
"Mas..." Ayu memanggil suaminya yang sedang mengendarai mobil untuk keluar dari area gedung perusahaan penyedia jasa bodyguard.
"Iya Yu." Jawab Lucky sambil matanya melihat ke jalanan.
"Kita makannya di KaEpCeh yah mas." Ajak Ayu.
"Gak. Aku gak mau kamu makan makanan cepat saji." Lucky menolak mentah-mentah ajakan istrinya.
"Mending kita makan di rumah makan padang." Lanjut Lucky lagi.
"Pokoknya aku mau nya makan di KaEpCeh mas!!! Aku udah lama gak makan itu." Ucap Ayu kekeh.
"Kalau mas Lucky gak mau makan di KaEpCeh, aku ngambek.!" Ancam Ayu sambil melipat kedua tangannya di dada.
Lucky melirik sesaat aksi Ayu itu, kemudian ia menghela nafasnya.
"Oke, kita makan di restoran cepat saji. Tapi gak ada acara tambah-tambah yah, cukup satu porsi aja." Lucky pun mengalah.
Mereka pun memutuskan untuk makan di restoran cepat saji yang ada di dalam mall, tempat mereka akan menonton bioskop.
Setelah hampir setengah jam berkendara menuju mall terbesar di ibukota, akhirnya mobil yang Lucky kendarai sudah terparkir mulus di area parkir mall.
"Yu..bangun. Kita udah nyampe." Lucky membangunkan istrinya yang ketiduran. Lucky tau kalau istrinya itu masih sangat lelah.
"Eugh.." Ayu melenguh sambil mengerjapkan matanya.
"Kamu ngantuk? Capek? Kalau iya, habis makan kita pulang aja. Biar besok aja nontonnya. Gimana?" Usul Lucky yang merasa tak tega dengan istrinya.
Ayu menggelengkan kepalanya.
"Aku gak pa-pa kok mas, mungkin efek laper makanya jadi ngantuk. Nanti kalau udah makan juga seger lagi. Udah yuk turun, aku udah laper banget." Ajak Ayu. Ia pun melepas seatbeltnya dan keluar terlebih dulu dari dalam mobil, dan tak lama Lucky pun keluar dari dalam mobil.
Mereka pun berjalan masuk ke gedung mall, tujuan pertama mereka adalah restoran cepat saja.
"Kamu duduk aja, biar aku aja yang antri." Ucap Lucky. Tapi sayangnya Ayu mau ikut mengantri dengan suaminya. Di pikiran Ayu, kalau ia ikut mengantri, ia bisa memesan banyak ayam goreng. Karena tidak mungkin kan suaminya itu ngomel-ngomel di depan orang banyak.
Dan benar saja yang ada di pikiran Ayu, saat tiba giliran mereka, Ayu langsung memesan satu bucket ayam goreng. Lucky hanya membelalakkan mata dan memberikan kode larangan melalui matanya, tapi Ayu pura-pura tidak tahu kode mata yang suaminya berikan itu. Alhasil satu bucket ayam goreng, dua nasi, dan dua minuman soda pun tersaji di nampan yang akan mereka bawa ke meja mereka.
"Kok kamu pesan satu bucket gini sih Yu, ini tuh banyak banget Yu." Omel Lucky saat mereka sudah ada di meja.
"Habis tadi mas Lucky bilang gak boleh nambah, jadi mendingan aku pesan satu bucket aja sekalian." Jawab Ayu enteng.
Lucky tak bisa berkata-kata lagi, ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya takjub mendengar jawaban istrinya.
"Emang kamu bisa habisin itu semua?"
"Bisa. Kalau gak bisa kan ada kamu mas." Jawab Ayu lagi dengan entengnya.
"Gak. Aku gak bisa habisin itu. Aku makan cukup satu potong ayam."
"Ya udah kalau mas Lucky gak mau, kan bisa di bawa pulang."
"Terserah kamu aja lah." Balas Lucky. Ia sudah malas berdebat dengan Ayu.
Mereka pun mulai mengisi lambung mereka dengan tenang. Apalagi Ayu, ia sangat menikmati makanannya, sampai-sampai saat suaminya mengajaknya bicara pun ia tak memperdulikannya.
Sedangkan di meja lain yang tak jauh dari meja Ayu dan Lucky, ada seorang pria dengan pakaian serba hitam yang mengikuti mobil Lucky mulai dari perusahaan penyedia bodyguard. Mata pria itu tak henti-hentinya melihat ke arah meja Ayu dan Lucky. Memperhatikan gerak-gerik pasangan itu.
Lucky yang fokusnya hanya pada Ayu, tidak menyadari kalau ada pria yang sedang mengamati mereka.
__ADS_1
✨✨✨
Selesai makan, Lucky dan Ayu langsung naik ke lantai paling atas tempat bioskop berada.
Setelah proses perdebatan yang cukup lama, karena Ayu ingin menonton film bergenre romantis sedangkan Lucky ingin menonton film bergenre horor. Akhirnya di putuskan lah kalau mereka menonton film bergenre komedi, keputusan itu di ambil agar mereka sama-sama tidak menonton film dengan genre yang mereka suka.
Lucky pun menyuruh Ayu untuk duduk di kursi, sedangkan Lucky mengantri untuk membeli tiket.
Sambil mengantri mata Lucky tak henti-hentinya memperhatikan Ayu yang sedang duduk di kursi sambil memainkan ponselnya, sesekali matanya juga berkeliling melihat orang-orang yang lalu lalang di dalam bioskop.
Lucky memicingkan matanya saat melihat seorang pria yang sangat mencurigakan menurutnya, apalagi mata pria itu melihat ke arah Ayu.
Seketika perasaan Lucky langsung tak enak seketika. Lucky pun keluar dari antrian dan dengan langkah panjangnya ia berjalan mendekati Ayu yang tidak menyadari ada pria yang sedang memperhatikannya.
Lucky langsung menarik tangan Ayu dan berjalan keluar dari dalam bioskop. Tak ada lagi niatan untuk menonton, karena rasa takut yang besar sedang menguasai sekujur tubuh Lucky. Takut si pria misterius itu menyakiti istrinya.
"Iikh mas, kok keluar sih!!" Protes Ayu saat Lucky menarik tangannya keluar.
"Ada orang aneh yang dari tadi merhatiin kamu. Aku takut itu antek-antek nya Billy. Apalagi di dalam studio nanti gelap, bisa aja mereka nyakitin kamu dalam keadaan gelap seperti yang ada di film-film." Jawab Lucky.
Mendengar kata-kata Lucky, semua bulu yang tumbuh di tubuh Ayu langsung berdiri seketika.
"Ya udah deh mas, kita pulang aja." Ucap Ayu yang mulai ketakutan.
Lucky menganggukkan kepalanya, lalu merangkul pundak Ayu.
Mereka pun berjalan menuju eskalator, sengaja mereka turun menggunakan eskalator, karena takut si pria misterius itu ikut masuk ke dalam lift.
Kini mereka sudah ada di lantai paling bawah.
Saat kaki mereka ingin melangkah menuju pintu keluar, tiba-tiba saja perut Ayu terasa mual.
"Kenapa? Kamu sakit perut?" tanya Lucky khawatir karena melihat wajah Ayu yang tiba-tiba pucat dan tubuhnya mengeluarkan keringat dingin.
Lucky takut Ayu sakit perut karena menghabiskan satu bucket ayam goreng sendirian.
Ayu menggelengkan kepalanya.
"Aku mual."
"Tuh kan apa aku bilang, pasti gara-gara makan ayam goreng kebanyakan!" Omel Lucky.
"Ya udah, ayo aku anter." Lucky pun mengantar Ayu sampai pintu toilet wanita.
"Aku beli minum dulu. Jangan keluar toilet sebelum aku telpon kamu, oke!" Ucap Lucky.
Ayu pun mengangguk. Kemudian berjalan masuk ke dalam toilet.
Setelah istrinya masuk, dengan setengah berlari, Lucky mencari air mineral di outlet penjual makanan.
Sedangkan di dalam toilet, Ayu yang sudah selesai mengeluarkan isi perutnya, langsung mencuci mulutnya dan membalurkan minyak kayu putih di leher dan perutnya.
Antara sadar tidak sadar, mungkin karena efek habis muntah membuat otak jadi nge blank, Ayu keluar dari dalam toilet wanita dan berjalan keluar dari lorong toilet.
"Mbak Ayu." Teriak seorang pria.
Mendengar namanya di panggil dan suara yang memanggil namanya itu sangat lah tidak asing di telinga Ayu, Ayu pun memutar tubuhnya ke arah sumber suara.
Pria itu langsung memeluk Ayu saat Ayu sudah memutar tubuhnya.
__ADS_1
"Adam kangen mbak." Ucap pria itu.
Ya pria itu adalah Adam, adik Ayu. Dan Adam juga lah yang mengikuti Ayu dan Lucky sejak di perusahaan penyedia bodyguard.
Sebenarnya Adam ingin langsung menyapa Ayu tapi ia takut, karena sudah banyak sekali masalah yang ia buat, ia sudah sangat membuat malu keluarganya. Makanya Adam hanya bisa memperhatikan kakaknya dari jauh.
Tapi setelah Lucky menarik tangan Ayu keluar dari bioskop, Adam sadar kalau suami kakaknya itu pasti sudah salah paham dengan kemisteriusan Adam.
Sedangkan dari jauh, Lucky yang melihat Ayu di peluk laki-laki lain, sontak langsung meradang. Tanduk bantengnya seketika keluar dan tak sabar ingin menyeruduk laki-laki yang sedang memeluk istrinya.
Lucky menarik jaket kulit yang Adam kenakan, dan..
Bugh.
Satu bogem mentah Lucky daratkan di pipi Adam dengan sangat keras.
Sontak Adam pun terhuyung beberapa langkah dari tempatnya.
"Breng•sek kamu!!! Berani-beraninya kamu meluk istri saya!!!" Maki Lucky emosi.
"Mas..udah mas, jangan kayak gini mas, kita di lihatin orang." Ayu berusaha menenangkan suaminya.
Tapi Lucky tak menghiraukan perkataan Ayu.
Ia kembali mendekati Adam dan kembali mendaratkan bogem mentah di pipi Adam.
"Kamu juga yang merhatiin istri saya dari dalam bioskop kan?!" Tanya Lucky dengan nada emosi setelah mengingat perawakan pria misterius di bioskop tadi.
Adam tak menjawab, bogem mentah yang ia dapatkan dari kakak iparnya itu membuat otaknya sedikit goyang.
Lucky yang masih tersulut api emosi hendak melayangkan bogem mentah nya lagi pada Adam, tapi cepat-cepat Ayu berdiri di tengah-tengah Lucky dan Adam.
"Aku bilang stop yah stop mas!!! Ini tuh adik aku, Adam!!" Teriak Ayu. Tak ingin Lucky salah paham, Ayu pun membuka identitas Adam.
Mendengar ucapan Ayu, tangan Lucky yang tadinya mengepal perlahan merenggang. Otot-otot wajah yang tadinya menegang karena emosi, perlahan juga melemas, berganti dengan raut wajah bersalah.
"A-apa kamu bi-lang Yu?" Tanya Lucky terbata-bata.
"Ini tuh Adam mas, adik aku." Sekali lagi Ayu memperkenalkan Adam pada Lucky.
"Sini Dam, kenalin diri kamu sama suami mbak." Perintah Ayu.
"Adam mas." Dengan berbesar hati Adam menjulurkan tangannya untuk berjabat dengan kakak iparnya yang telah meninjunya dua kali.
Lucky pun menyambut tangan Adam.
"Lucky." Jawab Lucky memperkenalkan dirinya tanpa rasa bersalah. Tak ada kalimat permintaan maaf yang keluar dari mulut Lucky, menurut Lucky salah adik iparnya sendiri kenapa bergaya seperti spesialis penculik istri orang.
Orang-orang yang sempat berhenti untuk menonton aksi Lucky yang meninju Adam, seketika membubarkan diri mereka saat melihat Lucky dan Adam telah berjabat tangan.
"Jadi kamu yang di bioskop tadi kan?"
Adam menganggukkan kepalanya.
"Kok gaya kamu kayak penculik istri orang gini sih? Bikin saya salah paham saja sama kamu."
"Kita bicarainnya di luar aja yah mas. Gak enak disini, kita terlanjur jadi bahan tontonan, aku malu." Ucap Ayu memberi saran.
Lucky pun menganggukkan kepalanya menyetujui saran Ayu. Mereka pun keluar dari dalam gedung mall menuju taman kecil yang ada samping mall.
__ADS_1
BERSAMBUNG...