
Ayu memicingkan matanya curiga. Di otak Ayu sekarang suaminya ingin menunjukkan sesuatu yang mesum padanya.
CLETAK. Lucky menyentil kening Ayu karena menatapnya aneh. Lucky tau apa yang sedang istrinya pikirkan saat ini.
"Jangan mikir ke ranjang terus Yu. Aku bukan maniak." Ucap Lucky.
"Cih..bukan maniak tapi tiap hari minta." Sindir Ayu.
"Tapi kan sehari sekali, paling banyak pun sehari dua kali. Gak sampe lebih dari tiga kali." Lucky membela dirinya.
"Lagian biar cepet lunas utang aku yang dulu." Lanjut Lucky lagi.
"Iya...iya. Jadi sebenarnya mas Lucky mau nunjukkin apa?" Tanya Ayu kembali ke topik pembicaraan.
"Jadi gini Yu, tiga hari sebelum kita pulang dari London, Billy menghubungi aku." Lucky menarik nafas panjangnya dan tak lupa membuangnya sebelum melanjutkan perkataannya.
Ia pun mengambil ponselnya dan membuka galeri foto untuk menunjukkan pada Ayu bukti pesan yang Billy kirimkan padanya yang sudah ia tangkap layar.
Sedangkan di sisi Ayu, mendengar nama laki-laki yang pernah hadir dalam hidup suaminya, jelas saja ekspresi wajah Ayu langsung berubah drastis.
"Tenang aja Yu, gak aku jawab kok panggilan dari Billy." Lucky yang bisa membaca kekhawatiran Ayu dari raut wajah Ayu langsung menepis apa yang sedang istrinya pikirkan itu.
Mendengar itu Ayu bisa sedikit bernafas lega.
"Karena aku gak menjawab panggilan telponnya selama tiga hari itu, Billy jadi mengirimkan pesan dengan nada ancaman. Dia mengancam akan melukai mu kalau aku tak meninggalkan mu dan kembali padanya. Ini bukti pesannya, sengaja aku tangkap layar biar bisa di jadiin barang bukti." Lanjut Lucky lagi sambil menunjukkan pesan yang Billy kirim pada Ayu.
"Terus mas Lucky mau balik sama dia?" Tanya Ayu setelah membaca pesan yang bernada ancaman dari Billy.
__ADS_1
"Sembarangan kamu. Ya gak lah. Aku udah gak peduli sama dia. Yang aku mau di hidup aku cuma kamu, aku gak mau orang lain, baik itu laki-laki lain ataupun wanita lain." Jawab Lucky mantap.
"Tapi sekarang yang aku takutkan itu kamu. Aku takut Billy akan merealisasikan kata-katanya untuk melukai kamu. Itu yang mengganggu pikiran ku saat ini, makanya aku agak sedikit protektif pada mu." Lanjut Lucky.
Sontak bulu kuduk dan semua bulu-bulu yang tumbuh di sekujur tubuh Ayu berjingkrakan mendengar kata-kata suaminya itu. Ia kembali teringat akan kejadian waktu di apartemen Billy, dimana dirinya hampir kehilangan nyawa di tangan Billy.
"Jadi aku harus gimana mas?"
"Untuk sementara sampai semua aman, kamu gak pa-pa kan tinggal disini? Aku akan cari rumah yang jaraknya dekat dengan rumah sakit, aku juga akan menyewa bodyguard untuk menjaga mu kalau aku sedang bekerja. Kalau untuk Billy, biar nanti aku bicarakan dengan bang Lingga dan bang Lutfi." Ucap Lucky sambil mengelus rambut istrinya.
Lucky memang berencana membeli rumah yang jaraknya dekat dengan rumah sakit setelah mereka pulang ke negaranya, karena Lucky ingin membuka lembaran baru dengan Ayu. Tapi karena ancaman Billy, Lucky jadi menambah lagi rencananya dengan menyewa bodyguard untuk menjaga istrinya, karena tidak mungkin ia menjaga istrinya dua puluh empat jam, karena Lucky bukan pengangguran dan juga bukan pengusaha.
Ayu menghela nafasnya, mau tak mau ia harus menyetujui saran suaminya untuk tinggal sementara di rumah mertuanya sampai suaminya mendapatkan rumah untuk tempat tinggal mereka.
Ayu pun menganggukkan kepalanya.
"Tapi mas, kalau nanti dia yang nyelakain mas gimana?"
"Tapi tetap aja mas, aku juga khawatir."
"Makasih Yu udah khawatirin aku, tapi yakin lah aku bisa menjaga diri aku." Jawab Lucky sambil menarik tubuh Ayu ke dalam pelukannya.
"Iya mas aku percaya kok, tapi mas tetap harus waspada yah." Balas Ayu.
Mereka pun tak lagi membahas masalah Billy, mereka memilih untuk mencari-cari rumah yang dekat dengan rumah sakit melalui internet.
✨✨✨
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul satu tengah malam, seisi rumah orangtua Lucky juga sudah terlelap tidur, begitu pun Ayu dan Lucky. Mereka juga sudah tidur dengan tubuh yang saling berpelukan. Tak ada acara main dokter-dokteran, karena sewaktu Lucky masuk ke kamar istrinya sudah tidur terlebih dahulu. Melihat istrinya sudah pulas, Lucky pun tak tega membangunkan Ayu untuk menyicil hutang nafkah batin.
"Eugh.." Ayu mengerjapkan matanya. Rasa haus dan ingin buang air kecil membangunkan Ayu dari mimpinya.
Setelah mata terbuka sempurna, Ayu pun mendudukkan dirinya lalu menurunkan kakinya dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.
Tak lama ia pun keluar dari dalam kamar mandi dan berjalan mendekati ranjang, ia melihat gelas yang ada di atas nakas sudah tak ada lagi air di dalamnya.
"Ish..lupa ngisi lagi tadi." Gumam Ayu saat melihat gelas itu kosong.
Ayu pun keluar dari kamar nya untuk mengambil minum ke dapur.
Meninggalkan Ayu yang keluar dari kamar, ada Lucky yang ternyata sedang bermimpi buruk. Sangking buruknya Lucky sampai berkeringat, dan sayangnya hal itu tidak Ayu lihat karena di sisi Lucky tidur tidak dinyalakan lampu tidur, hanya lampu tidur di sisi Ayu saja yang di nyalakan dan membuat cahaya di kamar itu remang-remang.
Lucky bermimpi tentang kemunculan Billy. Di mimpinya, Billy sedang mengejar Ayu dan ingin menghabisi nyawa Ayu. Mungkin karena terlalu kepikiran dengan ancaman Billy, sampai-sampai terbawa ke dalam mimpi Lucky.
"Ayu...!!!" Teriak Lucky dengan nafas yang memburu, matanya pun ia paksa buka agar bisa keluar dari mimpi buruk itu.
Lucky pun menoleh ke sebelahnya untuk memastikan istrinya itu tertidur lelap. Tapi sayang saat ia menoleh, Ayu sudah tidak ada. Jelas saja ketidak beradaan Ayu di sebelahnya membuat Lucky semakin panik.
Lucky pun langsung lompat dari atas ranjang dan berlari menuju kamar mandi. Dengan kasar ia membuka pintu kamar mandi, kosong, tak ada Ayu disana. Ia pun kembali berlari menuju ruang ganti, memastikan koper dan barang-barang istrinya yang lain masih ada di ruangan itu. Melihat barang-barang Ayu masih ada di ruang ganti, Lucky bisa sedikit bernafas lega. Itu tandanya Ayu masih ada di rumah orangtuanya dan tidak kemana-mana.
Meski sedikit lega, tapi tetap saja ia masih khawatir, pikiran negatif tentang Billy yang ingin menyakiti Ayu terus terngiang-ngiang di kepalanya.
Takut-takut Billy menyelinap ke dalam rumah orangtuanya dan menculik Ayu, lalu menghabisi nyawa Ayu di gedung kosong dan membuang jasad istrinya ke laut, lalu ikan hiu memakan jasad Ayu. Begitu lah yang ada di pikiran Lucky.
Lucky pun keluar dari dalam kamar, berjalan menuruni anak tangga.
__ADS_1
Sesampainya di anak tangga paling bawah, Lucky melihat lampu dapur menyala, itu menandakan kalau ada orang disana. Dan Lucky yakin kalau yang ada di dapur itu adalah istrinya.
BERSAMBUNG...