Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Tentang Adam part 44


__ADS_3

Di Kota L.


Kini Adam dan Sonia sudah berada di Kota L.


Setibanya mereka di bandara, Adam-Sonia langsung di jemput oleh orang suruhan pak Zidane.


Setelah hampir dua puluh menit membelah jalanan, akhirnya mobil yang membawa Adam-Sonia pun tiba di hotel tempat yang sudah pak Zidane siapkan juga.


Adam dan Sonia pun turun dari dalam mobil, lalu membantu supir mengeluarkan koper mereka.


Mereka pun masuk ke dalam gedung hotel dan berjalan menuju lift yang akan membawa mereka ke lantai dimana kamar VIP yang sudah pak Zidane pesan berada.


Ting. Pintu lift pun terbuka.


Adam dan Sonia pun keluar dari dalam lift dan berjalan menuju kamar mereka.


"Ini kan kamar VIP." Lirih Sonia pelan tapi masih di dengar Adam.


"Ya iyalah. Kan kamar ini kamar pesanan papa. Masa iya papa pesan kamar yang kelasnya biasa aja." Balas Adam.


Sampai detik ini Sonia tidak tau kalau tujuan mereka ke Kota L adalah untuk liburan. Karena sesampainya di rumah tadi, Adam mengatakan pada Sonia, kalau pak Zidane memintanya untuk perjalanan dinas ke Kota P. Dan Adam meminta Sonia ikut untuk menjadi bodyguard Adam.


Sonia pun percaya-percaya saja.


Habisnya kalau tidak dengan cara seperti itu, Sonia mana mau ikut dengannya ke Kota L dan meninggalkan Cantika.


Kalau untuk Cantika, Adam sudah minta maaf pada Cantika karena harus meninggalkan putri cantiknya selama seminggu. Dan ajaibnya, Cantika tidak rewel sama sekali, seolah bayi yang baru genap setahun itu tau kalau Papa dan Bundanya ingin membuatkan adik untuknya.


Ceklek. Adam membuka pintu kamar hotel itu. Lalu mempersilahkan Sonia masuk terlebih dulu.


"Son, aku ke bawah bentar yah. Kamu istirahat aja dulu." Ucap Adam.


"Mau kemana? Biar aku temenin."


"Gak usah. Sebentar aja kok."


"Tapi fungsinya aku ikut kan buat jadi bodyguard kamu."


"Itu nanti kalau ketemu klien. Sekarang kan belum ketemu klien. Aku mau beli pulsa dulu, mau pasang paket data. Paket data aku habis." Kata Adam memberi alasan.


Sebenarnya alasan Adam itu cukup masuk akal kalau saja Adam masih seperti yang dulu dan kalau mereka menginap di kos-an remang-remang. Tapi ini.... Adam bukan lah Adam yang dulu yang harus capek-capek pergi ke counter untuk membeli pulsa dan memasang paket, cukup buka m-banking, pulsa pun sudah bisa terisi.


Apalagi saat ini mereka menginap di hotel mewah di Kota L, ya meski gedungnya tidak setinggi hotel mewah di kota besar, tapi untuk hotel di kota pariwisata, hotel yang di tempati Adam dan Sonia masuk dalam kategori mewah, dan yang paling penting, hotel ini juga menyediakan fasilitas wi-fi gratis jadi seharusnya Adam tidak perlu repot-repot membeli pulsa.


Tapi untungnya, Sonia percaya dengan alasan Adam itu. Coba kalau tidak, pasti akan panjang urusannya.


Bersyukur lah Adam, kali ini koneksi otak Sonia sedang lambat, jadi Sonia percaya-percaya saja dengan alasan Adam.


"Ya udah." Jawab Sonia.


Dan Adam pun keluar dari dalam kamar dan turun ke lantai bawah menggunakan lift.


Ternyata tujuan Adam yang sebenarnya adalah pergi ke apotik terdekat untuk membeli APD untuk botol jin nya. Kenapa menggunakan APD? Karena Adam tidak mau Sonia hamil dalam waktu dekat. Ia masih ingin mengenal Sonia lebih dalam dan lebih dekat serta Adam masih ingin fokus membesarkan dan memberikan kasih sayang pada Cantika.

__ADS_1


Sebenarnya bisa saja Adam meminta Sonia menggunakan alat kontrasepsi, tapi mengingat rahim Sonia masih ori, ia tidak mau merusak rahim istrinya itu dengan pil, suntik, iud atau implan yang menunda kehamilan. Maka dari itu, Adam pun mengalah dan harus pasrah menggunakan APD.


✨✨✨


Meninggalkan Adam yang sedang mencari apotik. Di dalam kamar hotel, Sonia langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang menurutnya sudah sangat lengket dan berdebu.


Bagaimana tidak ia merasa seperti itu. Tadi sewaktu Adam mengajaknya ke Kota L, Sonia sedang bermain dan mengajari Cantika berjalan di halaman belakang.


Tanpa mengijinkan Sonia membersihkan tubuhnya terlebih dahulu, Adam langsung memaksa Sonia untuk ikut.


Ceklek. Adam membuka pintu kamar hotel.


Dengan APD yang sudah ia kantongi dalam saku celananya dan kantong kresek yanh berisi cemilan, Adam pun berjalan masuk ke dalam ruang tidur.


"Son..." panggil Adam.


Namun saat mendengar suara air di kamar mandi, Adam pun tak lagi memanggil Sonia, karena yakin orang yang ada di kamar mandi itu adalah Sonia.


Adam pun berjalan menuju nakas yang ada di samping tempat tidur. Ia meletakkan kantong kresek di atas nakas, lalu mengeluarkan APD dari dalam kantongnya dan memasukkannya ke dalam laci nakas.


Lalu tersenyum penuh arti sambil menatap pintu kamar mandi.


Adam pun membuka kemeja lengan panjangnya yang bagian lengannya sudah ia gulung sebatas siku. Lalu membuang kemeja itu ke sembarang arah. Setelah membuka kemeja, ia pun membuka kaos dalamnya kemudian celana panjangnya dan hanya menyisakan jeruji kain yang memenjarakan botol jinnya.


Setelah itu Adam pun berjalan menuju kamar mandi dan memutar handle pintu.


Ceklek. Adam bersyukur karena pintu kamar mandi tidak terkunci.


Mendengar pintu kamar mandi terbuka, sontak Sonia pun menoleh ke arah pintu.


"Keluar dulu mas, aku belum selesai!!" Perintah Sonia.


Tapi Adam tidak menghiraukan perintah Sonia dan malah terus berjalan mendekati Sonia yang sedang ada di bilik mandi dengan pancuran air shower.


"Kalau bisa mandi bareng, kenapa harus mandi sendiri-sendiri?" Tanya Adam dengan tatapan buas.


Sonia yang belum biasa pun hendak keluar dari dalam bilik itu, tapi baru selangkah, Adam langsung mencekal tangan Sonia.


"Iikh mas lepas!!!" Ronta Sonia. Kali ini ia tidak mengeluarkan seluruh tenaganya karena kedua tangannya harus bertahan menjaga daerah privasinya.


"Apaan sih, kayak mau di perk0s•ah aja!!!" Balas Adam.


"Udah lama punggung aku gak di gosokin. Gosokin dong." Ucap Adam.


Adam pun melepaskan tangannya dari tangan Sonia, dan melepaskan jeruji kain yang memenjarakan botol jin, lalu memberikan punggungnya pada Sonia.


Sonia tidak langsung mengerjakan apa yang Adam minta, ia masih terdiam nampak sedang berpikir.


"Kok bengong?! Cepetan!!" Perintah Adam lagi.


Mau tak mau Sonia pun mengerjakan apa yang Adam perintahkan, ia mengambil sabun cair dan menuangkannya ke telapak tangannya sebelum ia menyabuni punggung Adam.


"Ke bawah terus, masa punggung aja!!" Kata Adam.

__ADS_1


Mau tak mau Sonia pun menyabuni bokong Adam, lalu turun sampai ke kaki.


Dan saat Sonia sedang berjongkok untuk menyabuni kaki Adam, tiba-tiba Adam membalikkan tubuhnya.


Dan...


Jeng... Jeng...


Terjadilah pertemuan empat mata. Mata Sonia dan mata bapaknya jin iprit.


Sontak Sonia pun berdiri lalu membalikkan tubuhnya membelakangi Adam.


"Kenapa? Kamu minta disabunin juga?" Tanya Adam pura-pura tidak tau penyebab Sonia membalikkan tubuhnya.


"Gak kok." Jawab Sonia.


"Aku duluan yah mas, aku kan udah sabunin punggung kamu." Kata Sonia grogi.


"Eits. Yang bagian depan kan belum."


"Tapi kan kamu bisa sendiri."


"Kalau melayani suami itu jangan setengah-setengah Sonia. Nih, bagian depannya juga sabunin." Kata Adam.


Sonia tidak bergerak. Ia masih sangat malu untuk berhadapan dengan Adam dalam keadaan polos.


"Ayo Son." Adam yang sudah tidak sabaran menarik tangan Sonia agar mereka bisa berhadapan.


Begitu berhadapan, Sonia langsung menutup matanya dan ke dua tangannya masih setia menutup dua area privasinya.


"Buka mata kamu!!! Masa ada suami di depan kamu, kamu malah tutup mata!!" Omel Adam.


Perlahan Sonia pun membuka matanya.


"Ini lagi, apaan sih pake di tutup-tutupin segala." Omel Adam lagi sambil menarik tangan Sonia agar memampangkan area privasinya itu.


Adam menelan salivanya kasar melihat dua area privasi Sonia.


TUIIING. Botol jin yang tadi baru lima puluh persen mengeras, kini sudah mengeras dengan daya seratus persen.


"Astaga." Pekik Sonia saat tak sengaja melihat penampakan botol jin Adam yang sudah berdiri tegak dan menunjuk ke area privasi Sonia bagian bawah.


"Kenapa? Mau pegang? Pegang aja." Goda Adam.


Sonia menggelengkan kepalanya dengan cepat.


Melihat Sonia menggelengkan kepalanya, Adam hanya tersenyum kecil.


"Ya udah cepet sabunin." Kata Adam.


Dengan ragu-ragu, Sonia pun mengambil botol sabun cair lalu menuangkan sabun cair ke telapak tangannya, setelah itu baru lah ia menyabuni bagian depan Adam. Dimulai dari bagian dada lalu turun ke perut.


Sepanjang Sonia menyabuni bagian depannya, Adam memejamkan matanya menikmati sentuhan tangan Sonia.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2