
Sonia berjalan menuju parkiran, ia menekan remote untuk membuka pintu mobil.
"Loh..gak terkunci." Lirih Sonia saat mengetahui mobil Ayu tidak terkunci.
"Astaga. Pasti gara-gara ngejar Bu Ayu tadi makanya aku sampe lupa ngunci pintu." Lirih Sonia lagi saat mengingat kejadian dimana ia mengejar istri bos nya.
Sonia pun membuka pintu mobil dan masuk ke dalam mobil, ia pun mengendarai mobil Ayu menuju rumah bos nya itu.
Tanpa Sonia sadari, kalau ia pulang bukan hanya membawa dirinya, melainkan juga membawa penyusup ke rumah Lucky dan Ayu.
Penyusup itu tak lain dan tak bukan adalah Billy.
Benar dugaan Lucky kalau Billy ada di negara itu. Billy bisa masuk ke negara itu melalui jalur laut ke kota B, karena negara tempat Billy tinggal hanya bersebrang lautan dengan kota B. Melalui jalur laut pun Billy harus menjadi penumpang ilegal. Di merubah penampilannya, menumbuhkan kumis dan jenggot serta brewok, menggimbalkan rambut, dan ia juga melakukan tanning ( menggelapkan kulit ), gaya pakaiannya juga ia rubah seperti seorang penyanyi regee.
Billy nekat melakukan itu karena Billy sakit hati dengan Lucky yang sudah mencampakkannya begitu saja, Lucky tak pernah membalas pesan atau menjawab panggilan darinya, ditambah lagi Lucky malah memblokir nomornya. Kemarahan Billy semakin membuncah saat ia mendengar kabar dari salah satu temannya yang bekerja di rumah sakit tempat Lucky bekerja kalau saat ini Ayu sedang hamil.
Billy merasa terkhianati dengan hamilnya Ayu. Kalau Ayu bisa hamil, berarti Lucky sudah sembuh dari penyimpangannya, begitulah pikir Billy.
Sudah hampir dua bulan Billy di negara itu, dan Billy terus menguntit kemana Lucky pergi. Bahkan sampai ke rumah Lucky yang baru pun Billy mengikutinya.
Billy memperhatikan rumah baru Lucky dan Ayu, menggambar situasi dan kondisi rumah itu untuk mencari cela agar bisa masuk ke dalam rumah itu untuk menghabisi nyawa Ayu, tapi sayangnya Billy tak mendapat celah itu, karena Lucky banyak sekali memasang keamanan.
Namun saat Billy tak sengaja melihat Ayu datang ke rumah sakit, dan melihat bodyguard Ayu lupa mengunci pintu mobil, Ia tak mau menyia-nyiakan kesempatan emas ini. Billy pun membuka pintu bagasi mobil dengan sensor kaki, lalu masuk kedalam bagasi mobil itu, dan mengganjal pintu bagasi dengan batu tipis yang sudah ia ambil sebelum masuk ke dalam bagasi, tujuannya agar nanti jika mobil terkunci, bagasi tidak terkunci dan ia bisa keluar dari dalam bagasi setibanya di rumah baru Lucky.
Kini mobil yang Sonia kendarai sudah masuk ke dalam garasi rumah Lucky dan Ayu.
Sonia pun turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah bos nya itu.
Billy membuka sedikit pintu bagasi untuk melihat situasi. Setelah dirasa aman, perlahan Billy pun keluar dari dalam bagasi.
__ADS_1
Billy pun mengendap-endap masuk ke dalam rumah Lucky dari halaman belakang. Agak susah buat Billy mencari tempat persembunyian sementara untuknya karena ia tidak tau tata letak rumah Lucky.
Saat bola matanya sedang mencari tempat persembunyian sementara, mata Billy terfokus dengan sebuah pintu yang ia yakini adalah pintu gudang. Mata Billy pun clingak-clinguk seperti mata Dragon yang tiba-tiba di keluarkan dari dalam lubang tambang untuk melihat situasi dan kondisi. Dengan langkah perlahan, Billy pun berjalan menuju pintu, layaknya seorang pencuri, Billy membuka pintu itu dengan sangat hati-hati. Billy pun menyalakan lampu senter yang ada di ponselnya, karena tak mungkin juga ia menyalakan lampu ruangan itu, bisa-bisa ia kena grebek.
Dan...
Mata Billy membelalak saat masuk ke dalam ruangan yang ada di balik pintu itu, ruangan kosong dengan cat tembok berwarna putih. Tak ada apa-apa di ruangan itu, tapi karena cat di ruangan itu berwarna putih, warna kesukaan Billy, Billy jadi terkesima saat melihat ruangan itu.
Puas memandangi ruangan kosong yang tidak tau akan di jadikan tempat apa oleh Lucky, Billy pun mematikan lampu senternya sebelum ada orang yang datang ke halaman belakang.
✨✨✨
Jam sudah menunjukkan pukul dua dini hari, infus di tangan Ayu pun sudah habis.
Lucky dan Ayu pun bersiap untuk pulang.
"Pokoknya nanti sampai di rumah, aku gak mau tau kamu gak boleh keluar dari kamar." Ucap Lucky memberi peringatan pada Ayu.
"Sak karep mu lah mas." Kata Ayu dalam hati.
"Sudah mau pulang dok?" Tanya dokter kandungan yang tadi memeriksa Ayu.
"Iya dok. Terimakasih yah sudah mau di repotkan." Jawab Lucky.
"Dokter Lucky bisa aja, itu kan sudah tugas kita. Oh..iya dok, kalau bisa selama seminggu jangan di endoskopi dulu yah anaknya. Janin yang di dalam kandungan masih syok, untuk mencegah hal yang tidak diinginkan, sebaiknya kita melakukan pencegahan." Ucap dokter kandungan itu memberi peringatan pada Lucky.
Kepala atas dan kepala bawah Lucky sontak langsung pusing tujuh keliling. Apa ia sanggup puasa seminggu, sedangkan sejak rudalnya berhasil menggali lubang BuAyu, rudalnya belum pernah puasa.
Lucky hanya sanggup menganggukkan kepalanya sambil memberikan senyum mengenaskan pada dokter kandungan itu.
__ADS_1
"Saya pulang dulu yah dok." Pamit Lucky.
Lucky dan Ayu pun keluar dari ugd dan berjalan menuju tempat parkir
Sesampainya di dalam mobil, perasaan Lucky tidak enak agak berat Lucky membawa Ayu pulang, entah kenapa ia ingin membawa Ayu pulang ke rumah orangtua Lucky.
"Kita pulang kerumah mama aja yuk." Ajak Lucky sebelum menyalakan mesin mobil.
"Ini udah jam dua mas, kalau kita jam segini kesana, takutnya mama mikir kita kenapa-kenapa, nanti mama jadi stres, jam tidur mama terganggu, terus mama jadi drop lagi gimana?"
"Tapi kalau kita pulang kerumah, siapa yang ngurus kamu kalau aku pergi kerja?"
"Mas Lucky lebay deh, kan ada Sonia, ada mbak juga. Kalau memang mas Lucky mau titipin aku ke mama, gimana kalau pas mas Lucky berangkat kerja nanti siang?" Ucap Ayu memberikan ide karena hari ini Lucky mendapat jadwal siang. Sengaja Ayu mengatakan seperti itu, selain agar suaminya berhenti khawatir dengannya, Ayu pun ngidam masakan asisten rumah tangga di rumah mertuanya itu.
Lucky pun menyerah. Ia menganggukkan kepalanya setuju.
Meski Ayu setuju untuk tinggal sementara di rumah orangtua Lucky, tapi tetap saja hati Lucky masih terasa tak tenang.
"Perasaan macam apa ini? Kenapa hati ku merasa sangat tidak tenang?" Gumam Lucky dalam hati.
"Mas.." Ayu menepuk pundak suaminya, karena suaminya malah bengong dan bukannya menyalakan mesin mobil.
Lucky pun tersadar dari lamunannya.
"Kenapa?" Tanya Lucky sambil menoleh ke arah Ayu.
"Kok malah bengong? Udah cepetan nyalain mesin mobilnya, aku udah ngantuk banget ini." Ucap Ayu.
Lucky pun menganggukkan kepalanya, kemudian menyalakan mesin mobil dan melajukan mobilnya keluar dari parkiran rumah sakit menuju rumah baru nya bersama Ayu.
__ADS_1
BERSAMBUNG...