
Sedangkan dirumah sakit, Lucky sudah menunggu kedatangan Sonia membawa Ayu dan Lila di ruang ugd.
Tadi begitu masuk ke dalam mobil, Sonia langsung menghubungi Lucky dan memberitahu Lucky apa yang baru saja di alami mereka.
Lucky yang baru saja selesai menangani pasien yang tadi sempat kejang, langsung menelpon Adam dan meminta Adam untuk menahan Billy, lalu berlari memerintahkan perawat untuk memanggil dokter kandungan serta menyiapkan dua brankar untuk membaringkan Ayu dan Lila.
Tak lama mobil Ayu sampai di pelataran ugd. Melihat mobil istrinya sudah sampai, Lucky pun berlari menghampiri mobil itu dan membuka mobil itu.
Lucky langsung menggendong istrinya keluar dari dalam mobil, masuk ke dalam ugd masih dalam keadaan menggendong Ayu, ia melewatkan brankar yang sudah disiapkan perawat untuk Ayu dan Lila yang tadi Lucky perintahkan.
Sesampainya di dalam ugd, Lucky langsung membaringkan Ayu di atas ranjang periksa. Lucky pun melakukan pemeriksaan pada istrinya.
Luka lebam di bibir dan pipi Ayu membuktikan bahwa Billy sudah melakukan kekerasan fisik dengan Ayu. Lalu bagaimana dengan kandungan Ayu?
Saturasi oksigen dan denyut nadi yang lemah, membuat Ayu harus mendapat tambahan oksigen. Karena itu sangat berbahaya bagi janin yang ada dalam kandungan Ayu.
Sekarang giliran dokter kandungan yang memeriksa kandungan Ayu.
Dokter kandungan pun mulai memeriksa kandungan Ayu. Untungnya kandungan Ayu baik-baik saja, karena ternyata di balik pakaian yang Ayu pakai, Ayu memakai pelindung perut untuk terhindar dari kejadian seperti tadi malam saat dirinya menyusul Lucky ke rumah sakit.
Dokter kandungan pun melepaskan pelindung perut yang melilit di perut Ayu, agar perut Ayu tidak terlalu sesak.
"Bagaimana dok, apa anak saya baik-baik saja?" Tanya Lucky panik, tubuhnya bergetar hebat.
"Untungnya gak pa-pa, karena istri dokter Lucky memakai pelindung perut. Sekarang tergantung dengan perkembangan kondisi istri dokter sendiri, karena kondisi istri dokter sangat mempengaruhi keadaan janin dari dalam." Jawab dokter kandungan tersebut.
Lucky menghela nafasnya, dadanya sedikit merasa lega mendengar penjelasan dokter kandungan.
Lucky pun meminta perawat memindahkan Ayu dan Lila di kamar VIP.
Kini Ayu dan Lila sudah berada di kamar VIP yang bersebelahan.
Ceklek. Pintu kamar rawat Ayu terbuka.
Ternyata orangtua Lucky dan kedua abang Lucky yang datang.
Sontak Lucky pun menoleh ke arah pintu.
"Ky.." panggil mama Tyas.
"Mah.." Lucky berdiri dan berjalan ke arah mamanya, lalu memeluk sang mama dengan sangat erat.
__ADS_1
"Ini semua gara-gara Lucky mah, gara-gara Lucky, Ayu harus mengalami hal mengerikan ini. Lucky gak akan pernah maafin diri Lucky kalau sampai Ayu kenapa-kenapa." Ucap Lucky sambil terisak dalam pelukan sang mama.
"Tenang Ky, jangan menyalahkan dirimu, kamu sudah memberikan pengamanan yang terbaik untuk istri mu, tapi mungkin ini sudah jalannya. Kita kan tidak tau kapan kesialan datang menimpa kita. Sudah jangan menangis lagi, kuatkan dirimu, kuatkan hatimu, agar Ayu juga bisa merasakan kekuatan mu dan segera sadar." Jawab mama Tyas sambil mengelus punggung anaknya.
"Kandungan Ayu gimana Ky?" Tanya bang Leo.
"Kandungannya baik-baik aja bang, dokter bilang, sekarang semua tergantung kondisi Ayu." Jawab Lucky.
Tiba-tiba saja Lucky teringat akan Billy.
"Mah, Lucky titip Ayu. Ada yang harus Lucky urus." Ucap Lucky sambil menjauhkan tubuhnya dari pelukan sang mama. Ia berniat ingin memberi pelajaran pada Billy.
"Kamu mau kemana Ky?" Tanya bang Lingga.
"Mengurus sesuatu yang hanya bisa di selesaikan dengan tangan ku bang." Jawab Lucky dengan sorot mata tajam.
Lingga dan Leo memicingkan mata mereka menatap Lucky.
"Kamu gak mau berbuat macam-macam kan Ky? Negara kita negara hukum, kita serahkan saja pada pihak yang berwajib." Ucap bang Lingga yang tau apa yang akan Lucky lakukan.
Lucky menggelengkan kepalanya.
"Kalian semua tenang aja, Lucky gak akan sampai menghilangkan nyawa Billy." Lanjut Lucky.
Dan tanpa berkata apa-apalagi, Lucky pun keluar dari dalam kamar rawat Ayu.
✨✨✨
Kini Lucky sudah berada di dalam rumahnya.
"Mana dia Dam?" Tanya Lucky pada Adam yang sedari tadi menunggu kedatangan Lucky di ruang tamu.
"Ada di gudang mas." Jawab Adam.
"Mbak Ayu gimana mas?" Tanya Adam yang khawatir dengan kakaknya.
"Tenang aja, kakak kamu gak kenapa-kenapa, kandungannya juga baik-baik aja." Jawab Lucky.
"Mas Lucky, tunggu." Panggil Adam saat kakak iparnya itu hendak berjalan menuju gudang.
"Apa Dam?"
__ADS_1
"Ada yang pengen Adam tanya sama mas."
"Apa?"
"Sebenarnya kenapa laki-laki itu mengincar mbak Ayu? Apa mbak Ayu pernah buat laki-laki itu sakit hati, atau gimana gitu?" Tanya Adam yang sedari tadi kepikiran dengan ucapan Billy.
"Nanti aku jelasin." Jawab Lucky sambil menepuk pundak adik iparnya.
Lucky pun kembali meneruskan langkah kakinya menuju gudang yang letaknya di halaman belakang. Dan diikuti Adam dari belakang.
"Dam, bawa semua orang-orang ini ke dalam rumah. Tinggalkan kami berdua disini." Perintah Lucky.
"Tapi mas, dia psikopat." Tolak Adam, ia takut kakak iparnya itu di celakai Billy.
"Tenang aja, dia gak akan berani nyakitin kakak ipar mu ini." Jawab Lucky penuh percaya diri.
Adam menghela nafas, mau tak mau ia memukul mundur pasukannya yang berjaga di gudang.
Setelah Adam dan tiga anak buahnya pergi dari gudang, Lucky pun menutup pintu gudang yang sudah tak bisa lagi terkunci karena ulah Sonia yang tadi membuka paksa pintu dengan satu kali tendangannya.
Lucky berjalan ke arah Billy dengan tatapan penuh kemarahan. Marah karena Billy hampir menghilangkan nyawa istri dan calon anaknya.
Lucky melepaskan sumpalan kaos kaki dari mulut Billy.
"Merindukan Luck." Ucap Billy begitu sumpalan kaos kaki itu terlepas dari mulutnya.
"Oh..iya?" Jawab Lucky dengan nada sinis.
"Kenapa kau menatap ku seperti itu Luck? Apa kau tidak merindukan ku?"
Lucky menghela nafasnya. Lalu mendekatkan wajahnya di telinga Billy. Billy memejamkan matanya karena mengira Lucky akan menciumnya.
"T I D A K!" Jawab Lucky tegas di telinga Billy.
Sontak Billy pun membuka matanya dan mengeraskan rahangnya.
"Kau tau apa yang sangat ingin aku lakukan sekarang?" Tanya Lucky sambil mengelus pipi Billy.
Mendapat elusan dari tangan Lucky, rahang Billy yang tadi mengeras menjadi kendur kembali.
BERSAMBUNG...
__ADS_1