Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 25


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul enam sore, Lucky pun selesai bekerja.


Sekarang ia sedang berada dalam mobil, memikirkan siapa yang terlebih dulu ia jemput, Ayu atau Billy. Kalau ia menjemput Ayu terlebih dahulu, ia akan menyuruh Billy untuk bertemu di restoran dekat hotel tempat Billy menginap. Tapi kalau ia menjemput Billy terlebih dahulu, ia akan menyuruh Ayu untuk bertemu di restoran dekat perumahan tempat tinggal orangtuanya.


Setelah berpikir panjang, Lucky pun memilih untuk menjemput Ayu terlebih dahulu, karena memang ia sudah berjanji akan menjemput Ayu dari rumah orang tua Lucky, bisa curiga nanti mama Tyas kalau sampai dirinya tidak menjemput Ayu di rumah. Kalau nanti Billy ngambek karena Lucky lebih memilih menjemput Ayu terlebih dahulu, itu urusan belakangan, begitulah pikir Lucky.


Setelah hampir dua jam Lucky membelah jalanan, akhirnya Lucky sampai di rumah orangtuanya. Ia pun memarkirkan mobilnya di halaman rumah orangtuanya kemudian turun dari dalam mobil dan masuk ke dalam rumah.


Suara tawa Ayu dan mama Tyas langsung terdengar di telinga Lucky saat Lucky masuk ke dalam rumah. Ternyata mama Tyas dan Ayu sedang menonton acara komedi di ruang televisi. Lucky pun melangkahkan kakinya menuju ruang televisi.


Lucky berdiri di depan pintu dan memandang Ayu dan mama Tyas yang sedang asyik menonton acara komedi. Melihat tawa Ayu yang begitu lepas, ia makin merasa bersalah pada Ayu. Ia tak bisa membayangkan wajah ceria itu akan berubah menjadi wajah kemurungan jika Ayu mengetahui yang sebenarnya.


Merasa ada orang yang berdiri di depan pintu, Ayu pun menoleh ke arah pintu.


"Mas Lucky." Ucap Ayu saat melihat sosok suaminya yang berdiri di depan pintu.


Ayu pun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mendekati suaminya dan memeluk tubuh suaminya dengan sangat erat.


"Akhirnya kamu dateng juga mas." Ucap Ayu dalam pelukan Lucky.


Lucky tak menjawab, ia hanya mengelus rambut Ayu.


"Kerjaan kamu udah beres Ky?" Tanya mama Tyas.


"Udah mah." Jawab Lucky sambil menjauhkan tubuh Ayu dan menggandeng tangan Ayu berjalan menuju sofa dan duduk di sofa panjang yang berhadapan dengan mama Tyas berdua dengan Ayu.


Melihat keromantisan Lucky dan Ayu, mama Tyas yang ingin menanyakan pada Lucky alasan kenapa anaknya itu menitipkan istrinya di rumahnya, langsung mengurungkan niatnya. Pikiran aneh-aneh yang sempat terbersit pun menguar begitu saja. Lagi dan lagi, sikap Lucky ke Ayu membuat mama Tyas berpikir kalau Lucky mulai sembuh dari penyimpangannya.


"Mah, Lucky sama Ayu pulang sekarang yah. Lucky capek banget soalnya, pengen cepet-cepet..." belum selesai Lucky bicara, mama Tyas sudah memotong kata-kata Lucky.


"Iya...mama paham kok. Udah sana kalian pulang."

__ADS_1


Lucky pun berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri sang mama kemudian mengecup pipi dan menyalim tangan sang mama diikuti Ayu setelahnya.


Setelah berpamitan dengan mama Tyas, Lucky dan Ayu pun keluar dari dalam rumah orangtua Lucky.


"Kamu udah makan malam?" Tanya Lucky pada Ayu.


Kini mereka sudah berada dalam mobil, mobil yang Lucky kendarai juga sudah keluar dari rumah orangtua Lucky.


"Sudah mas. Mas Lucky belum makan?" Tanya Ayu.


Lucky menggeleng. Karena begitu selesai berkerja, Lucky langsung tancap gas menjemput Ayu.


"Ya udah kita cari makan deket-deket sini aja mas." Ajak Ayu.


"Nanti aja Yu, aku sekalian mau jemput temen aku yang dari Singapore. Kebetulan dia sedang liburan kesini dan dua hari lagi dia pulang, jadi aku nyuruh dia untuk nginap di apartemen kita sebelum dia pulang ke Singapore. Gak pa-pa kan Yu?"


"Temen mas Lucky laki-laki apa perempuan?" Tanya Ayu. Takut-takut, Lucky membawa teman perempuan. Dan kalau sampai teman suaminya itu perempuan, Ayu harus menyelidikinya, siapa tau saja teman perempuan suaminya itu sebenarnya adalah selingkuhan sang suami.


"Laki-laki Yu."


Lucky pun mengendarai mobilnya menuju restoran dimana Billy sudah menunggu dirinya.


Kini mobil yang Lucky kendarai sudah terparkir mulus di tempat parkir restoran, Lucky dan Ayu pun turun dari dalam mobil.


Ayu melingkarkan tangannya di lengan Lucky dan mereka pun berjalan masuk ke dalam restoran. Lucky tidak melarang Ayu melingkarkan tangan di lengannya, karena Lucky tidak mau Ayu sakit hati kalau sampai Lucky melarangnya. Tidak mau Ayu sakit hati, tapi ada hati lain yang sakit melihat tangan wanita lain melingkar di lengan kekasihnya.


Ya...dia adalah Billy. Billy bisa melihat kedatangan Lucky dan Ayu dari dalam restoran, karena Billy duduk di dekat kaca yang bisa melihat dengan jelas kendaraan yang masuk dan keluar di parkiran restoran.


Lucky celingak-celinguk mencari keberadaan Billy. Setelah mengetahui dimana Billy duduk, perlahan Lucky melepaskan tangan Ayu dari lengannya dan berjalan terlebih dahulu mendekati meja Billy.


"Hai Bill." Lucky menepuk pundak Billy dari belakang, karena Billy duduk membelakangi pintu masuk.

__ADS_1


Billy pun menoleh ke arah Lucky dengan raut wajah ia buat sebiasa mungkin. Ia berusaha tidak menunjukkan kekesalannya pada Lucky.


"Hai Luck." Billy pun berdiri dan berniat ingin mengecup pipi Lucky, tapi niatnya itu ia urungkan ketika melihat sorot mata Lucky yang memintanya untuk tidak berbuat itu.


Mata Billy pun teralihkan dengan sosok Ayu yang berdiri di sebelah Lucky. Melihat Ayu, Lucky tidak bisa menyembunyikan kekesalannya. Billy langsung membuang wajahnya dan kembali duduk.


Ayu yang melihat sikap teman suaminya merasa aneh kenapa teman suaminya itu memasang wajah tak suka padanya.


Sedangkan Lucky hanya bisa menghela nafasnya, meski ia tak tahu alasan yang sebenarnya kenapa kekasihnya itu memasang wajah tak suka pada istrinya, tapi Lucky yakin kalau Billy sekarang sedang cemburu pada sosok Ayu.


"Ayo duduk Yu." Ajak Lucky.


Lucky pun menarik kursi untuk Ayu duduki. Setelah Ayu duduk, barulah ia menarik kursi untuk dirinya sendiri.


Melihat perhatian Lucky pada Ayu, makin panas saja hati Billy, ia terus memberi tatapan tajam pada Ayu.


Ayu yang sadar kalau sedang di beri tatapan tajam oleh Billy, tak berani mengangkat wajahnya untuk menatap Billy, Ayu terus menundukkan wajahnya, bukan karena takut tapi karena merasa tidak nyaman.


"Ekhem." Lucky berdehem memecah ketegangan karena ikut merasakan hawa ketidaknyamanan Ayu karena ulah tatapan tajam Billy.


"Bill, kenalin ini Ayu." Ucap Lucky pada Billy memperkenalkan Ayu.


"Yu, kenalin ini Billy." Gantian, Lucky memperkenalkan Billy pada Ayu.


Ayu mendongakkan wajahnya sesaat dan memberikan senyumnya sekilas pada Billy.


"Oh...jadi ini istri kamu Luck?" Tanya Billy.


Lucky menganggukkan kepalanya.


"Pinter juga kamu yah Luck cari yang polos-polos." Sindir Billy.

__ADS_1


Lucky memberikan tatapan tajam pada Billy agar Billy tak menyindirnya seperti itu.


BERSAMBUNG...


__ADS_2