
"Oh...jadi ini istri kamu Luck?" Tanya Billy.
Lucky menganggukkan kepalanya.
"Pinter juga kamu yah Luck cari yang polos-polos." Sindir Billy.
Lucky memberikan tatapan tajam pada Billy agar Billy tak menyindirnya seperti itu.
Mendengar kata-kata Billy, bukannya senang, entah kenapa Ayu merasa risih.
"Mas, aku ke toilet bentar yah." Ijin Ayu.
Lucky menganggukkan kepalanya.
Ayu pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke toilet.
"Jaga sikap mu pada Ayu, Bill." Geram Lucky saat tubuh istrinya itu sudah berbelok ke arah toilet.
"Kamu yang harusnya menjaga sikap mu Luck!!!"
"Aku? Memang aku kenapa?"
"Kenapa kamu bilang?!! Kamu kenapa mau saja di pegang-pegang perempuan itu!!!"
"Dia istri ku Bill, wajar kalau istri memegang tangan suaminya." Jawab Lucky.
"Oh..sekarang kamu mengakui kalau dia istri mu, berarti aku ini hanya simpanan mu saja? Atau jangan-jangan kamu sudah ada perasaan untuknya?"
"Astaga Bill.." Lucky mengusap wajahnya frustasi, susah sekali memberi pengertian pada Billy kalau sedang cemburu.
"Bill, ini bukan di negara mu, mungkin di negara mu hubungan kita sudah biasa. Tapi sekarang kamu sedang berada di negara ku, dimana hubungan kita lah yang tidak wajar di mata orang lain. Jadi aku harap kamu jangan mempermasalahkan masalah sepele seperti ini, oke.!" Kata Lucky berusaha memberi pengertian pada kekasihnya itu.
Billy menghela nafasnya kasar dan memalingkan wajahnya dari tatapan mata Lucky yang sedang menatapnya kesal.
"Loh..belum pesan makan mas?" Tanya Ayu saat kembali dari toilet.
"Nungguin kamu Yu, mana tau kamu mau makan lagi." Jawab Lucky.
Kebakaran..kebakaran..hati Billy lagi kebakaran, tolong ambilin formalin. 😂😂😂
Mendengar jawaban Lucky, makin panas saja hati Billy. Billy pun menjentikkan jarinya pada pelayan tanda minta di layani.
__ADS_1
Pelayan pun datang membawa buku menu ke meja Lucky dan memberikan satu per satu buku menu itu pada Lucky, Ayu dan Billy.
"Spicy tuna roll satu sama chicken cordon bleu satu." Ucap Billy pada pelayan.
"Wah...mas Billy makannya banyak banget yah..." celetuk Ayu saat mendengar dua menu yang Billy pesan.
"Bukan untuk ku semua, tapi satu untuk Luck." Jawab Billy.
Mendengar jawaban Billy, Lucky sampai tersedak slivanya karena kaget. Bisa-bisa nya Billy mengatakan itu pada Ayu, itu sama saja membuat Ayu curiga.
Dan sepertinya memang itu yang Billy inginkan, membuat Ayu curiga dan mencari tahu tentang hubungan Lucky dan Billy yang sebenarnya. Karena Billy melihat, Lucky tak akan sanggup memberitahu Ayu tentang penyimpangannya.
"Mas Lucky gak pa-pa?" Tanya Ayu sambil menepuk-nepuk punggung suaminya itu.
"Gak pa-pa." Ucap Lucky sambil memberikan kode pada Ayu lewat tangannya agar Ayu berhenti menepuk-nepuk punggungnya.
"Emangnya mas Lucky suka sama yang di pesan mas Billy?" Tanya Ayu ketika melihat suaminya sudah sedikit tenang.
"Tentu suka, karena saya paling tahu apa yang Luck sukai." Bukan Lucky yang menjawab, melainkan Billy yang menjawab pertanyaan Ayu.
"Oh.." dengan polosnya Ayu hanya ber oh ria saja.
"Kamu gak pesan Yu?" Tanya Lucky.
Setelah mereka memesan makanan dan minuman, si pelayan pun pergi dari meja mereka untuk membuat makanan dan minuman yang mereka pesan.
✨✨✨
Kini Lucky, Ayu dan Billy telah berada dalam unit apartemen tempat tinggal Lucky dan Ayu.
"Mas mana kunci kamar tamu, biar aku bersihin dulu kamarnya." Tanya Ayu sambil menengadahkan tangannya di hadapan Lucky.
"Gak usah Yu, tadi pagi sebelum berangkat kerja, udah aku bersihin kamar tamu. Jadi Billy tinggal tempatin." Jawab Lucky.
"Oh.."
"Bill, ayo ku antar ke kamar tamu." Ucap Lucky pada Billy. Sengaja Lucky bicara seperti itu pada Billy di depan Ayu, agar Ayu berpikir kalau Billy baru pertama kali datang ke apartemen Lucky.
Billy menganggukkan kepalanya. Kemudian ia mengikuti langkah kaki Lucky yang telah berjalan terlebih dulu menuju kamar tamu.
Sedangkan Ayu, dia melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar utama, tanpa mencurigai apa yang akan suaminya dan teman laki-laki suaminya itu lakukan di kamar tamu nanti.
__ADS_1
Ceklek. Lucky membuka pintu kamar.
Setelah pintu kamar terbuka, cepat-cepat Billy mendorong Lucky masuk ke dalam kamar dan mengunci pintu kamar tamu itu.
"Apa yang mau kamu lakukan Bill?" Tanya Lucky panik.
Billy tak menjawab, ia malah mendekati Lucky dan dengan agresifnya ingin membuka celana Lucky.
"Stop Bill, jangan!!! Ada Ayu disini." Larang Lucky sambil mencegah tangan Billy yang ingin membuka celananya.
"Tapi aku sangat merindukan mu Luck!!!" Jawab Billy dengan nada sedikit meninggi.
"Jangan gila Bill!!!" Bentak Lucky.
"Aku memang sudah gila!!! Gila karena melihat mu memberi perhatian lebih pada perempuan itu!!! Aku hanya ingin mengingatkan mu siapa pemilik mu sebenarnya!!!!"
Lucky mengusap wajahnya kasar. Tak ingin memperpanjang masalah dengan Billy, Lucky memilih mengalah. Ia mendekati Billy dan memeluk tubuh kekasihnya itu.
"Tenang Bill, tenang!! Perhatian ku ke Ayu hanya sebatas kakak ke adiknya, tidak lebih. Tidak seperti perhatian ku pada mu. Jadi kamu tidak perlu cemburu seperti ini, oke." Ucap Lucky berusaha menenangkan Billy.
"Benar yang kamu katakan? Apa perhatian mu hanya sebatas itu untuk perempuan itu?"
Lucky menganggukkan kepalanya.
"Jadi kapan kamu akan memberi tahu perempuan itu tentang hubungan kita?"
Lucky menghela nafasnya, itu lah yang ia tidak tau jawabannya.
Melihat keterdiaman Lucky, Billy makin yakin kalau kekasihnya itu memang tidak akan pernah sanggup memberitahu Ayu tentang penyimpangannya.
"Kasih aku waktu Bill, karena ini bukan tentang perasaan Ayu saja, tapi ini juga menyangkut kesehatan mama. Aku benar-benar harus menunggu momen yang tepat untuk memberitahu Ayu."
"Tapi sampai kapan Luck?"
Lucky menggedikkan bahunya.
"Luck, aku bisa terima kalau kamu menikah dengan wanita lain, tapi yang aku tidak bisa terima, kamu menyembunyikan hubungan kita, menyembunyikan aku, seolah-olah aku ini simpanan!!!"
"Mau gimana lagi Bill, ini kan sudah resiko hubungan kita."
BUGH..Billy menendang lemari sangking marahnya. Marah karena harus menjadi simpanan Lucky karena keadaan.
__ADS_1
Tok..tok..tok.. Pintu kamar tamu terketuk. Siapa lagi yang mengetuk kalau bukan Ayu.
BERSAMBUNG...