Oh..Dokter Lucky

Oh..Dokter Lucky
Bab 17


__ADS_3

Perlahan Lucky melepaskan Ayu dari pelukannya. Ia pun berdiri dan mematikan lampu kamar setelah itu barulah ia naik ke atas ranjang kemudian merebahkan tubuhnya disisi ranjang sebelah kanan. Ayu pun sama, setelah sang suami merebahkan tubuhnya di sisi ranjang sebelah kanan, Ayu pun ikut merebahkan tubuhnya disisi ranjang sebelah kiri.


Lucky memiringkan tubuhnya membelakangi Ayu kemudian mematikan lampu tidur di atas nakas sebelahnya. Tapi sayangnya Lucky tak lagi membalikkan tubuhnya untuk menghadap Ayu.


Ayu menggigit bibir bawahnya saat melihat Lucky yang tidur memunggunginya. Ada rasa kesal, itu pasti, tapi mulutnya tak bisa mengeluarkan kata-kata yang mengungkapkan kekesalannya pada sang suami.


"Kok mas Lucky malah munggungin aku sih? Mas Lucky apa gak tertarik gitu ngeliat aku pake baju kurang bahan atas bawah?" Gumam Ayu dalam hati sambil terus menatap punggung suaminya.


Dengan segenap keberanian dalam diri Ayu, Ayu pun mendekatkan tubuhnya dengan punggung suaminya itu lalu memeluk tubuh kekar sang suami dari belakang.


"Mas..." bisik Ayu di telinga Lucky.


Lucky pun membalikkan tubuhnya agar bisa berhadapan dengan sang istri.


Lucky menatap dalam mata istrinya, begitupun Ayu yang menatap dalam netra suaminya. Dan dalam waktu tiga menit, netra mereka hanya saling memandang.


Menurut penelitian yang dilakukan tahun 1989 oleh Kellerman, Laird dan Lewis menyebutkan kontak mata atau saling tatap mata juga dapat membuat dua orang jatuh cinta dan membuat dua orang merasakan sensasi berbeda di hati.


Lucky mendekatkan wajahnya ke wajah Ayu, perlahan tapi pasti Lucky menempelkan bibirnya ke bibir Ayu.


Ayu memejamkan matanya saat bibir Lucky menempel di bibirnya, ia pun sengaja membuka sedikit bibirnya sebagai kode untuk sang suami agar segera mengunyah bibirnya.


Dan ternyata, Lucky cepat tanggap dengan kode yang istrinya berikan. Lucky pun mengunyah bibir sang istri tipis-tipis, tak ingin bibir sang suami bekerja sendirian, Ayu pun membalas kunyahan bibir suaminya itu.


Peraduan bibir pun semakin sengit dan semakin memanas.


Lucky melepas sejenak tautan bibir mereka untuk membuka kaos yang ia pakai lalu menindih tubuh Ayu dan kembali mengadukan bibirnya dengan bibir sang istri.


Tangan Lucky juga sudah tak bisa di kondisikan, tangannya sudah menjalar di balik lingery yang Ayu pakai dan mulai mendaki gunung kembar milik Ayu.


"Ah..." suara laknat nan seksi lolos begitu saja dari mulut Ayu saat tangan besar suaminya mulai mendaki gunung dan memutar-mutar chocochips yang ada di puncak gunung.


Mendengar suara laknat nan seksi keluar dari mulut Ayu, makin beringas saja tangan Lucky bermain komedi putar dengan dua chocochips Ayu.


"Mas...."


"Hemh..." jawab Lucky yang sedang asyik melukis jejak kepemilikan di leher Ayu dengan bibirnya.


"Ayo mas sekarang." Ajak Ayu. Black hole Ayu sudah sangat siap mendapatkan tembakan rudal milik Lucky.


Lucky pun menganggukkan kepalanya, karena juga merasakan rudalnya sudah dalam mode ON dan siap masuk ke dalam black hole milik Ayu.


Cepat-cepat Lucky melepas dua lapis kain yang menutupi rudal miliknya dan membuang dua kain itu ke sembarang arah.


Setelah melepas kain yang menutupi rudal, gantian sekarang Lucky sedang berusaha melepas segitiga berenda yang menutupi black hole milik Ayu dan membuangnya ke sembarang arah.


Lucky pun mulai mengarahkan rudalnya untuk masuk ke dalam black hole milik Ayu.

__ADS_1


Dan...


KRIIIING....KRIIIING....KRIIIING.


Bunyi alarm di ponsel Ayu membangunkan Ayu dari mimpi basahnya.


Sontak Ayu terduduk dan memegang dadanya karena kaget. Nafasnya juga terengah-engah seolah mimpinya itu nyata.


"Astaga...cuma mimpi ternyata." Gumam Ayu.


Ayu pun melihat ke sisi ranjang sebelah kanan, tak ada lagi sang suami di sisinya.


"Mas Lucky kemana?"


Ayu pun mengambil ponselnya yang masih menderingkan bunyi alarm lalu mematikan alarmnya.


"Masih jam lima." Ucap Ayu saat melihat jam di layar ponselnya.


Penasaran dengan keberadaan sang suami, Ayu pun turun dari atas ranjang dan berjalan menuju kamar mandi.


Tok...tok...tok..


"Mas...mas Lucky di dalam?" Tanya Ayu sambil mengetuk pintu kamar mandi.


Karena tak ada jawaban dari dalam kamar mandi, Ayu menempelkan telinganya di pintu kamar mandi.


Ayu makin penasaran, perlahan ia membuka pintu kamar mandi.


"Gak ada mas Lucky disini." Ucap Ayu saat melihat kamar mandi yang kosong.


"Apa mas Lucky di dapur yah?"


Ayu pun melangkahkan kakinya keluar dari kamar kemudian berjalan menuju dapur.


Ternyata Lucky juga tidak ada di dapur.


"Loh...mas Lucky kemana jam segini?" Gumam Ayu.


Tak ingin rasa penasaran menghantui dirinya dan tak ingin otaknya berpikir yang macam-macam pada sang suami. Ayu pun kembali masuk ke dalam kamar dan mengambil ponselnya untuk melakukan panggilan ke nomor sang suami.


Tuuut...tuuut...tuuut.


"Halo Yu." Tak perlu menunggu lama, Lucky langsung menjawab panggilan telpon Ayu.


"Mas Lucky dimana?"


"Aku di rumah sakit Yu."

__ADS_1


"Kok masih jam lima udah ke rumah sakit mas? Mas juga gak bangunin aku kalau mau pergi. Aku kecarian tau gak." Protes Ayu.


"Maaf Yu, ada panggilan darurat jam empat tadi. Tadinya aku mau bangunin kamu, tapi ngeliat tidur kamu pulas banget, aku jadi gak tega."


"Terus kenapa gak ninggalin pesan sih mas?"


"Lupa Yu, namanya juga ada panggilan darurat, mana sempet sih nulis pesan. Ini baru aku mau hubungin kamu, tapi kamu udah hubungin aku duluan." Ucap Lucky memberi alasan.


"Jadi nanti mas Lucky pulang gak ke sini?"


"Kayaknya gak deh Yu, aku lanjut dinas. Jangan marah yah, ini udah resiko pekerjaan aku Yu."


"Kalau gitu nanti aku ke rumah sakit yah, bawain sarapan untuk mas Lucky."


"Eh...gak usah Yu, disini udah ada yang siapin sarapan untuk dokter yang jaga malam. Kalau memang aku pengen di bawain makanan sama kamu, nanti aku bilang." Bohong Lucky. Padahal Lucky tidak ingin Ayu datang ke rumah sakit.


"Oh..gitu. Ya udah, hati-hati yah mas kerjanya."


"Iya. Makasih yah Yu. Sekarang kamu tidur lagi sana."


"Iya mas."


Panggilan pun berakhir.


Ayu mendudukkan bokongnya di tepi ranjang karena lemas. Bagaimana tidak lemas, karena lagi dan lagi sang suami lebih memilih pekerjaannya di banding dirinya padahal mereka baru beberapa hari menikah. Ditambah lagi mimpi panas yang baru saja ia mimpikan, membuat dirinya terasa terhempas ke dasar jurang dari langit ke tujuh. Sakit namun tidak berdarah.


"Ah...sial, aku pikir yang tadi itu kenyataan. Ternyata hanya mimpi." Gumam Ayu sambil membuang tubuhnya di atas ranjang.


Setelah panggilannya telpon dengan Ayu berakhir, Lucky kembali memejamkan matanya.


Ia sebenarnya tidak berada di rumah sakit, sekarang Lucky sedang berada di dalam mobilnya yang masih terparkir mulus di basement gedung apartemennya.


Sengaja Lucky pindah ke mobil karena merasa risih dengan cara Ayu tidur yang mengelus-elus rudal miliknya sambil mengeluarkan suara laknat nan seksi dan menyebut-nyebut namanya.


Dan karena aksi ngigau Ayu yang ekstrim itu membuat Lucky memilih pergi dari unit apartemennya dan melanjutkan tidurnya di dalam mobil.


BERSAMBUNG...


LIKE


KOMEN


VOTE


HADIAH


🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2