yang telah merasuki suaminya.


"Bagus dong, hitung-hitung uji nyali." Jawab Lucky enteng.


Lucky pun kembali memberi sengatan-sengatan kenikmatan di setiap titik sensitif Ayu. Setelah merasakan lubang BuAyu yang sudah becek, Lucky pun mulai menggiring rudalnya masuk ke dalam lubang BuAyu.


"Aargh..mas." desau Ayu saat rudal suaminya yang kekar dan berotot itu terbenam sempurna di dalam lubang kramatnya.


"Pelanin suara mu Yu, kalau gak mau seisi rumah bangun dan mergokin kita disini." Lucky memberi peringatan pada Ayu.


Mau tak mau Ayu harus bisa menahan suara desauan merdu nya dengan melipat bibirnya rapat-rapat saat rudal suaminya mulai mengobok-obok isi lubang kramatnya.


Tapi usahanya itu sia-sia karena suaminya begitu buas mengacak-acak lubang kramatnya.


"Sssh..mas.." desau Ayu pelan.


Hampir lima belas menit mereka mengguncang meja makan. Gerakan pinggul Lucky pun semakin brutal dan liar.


"Ah..mas..pelanin mas." Racau Ayu saat Lucky begitu brutal menggerakkan pinggulnya.


"Tahan Yu, udah mau selesai." Jawab Lucky.


"Ah...mas, aku.." racau Ayu saat dirinya sydah hampir sampai pada puncak gelombang kenikmatan.


"Sama-sama Yu." Sepertinya Lucky juga sudah mau sampai di puncak gelombang.


Lucky pun semakin mempercepat gerakannya agar mereka bisa sama-sama sampai di puncak kenikmatan. Tapi sayangnya, Ayu lah yang terlebih dahulu sampai di atas puncak.


"Argh mas.." erang Ayu saat tubuhnya tersapu gelombang kenikmatan sampai ke langit ke tujuh, rasanya seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik perut bawahnya.


Tak sampai lima menit, Lucky pun akhirnya menyusul Ayu yang sudah lebih dulu sampai di puncak kenikmatan.


"Oh..Ayu...I Love You." Erang Lucky.


Setelah rudal selesai membuang oli putihnya, Lucky pun ambruk seketika di atas tubuh Ayu.

__ADS_1


Dada mereka yang menyatu membuat mereka merasakan deru nafas pasangan mereka.


"Mas.." panggil Ayu pada suaminya yang masih menggelepar diatas tubuhnya.


"Hemh.." jawab Lucky sekenanya, karena masih dalam tahap pengaturan nafas.


"Waktu pelepasan tadi, mas Lucky ngomong apa?" Tanya Ayu. Sebenarnya Ayu mendengar dengan jelas apa yang suaminya katakan, tapi ia ingin mendengar kalimat itu sekali lagi.


"Memangnya aku ngomong apa?" Lucky malah balik bertanya. Ia malu jika harus mengatakan kalimat itu lagi.


"Ish..udah akh minggir. Sakit pinggang aku gara-gara di suntik di atas meja." Ayu kelihatannya kesal karena suaminya malah balik bertanya. Ayu jadi berpikir kalau Lucky mengatakan kalimat kramat itu sedang tidak sadar.


Tau istrinya kesal, Lucky pun menahan tubuh Ayu yang sedang meronta minta Lucky segera pindah dari atas tubuhnya.


"Aku cinta kamu Yu, aku sayang kamu, aku gak mau kehilangan kamu. Aku bisa gila kalau kamu gak ada disamping aku." Kalimat kramat yang sangat ingin Lucky katakan akhirnya bisa juga Lucky keluarkan dari dalam dadanya.


Mendengar kalimat kramat yang sangat ingin Ayu dengar dari mulut suaminya, Ayu sampai meneteskan air mata haru.


"Aku gak tau kapan persisnya rasa ini menghantui aku, tapi yang aku ingat saat kamu bilang ingin pisah, hati ku sakit sekali. Dan mulai saat itu aku berjanji pada diri ku, kalau kamu memberikan kesempatan pada ku sekali lagi, aku berjanji akan berubah dan berusaha keras untuk kembali ke jalan yang benar. Aku baru menyadari kalau perasaan itu cinta saat aku melihat mu tersenyum dengan pelayan waktu kita di London. Aku baru sadar, kalau ternyata waktu itu aku sedang cemburu. Dan ternyata cemburu ku itu adalah bentuk kalau aku sudah sangat mencintai dan menyayangi mu. Maaf kalau aku tidak pernah mengatakan cinta pada mu, karena buat ku cinta bukan untuk di katakan tapi untuk ditunjukkan." Ucap Lucky lagi menumpahkan semua rasa cinta nya pada Ayu.


Dan ucapan Lucky itu sukses membuat Ayu makin klepek-klepek. Ayu pun memeluk suaminya dengan sangat erat.


"Aku juga cinta sama kamu mas." Ucap Ayu dalam pelukan suaminya.


Perlahan Lucky merenggangkan pelukan Ayu dan mencium bibir istrinya itu dan mengunyahnya dengan sangat lembut. Ayu yang sedang terbawa suasana haru karena suaminya baru menyatakan cinta padanya, membalas kunyahan lembut suaminya. Cukup lama bibir mereka saling mengunyah dengan lembut, dan itu membuat rudal yang dalam mode off yang masih terbenam di dalam lubang BuAyu kembali dalam mode on.


"Sayang, sekali lagi boleh?" Tanya Lucky dengan suara yang sangat berat dan nafas yang memburu.


Ayu menganggukkan kepalanya tanda ia mengizinkan suaminya untuk membawanya kembali ke negri kenikmatan.


"Tapi kita pindah ke kamar yah mas." Pinta Ayu.


Lucky menganggukkan kepalanya.


Tanpa mengeluarkan rudal dari dalam lubang BuAyu, Lucky pun langsung menggendong Ayu seperti anak koala dan berjalan keluar dari ruang makan, menapaki anak tangga untuk naik ke lantai atas dimana kamar mereka berada.


Sesampainya di dalam kamar, Lucky kembali memberikan suntikan yang akan membuat Ayu KSP.


Tanpa mereka sadari kalau gorden penutup lubang BuAyu dan boxer milik Lucky masih teronggok di lantai ruang makan.


Sedangkan di lantai bawah, ada mama Tyas yang ternyata sejak tadi menguping pembicaraan Ayu dan Lucky di ruang makan. Tadinya mama Tyas terbangun karena dari dalam kamar samar-samar mendengar suara orang di ruang makan, mama Tyas yang penasaran pun mengendap-endap keluar dari dalam kamar menuju ruang makan. Mama Tyas bernasib baik karena datang disaat Ayu dan Lucky sudah selesai mengguncang meja makan, jadi mama telinga mama Tyas tak perlu ternodai dengan suara ah uh ah uh yang keluar dari mulut Lucky dan Ayu, yah..walaupun saat mama Tyas datang posisi Ayu dan Lucky sedang dempet, tapi untungnya cahaya di ruang makan remang-remang karena hanya mengandalkan cahaya dari lampu dapur yang sempat Ayu nyalakan.


Mendengar suara anak dan menantunya, mama Tyas yang berniat ingin masuk ke ruang makan, mengurungkan niatnya dan lebih memilih menguping pembicaraan anak dan menantunya itu dari balik tembok. Mendengar anak dan menantunya saling mengatakan cinta, mama Tyas senyum-senyum sendiri sekaligus bernafas lega karena anak dan menantunya sudah sungguh-sungguh menjalankan biduk rumah tangga.


Apalagi saat melihat Lucky menggendong Ayu seperti anak koala, mama Tyas semakin yakin kalau Lucky sudah menjalankan kewajibannya memberikan nafkah batin pada istrinya, karena Lucky menggendong Ayu dalam keadaan tubuhnya yang polos tanpa sehelai kain menutupi tubuh anak bungsunya.


"Dasar pengantin baru stok lama, begitu memang kalau terlambat ngerasain gali sumur, jadinya gak tau tempat." Gumam mama Tyas. Mama Tyas sangat yakin kalau anak dan menantunya itu baru saja melakukan ritual menghadirkan cucu untuknya di ruang makan.

__ADS_1


Mama Tyas pun masuk ke ruang makan, untuk mencari barang bukti aksi ritual legal anak dan menantunya itu. Dan di dapatlah gorden penutup lubang BuAyu dan boxer milik anak bungsunya. Cepat-cepat mama Tyas mengambil barang bukti itu, agar tidak ada yang tau kalau ruang makan sudah dipakai untuk melakukan ritual legal pasangan suami-istri.


BERSAMBUNG...


__ADS_2