
Lucky pun berdiri dan berjalan mendekati nakas lalu mengambil nampan yang berisi roti dan susu itu kemudian kembali mendekati Ayu dan menyodorkan nampan itu kehadapan Ayu.
Ayu pun mengambil nampan itu dan meletakkannya di atas pangkuannya dan mulai memakan roti yang sudah suaminya buatkan untuknya.
"Kenapa gak sekalian makan berat aja sih mas, ini kan udah siang." Dumel Ayu.
Lucky menghela nafasnya.
"Aku mana tau kalau kamu bakal bangun jam segini, makanya aku cuma siapin roti aja. Nanti habis kamu mandi baru kita pesan makanan."
"Ya harusnya kan mas Lucky bangunin aku."
"Gak tega Yu, muka kamu tuh capek banget, makanya aku biarin kamu tidur, eh...pas lihat jam gak tau nya udah jam segini. Udah akh jangan ngedumel terus. Nanti rudal on lagi loh denger kamu ngedumel. Mau di colok lagi?"
Mendengar kata-kata Lucky, Ayu langsung diam seribu bahasa. Jika dulu di awal-awal pernikahannya dengan Lucky dirinya sangat menginginkan di guncang di atas ranjang, tapi sekarang setelah merasakan setruman dan keganasan rudal suaminya, rasa-rasanya Ayu ingin melambaikan tangan ke kamera tanda ia tak sanggup. Namun mengingat suaminya ini termasuk spesies langka, jadi kapan rudal minta di isi daya, lubang BuAyu harus siap di colok rudal.
Dalam diam Ayu pun menghabiskan roti dan susu yang disiapkan suaminya.
"Kamu tunggu sini yah, biar aku siapin air mandinya dulu." Ucap Lucky saat melihat roti dan susu sudah berpindah ke dalam lambung Ayu, Lucky pun berdiri dari tempat duduknya di atas ranjang lalu berjalan menuju kamar mandi untuk menyiapkan air hangat untuk istrinya itu.
Setelah bathtub terisi, Lucky pun keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan mendekati Ayu yang masih duduk di atas ranjang.
"Kamu kenapa?" Tanya Lucky saat melihat wajah istrinya seperti sedang menahan sakit.
"Tadi aku mau berdiri, tapi perih mas..." rengek Ayu.
Bukannya kasihan, Lucky malah tersenyum. Tersenyum karena wajah Ayu sangat menggemaskan.
"Kan udah aku bilang kamu disini dulu. Udah sini aku gendong." Lucky pun berjalan mendekati Ayu di ranjang, menyibakkan selimut yang melilit di tubuh Ayu dan menggendong Ayu ala bridal style
Lucky pun berjalan menuju kamar mandi, setelah berada di dalam kamar mandi, Lucky langsung memasukkan Ayu ke dalam bathtub secara perlahan.
"Kamu berendam aja dulu buat ngurangin rasa sakit sama pegal-pegal di tubuh kamu." Ucap Lucky setelah memasukkan Ayu ke dalam bathtub.
__ADS_1
"Mau aku pasangin aroma terapi juga?" Tanya Lucky sebelum keluar di dalam kamar mandi.
"Boleh." Jawab Ayu.
Lucky pun menyalakan aroma terapi listrik sesuai permintaan Ayu.
Setelah aroma terapi ia nyalakan, tanpa pamit pada Ayu, Lucky pun hendak keluar dari dalam kamar mandi.
"Mau kemana mas?" Tanya Ayu.
"Mau keluar, kamu berendam aja dulu, nanti kalau udah puas berendam, pegal-pegal badan mu udah hilang, panggil aja, aku gak kemana-mana kok, biar aku mandiin kamu." Jawab Lucky.
"Oh.. aku pikir mas Lucky mau ikutan berendam sama aku." Lirih Ayu pelan, namun masih bisa Lucky dengar.
"Shiiiit!!!! Susah payah aku kontrol supaya gak terpancing untuk masuk ke dalam bathtub, sekarang kamu malah ngomong gitu." Gerutu Lucky dalam hatinya.
Karena sejak ia menyibakkan selimut dari tubuh Ayu, sinyal rudalnya kembali menguat. Lucky merasakan celana yang ia pakai tiba-tiba sempit, tapi sekuat tenaga Lucky mengontrol hasratnya karena tidak tega dengan kondisi lubang BuAyu yang membengkak karena ulah rudal nya. Makanya begitu memasukkan Ayu ke dalam bathtube, Lucky ingin cepat-cepat keluar dari dalam kamar mandi agar tidak kebablasan.
Lucky pun menoleh ke arah Ayu dengan tatapan tak biasa dan malah berjalan mendekati Ayu yang sedang berendam dalam bathtub.
"Kenapa mas?" Tanya Ayu yang belum sadar akan menjadi santapan macan jantan.
Namun, tak sampai satu menit ia bertanya pada suaminya, mata Ayu membelalak sempurna karena melihat suaminya membuka pakaiannya satu persatu. Kini ia sadar kalau sebentar lagi dirinya akan kembali menjadi santapan macan jantan. Jantung Ayu berdegup kencang, ia berulangkali menelan slivanya karena membayangkan apa yang akan terjadi jika suaminya ikut masuk ke dalam bathtub.
"Bodoh!!! Kenapa aku bilang gitu sih tadi. Kepancing kan!!!" Umpat Ayu pada dirinya sendiri dalam hati.
Kini tubuh Lucky sudah dalam keadaan polos, Lucky pun ikut masuk ke dalam bathtub.
"M-mas Lucky mau ng-ngapain?" Tanya Ayu pura-pura tidak tahu.
"Bukannya kamu tadi yang minta aku ikut berendam?" Lucky malah bertanya balik.
"A-aku ta-di kan cuma nanya, bukan nyuruh mas Lucky ikut berendam."
__ADS_1
"Sama aja. Udah lah, berendam bareng bukan ide buruk kok untuk memulai rumah tangga kita yang sebenarnya." Ucap Lucky sambil mengecupi pundak Ayu dari belakang. Bahkan tangan Lucky juga mulai memijat-mijat pundak Ayu.
"Gak usah gugup Yu, tutup aja mata kamu, rasain pijatan aku." Ucap Lucky lagi.
Ayu menuruti kata-kata suaminya. Ia pun mulai menutup matanya dan mulai merasakan pijatan lembut yang di berikan suaminya di bagian punggungnya.
Perlahan tapi pasti tangan Lucky pun menjalar kedepan, ke tempat dimana kue Yucur berada.
"Mmmhh.." masih dengan mata tertutup, Ayu menahan desauan yang ingin keluar dari mulutnya saat dua tangan besar suaminya itu menangkup kedua kue Yucur miliknya.
"Keluarin Yu, jangan di tahan." Bisik Lucky yang tau kalau istrinya sedang berusaha melawan arus ombak kenikmatan.
Ayu menelan slivanya mendengar bisikan suaminya yang makin mengobarkan bendera minta di gempur.
"Ssh...ah.." desau Ayu saat jari jemari suaminya memilin seiprit chocochips yang ada di puncak kue Yucurnya.
Mendengar desauan istrinya rudal pun makin menambah tegangannya.
Cepat-cepat Lucky mengarahkan Ayu untuk menungging dengan tangan yang berpegangan di tepian bathtub.
Dan siang hari itu, terjadi lah tsunami lokal di dalam bathtub. Akhirnya, Lucky bisa merasakan mandi plus-plus dengan lawan jenisnya, bukan mandi plus-plus dengan satu spesiesnya.
✨✨✨
Hari-hari berganti, tak terasa perpanjangan tinggal sementara satu bulan di London pun berakhir, psikiater yang membantu Lucky pun menyatakan Lucky tidak perlu lagi konsultasi dengannya sejak dua minggu yang lalu, hanya setiba nya Lucky di negara nya minimal dua bulan sekali Lucky harus pergi kontrol dengan surat keterangan yang nanti psikiater itu berikan sebagai informasi untuk psikiater yang nantinya akan menangani Lucky di negaranya.
Setelah Lucky dinyatakan tak perlu lagi konsultasi, Lucky dan Ayu pun menghabiskan sisa waktu visa mereka dengan berbulan madu. Hubungan mereka pun semakin harmonis, apalagi hubungan diranjang, tak ada kata istirahat buat Lucky untuk menyicil hutang nafkah batin yang harusnya ia berikan sejak awal pernikahan mereka. Meski sebenarnya Ayu lelah karena tiap hari suaminya memberi nafkah batin sehari dua sampai tiga kali, tapi Ayu tidak bisa mengeluh dan menolak, karena Ayu takut kalau ia tidak memberikan hak suaminya, takut-takut nanti suaminya kembali ke jalan yang belok.
Ayu juga merasakan perubahan sikap Lucky yang sangat signifikan. Jika sebelum-sebelumnya Lucky tidak peka dengan perasaannya, kalau sekarang Lucky selalu mengutamakan perasaan Ayu. Meski Ayu suka dengan perubahan sikap suaminya, tapi ada satu sikap Lucky yang membuat Ayu kadang-kadang jengkel yaitu Lucky sekarang sangat lah posesif padanya. Tidak boleh ada laki-laki yang mendekatinya, ia juga tidak boleh tersenyum di depan laki-laki lain. Lucky menuntut Ayu harus menjadi wanita yang terkesan jutek dan dingin terhadap laki-laki lain.
Mau tak mau Ayu menuruti kemauan suaminya, karena Ayu takut suaminya akan tantrum jika sedang cemburu.
BERSAMBUNG...
__ADS_1