
Waktu resepsi pun dua jam lagi di mulai,tapi Lucky belum juga kembali ke kamar mereka,padahal sekarang Ayu sudah mulai dirias.
"Suami kamu mana Yu?" Tanya ibu Endang pada Ayu saat masuk kamar Ayu karena tak melihat menantunya di dalam kamar.
Ceklek. Baru saja Ayu ingin menjawab,tiba-tiba pintu unit kamar Ayu terbuka.
Ibu Endang dan Ayu pun menoleh ke arah pintu.
Ternyata yang membuka pintu adalah Lucky.
Lucky tidak kemana-mana,ia hanya ketiduran bersama kedua orangtuanya dalam unit kamar orangtuanya.
"Kamu dari mana sih mas?" Tanya Ayu penasaran.
"Dari kamar mama. Tadinya cuma mau ngobrol-ngobrol bentar,eh..malah ketiduran." Jawab Lucky jujur.
"Gak pa-pa kalau sekarang kamu ketiduran di kamar orangtua kamu,asal jangan nanti habis resepsi kamu tidur di kamar orangtua kamu. Kan kasihan nanti Ayu nya,malam pertama tidur malah meluk guling." Goda ibu Endang.
Ayu dan Lucky tersenyum kecut mendengar godaan yang di lontarkan ibu Endang.
"Ya udah sekarang kamu siap-siap sana." Perintah ibu Endang pada Lucky.
Lucky pun berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya agar lebih segar. Setelah selesai membersihkan tubuhnya,Lucky pun keluar dari dalam kamar mandi untuk menyiapkan dirinya ke acara resepsi pernikahannya.
Satu jam kemudian Lucky dan Ayu pun telah selesai berias,sekarang mereka hanya tinggal menunggu waktu resepsi di mulai saja di ruang tunggu.
Ceklek. Tiba-tiba saja pintu ruang tunggu terbuka.
"Risa." Ucap Ayu saat melihat sang sahabat.
"Duuh cantiknya." Puji Risa.
"Selamat yah Yu,mas Lucky atas pernikahannya. Semoga langgeng." Doa tulus Risa panjatkan untuk pernikahan kedua sahabatnya itu,karena Risa tau kalau Lucky memiliki penyimpangan. Risa berharap pernikahan Lucky dengan Ayu bisa membawa Lucky ke jalan yang benar.
"Makasih yah Ris." Jawab Ayu.
Mereka bertiga pun berfoto terlebih dahulu sebelum Risa keluar dari dalam ruang tunggu.
Ruang tunggu pun kembali sepi,karena tak ada satu pun dari Ayu maupun Lucky yang mau membuka suaranya terlebih dahulu. Lucky lebih memilih memainkan ponselnya sedangkan Ayu lebih memilih memandangi laki-laki tampan yang sudah sah menjadi suaminya sekarang secara diam-diam.
"Setelah aku perhatiin,ternyata mas Lucky tuh ganteng banget yah. Rahangnya tegas,bibirnya seksi,hidungnya mancung,apalagi itu tadi perut sama....,aaakh...pokoknya idaman perempuan banget lah." Gumam Ayu dalam hati sambil memandangi wajah Lucky diam-diam. Gara-gara memandangi wajah tampan Lucky,otak Ayu jadi kembali teringat akan kejadian tadi siang sehabis pengucapan janji suci.
__ADS_1
"Kalau di banding sama mas Farel,jelas mas Farel gak ada apa-apanya. Udah wajah pas-pas an,tukang selingkuh lagi!!!!" Kata Ayu lagi dalam hatinya. Mengingat sosok mantannya yang telah menyelingkuhinya,membuat darah militer Ayu mendidih.
"Kamu ngeliatin apa?" Tanya Lucky saat netranya menangkap netra Ayu yang sedang memandanginya sampai tak berkedip.
"Hah...akh...gak ngeliatin apa-apa kok mas. Orang aku lagi ngelamun aja." Sangkal Ayu. Wajahnya sampai memerah seperti kepiting rebus karena kepergok sedang memandangi wajah Lucky.
Lucky tak lagi memperpanjang. Sedangkan Ayu juga memalingkan wajahnya ke arah lain agar wajah Ayu yang memerah tak terlihat Lucky.
Suasana ruang tunggu pun kembali menghening.
Ceklek. Pintu ruang tunggu terbuka memecah keheningan ruangan itu.
Mama Tyas dan Ibu Endang pun masuk ke dalam ruang tunggu.
"Ayo kita ke tempat resepsi. Acaranya sudah mau di mulai." Ucap mama Tyas.
"Iya mah." Jawab Lucky. Lucky pun berdiri dari tempat duduknya dan hendak berjalan keluar ruangan.
Tapi tangan mama Tyas langsung menghadang langkah anaknya.
"Di bantu berdiri dong Ky istrinya. Kamu kan lihat Ayu pake gaun,pasti susah berdiri." Ucap mama Tyas.
"Nah gitu dong. Sekarang gandeng tangan istri mu. Dia kan pake heels,jadi pasti susah jalan dengan sepatu heels,apalagi gaun yang di pake istri mu berat." Perintah mama Tyas pagi.
Kembali Lucky menghela nafasnya,tapi ia juga tidak membantah perintah sang mama. Ia pun memasukkan tangan Ayu kedalam lingkar tangannya. Mereka berdua pun berjalan beriringan keluar dari dalam ruang tunggu dan di susul para mama dari belakang mereka.
✨✨✨
Acara resepsi pun telah usai,para tamu undangan pun juga sudah berpulangan,yang tersisa kini di tempat resepsi pun tinggal orangtua Lucky, orangtua Ayu dan kedua abang Lucky. Tidak ada Adam di pesta pernikahan Ayu dan Lucky.
"Ky,sana bawa istri kamu ke kamar. Pasti istri kamu udah capek banget berdiri nyalamin para tamu." Ucap mama Tyas.
"Iya mah."
"Ayok Yu." Ajak Lucky.
"Ayu sama mas Lucky ke kamar duluan yah mah." Pamit Ayu pada mama Tyas yang kini telah menjadi mama mertuanya.
Mama Tyas menganggukkan kepalanya.
"Kita pamitan dulu sama ibu dan bapak dulu yah mas,takut mereka nanti kecarian." Pinta Ayu.
__ADS_1
Lucky pun menganggukkan kepalanya dan menggandeng tangan Ayu berjalan menghampiri kedua orangtuanya yang sedang berbincang dengan kedua abang Lucky.
"Bu,Pak,Ayu sama mas Lucky ke kamar duluan yah." Pamit Ayu kepada kedua orangtuanya.
"Cie...pasti kalian udah sama-sama gak sabar yah?" Ejek bang Leo.
Ayu tersenyum malu-malu mendengar ejekan dari abang iparnya itu. Sedangkan Lucky ia terlihat biasa saja,karena apa yang dipikiran bang Leo tidak sama dengan apa yang Lucky pikirkan.
Justru di pikiran Lucky sekarang sedang memikirkan bagaimana cara agar dirinya lepas dari kewajibannya memberi kan nafkah batin untuk sang istri.
"Ya udah sana. Tapi.." Ucap ibu Endang.
"Tapi apa bu?" Tanya Ayu karena kata-kata sang ibu yang menggantung.
Ibu Endang pun mendekatkan mulutnya ke telinga Ayu.
"Jangan lupa pakai baju dinas Yu sebelum perang. Sama jangan lupa lepas dalaman biar suami mu gak perlu repot-repot." Bisik ibu Endang.
"Astaga ibu." Kaget Ayu karena sang ibu dengan gamblangnya mengatakan hal tabu itu di telinga Ayu. Makin merah saja wajah Ayu di buat ibu nya sendiri.
"Udah ah..Ayu sama mas Lucky pamit dulu." Kata Ayu lagi.
"Ayo mas." Ayu pun menarik tangan Lucky agar cepat-cepat pergi dari hadapan orangtuanya dan kedua abang Lucky.
Karena jika mereka semakin lama disana,yang ada wajah Ayu bisa terbakar sangking panasnya karena malu.
Sedangkan dari tempat nya berada,mama Tyas yang sedari tadi melihat pergerakan Lucky dan Ayu,hanya bisa tersenyum penuh harap. Berharap agar sang anak bisa sembuh dari penyimpangannya.
"Mama menggantungkan harapan sama kamu Yu,semoga kamu bisa membawa Lucky ke jalan yang benar sebelum ajal menjemput mama dan papa." Gumam mama Tyas dalam hatinya.
BERSAMBUNG...
LIKE
KOMEN
VOTE
HADIAH
🙏🙏🙏
__ADS_1