
Setelah Adam masuk ke dalam kamar, tak lama Karen pun menyusul Adam ke dalam kamar, selain untuk menyiapkan pakaian ganti untuk sang suami, Karen juga mempersiapkan dirinya untuk di eksekusi oleh suaminya.
Karen tak mengganti sleepwearnya dengan lingerie tipis dan transparan, karena menurutnya sleepwear yang ia kenakan saja juga sudah sangat seksi. Setelah pakaian ganti untuk Adam telah Karen siapkan di atas ranjang, Karen pun menunggu sang suami dengan duduk di pinggiran ranjang.
Tak sampai sepuluh menit Adam pun keluar dari dalam kamar mandi. Sepertinya Adam sudah sangat tidak sabaran untuk mencuci botol jin nya makanya ia tak mau berlama-lama di kamar mandi.
Ceklek. Pintu kamar mandi terbuka.
Adam pun keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggangnya, tetesan air dari rambut Adam membuat Adam semakin seksi di mata Karen. Ditambah tato mata elang di punggung Adam, membuat dada Karen makin bergemuruh tak jelas.
Karen menelan salivanya susah payah melihat penampakan Adam seperti sekarang ini, tak ingin suaminya tau kalau sekarang dirinya sedang berfantasi liar, cepat-cepat Karen memalingkan wajahnya.
"Ini kak baju nya udah aku siapin." Ucap Karen gugup.
Adam tak menjawab dan terus berjalan mendekati Karen yang sedang memalingkan wajahnya untuk tidak melihatnya.
Kini Adam sudah berdiri tepat di hadapan Karen.
"Kok kamu memalingkan wajah kamu sih? Gak suka yah lihat aku?" Goda Adam. Padahal Adam tau persis kalau saat ini istrinya sedang malu-malu kucing.
"Iikh.. kak Adam apaan sih, pake baju dulu sana!!"
"Ngapain pake baju kalau nanti di buka lagi."
Blush. Makin memerah saja wajah Karen.
"Kamu gak mau lihat aku nih? Kalau kamu gak mau lihat aku, biar aku suruh nih cewek lain lihat tubuh aku, dari pada mubajir."
Sontak Karen pun memutar lehernya untuk melihat Adam.
Tubuh sixpack Adam yang gak putih-putih amat itu pun terlihat jelas oleh bola mata Karen. Lagi dan lagi, Karen menelan salivanya susah payah.
Adam pun menarik dagu Karen saat Karen masih terpukau dengan tubuh seksinya.
Tanpa banyak kata-kata dan basa-basi, Adam membungkukkan tubuhnya untuk mensejajarkan bibirnya dengan bibir Karen dan langsung mendaratkan bibirnya ke bibir sang istri.
Karen menerima bibir Adam dengan sangat baik, bahkan saat Adam mulai mengunyah bibirnya lembut, Karen juga membalas kunyahan lembut bibir suaminya.
Botol jin pun berubah seketika, yang tadinya setengah mengeras kini sudah mengeras sempurna. Padahal mereka baru saling mengunyah bibir.
Merasa risih dengan gesekan yang di hasilkan botol jin dan handuk, Adam pun membuka lilitan handuknya dan membuang handuknya itu ke sembarang arah.
Adam melepas tautan bibirnya dengan bibir Karen.
Saat tautan bibir mereka terlepas, mata Karen langsung membelalak saat melihat penampakan botol jin suaminya.
"Astaga.." Kaget Karen.
"Kenapa kok kaget gitu muka kamu?"
"Itu kenapa ukurannya kayak pisang tanduk gitu kak?" Tanya Karen dengan tatapan yang tak lepas dari botol jin suaminya.
"Ini tuh tandanya dia udah siap membelah hutan belantara sayang." Jawab Adam sambil memijat lembut botol jin nya.
__ADS_1
"Mau coba pegang gak?" Tanya Adam.
"Hah.." Karen menganga mendengar pertanyaan Adam.
Tak perlu menunggu Karen menjawab, Adam langsung menarik tangan Karen untuk memegang botol saktinya itu.
"Begini cara kerjanya sayang." Kata Adam sambil menuntun tangan Karen memijat pelan botol saktinya.
Perlahan Adam pun melepas tangannya yang sedang menuntun tangan Karen dan membiarkan Karen memijat botol saktinya sendiri.
"Ssh..ough sayang." Suara laknat yang seksi keluar dari mulut Adam, matanya juga sudah merem melek.
Suara laknat nan seksi yang keluar dari mulut Adam itu membuat Karen mendongakkan wajahnya untuk melihat ekspresi suaminya. Dan ekspresi Adam membuat Karen makin mempercepat pijatannya pada botol jin yang sangat sakti itu.
"Ssh.. ah sayang." Desau Adam tak karuan. Adam yang ingin merasakan lebih dari sekedar pijatan pun melepaskan tangan Karen dari botol jin nya.
"Sekarang buka mulut mu sayang." Perintah Adam.
"Hah..." Karen kembali ternganga mendengar perintah Adam.
Adam yang sudah sangat tidak sabar merasakan botol jin nya masuk ke dalam goa bergigi langsung menarik tengkuk Karen dan mengarahkan botol jin nya ke dalam mulut Karen.
Adam pun memaju mundurkan kepala Karen.
"Begini cara kerjanya sayang. Ayo lakukan seperti ini. Beri lah pelayanan yang memuaskan untuk suami mu sayang." Racau Adam.
Perlahan Adam pun melepas tangannya dari kepala Karen dan membiarkan Karen memaju mundurkan kepalanya sendiri.
Tubuh Karen menggelinjang saat merasakan tangan Adam memilin lembut kismis nya. Karen pun melepaskan pisang tanduk Adam dari mulutnya.
Sama seperti Adam yang hasratnya minta segera di salurkan, Karen pun hendak berdiri untuk mensejajarkan dirinya dengan Adam, tapi cepat-cepat Adam menahan pundak Karen untuk tidak berdiri. Malah kini Adam merebahkan tubuh Karen dengan sangat perlahan.
Begitu tubuh Karen sudah terbaring, sekarang giliran Adam membuka celana sleepwear dan menurunkan atasan sleepwear Karen dan membuangnya ke sembarang arah.
Kini sudah tidak ada lagi kain yang menempel di tubuh Karen dan Karen pun siap menerima eksekusi kenikmatan dari Adam.
Adam pun menindih tubuh Karen dan mulai memberikan sengatan kenikmatan pada tubuh Karen dengan mulut dan tangannya mulai dari bibir, leher, dada, perut, paha dan yang terakhir di tempat mesin cuci botol jin yang terletak di tengah-tengah hutan belantara yang bisa di pastikan belum ada botol jin mana pun yang pernah memakai mesin itu.
"Aah.. kak, berhenti dulu. Aku mau pipis." Ucap Karen disaat Adam sedang asyik memainkan lidah nya di mesin pencuci botol.
"Itu bukan mau pipis sayang, itu tandanya kamu udah mau kli•maks." Jawab Adam.
"Keluarin aja sayang jangan di tahan oke." Kata Adam lagi. Kemudian Adam pun melanjutkan aktivitas lidahnya pada mesin pencuci botol sampai mesin pencuci botol mengeluarkan cairan lengketnya.
Dan tak lama, Karen pun sampai di puncak klimakstationnya.
"Aaarrgh..kak.." Erang Karen sambil menahan kepala Adam di bawah sana.
Tubuh Karen pun lemas seketika saat merasakan klimakstationnya untuk pertama kali dalam hidupnya.
Tau kalau Karen sudah selesai dengan pelepasannya, Adam pun menjauhkan wajahnya dari tempat mesin cuci botol lalu mensejajarkan wajahnya dengan wajah Karen.
"Jangan lemas dulu sayang, itu baru pemanasan, belum masuk ke permainan inti." Ucap Adam dengan suara beratnya.
__ADS_1
"Permainan inti apa sih kak? Bukannya ini udah?" Tanya Karen yang tak mengerti maksud pembicaraan Adam.
"Lihat aku." Perintah Adam karena Karen berbicara sambil menutup matanya.
Karen pun membuka matanya.
Adam pun kembali memberi sengatan kenikmatan di tubuh Karen sebelum dirinya memasukkan botol jin ke dalam mesin pencuci botol.
Setelah dirasa cukup memberi sengatan di tubuh Karen. Tangan Adam pun mulai mengarahkan botol jin nya untuk masuk ke tempat mesin pencuci botol.
"Aaakkh.." Pekik Karen saat botol jin berusaha membuka segel orisinil yang masih merekat kuat.
"Sakit yah?" Tanya Adam saat melihat wajah merah Karen karena kesakitan.
Karen hanya menganggukkan kepalanya.
"Tahan sayang. Awalnya memang sakit, tapi lama kelamaan enak kok. Percaya sama aku." Ucap Adam. Sok tau sekali dia, memangnya dia pernah membuka segel mesin pencuci botol yang masih ori?
Adam pun melakukan percobaan keduanya. Kali ini ia menumpukan kakinya pada kedua lututnya, ia pun membuka lebar kaki Karen dan sedikit melumasi bagian luar mesin pencuci botol dengan air liurnya.
Dengan gagah Adam pun mengarahkan botol jin nya ke tempat pencucian berlabel halal itu.
Dan dengan sekali sentak kan, botol jin pun berhasil membuka segel ori dan sudah terbenam sempurna di dalam mesin pencuci botol.
"Aaargh." Jerit Karen saat Adam membuka segel mesin pencuci botolnya jauh dari kata lembut.
Tau istrinya sedang kesakitan, Adam pun mengunyah bibir istrinya dan tangannya juga ikut memainkan kompeng kenyal dan memilin kismis yang ada di puncak kompeng kenyal itu untuk mengalihkan rasa sakit menjadi rasa nikmat. Setelah dirasa Karen sudah tidak merasakan lagi rasa sakitnya, perlahan Adam pun mulai memaju mundurkan botolnya di dalam mesin pencuci botol.
"Oh...Karen.." Racau Adam karena mesin pencuci botol menceng•kram kuat botol jin nya dan itu membuat rasa nikmat yang luar biasa yang belum pernah Adam rasakan sebelumnya.
"Aaah.. kak.." Karen membalas racauan Adam. Sama seperti yang Adam rasakan, ini juga rasa nikmat yang luar biasa yang baru pertama kali Karen rasakan. Sangking nikmatnya, sampai-sampai mengalahkan rasa sakit yang di awal-awal Karen rasakan.
Mereka pun saling membalas racauan dengan menyebut nama pasangan mereka.
Lima belas menit kemudian, gerakan yang tadinya lembut makin lama semakin cepat dan kasar, itu tanda Adam sudah hampir sampai di puncak klimakstationnya.
"Aaarrghh.. kak Adam, aku.." racau Karen karena dirinya juga sudah hampir sampai di puncak kenikmatan untuk yang kedua kalinya.
"Ough... Karen, kamu mau keluar lagi, hah?"
"Entah lah, tapi rasanya seperti yang tadi." Jawab Karen.
"Kalau gitu sama-sama sayang." Balas Adam. Adam pun makin brutal menggosok-gosok botol jin nya di dalam mesin pencuci botol.
Dan...
"Aaarrrgh.." keduanya pun mengerang panjang tanda kalau keduanya sudah sama-sama sampai di puncak kenikmatan.
Adam pun mengambrukkan tubuhnya di atas tubuh Karen saat bibit jin ipritnya sudah keluar semua. Sama seperti Adam yang lemas, tubuh Karen pun juga lemas karena ini kedua kalinya Karen terlempar ke surga kenikmatan.
Setelah botol jin nya menciut, baru lah Adam mengeluarkan botol jin itu keluar dari dalam mesin pencuci botol dan sebelum Adam membaringkan tubuhnya di sebelah Karen, Adam tak lupa mengecup kening, pipi dan bibir Karen dan mengucapakan terimakasihnya pada sang istri yang telah mencuci botol jin nya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1