
Dengan ragu-ragu, Sonia pun mengambil botol sabun cair lalu menuangkan sabun cair ke telapak tangannya, setelah itu baru lah ia menyabuni bagian depan Adam. Dimulai dari bagian dada lalu turun ke perut.
Sepanjang Sonia menyabuni bagian depannya, Adam memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Sonia.
"Udah." Kata Sonia dan berhenti menyabuni Adam.
Sontak mata Adam terbuka lebar.
"Kok udah? Yang ini belum." Protes Adam sambil menunjukkan botol jin yang sudah berdiri tegak menuntut kenikmatan.
"Sabunin sendiri lah." Tolak Sonia.
"Terus gunanya tangan kamu itu apa kalau aku juga yang nyabunin." Balas Adam tak mau kalah.
"Sini." Adam menarik paksa tangan Sonia.
"Gak mau."
"Sini."
Tarik menarik pun terjadi sampai akhirnya....
BRUK. Adam menubruk tubuh Sonia karena Sonia menarik tangannya dengan sangat kuat tapi tangan Adam juga mencengkram tangan Sonia dengan kencang.
Mata mereka pun saling bertatapan.
Tubuh polos mereka yang saling menempel, membuat mereka saling merasakan naik turun dada pasangan mereka.
Adam sangat merasakan kekenyalan kompeng kenyal Sonia dan Sonia sangat merasakan tendangan botol jin di bawah sana.
"Son, aku gak bisa nunggu lagi." Ucap Adam dengan suara yang berat.
Dan tanpa meminta persetujuan dari Sonia, Adam langsung mengunyah bibir Sonia dengan lembut.
Merasakan cara Adam mengunyah bibirnya dengan sangat lembut, Sonia pun menjadi terbawa suasana. Ia pun membalas kunyahan bibir Adam sambil memejamkan matanya, tangannya pun juga ia lingkarkan di leher Adam.
Semakin lama kunyahan bibir pun semakin memanas, tidak ada lagi kelembutan dalam setiap kunyahannya yang ada hanya kerakusan, bahkan bukan hanya bibir, lidah mereka pun juga sudah saling membelit di dalam sana. Ya meski Adam lah yang lebih banyak berperan penting dalam belitan lidah itu.
Merasakan oksigen yang mulai menipis, Adam pun melepaskan tautan bibir mereka dan berpindah ke leher Sonia. Puas menghujani leher Sonia dengan sengatan kenikmatan, mulut Adam pun semakin turun dan kini sudah berada tepat di kompeng kenyal Sonia.
Kedua bola mata Adam melihat jelas bagaimana menantangnya kismis yang ada di puncak kompeng kenyal itu.
Merasa tertantang untuk mengeksekusi, Adam pun langsung melahap kompeng kenyal Sonia dan memilin kismis yang menantang tadi dengan lidahnya.
"Ssh... ah.." desau Sonia sambil mengacak-acak rambut Adam.
Mendengar suara desauan Sonia, permainan Adam pun semakin menjadi-jadi.
Adam semakin menggila memberi sengatan kenikmatan di tubuh Sonia.
Dengan bibir dan jemari yang masih memberi sengatan di tubuh Sonia, Adam menggiring tubuh Sonia ke bawah shower. Setelah mereka berdiri tepat di bawah shower, satu tangan Adam menyalakan air shower.
Adam menyalakan air shower untuk membilas tubuhnya dan tubuh Sonia dari sabun yang menempel di tubuh Adam.
Setelah dirasa tidak ada lagi sabun di tubuh mereka, Adam pun menggendong Sonia seperti anak koala, lalu keluar dari dalam kamar mandi.
Adam terus melangkah menuju tempat tidur, dan setelah langkah kakinya sampai di tempat tidur, Adam pun membaringkan Sonia dengan sangat perlahan.
Ia tak langsung menindih istrinya itu, melainkan ia berjalan dulu ke nakas untuk mengambil APD yang tadi ia beli.
"Ngapain pake itu mas?" Tanya Sonia. Ia tahu kalau yang Adam ambil itu dan yang sedang Adam keluarkan dari bungkusnya itu adalah APD.
"Aku gak mau kamu hamil dulu. Aku mau kita fokus dulu ke Cantika." Jawab Adam jujur.
Tapi jawaban jujur Adam itu, tidak di terima baik oleh otak Sonia. Sonia berpikir, Adam tidak mau memiliki anak darinya. Dan jelas, karena pikiran Sonia itu, raut wajahnya pun berubah drastis. Bukan hanya raut wajah, hasratnya yang sudah di ubun-ubun sama seperti Adam juga langsung terjun bebas.
Tapi sayangnya Adam tidak peka dengan raut wajah Sonia yang tiba-tiba berubah drastis itu. Karena hasrat yang sudah di ubun-ubun, setelah memakaikan APD pada botol jin nya, baru lah Adam naik ke atas ranjang dan menindih istrinya.
__ADS_1
Adam pun kembali memberi sengatan di tubuh Sonia. Disaat itu, baru lah Adam sadar ada sesuatu yang aneh dari istrinya itu, karena Sonia sama sekali tidak membalas atau bersuara saat Adam menyengat dirinya.
"Kamu kenapa?" Tanya Adam.
"Apa kamu melakukan ini hanya untuk melampiaskan hasrat mu?" Tanya Sonia to the point.
"Kok kamu jadi ngomong gitu?"
"Apa kamu pikir aku ini perempuan ja•lang yang bisa jadikan pelampiasan? Makanya kamu gak mau punya anak dari aku?"
Adam terdiam sejenak mencoba mencerna kata-kata Sonia. Setelah dia mengerti arah pembicaraan Sonia, Adam menghela nafasnya lalu berpindah tempat dari atas tubuh Sonia dan berbaring di sebelah Sonia.
"Son, sumpah demi apapun, aku sama sekali gak punya pikiran menjadikan mu hanya pelampiasan naf•su." Jawab Adam.
"Tadi kan aku bilang aku gak mau kamu hamil dulu karena aku mau kita fokus sama Cantika dulu. Bukan kah tujuan kita menikah untuk memberikan kasih sayang yang utuh untuk Cantika? Kalau kamu hamil sekarang, apa kamu gak mikir nasib Cantika gimana? Pasti dia akan terlantar karena kamu pasti gak akan bisa nemenin dia main lagi. Dan aku juga pasti lebih fokus bekerja karena ada anggota baru yang harus aku nafkahin." Kata Adam lagi.
Adam menjeda kata-katanya sebentar untuk mengambil nafas.
"Lagi pula, aku masih trauma dengan yang namanya melahirkan. Aku takut kehilangan yang kedua kalinya. Dulu waktu baru-baru menikah dengan Karen, aku berharap Karen tidak hamil dulu, aku ingin menghabiskan waktu berdua dengan Karen sebanyak-banyaknya, tapi karena kebodohan ku, Karen pun hamil Cantika. Walau saat itu aku sempat kecewa, tapu akhirnya aku bersyukur, aku pikir dengan kehadiran Cantika di pernikahan kami, itu akan menguatkan cinta kami. Tapi ternyata takdir berkata lain. Karen malah pergi setelah melahirkan Cantika." Adam kembali menjeda kalimatnya dan kembali mengambil nafas.
"Dan aku gak mau kejadian itu terulang lagi di pernikahan aku yang ke dua ini. Selain agar kita bisa fokus untuk Cantika, aku ingin kita berdua sama-sama saling mengenal terlebih dulu dan juga aku ingin membuat lebih banyak kenangan kita berdua dulu sebelum kita memberikan adik untuk Cantika. Aku harap kamu mengerti akan maksud aku ini."
"Maaf mas." Lirih Sonia merasa bersalah karena sudah berpikiran yang tidak-tidak dengan Adam.
"Gak pa-pa, kalau aku di posisi kamu, aku juga pasti akan seperti itu." Balas Adam sambil mengelus kepala Sonia.
"Apa bisa kita terusin yang tadi?" Tanya Adam.
Meski botol jin sudah kembali meleyot, tetap saja hasrat ingin mencuci botol masih menggebu-gebu.
Sonia pun hanya menjawab dengan anggukan kepala.
Melihat Sonia mengangguk, Adam pun kembali menindih istrinya. Lalu kembali memberikan sengatan dari awal lagi. Mulai dari kunyah mengunyah bibir, his•ap menghi•sap leher, sampai sedot-menye•dot kompeng kenyal, sampai botol jin kembali mengeras. Karena kalau tidak mengeras, botol jin tidak bisa masuk ke dalam mesin pencuci botol milik Sonia.
"Aku masuk yah." Ijin Adam.
Sonia menganggukkan kepalanya. Sama seperti Adam, ia juga sudah tidak sabar ingin mencuci botol jin Adam.
Karena sudah memiliki pengalaman mencuci botol jin nya di mesin pencuci botol yang masih ori, maka untuk yang kedua kalinya ini, Adam sudah tau tekhnik yang tepat.
Tanpa bertele-tele dan hanya dengan sekali hujaman yang sangat keras dan kencang, Adam memasukkan botol jin nya ke dalam mesin pencuci botol.
"Aaargh..." jerit Sonia.
Tau Sonia kesakitan, Adam pun langsung memeluk Sonia dan memberi ciuman lembut di bibir istrinya itu.
Setelah Sonia tenang, Adam pun melepaskan ciumannya.
"Aku mulai yah." Ijin Adam.
Ada wajah ketakutan dari Sonia. Takut kalau saat Adam memulai permainan yang sesungguhnya, rasanya akan lebih sakit lagi daripada saat membuka segel tadi.
"Tenang aja, aku akan pelan-pelan." Kata Adam yang tau arti dari raut wajah yang terpancar itu.
Sonia pun menganggukkan kepalanya, ia mempercayakan ritual pencucian botol itu pada Adam.
Melihat Sonia mengangguk, Adam pun mulai memaju mundur kan pinggangnya dengan sangat lembut.
"Haish!!! Gak enak!!" Dumel Adam saat tidak merasakan kenikmatan yang biasa ia rasakan saat bersama Karen. Apalagi penyebabnya kalau bukan karena APD.
"Kenapa?" Tanya Sonia saat Adam berhenti menggerakkan pinggangnya.
Bukannya menjawab, Adam malah mengeluarkan botol jin nya dari dalam mesin pencuci botol.
"Ssh... akh.." desau Sonia saat Adam mengeluarkan botol jin nya.
"Gak usah pake ini deh, gak enak rasanya. Enak kan kulit ketemu kulit." Kata Adam. Adam pun membuka APD dari botol jin nya dan membuangnya kesembarang arah, setelah itu, ia masukkan lagi botol jin nya ke dalam mesin pencuci botol milik Sonia, lalu kembali menggerakkan pinggangnya dengan sangat lembut.
__ADS_1
"Ssh... akh.. ini baru enak." Ucap Adam di sela-sela aktifitasnya.
Sepuluh menit kemudian.
Gerakan pinggang yang tadinya lembut pun makin lama semakin cepat dan tak beraturan.
"Akh mas... aku..." teriak Sonia saat merasakan ada sesuatu yang ingin membuncah dari dalam tubuhnya.
Adam tau kalau Sonia sudah hampir sampai pada klimakstationnya. Adam pun makin mempercepat gerakan pinggulnya.
"Aaargh..." Dan akhirnya tak sampai satu menit, sesuatu itu benar-benar-benar membuncah dari dalam tubuh Sonia.
Tapi sayangnya hanya Sonia yang sampai pada puncak klimakstation, sedangkan Adam masih terus menanjak untuk sampai di puncak tertinggi kenikmatan itu.
"Aakkh mas, udah mas, sakit." Teriak Sonia karena sudah lima menit setelah Sonia sampai di puncak klimakstation, Adam masih terus menanjak dan itu membuat mesin pencuci botol kehabisan daya.
"Sabar sebentar lagi." Jawab Adam sambil berusaha menanjak mencapai puncak.
Adam pun makin menambah kecepatan gerakannya sambil tangannya terus menahan pinggul Sonia yang mulai meronta minta menyudahi ritual mereka.
Tiga menit kemudian.
"Aaargh...." erangan panjang pun akhirnya keluar dari mulut Adam.
Setelah semua bibit jin iprit keluar dari dalam botol jin, Adam pun ambruk seketika di atas tubuh Sonia.
Cup. Adam mengecup kening Sonia.
"Makasih Son." Ucap Adam.
Sonia tidak menjawab, ia terlalu lemas untuk menjawab rasa terimakasih Adam.
Setelah botol jin kembali meleyot, baru lah Adam mengeluarkan botol jin nya dan berbaring di sebelah Sonia. Lalu menarik selimut untuk menutupi tubuh mereka berdua.
Adam melirik Sonia. Melihat Sonia yang nampak kelelahan, Adam pun menarik tangan Sonia dan membawa Sonia masuk ke dalam pelukannya.
"Son.."
"Hemh.."
"Makasih yah udah mempercayakan aku untuk membuka segel kamu."
"Udah seharusnya mas."
"Kamu harus percaya sama ku Son, kalau aku melakukannya bukan hanya sekedar melampiaskan hasrat. Tapi karena aku ingin kita berdua benar-benar menjadi pasangan suami-istri dan benar-benar menjadi orangtua untuk Cantika yang berjalan seirama. Mungkin sekarang aku belum bisa memberikan cinta untuk mu, tapi aku janji aku pasti akan memberikan cinta itu untuk mu dan memasukkan mu ke dalam hati ku." Ucap Adam.
"Iya mas, aku paham. Setelah aku pikir-pikir apa yang kamu omongin tadi ada benarnya. Kalau kamu merasa gak enak memakai pengaman, aku mau kok menunda kehamilan dengan kontrasepsi." Balas Sonia.
"Serius? Nanti rahim mu..."
"Kita konsultasi ke dokter, biar dokter yang pilihin kontrasepsi yang gak membuat rahim aku bermasalah." Sela Sonia.
"Oke kalau begitu. Besok pagi kita konsul ke dokter kandungan yang ada di kota ini." Balas Adam.
Dan mereka pun tidur berpelukan.
Dari alam bawah sadar Adam, Adam melihat sosok Karen yang begitu bercahaya dan sedang tersenyum padanya. Senyum yang sangat meneduhkan hati.
"Terimakasih kak. Aku bisa tenang sekarang. Titip Cantika dan Papa yah." Ucap Karen.
Setelah mengucapkan itu, Karen pun berbalik dan berjalan menjauhi Adam.
Tidak seperti mimpi-mimpi sebelumnya, dimana Adam mengejar Karen, kali ini di mimpi itu Adam hanya berdiri dari tempatnya sambil terus menatap punggung Karen.
"Aku pasti akan menjaga Cantika dan Papa dan juga menjaga Sonia, wanita yang sudah kamu amanahkan untuk ku." Jawab Adam lirih.
TAMAT
__ADS_1
💋💋💋 Terimakasih buat para readers setia istri solehot yang mantengin cerita ini, mulai dari Ayu-Lucky sampai sekarang Adam-Karen-Sonia. Maaf kalau cerita ini gak sesuai ekspektasi kalian, karena dari awal memang cerita ini kan menceritakan perjalanan hidup Adam.
Berhubung cerita ini sudah benar-benar TAMAT, maka dari itu dengan tidak mengurangi rasa hormat dan rasa tidak tau malu saya, saya mengundang para readers solehot, untuk singgah ke rumah Millie-Esar di alamat Partner In dan ke rumah Belva-Bams di alamat Ketika Aku Sudah Glow Up. Saya tunggu kedatangan kalian disana 🙏🙏🙏 💋💋💋