Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 72


__ADS_3

Tapi sayangnya baby Kya tidak mau di gendong oleh neneknya. Mau tak mau Lucky kembali berjalan mendekati baby Kya yang sedang di tenangkan oleh buk Endang.


"Mungkin Kya mau en•en buk. Sini biar Lucky kasih sama Ayu." Lucky pun mengambil alih baby Kya dari tangan buk Endang. Kemudian memberikan baby Kya pada Ayu untuk segera menyumpal mulut baby Kya dengan empeng kenyal sumber kehidupan baby Kya.


"Uluh...uluh...anak mama mau en•en yah?" Ucap gemas Ayu saat baby Kya sudah ada dalam gendongannya.


"ASI mu udah keluar?" Tanya Lucky.


"Udah, tapi sedikit mas. Makanya Kya kelaparan terus."


"Gak pa-pa, en•enin aja terus, nanti lama-lama juga banyak kok keluarnya." Balas Lucky memberi semangat pada Ayu.


Lucky pun membantu Ayu memasang bantal ibu menyusui dan memasang penutup untuk Ayu mengASIhi baby Kya.


"Ssshh...auw.." Ayu mencengkram bantal menyusui saat baby Kya mulai meng•hisap sumber kehidupannya.


Ternyata menyusui tak semudah seperti yang di lihat, apalagi menyusui anak pertama. Saat sang anak meng•hisap sumber kehidupan, rasa-rasanya semua saraf yang ada di sekitar kue Yucur ikut terhisap sehingga menimbulkan rasa sakit yang luar biasa, sangat berbeda jika bapaknya yang meng•hisap.


"Sakit banget yah?" Tanya Lucky khawatir melihat wajah istrinya yang memerah karena menahan sakit.


Ayu hanya sanggup menganggukkan kepalanya.


Lucky pun mendekati Ayu dan membenamkan kepala Ayu di dada nya.


"Gigit aja dada ku Yu, biar aku juga ngerasain sakit seperti yang kamu rasain." Ucap Lucky sambil mengelus punggung istrinya. Ia tak mau istrinya mengalami sakit sendirian demi memberikan sumber gizi terbaik untuk seribu hari pertama kehidupan buah hati mereka.


"Gak pa-pa mas, udah gak nyeri kok." Jawab Ayu. Karena memang rasa sakit itu hanya datang beberapa saat saja.


"Beneran?" Tanya Lucky memastikan.


Ayu menganggukkan kepalanya.


Lucky pun menjauhkan kepala Ayu dari dadanya.


"Sambil makan yah. Biar aku suapin." Ucap Lucky.


Ayu menganggukkan kepalanya.


Lucky pun mengambil piring berisi nasi dan menyendokkan sup buntut ke dalam piring. Kemudian menyuapi istrinya yang sedang menyusui.


Tanpa mereka sadari ada buk Endang dan mama Tyas yang sejak tadi memperhatikan cara Lucky memperlakukan istrinya.


"Ini namanya menjadi ratu di tangan lelaki yang tepat. Nak Lucky benar-benar menjadikan Ayu seorang ratu." Lirih bu Endang sambil sorot matanya melihat Lucky yang sedang menyuapi Ayu.


"Lucky seperti itu karena Ayu juga wanita yang hebat." Timpal mama Tyas.


Dan keempat orangtua yang sedang memperhatikan Ayu dan Lucky tersenyum sumringah dari tempat mereka memandang.

__ADS_1


✨✨✨


Keesokan paginya.


Waktu sudah menunjukkan pukul sembilan pagi.


Ayu dan baby Kya juga sudah mandi. Jika baby Kya di mandikan oleh bidan, kalau Ayu di mandikan oleh Lucky.


Tak ada acara mandi plus-plus. Karena Lucky tak sampai hati meminta pijatan plus-plus pada Ayu, apalagi sekarang mereka masih ada di rumah sakit.


Ceklek. Pintu kamar rawat Ayu terbuka.


Ternyata mama Tyas dan buk Endang yang datang. Pak Andar tidak ikut karena sudah pulang ke kota M jam tujuh pagi tadi sedangkan papa Lutfi, ia harus pergi ketempat prakteknya memberikan pelayanan untuk orang sakit.


Sontak Ayu dan Lucky pun menoleh ke arah pintu.


"Ini mama bawain sayur katuk, biar ASI kamu banyak." Ucap mama Tyas sambil berjalan ke arah ranjang dimana Lucky sedang menyuapi Ayu buah pepaya.


Semenjak melahirkan sampai pagi ini, Ayu belum ada buang tinja dan hal itu membuat perut Ayu begah. Apalagi biasanya setiap pagi Ayu pasti melakukan penyetoran tunai di closet, jadi sekalinya tidak melakukan penyetoran rasanya sangat aneh.


"Makasih yah mah." Jawab Ayu.


"Kamu udah hubungin rumah sakit belum Ky?" Tanya mama Tyas.


"Udah mah, Lucky juga udah minta cuti seminggu untuk nemenin Ayu."


"Kok seminggu mas?"


Ayu menggeleng.


"Itu kelamaan mas. Tiga hari aja kamu ambil cuti juga udah cukup kok. Kan ada mama sama ibu yang nemenin aku."


"Tetap aja, aku gak tenang kalau gak ngontrol kamu langsung. Kalau sama mama atau ibu kan kamu bebas makan sembarangan."


Ayu mencebikkan sudut bibirnya mendengat perkataan suaminya.


"Kamu pulang dulu sana, cukur tuh kumis sama jenggot kamu. Baru punya anak satu aja kayak bapak-bapak anak empat." Ucap mama Tyas.


"Iya mas, kamu pulang dulu sana. Istirahat di rumah, kan semalam kamu begadang jagain Kya." Timpal Ayu.


"Semalam Kya rewel?" Tanya buk Endang yang sedang berdiri di samping box bayi tempat baby Kya tertidur.


"Rewel sih gak buk, tapi gak mau di taro di box. Maunya di gendong papa nya terus." Jawab Ayu.


"Aduh si cantik, masih bayi aja udah posesif sama papanya." Ucap bu Endang.


"Ya udah aku pulang dulu yah sebentar. Nanti aku datang lagi." Pamit Lucky. Dan seperti biasa, sebelum keluar dari kamar rawat Ayu, Lucky tak lupa memberikan kecupan pada Ayu dan baby Kya.

__ADS_1


"Eh...nak Lucky tunggu." Panggil buk Endang saat Lucky hendak keluar dari kamar itu.


Lucky pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah buk Endang.


"Kenapa buk?" Tanya Lucky.


"Lepas baju mu." Perintah buk Endang tanpa basa-basi.


"Hah?" Lucky ternganga mendengar perintah dari buk Endang.


"Lepas baju mu." Ulang buk Endang.


"Ibu ikh mesum!" Protes Ayu.


"Mesum!! Otak kamu tuh yang mesum!" Omel buk Endang pada Ayu.


"Ibu ngapain nyuruh mas Lucky buka baju? Ibu mau lihat roti sobeknya mas Lucky kan?"


"Cih..ngapain ibu liat roti sobeknya suami kamu Yu. Gak kenyang!! Mending ibu beli roti sobek si Sari, puas dan bikin kenyang." Balas bu Endang.


"Roti sobeknya mas Lucky juga bisa bikin Ayu puas dan kenyang kok buk." Balas Ayu tak mau kalah dengan ibunya.


"Udah...udah.. jangan debat, nanti Kya bangun." Ucap Lucky menengahi perdebatan antara istri dan mertuanya.


"Emang buat apa ibu nyuruh Lucky buka baju?" Tanya Lucky pada ibu mertuanya.


"Takutnya nanti Kya bangun dan nangis minta di gendong kamu. Jadi baju kamu itu bisa menggantikan raga kamu."


"Oh.." Lucky ber Oh ria.


Dan tanpa banyak berkata lagi, Lucky pun membuka kaos yang ia pakai dimana aroma tubuhnya masih tercium sangat jelas di kaos itu.


"Terus kamu mau pake apa mas keluar dari sini?" Tanya Ayu. Karena Lucky memang tidak membawa pakaian ganti, kaos yang Lucky pakai saat menemani Ayu melahirkan sudah di bawa pulang mama Tyas dan mama Tyas tidak membawa pakaian ganti untuk Lucky.


"Ya udah gini aja." Jawab Lucky santai.


Mata Ayu membelalak mendengar jawaban suaminya.


"Enak aja!!! Gak boleh!!!" Omel Ayu.


"Masa kamu keluar telanjang dada gitu!! Enak banget orang-orang ngeliatin tubuh kamu!!! Itu aset aku, gak boleh di lihat sama orang lain!!" Lanjut Ayu.


"Tau kamu Ky, memangnya kamu pikir ini di pantai apa!! Tunggu mama cariin kaosnya Ayu, manatau ada yang muat sama kamu." Ucap mama Tyas sambil berjalan ke arah tas yang berisi barang-barang Ayu.


BERSAMBUNG...


💋💋 Hai para readers solehot dan smarthot, othor mau promo novel temen othor nih, judulnya Living Together With My Enemy karya EL Freya. Dimohon kesudiannya untuk singgah yah mak-emak, pak-bapak, kak-akak, bang-abang, dek-adek 🙏🙏🙏 💋💋

__ADS_1


Yang begini nih penampakannya. 🙏🙏



__ADS_2